Senin, 13 Januari 2014

Seputar suku Batak dan Flores di Batam


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak informasi Seputar suku Batak dan Flores di Batam
dan melihat kekuatan istilah "Maka Kenal Maka sayang".
Oleh : Rahmat Parlindungan siregar (Suku Batak)
_________________________________________________________









_________________

Kata Pengantar
_________________

Ini kutipan berita sekaligus sebagai alasan mengapa tulisan
ini di susun :














INILAH.COM, Batam - Walikota Batam, Ahmad Dahlan menyebutkan
bentrokan yang terjadi, bukanlah melibatkan antara suku yang
ada di Batam ini.

"Bentrok terjadi hanya karena antar kelompok saja," kata Dahlan
kepada wartawan di lobi Hotel Planet Holiday, Senin (18/6) malam.

Dahlan mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi dalam kasus
bentrok ini. "Ini murni antar kelompok saja, sama sekali tidak
menyangkut soal suku," kata Dahlan.

Senada dengan itu Ketua Umum Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur
(PK NTT) Batam, Rofinus Lorens mengatakan, bentrokan tersebut bukan
mengatasnamakan suku Flores. Tapi kedua kelompok yang bertikai
berusaha untuk mempertahankan kepentingan pribadinya masing-masing.

"Saya minta, tidak boleh ada keributan atau permasalahan yang
berkepanjangan. Karena, kejadian ini bukan untuk kepentingan
suku tapi kepentingan pribadi. Intinya tidak ada unsur SARA pada
keributan ini. Mari tetap kita jaga kedamaian, ketentraman Kota
Batam dari semua aspek kehidupan," imbau Rofinus.

Sementara, Sabar Manalu, perwakilan dari suku Batak mengatakan,
dari isu-isu berkembang di lapangan bahwa ada perang antar suku
adalah tidak benar. Sebab antara suku Batak dan Flores tidak
akan melakukan perang lagi karena sudah ada perjanjian perdamaian.

Berita lebih lanjut di :
http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1873549/bentrokan-di-batam-bukan-bentrokan-antar-suku
_______
















BATAM - Pascabentrokan antara dua kelompok di Batam, beredar
informasi bahwa insiden yang terjadi di Planet Holiday itu
melibatkan dua kelompok etnis. Namun spekulasi yang beredar
itu langsung dibantah oleh pejabat di Batam maupun tokoh
masyarakat NTT dan Sumatera Utara.

Kapolda Kepri dengan tegas mengatakan kalau kerusuhan tersebut
ulah dari dua kelompok masyarakat. Dengan tegas saya katakan
kalau ini tidak ada hubungannya dengan SARA, kata Kapolda.

Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Batam, Ahmad Dahlan.
Ia mengatakan, isu yang menyebut ada perang suku antara Batak
dengan Flores adalah ulah oknum tertentu yang ingin membuat
kerusuhan di Batam.

Berita lebih lanjut di :
http://www.loveindonesia.com/news/en/news/detail/25474/tegaskan-bentrok-batam-bukan-perang-suku
Mengacu pada kutipan berita di atas, maka penulis teringat
pada istilah "Maka Kenal Maka Sayang".

Hubungannya dengan berita diatas, "Karena pertikaian tersebut,
bukanlah pertikaian SARA seperti kata Walikota Batam dan Kapolda
Riau, maka penulispun tidaklah melihat berita tersebut sebagai
suatu SARA. Tapi melihat SESUATU PERISTIWA YANG DAPAT
 MEMICU TERJADINYA SARA".

Untuk menghindari terjadinya SARA inilah maka penulispun ingin
menyajikan kepada anda para putra Batak, khsusnya yang marjalang
(merantau) di Batam informasi "Seputar Suku Flores"

Begitu juga pada anda saudara dari Flores, penulis akan menyajikan
informasi "Seputar Suku Batak".

