Senin, 21 September 2015

Kupu-Kupu, Raba-raba, Rama-Rama

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar "Kupu-kupu, Raba-raba, Rama-Rama untuk
kemudian mengartikannya secara Denotatif dan Konotatif)
______________________________________________________________













_________________

Kata Pengantar
_________________

"Kupu-kupu dan ngengat (rama-rama) merupakan serangga yang tergolong
ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis,
sisik dan pteron, sayap)".

Demikian wikipedia menggolongkan Kupu-kupu ini, untuk kemudian
dilanjutkannya :

Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu
malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu
umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan
aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap
dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya.

Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat
cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan
ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat
dijadikan pegangan yang pasti. (van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).

Para kawan dimanpun berada...!

Berikut info sekitar "Kupu-Kupu atau Rabba-Raba dalam istilang Angkola
atau Rama-Rama dalam istilah lainnya.

Selamat menyimak....!
___________________________________________________________

Sekilas info tentang "Kupu-kupu, Raba-raba, Rama-Rama"
___________________________________________________________











* Siklus hidup

Banyak yang percaya bahwa kupu-kupu memiliki umur yang sangat singkat.
Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu hidup selama seminggu maupun hampir
setahun tergantung pada spesiesnya. Kebanyakan spesies melalui tingkat
larva yang agak lama, dan ada yang mampu menjadi dorman ketika dalam
tingkat pupa atau telur agar dapat mengarungi musim dingin.

Kupu-kupu bisa bertelur sekali atau banyak kali setiap tahun. Jumlah
keturunan setahun berbeda pada pengaruh iklim, yang mana kupu-kupu
yang tinggal di daerah tropis mampu bertelur lebih sekali dalam
setahun.

1.Telur

Telur kupu-kupu dilindungi oleh kulit berabung keras yang disebut
khorion ditutupi dengan lapisan anti lilin yang melindungi telur
dari terjemur sebelum larva sempat berkembang sepenuhnya.
Setiap telur memiliki pori-pori berbentuk corong yang halus di
satu ujungnya, yaitu mikropil yang bertujuan memungkinkan masuknya
sperma untuk bergabung dengan sel telur. Lain spesies lain ukuran
telurnya, namun semua telur kupu-kupu berbentuk bola maupun ovat.

Telur kupu-kupu dilekatkan pada daun dengan bahan perekat khusus
yang cepat mengeras. Bila mengeras, bahan itu berkontraksi dan
membengkokkan bentuk telur. Perekat ini mudah dilihat membentuk
bahan meniskus yang mengelilingi tapak setiap telur. Perekat ini
jugalah yang diproduksi oleh pupa untuk mengikat seta-seta kremaster.
Perekat ini sungguh keras sampai lapik sutra yang melekatkan
seta-seta tidak bisa dipisahkan.

Telur kupu-kupu selalu diletakkan pada tumbuhan. Setiap spesies
kupu-kupu memiliki rentang tumbuhan perumah yang sendiri, baik yang
hanya satu spesies maupun berbagai spesies. Tingkat telur dilalui
selama beberapa minggu untuk kebanyakan kupu-kupu, tetapi telur
yang keluar tidak lama sebelum musim dingin, terutama di daerah
beriklim sedang, harus melalui tingkat diapaus (istirahat) dan
hanya menetas di musim semi. Ada spesies kupu-kupu yang lain yang
bisa bertelur pada musim semi agar telur dapat menetas pada
musim panas.

2. Ulat

Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan
seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan. Kebanyakan
beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis
epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga.

Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin
hubungan yang saling menguntungkan dengan semut. Beluncas berhubungan
dengan semut dengan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui
substrat di samping merembeskan sinyal kimia.[4][5] Semut sedikit
banyak melindungi larva ini; sebagai balasan, larva menolong semut
mengumpulkan rembesan madu.

Beluncas membesar melalui serantaian tingkat yang disebut instar.
Menjelang akhir setiap instar, larva menjalani proses yang disebut
apolisis, yang mana kulit ari, yaitu lapisan luar keras yang terbuat
dari campuran kitin dan protein-protein khusus, dikeluarkan dari
epidermis yang lembut di bawahnya, maka epidermis membentuk kulit
ari yang baru di bawah. Di akhir setiap instar, larva itu bersalin
kulit lamanya, maka kulit baru berkembang lalu mengeras dan
menghasilkan pigmen dengan cepat.

Proses menyalin kulit ini bisa memakan waktu berhari-hari. Corak
kepak kupu-kupu mulai berkembang pada tubuh beluncas menjelang
instar yang terakhir.

