Monday, February 16, 2015

Silsilah Nabi Adam AS sampai ke Muhammad SAW terus ke Tano Batak untuk kemudian ke Diri Anda

#SELAMAT MALAM PARA KAUM MUSLIMIN MUSLIMAT#
(Menyimak info Islami sekitar Silsilah Nabi Muhammad SAW
sampai ke Nabi Adam dan Silsilah Nabi Muhammad SAW sampai
pada garis keturunan putra-putrinya sekaligus ke diri anda para
pembaca angkolafacebook.blogspot.com)
_________________________________________________________________











____________________

Kata Pengantar
____________________

Bismillah.
Alhamdulillah.
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu'
alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat dan orang yang mengikuti
beliau dengan baik sampai akhir zaman.

Amma ba'du :
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda :

وأهل بيتي , أذكركم الله في أهل بيتي , أذكركم الله في أهل بيتي, أذكركم الله في أهل بيتي

“Dan ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian akan Allah terhadap ahlu-baitku,
aku ingatkan kalian akan Allah terhadap ahlu-baitku, aku ingatkan
kalian akan Allah terhadap ahlu-baitku” [Diriwayatkan oleh
Muslim no. 2408]

Para kaum muslimin muslimat dimanapun berada...!

Asalamu'alaiukumwarahmatullahiwabarakatuh...!

Mohon ijin :

Malam ini penulis akan menyajikan info sekitar Silsilah Nabi
Muhammad SAW.

Sebagaimana pengertian silsilah secara umum, maka silsilah yang
penulis maksud adalah silsilah Nabi Muhammad Saw ke atas-nya
(Bukan Silsilah Nabi kebawahnya atau keturunannya).

Menurut hemat penulis...!

- Menyusun silsilah nabi Muahammad Saw "Dalam Bentuk Bagan/skema"
  akan sangat sulit disebabkan silsilah pada umumnya hanya bisa
  disusun berdasarkan "Pohon Keluarga", dalam satu kali pernikahan
  sedangkan Nabi Muhammad SAW, lebih dari satu kali menikah.

- Menyusun Silsilah dengan cara penysusnan Silsilah orang Batak
  tentu juga sangat sulit disusunnya karena, silsilah orang Batak
  hanya melihat dari garis keturunan ayah (Patrileneal), sedangkan
  dalam Islam tidaklah demikian.

  Dengan kata lain...!

  "Sesungguhnya Silsilah Nabi (Keluarga Nabi Muhammad SAW ke bawah)
  tidaklah sama dengan "Silsilah kita sendiri". Kita adalah pengikut-
  nya sedangkan Nabi muhammad SAW adalah Pinpinan kita atau junjungan
  kita sekaligus suritauladan kita.

  Karena itu...!

- Silsilah Nabi Muhammad Saw dalam postingan ini hanya dapat penulis
  gambarkan lewat tulisan (Tidak bisa pakai Bagan/Skema/konsep)
  yang tentunya berhubungan erat dengan, "Para istri Nabi, atau
  para putra putri Nabi Mhammad Saw.

Semoga Ridho Allah Swt bersama postingan ini...!

...dan...

Selamat menyimak...!
_____________________________________________________________________

Sekilas Silsilah Nabi Muhammad SAW - ke garis keturunan atasnya
(Dari Nabi Muhammad Saw sampai ke Nabi Adam)
_____________________________________________________________________

Begini para kaum muslimin muslimat...!

- Tentu silsilah ini bukanlah saya (penulis) yang buat, tapi hasil
  kutipan dari dari dua sumber yang menurut penulis memang sumber
  yang layak untuk dipercaya berdasarkan pengetahuan keagama Islaman
  penulis.

- Sumber pertamanya dari wikipedia lewat link :
http://id.wikipedia.org/wiki/Silsilah_keluarga_Muhammad
  dengan bagan sbb :









- Jika kita memperhatikan bagan tersebut, maka tergambar bahwa bagan
  ini hanya untuk 6 garis keturunan atau 6 generasi.

- "Berapa generasikah ke-atasnya hingga mencapai pada Nabi Adam As",
   tentu demikian pertanyaan kita.

- Situs dengan alamat :
http://muassamudra.heck.in/nabi-muhammad.xhtml
mengatakan :

Lebih lengkap silsilahnya dari Muhammad hingga Adam adalah,

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf
bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr
(Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah
bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Udad bin
al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit
bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’
bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin
Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin
Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.

- Jika nama-nama diatas dibubungkan atau disambungkan dengan bagan
  diatas (Bagan Nabi Muhammad Saw - Qushay), maka akan diperoleh
  bagan Nabi Muhammad SAW sampai ke Nabi Adam AS, dalam susunan
 Sistem Patrileneal dan pramida terbalik sbb :















- Dengan demikian tergambar sudah "Silsilah Nabi Muhammmad SAW

- Dan jika anda bertanya, bagaimana Silsilah anda sendiri sampai
  ke Nabi Muhammad Saw, maka penulis menjawab, "Saya tidak tahu".

Begitupun...!

Penulis memberikan gambaran lewat "Pohon Keluarga Muslim" seperti
gambaran pohon di bawah ini :



- Jika anda merasa pusing, sebelum dapat menghitung dan memahami-nya
  maka "Cukuplah dilihat dan diamati saja saja dulu". sambil berpikir-
  pikir tentang pernyataan dan pertanyaan :

1. Dengan mengetahui silsilah Nabi Muhammad SAW sampai ke Nabi Adam,
   masihkah Anda ragu bahwa, "Nabi Adam AS itu ada" dan sebagai manusia
   pertama di muda bumi ini.

2. Dengan mengetahui gambaran silsilah diatas, masihkah mungkin menurut
   anda, bahwa manusia ini akan bisa satu pandangan, satu persefsi, satu
   pendapat atau pemahaman pada suatu persoalan hidup...?

3. Dengan mengetahui gambaran sisilah manusia diatas, masihkah anda
   ragu dengan "Adanya Allah SWt sebagai pemilik 99 nama untuk dapat
   mengendalikan manusia ini lewat ajarannya yang diturunkan pada
   Nabi Muhammad SAW...?

4. Dengan mengetahui gambaran silsilah diatas, "Masihkah anda
   berpendapat bahwa alam dan segala isinya ini termasuk mananusa
   ada dan terjadi karena suatu kebetulan...?"

5. Dengan mengetahui gambaran silsilah diatas tidakkah anda merasakan
   bahwa diri anda hanyalah satu titik dari milyaran titik di muka
   bumi ini, jika titik dalam hal ini adalah manusia...?_____________________________________________________________________

Sekilas Silsilah Nabi Muhammad SAW ke garis keturunan bawah-nya
(Hanya sebatas putra-putrinya) Dalam bentuk Uraian.
________________________________________________________________

* Dalam hubungannya dengan Istri Istri Nabi Muhammad Saw
  dan macam gambaran alasan menikahnya

*Khodijah binti Khuwailid RA, Dinikahi oleh Rasulullah SAW di Mekkah
ketika usia beliau 25 tahun dan Khodijah 40 tahun. Dari pernikahnnya
dengan Khodijah Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki- laki dan
perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau meninggal.

Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah,
Ummu Kultsum dan Fatimah. Rasulullah SAW tidak menikah dengan
wanita lain selama Khodijah masih hidup.

*Saudah binti Zam’ah RA, Dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal
tahun kesepuluh dari kenabian beberapa hari setelah wafatnya Khodijah.
Ia adalah seorang janda yang berusia lanjut yang ditinggal mati oleh
suaminya yang bernama As-Sakron bin Amr.

*Aisyah binti Abu Bakar RA, Dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan
Syawal tahun kesebelas dari kenabian yaitu setahun setelah beliau
menikahi Saudah atau dua tahun lima bulan sebelum Hijrah.

Ia dinikahi ketika berusia 6 tahun, dan mulai tinggal serumah dengan
Rasululloh SAW di bulan Syawwal 6 bulan setelah hijrah pada saat usia
beliau 9 tahun. Ia adalah seorang gadis dan Rasulullah SAW tidak
pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah.

Selain itu Aisyah ra adalah sosok wanita yang cerdas dan memiliki
ilmu yang sangat tinggi dimana begitu banyak ajaran Islam terutama
masalah rumah tangga dan urusan wanita yang sumbernya berasal dari
sosok ibunda muslimin ini.

*Hafsah binti Umar bin Al- Khotob RA, Setelah ditinggal mati oleh
suaminya Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, kemudian dinikahi oleh
Rasulullah SAW pada tahun ketiga Hijriyah. Beliau menikahinya untuk
menghormati bapaknya Umar bin Al-Khotob.

*Zainab binti Khuzaimah RA, Berasal dari Bani Hilal bin Amir bin
Sho’sho’ah dan dikenal sebagai Ummul Masakin (ibunya orang miskin)
karena ia sangat menyayangi mereka. Sebelumnya ia bersuamikan Abdulloh
bin Jahsy akan tetapi suaminya syahid di Uhud, kemudian Rasulullah SAW
menikahinya pada tahun keempat Hijriyyah. Ia meninggal dua atau tiga
bulan setelah pernikahannya dengan Rasulullah SAW .

*Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah RA, Sebelumnya menikah dengan
Abu salamah, akan tetapi suaminya tersebut meninggal di bulan Jumada
Akhir tahun 4 Hijriyah dengan meningalkan dua anak laki-laki dan
dua anak perempuan.

Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal di tahun yang
sama, alasan beliau menikahinya adalah untuk menghormati Ummu
Salamah dan memelihara anak-anak yatim tersebut.

*Zainab binti Jahsyi bin Royab RA, Berasal dari Bani Asad bin Khuzaimah
dan merupakan puteri bibi Rasulullah SAW. Sebelumnya ia menikah
dengan Zaid bin Haritsah kemudian diceraikan oleh suaminya tersebut.
Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di bulan Dzul Qo’dah tahun kelima
dari Hijrah.

Pernikahan tersebut adalah atas perintah Alloh SWT untuk menghapus
kebiasaan kaum Jahiliyah yang menjadikan anak angkat sebagai
anak kandung dan juga menghapus segala konskuensi pengangkatan anak
tersebut (bekas istri anak angkat boleh dinikahi oleh ayah angkatnya/
kedudukanya bukan Muhrim dalam ajaran Islam)

*Juwairiyah binti Al- Harits RA, Adalah pemimpin Bani Mustholiq
dari Khuza’ah. Ia merupakan tawanan perang yang sahamnya dimiliki
oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah
SAW dan dinikahi oleh beliau pada bulan Sya’ban tahun ke 6 Hijrah.

Alasan beliau menikahinya adalah untuk menghormatinya dan
membebaskannya dari tawanan perang.

*Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan RA, Sebelumnya ia dinikahi oleh
Ubaidillah bin Jahsy dan hijrah bersamanya ke Habsyah. Suaminya
tersebut murtad dan menjadi nashrani dan meninggal di sana.

Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya (islam). Ketika
Rasulullah SAW mengirim Amr bin Umayyah Adh-Dhomari untuk
menyampaikan surat kepada raja Najasy pada bulan Muharrom tahun 7
Hijrah. Nabi mengkhitbah Ummu Habibah melalui raja tersebut dan
dinikahinya serta dipulangkan kembali ke Madinah bersama Surahbil
bin Hasanah.

*Shofiyyah binti Huyay bin Akhtob RA, Berasal dari Bani Israel, ia
merupakan tawan perang Khoibar lalu Rasulullah SAW memilihnya dan
dimeredekakan serta dinikahinya setelah menaklukan Khoibar tahun 7
Hijriyyah. Pernikahan tersebut bertujuan untuk menjaga kedudukan
Shofiyyah binti Huyay sebagai anak dari pemuka kabilah.

*binti Al- Harits RA , Saudarinya Ummu Al- Fadhl Lubabah binti Al-
  Harits. Ia adalah seorang janda yang sudah berusia lanjut, dinikahi
  di bulan Dzul Qa?dah tahun 7 Hijrah pada saat melaksanakan Umroh Qadho.

*Mariah AL-Qibtiyya , Awalnya adalah seorang budak yang dihadiahkan
oleh Raja kaum Qibty dari Mesir kepada Rasululloh SAW, Dalam
perinikahannya dengan Rasululloh SAW dia sempat melahirkan seorang
anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur
18 bulan. Tiga tahun setelah menikah dengan Mariah Al Qibtiyya,
Rasululloh SAW meninggal dunia. Mariah Al-Qibtiyya akhirnya
meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H.

* Dalam hubungannya dengan Putra-putri belia dari beberapa Istri

Putra:

1. Abdullah bin Muhammad Putra beliau dari Khadijah,
   meninggal ketika masih kecil.

2. Qasim bin Muhammad Putra beliau dari Khadijah yang
   meninggal ketika masih kecil.

3. Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H) Putra Nabi dari Mariah
   Qibtiah. Dia hanya hidup selama 18 bulan. Nabi menyaksikan
   ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir sambil meneteskan
   air mata, beliau berkata “mata boleh meneteskan air,
   hati boleh bersedih, tapi kita tidak boleh mengucapkan
   kalimat yang tidak diridai Allah”.

Putri:

1. Fatimah binti Muhammad / Fatimah Az- Zahro (wafat 11 H)
   Putri bungsu Rasulullah SAW dari Khadijah yang paling disayangi
   oleh Rasulullah SAW. Dia tergolong wanita Quraisy yang genius dan
   pintar bicara.

  Dia menikah dengan Ali bin Abu Thalib. Dari perkawinan ini
  lahirlah Hasan, Husain, Ummi Kultsum dan Zainab. Dia meninggal
  6 bulan setelah wafatnya Rasulullah.

  Dan dari Fatimah Az-Zahro ini lahirlah dzuriyah (keturunan) Rasul
  sampai sekarang, yang di masyarakat lazim dijuluki Sayid, Habib
  ataupun Syarief.

2. Ruqaiah binti Muhammad (wafat 2 H) Putri Rasulullah SAW. dari
   Khadijah yang dipersunting oleh Utbah bin Abu Lahab sewaktu
   Jahiliah.

   Setelah munculnya Islam dan turunnya ayat yang berarti
   “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dia akan binasa”
  (S. Al-Masad/ Al-Lahab ayat 1) dia langsung dicerai oleh
  suaminya atas perintah Abu Lahab. Dia memeluk Islam bersama ibunya.

  Kemudian dia dinikahi oleh Usman bin Affan dan ikut bersama suaminya
  hijrah ke Abessina (habasyah ), kemudian mereka kembali dan
  menetap di Madinah seterusnya meninggal di kota itu pula.

3. Ummi Kultsum binti Muhammad (wafat 9 H/639 M) Putri Rasulullah
   dari Khadijah yang dipersunting oleh Utaibah bin Abu Lahab pada
   masa Jahiliah.

  Setelah turunnya ayat yang artinya: “Binasalah kedua tangan Abu
  Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (QS. Al-Masad / Al-Lahab
  ayat 1) ia dicerai oleh Utaibah atas perintah Abu Lahab.

  Sepeninggal kakaknya, Ruqaiyah ( istri pertama Usman bin Affan ),
  Ummi Kultsum dinikahi oleh Usman bin Affan. Dia ikut berhijrah ke
  Madinah.

4. Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.) Putri sulung Rasulullah dengan
  Khodijah, Dia dipersunting oleh Abul Ash bin Rabi’ memeluk agama
  Islam dan ikut hijrah ke Madinah, sementara suaminya bertahan
  dalam agamanya di Mekah sampai dia tertawan dalam perang Badar.

  Di saat itu, Rasulullah meminta kepadanya untuk menceraikan Zainab,
  lalu diceraikannya. Setelah Abdul Ash bin Rabi’ masuk Islam,
  Rasulullah SAW. mengawinkan mereka kembali.

Penjelas Tambahan :

Di Lihat dari sejarah diatas bahwa nabi menikahi wanita bukan
semata-mata karna nafsu atau syahwat belaka tapi lebih dari itu
rasullullah menikahi wanita-wanita tersebut karena belas kasih
dan kehormatan bukan seperti raja-raja yang mengawini puluhan
bahkan ratusan wanita cantik yang di jadikan selir untuk
melampiaskan nafsu semata terbukti dari skian istri-istri nabi
hanya satu yang masih gadis(perawan) bahkan ada yang mantan
budak dan janda yang sudah tua, sungguh betapa mulianya sifat
beliau padahal beliau adalah orang yang paling mulia di dunia
ini yang mudah saja jika mencari ratusan perempuan-perempuan
cantik untuk di jadikan istri.
Allahu a'lam.

* Dalam Hubungannya dengan bukti-bukti Keberadaan 
   Istri-istri Nabi Muhammad SAW

* TIANG HARUM (Mukhallaqah),

Tiang Mukhallaqah menempel di mihrab Nabi Di tiang ini Nabi SAW
melaksanakan shalat- shalat wajib. Tiang ini diberi nama harum
karena selalu diberi pengharum oleh Aisyah, istri Nabi.

* TIANG AISYAH,

Tiang ini juga sering diberi wewangian, karena itu juga disebut
tiang Mukhallaqah. Disebut tiang Aisyah karena dari pintu ini
Nabi masuk ke mesjid setelah keluar dari rumah Aisyah, dan di
tiang Mukhallaqah dan tiang Aisyah saat kini orang- orang
berebutan shalat.

* TIANG ABU LUBABAH,

Tiang ini disebut pula tiang taubat, di masa hidupnya, Abu Lubabah
pernah berkhianat kepada Nabi. Kemudian ia menyadari perbuatannya
dan bertobat, dia mengikatkan diri pada tiang itu sampai turun
wahyu ampunan dari Allah untuknya.

Allah SWT menerima taubat Abu Lubabah dengan turunnya surat
al- Anfal ayat 27. Abu Lubabah mengikatkan dirinya di tiang itu
selama 9 hari.

Abu Lubabah tidak mau melepaskan ikatannya sendiri, akhirnya
Nabi SAW sendiri yang melepaskan ikatan talinya sesuai dengan
harapan dan permintaan Abu Lubabah.

* TIANG SARIR (tempat tidur),

Di tempat itu diletakkan alas/tikar tidur yang digunakan Nabi
SAW saat i’tikaf di Mesjid. Tiang Mahras (penjaga), Tempat
para sahabat menjaga Rasulullah.

* TIANG WUFUD (utusan/ tamu),

Tempat Nabi SAW menerima tamu-tamu istimewanya. Tiang Murabba’
al-Kubur, Terletak di pojok segi empat barat laut (kamar
Aisyah). Tempat berdirinya Malaikat Jibril jika menjumpai
Nabi Muhammad menyampaikan wahyu atau isyarat lain, saat
kini di dalamnya terdapat makam Rasululloh SAW serta sahabatnya
Abu Bakar Sidiq dan Umar bin Khotob. Di atasnya terdapat
kubah kecil berwarna hijau.
______________________________________________________

Sekilas gambaran Silsilah Generasi Nabi Muhammad SAW
sampai Ke Indonesia
______________________________________________________

Tentu ini dapat kita peroleh gambarannya dari bukti-bukti Sejarah
sejak kapan adanya manusia di Indonesia dan bagaimana sejarah
masuknya Islam ke Indonesia.

Insya Allah ini dapat diketahui pada masa yang akan datang lewat
link :
.......................................... (menyusul)
__________________________________________________

Sekilas gambaran Silsilah di Indonesia untuk kemudian Ke
Tanah Batak dan diri Anda masyarakat Angkola
__________________________________________________

Jika sejarah sejak kapan adanya manusia di Indonesia sudah kita ketahui,
tentu kita juga ingin mengetahui, "Sejak kapan adanya manusia di
Sumatra Utara Khususnya Tano Batak sitirif di Pusuk Buhit.

Dan jika ini pula sudah kita ketahui, tentu kita tinggal "Memotong
Tarombo Batak" yang mengatakan bahwa manusia berasal dari
Mulajadi Nabolon lewat perantaranya yang di sebut "Manuk-Manuk
Hulambujati".

Persesuaian cerita inilah nantinya yang akan kita padukan hingga
kita punya gambaran bagaimana, "Sejarah Nabi Adam As sampai
ke Tano Batak. Titik...!

Seru bukan...????

Ini tempat link postingan jawaban kapan-kapannya :
..........................................................
____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kaum muslimin muslimat, semoga dapat memperluas
wawasan ke Islaman kita pun sai lebih dapat nian "Menambah Kecintaan
kita pada Nabi Muhammad SAW"

Juga...!

"Sai lebih dapat nian memaklumi, memahami dan menyikapi pernyataan-
pernyataan yang mengatakan, "Nabi aja banyak Istrinya atau Nabi
aja minikah lebih dari satu kali".

Karena...!

Situasi, kondisi, tempat dan alasan Nabi minikah lebih dari satu
kali bukanlah alasan yang bersumber atau datang dari dirinya sendiri

tapi...!

Lebih bersumber pada :

Petunjuk Allah Swt yang memfirmankan / mewahyukan pada Nabi
Muhammad SAW tentang bagaimana membahagiakan wanita dari segala
macam situasiyang sudah tak mungkin berbahagia secara duniawi
karena :

- Usia sudah terlalu tua
- Ditinggal suaminya
- Himpitan ekonomi
- Jadi budak atau pembantu

Juga mengajarkan bagaimana cara mengggunakan, memakai atau
memanfaatkan nilai lebih yang diberikan Allah Swt bagi para
wanita dalam hal tindakan dan pemikiran dalam mengembangkan
Agama Islam itu sendiri yang tentunya tak lepas pula dari rasa
sayang pada istri itu sendiri.

Para kaum muslimin muslimat yang seiman dan seagama...!

Jika kita mau belajar dari cara pernikahan Nabi Muhammad SAW,
maka belajarlah dari macam alasanya untuk menikah dan bukan
dari jumlah berapa kalinya Rasululoh menikah".

"Dalam banyak hal sesungguhnya bukanlah nilai kualitatif yang
dipentingkan tapi justru nilai kwantitatifnya.
























Dengan kata lain...!

"Bukan berapa kali menikah atau berapa jumlah istri yang perlu
dibanggkan dalam hidup ini, tapi seberapa berkualitas istri kita,
kita bikin dalam hidup ini". Itu maksud saya...!

Sudahkah anda membikin istri anda berkualitas...?

a. Belum ba..!
b. Sudah ba...!
c. Sudah belum ba...!
d. Belum sudah ba...!

Wassalamu'alaikumwarah matullahiwabarakatuh...!

Kadang-kadang lek hona-hona tu iba do nai bacai- ba...!
(Kadang-kadang yang kita baca itu menyindir kita-nya)
 Musik...!

__________________________________________________________________
Cat :


__________________________ 

No comments:

Post a Comment