Selamat menyimak...!
________________________________________________________

Info untuk anda para putra Batak seputar Suku Flores
________________________________________________________

* Istilah Flores dan lokasi






Flores, dari bahasa Portugis yang berarti "bunga" berada di
Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Flores termasuk dalam
gugusan Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali dan NTB, dengan
luas wilayah sekitar 14.300 km². Penduduk di Flores, pada tahun
2007, mencapai 1,6 juta jiwa.

Puncak tertinggi adalah Gunung Ranakah (2350m) yang merupakan
gunung tertinggi kedua di Nusa Tenggara Timur, sesudah Gunung
Mutis, 2427m di Timor Barat. Pulau Flores bersama Pulau Timor,
Pulau Sumba dan Kepulauan Alor merupakan empat pulau besar di
Provinsi NTT yang merupakan salah satu provinsi kepulauan di
Indonesia dengan 566 pulau.

Flores, dengan luas, jumlah penduduk dan sumber daya baik alam
maupun manusia yang dinilai cukup memadai, kini tengah
mempersiapkan diri menjadi sebuah provinsi pemekaran di NTT.

Di ujung barat dan timur Pulau Flores ada beberapa gugusan pulau
kecil. Di sebelah timur ada gugusan Pulau Lembata, Adonara dan
Solor, sedangkan di sebelah barat ada gugusan Pulau Komodo dan
Rinca. Sebelah barat pulau Flores, setelah gugusan pulau-pulau
kecil tersebut, terdapat pulau Sumbawa (NTB), sedangkan di sebelah
timur setelah gugusan pulau-pulau kecil tersebut, terdapat kepulauan
Alor. Di sebelah tenggara terdapat pulau Timor. Di sebelah barat
daya terdapat pulau Sumba, di sebelah selatan terdapat laut Sawu,
sebelah utara, di seberang Laut Flores terdapat Sulawesi.

*Suku Bangsa 

Suku bangsa Flores adalah merupakan percampuran etnis antara Melayu,
Melanesia, dan Portugis. Dikarenakan pernah menjadi Koloni Portugis,
maka interaksi dengan kebudayaan Portugis sangat terasa dalam
kebudayaan Flores, baik melalui genetik, agama, dan budaya.







*Asal usul suku flores

BANYAK CERITA orang Manggarai mengenai asal usul mereka. Ada
yang mengatakan keturunan Sumba, keturunan Turki yang lalu
bermukim di Mandosawo, keturunan dari Bima di Sumbawa, Bugis
Luwu di Sulawesi, Melayu Malaka dan Minangkabau.

Kenyataannya tidak ada satu suku Manggarai tetapi orang
Manggarai terdiri dari berbagai kelompok suku, sub suku
atau klan.

Masing-masing gelombang pendatang menempati wilayah tertentu
dan dalam perkembangannya mengembangkan pusat kekuasaan dengan
adat tersendiri. Asal keturunan Sumba yang tiba dalam beberapa
gelombang misalnya menumbuhkan suku (adak) Bajo di bagian
selatan sampai barat. Orang Mandosawu ber mukim pegunungan
di dekat puncak gunung Mandosawo tetapi kemudian pindah ke
tempat Mano sekarang di kaki pegunungan bagian utara. Salah satu
tokoh suku yang dikenal sebagai Suku Kuleng bernama Rendong
Mataleso diakui sebagai nenek moyang aliansi adak Cibal,
Lambaleda, dan Poka.

Pendatang dari Minangkabau konon tiba di Flores di dekat
Labuhanbajo di tempat yang namanya Warloka. Galian arkeologis
di Warloka menemukan bukti permukiman prasejarah sejak palaeolitik,
bangunan batu dolmen, menhir serta bukti hubungan dengan dunia
luar berupa keramik Cina dari zaman Ming dan Cing. Orang-orang
Minangkabau ini, di bawah pimpinan Karaeng Mashur, membangun
adak Todo. Mereka bermukim di daerah Todo dan Pongkor sekarang.
Di situlah, konon mereka bertemu dengan orang-orang asli yang
menurut cerita bertubuh kecil, berbulu, dan tidak mengenal
pakaian ataupun api.

Sumber :
http://floresecotourism.com/profil/2/3/budaya_dan_masyarakat_flores_barat.html

*Pembagian Wilayah (Administrasi)

Flores adalah bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pulau ini dibagi menjadi delapan kabupaten; dari barat ke
timur sebagai berikut: Manggarai Barat dengan ibukota
Labuan Bajo, Manggarai dengan ibukota Ruteng, Manggarai
Timur dengan ibukota Borong, Ngada dengan ibukota Bajawa,
Nagekeo dengan ibukota Mbay, Ende dengan ibukota Ende,
Sikka dengan ibukota Maumere,Flores Timur dengan ibukota
Larantuka. dan kabupaten ((lembata)) dengan ibukota lewoleba.

*Geografi

Flores memiliki beberapa gunung berapi aktif dan tidur,
termasuk Egon, Ilimuda, Lereboleng, Lewotobi, dan ile Ape
(lembata), Rokatenda (palu'e), Ebulobo.

Ini salah satu gunungnya bersumber dari :
http://lipsus.kompas.com/merapimeletus/read/2010/11/04/1623058/Gunung.Egon.Mengeluarkan.Asap.dan.Api



*Flora and fauna

Flores memiliki satu dari sekian satwa langka dan dilindungi
di dunia yakni Varanus komodoensis atau lebih dikenal dengan
Biawak raksasa. Raptil ini hidup di Pulau Komodo dan Pulau
Rinca, keduanya terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Flores
Barat.

Ini biawak raksasanya halak hita :

















Selain Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang termasuk dalam kawasan
Taman Nasional Komodo, Flores juga memiliki satu Taman Nasional
lagi yang terletak di Kabupaten Ende, yakni Taman Nasional
Kelimutu.

Daya tarik utama Taman Nasional Kelimutu adalah Danau Tiga
Warna-nya yang selalu berubah warna air danaunya. Akan tetapi
sesungguhnya di dalam Kawasan Taman Nasional Kelimutu itu tumbuh
dan berkembang secara alami berbagai jenis spesies tumbuhan dan
lumut. Oleh karena itu pada awal tahun 2007, pihak pengelola
Taman Nasional Kelimutu melai mengadakan identifikasi terhadap
kekayaan hayati TN Kelimutu untuk kemudian dikembangkan menjadi
Kebun Raya Kelimutu.

Jadi, nantinya para wisatawan yang datang ke Kawasan Wisata
Alam Kelimutu, selain dapat menikmati keajaiban Danau Tiga Warna,
juga dapat mengamati keanekaragaman hayati dalam Kebun Raya Kelimutu.

Ini Danau Tigawarnanya bersumber dari :
http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=71112.0














Di Mataloko, Kabupaten Ngada terdapat sumber panas bumi yang
saat ini sedang dikembangkan menjadi sumber listrik. Di Soa,
sebelah timur kota Bajawa, ibu kota kabupaten Ngada terdapat
tempat pemandian air panas alami. Banyak turis asing yang datang
ke sana.

Di Riung, utara kabupaten Ngada, terdapat taman laut 17 Pulau
yang seindah Taman laut Bunaken di Manado. Yang unik dari taman
laut ini adalah terdapat sebuah pulau yang bernama pulau Kelelawar
yang menjadi tempat tinggal ribuan kelelawar.

Ini Pulau Kelelawarnya halak hita :






























Sumber :
https://www.jaring-ide.com/idea.php?id=333

* Situs arkeolog

Pada September 2003, di gua Liang Bua di Flores barat,
paleoantropologis menemukan tengkorak spesies hominid yang
sebelumnya tak diketahui. Temuan ini dinamakan "manusia Flores"
(Homo floresiensis, dijuluki hobbit). Penemuan ini dimuat dalam
majalah Nature edisi 28 Oktober 2004. Status temuan ini sekarang
masih diperdebatkan, apakah termasuk Homo erectus atau Homo sapiens.

Ini Manusia Floresnya halak hita :

























Sumber :
Kompas.Com

*Budaya dan Adat

Pulau Flores merupakan salah satu pulau besar di Provinsi NTT
yang terdiri dari berbagai macam budaya, diantaranya: Budaya
Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada dan Manggarai. Masing-masing
kebudayaan penjabarannya sebagai berikut:

1. BUDAYA FORES TIMUR

Flotim merupakan wilayah kepulauan dengan luas 3079,23 km2,
berbatasan dengan kabupaten Alor di timur, kabupaten Sikka di
barat utara dengan laut Flores dan selatan, laut Sawu.

Orang yang berasal dari Flores Timur sering disebut orang Lamaholot,
karena bahasa yang digunakan bahasa suku Lamaholot.
Konsep rumah adat orang Flotim selalu dianggap sebagai pusat kegiatan
ritual suku. Rumah adat dijadikan tempat untuk menghormati Lera
Wulan Tana Ekan (wujud tertinggi yang mengciptakan dan yang
empunya bumi).

Pelapisan social masyarakat tergantung pada awal mula kedatangan
penduduk pertama, karena itu dikenal adanya tuan tanah yang
memutuskan segala sesuatu, membagi tanah kepada suku Mehen yang
tiba kemudian, disusul suku Ketawo yang memperoleh hak tinggal dan
mengolah tanah dari suku Mehen.

Suku Mehen mempertahankan eksistensinya yang dinilainya sebagai
tuan tanah, jadilah mereka pendekar-pendekar perang, yang dibantu
suku Ketawo.

Mata Pencaharian :

Mata pencaharian orang Flotim/Lamaholot yang utama terlihat dalam
ungkapan sebagai berikut:

Ola tugu,here happen, lLua watana,
Gere Kiwan, Pau kewa heka ana,
Geleka lewo gewayan, toran murin laran.

Artinya:
Bekerja di ladang, Mengiris tuak, berkerang (mencari siput dilaut),
berkarya di gunung, melayani/memberi hidup keluarga (istri dan
anak-anak) mengabdi kepada pertiwi/tanah air, menerima tamu asing.

2. BUDAYA SIKKA

3. BUDAYA ENDE

4. BUDAYA NGADA

5. BUDAYA MANGGARAI

Sumber :
http://nttprov.go.id/site/index.php/2013-07-22-06-19-20/pesona-budaya/112-budaya-flores


*Tradisi Perang Suku Lio (Flores Tengah)

Perang adalah suatu keadaan legal yang memungkinkan
dua atau lebih gerombolan manusia yang sederajat
melakukan sengketa senjata dengan berbagai siasat,
teknik, strategi yang benar. Sejak berabad-abad silam,
suku Lio mengenal kata perang dengan sebutan ‘Guta’.
Guta, dalam bahasa Lio biasanya selalu disinonimkan
dengan ‘Wika’. Definisi dari Wika adalah tindakan
(De facto) untuk melakukan perluasan wilayah
(Ekspansi) melalui perang (Guta) dan tentu saja
diakui yuridiksinya oleh masyarakat itu sendiri.

Sumber :
http://gkecilku.blogspot.com/2011/12/suku-flores.html

















Sumber :
http://hurek.blogspot.com/2012/11/tradisi-perang-tanding-dan-baku-bunuh.html

Penutup Sub Judul :

Demikian sekilas infonya "Mengenai Suku Flores" para saudara 
"Suku Batak", khsusnya yang ada di Batam. Kiranya info ini dapat
menjadi dasar untuk berkata dan bertindak "Maka Kenal Maka
Sayang".

________________________________________________________

Info untuk anda para putra Flores seputar Suku Batak
________________________________________________________

Horas...! (Salam sejahtrera) untuk para anda pemilik Suku
Flores, kiranya Tuhan tetap bersama kita semua, pun keselamatan
dan kesehatannya.

Begini...!

*Info Umum

Berikut link info umumnya :

http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak

*Info Khusus :

Berikut info Khusunya dalam hubungannya dengan bentrok Suku Batak
dan Flores di Batam beberapa waktu lalu :

1. Batak itu suku yang mampu beradaftasi

Jika kita memperhatikan keberadaan suku Batak di Nusantara ini
sesungguhnya mereka nyaris ada di semua propinsi Nusantara.
Mereka ada bukan hanya di pusat-pusat kota Provinsi, juga cukup
banyak yang tingga di tingkat-tingkat kecamatan dalam satu
Provinsi.

Ini artinya :

Suku batak itu mampu beradaftasi pada suku apapun yang ada
di Nusantara ini, tak terkecuali pada suku Flores.

Saudara suku Flores...! Mampukah kalian beradaftasi pada
semua suku yang ada di Nusantara ini...???

2. Batak itu bukan suku yang suka perang

"Ya...! Bukan suku yang suka perang" itu yang penulis simpulkan
dari hasil belajar sejarah batak masa lalu dan pengalaman selama
hidup. Pun dari hasil cerita para orang-orang tua tanah batak.

Karena itu, "Jangan heran kebudayaan batak tidaklah menonjolkan
senjata perangnya pada setiap pagelaran kebudayaan". Bukan berarti
tidak ada, bahkan untuk mengadakan adapun orang batak itu terlalu
takut karena tak sembarang orang dapat memiliki dan memahaminya.

Berikut beberapa senjata atau piso batak :

- Piso Gaja Doppak















http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/1026/piso-gaja-dompak

Lainnya :

Sumber :



Ini artinya :

Suku batak itu, bukanlah suku yang mengajarkan para putranya
untuk dapat hidup maka harus tahu berperang, tapi untuk dapat
hidup maka otak harus di isi. Karena perang apapun dalam
kehidupan akan selalu dapat dimenangkan jika otak kita selalu
berisi.

Saudara suku Flores...! Benarkah kalian sampai di jaman modern
inipun kalian masih suka perang antar suku atau antar desa...???






























Hahahaha...hanya canda dunia maya....!

Begitupun kadang penulis berpikir, daripada kalian habiskan biaya
perang-perangan, bagus kalian kumpul duit. Kalau kira-kira uda
cukup baru datang kalian berwisata ke Tanah Batak tepatnya
"Danau Toba". Wawasan kalian bertambah dan Sumatra utara
dapat uang masuk.

Apa ngak hebat itu...!


3. Suku Batak itu bukanlah suku yang kasar

Jika kata "kasar" kita identikkan dengan "Tidak Tahu aturan
dan suka semena-mena" maka itu tidak benar. Falsafah hidup orang
batak sungguh mengajarkan, "Di kehidupan ini kita harus menghargai
orang lain dan semua terrumus lewat istilah "Dalihan Natolu".

Ini artinya :

Suku batak itu adalah suku yang cinta damai dan suka kerjasama,
bukan suku yang kasar apalagi suku yang semena-mena.

Saudara orang Flores...! Sudahkah suku kalian ada di setiap
Provinsi di Nusantara ini...???

4. Suku Batak itu adalah suku yang terbuka pada suku apapun
   di Nusantara ini.

Jika suku batak yang dimaksud adalah suku batak yang tinggal
di kota Medan atau Sumatra Utara, maka dapat dipastikan memang
benar adanya. Dan suku yang adapun tidak lagi sebatas suku-suku
di Nusantara, juga bebarapa suku yang ada di nunia ini.

Dan salah satu bukti keterbukaan itu adalah "Diterimanya Gatot
Puja Nugroho sebagai pinpinan nomor satu Sumatra Utara".

Ini artinya :

Batak itu hebat...! Terhindar dari egoisme dan sepakat pinpinan
ditetapkan bukan berdasarkan suku tapi berdasarkan otak yang
berisi.

Saudara orang Flores...! Setujukah kalian jika suatu saat orang
batak yang menjadi pimpinan Propinsi di daerah kalian...???

5. Suku batak itu bukan suku yang takut pada kermatian















Adalah ilustrasi lainnya, bahwa bahasa/penggunaan kata bukanlah
maksudnya suku batak itu mengajak berantam/perang. Tapi memang
demikianlah gayanya.

Penutup Sub Judul :

Demikian sekilas infonya "Mengenai Suku Batak" para saudara suku 
Flores, khsusnya yang ada di Batam. Kiranya info ini dapat
menjadi dasar untuk berkata dan bertindak "Maka Kenal Maka
Sayang".
__________________

Penutup Postingan
__________________

Pada prinsifnya, "Tuhan menciptakan suku-suku atau bangsa-bangsa
di dunia ini bukanlah untuk saling memusuhi, untuk saling merasa
bahwa suku saya lebih hebat dari suku kamu atau suku saya yang
lebih pantas jadi pimpinan atau dari pada suku kamu.

Tapi, "Untuk membuat para pemilik suku itu saling mengenal, saling
mengasihi dan saling menyanyangi pun saling menghormati. Karena
itu agama apapun sepertinya sangat mendukung, adat dan budaya
dari masing-masing suku itu juga, pun negara sangat menginginkannya
lewat apa yang kita kenal dengan UUD 45 dan Pancasila.

- Hidup agama-agama resmi Nusantara
- Hidup budaya dan adat suku-suku Nusantara
- Hidup UUD 45 dan Pancasila
- Hidup Suku Batak, dan...dan...dan...
- Hidup Suku Flores...!

"Berikan kalian kami (Putra Batak) anak gadis kalian para Suku
Flores, hingga persaudaraan antara suku kita lebih akrab dan
rasa hormat kamipun dengan sendirinya akan lebih tinggi".

Putra batak tidak akan pernah takut pada senjata apapun yang di
miliki oleh suku-suku di Nusantara ini, tapi akan selalu takut
ketika senjata tersebut adalah "Holong atau kasih sayang dari
seorang gadis dari suku apapun pada putra batak yang telah
menjadi istrinya".

Somba Marhulahula/semba/hormat kepada keluarga pihak Istri.
Elek Marboru (sikap membujuk/mengayomi wanita)
Manat Mardongan Tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga)

Oya...!

Kalau ada, berikankalian kami gadis yang krting-kriting
dikit, soalnya banyak putra batak menyukainya. Sementara
di daerah kami susah dapatnya. Kebanyakan gadis batak itu
rambutnya lurus kayak sapu lidi. Makanya banyak putra
batak mukanya berlobang-lobang dikit, itu bukan karena
jerawat, tapi karena tertusuk-tusuk sama rambutnya
gadis batak.

Betul apa botul-ya...?

Para putra batak...!
Berikut lagu Flores dan anak gadisnya, kiranya postingan ini menjadi
salah satu dasar bagi para putra batak untuk lebih mencintai suku Flores.
"Maka kenal maka sayang" dan salah satu alasan untuk menyayangi itu
adalah pengetahuan kita mengenai orang yang ingin disayangi/dihormati,
tak terkecuali pengetahuan dibidang wilayah, adat budaya atau seni musik.

Musik...!

 

_______________________________________________________

Para putra Flores...!
Berikut lagu Batak, lagu motivasi yang secara umum ditujukan pada
perantau batak sekaligus sebagai obat stres ... !

Musik...!



_____________________________________________________


video

video


_______________________________________________________
Cat :

* Penulis adalah pencinta kedamaian antar suku senusantara
        pun sedunia.

* Sampai 10 Mei 2016 dililihat 20.796 kali. Ruar...rrrr biasa...!


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Mantap om,,,nanti saya cari istri orang batak..hahaha

    BalasHapus
  3. OKe Agung....! Carilah kalau begitu. Trims comentarnya.

    BalasHapus
  4. Salute....sngat toleransi....slam....

    BalasHapus