Ulat kupu-kupu memiliki tiga pasang kaki tetap pada segmen toraks
dan tidak lebih enam pasang prokaki yang tumbuh pada segmen abdomen.
Pada prokaki ini ada gegelang kait halus yaitu krusye yang membantu
beluncas menggenggam substrat.

Beberapa ulat bisa menggembungkan sesebahagian kepalanya supaya
mirip ular sebagai langkah pertahanan. Ada juga yang dilengkapi
dengan mata palsu agar lebih efisien. Beberapa beluncas memiliki
struktur khusus bergelar osmeterium yang dibokongkan untuk
merembeskan bahan kimia yang busuk pada tujuan pertahanan juga.

Tumbuhan perumah sering mengandung bahan beracun di dalamnya
yang dapat dipisahkan oleh beluncas untuk disimpan sampai
tingkat dewasa agar tidak sedap dimakan burung dan predator-
predator yang sejenisnya. Ketidaksedapan ini diperlihatkan dengan
warna-warna peringatan merah, jingga, hitam atau putih, dalam
kebiasaan yang dikenal sebagai aposematisme. Bahan-bahan beracun
dalam tumbuhan sering dikembangkan khusus untuk melindungi tumbuhan
dari dimakan oleh serangga. Namun, serangga berhasil mengembangkan
langkah balas atau memanfaatkan toksin-toksin ini untuk kemandirian
dirinya. "Perlombaan senjata" ini telah memicu evolusi bersama
sesama serangga dan tumbuhan perumahnya.

* Kebiasaan dan Makanan

Banyak orang yang menyukai kupu-kupu yang indah, akan tetapi sebaliknya
jarang orang yang tidak merasa jijik pada ulat, padahal keduanya
adalah makhluk yang sama. Semua jenis kupu-kupu dan ngengat melalui
tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya
bermetamorfosis menjadi kupu-kupu atau ngengat.

Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari
kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap
dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai,
kotoran burung, dan tanah basah.

Berbeda dengan kupu-kupu, ulat hidup terutama dengan memakan daun-
daunan. Ulat-ulat ini sangat rakus, akan tetapi umumnya masing-masing
jenis ulat berspesialisasi memakan daun dari jenis-jenis tumbuhan
yang tertentu saja. Sehingga kehadiran suatu jenis kupu-kupu di
suatu tempat, juga ditentukan oleh ketersediaan tumbuhan yang
menjadi inang dari ulatnya.
Kupu-kupu dan Manusia

Kupu-kupu dan ngengat dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman,
yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Sehingga bagi
petani, dan orang pada umumnya, kupu-kupu ini sangat bermanfaat
untuk membantu jalannya penyerbukan tanaman.

Pada pihak yang lain, berjenis-jenis ulat diketahui sebagai hama
yang rakus. Bukan hanya tanaman semusim yang dimangsanya, namun juga
pohon buah-buahan dan pohon pada umumnya dapat habis digunduli
daunnya oleh hama ulat dalam waktu yang relatif singkat. Banyak
jenis hama ulat, terutama dari jenis-jenis ngengat yang menjadi
hama pertanian yang serius.

Untuk memanfaatkan keindahan beberapa jenisnya, kini orang
mengembangkan peternakan kupu-kupu.

________________________________________________

Macam Kupu-kupu
________________________________________________

Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau
Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya
sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi
diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999). Kupu-kupu pun menjadi
salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.

Berikut diantaranya : 






















_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika kita mau menjawab istilah kupu-kupu ini dalam 2 arti, maka
penulis ingin berkata :

* Arti Denotatifnya

1. Kupu-kupu adalah serangga yang termasuk dalam  ordo Lepidoptera
   atau serangga bersayap sisik.

2. Dilihat dari segi mencari maknnya, maka serangga ini ada yang
    mencari makan di siang hari dan ada yang mencari makan di
   malam hari.

3. Yang mencari makan disiang hari ini lebih dikenal dengan dama
    Kupu-Kupu, seperti yang digambarkan oleh video berikut ini :

Musik...!

 


* Arti Konotatifnya 

1. Maka jelas serangga yang mencari makan dimalam hari ini sebenarnya
   disebut ngengat. Tapi, istilah ngengat ini tidaklah sepopuler istilah
   Kupu-Kupu Malam

2.  Karena kupu-kupu tidak mencari makan disiang hari, maka kupu-
     kupu yang mencari makan dimalam hari inilah (=Ngengat) yang disebut
    "Kupu-Kupu Malam" oleh Titiek Puspa.

Musik...!


__________________________________________________________________
Cat :



cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar