Jumat, 23 Oktober 2015

Wawancara dalam Dunia Jurnalistik

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Wawancara dalam Dunia Jurnalistik)
_______________________________________________________________














_________________

Kata Pengantar
_________________

Tak dapat dipungkiri, wawancara memang bagian dari kegiatan
Jurnalistik. Nyaris semua berita merupakan hasil dari
wawancara.

Nah...!

Bagaimana sebenarnya seluk beluk wawancara ini adalah isi
dari postingan ini juga. Selamat menyimak...!
________________________________________________

Sekilas info tentang seluk Beluk Wawancara
________________________________________________



























* Pemahamaman Umum

Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua
orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang
pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang
yang diwawancarai.

Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi
alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/
kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang
mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.


* Jurnalistik

Dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi salah satu cara mendapatkan
informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau
dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi
sumber berita. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan
wartawan yang bersangkutan.

Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya
dilaksanakan atas kehendak sumber berita.

* Bentuk wawancara

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

- Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
- Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
- Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
- Wawancara pribadi.
- wancara dengan banyak orang.
- Wawancara dadakan / mendesak.
- Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang,
  pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.



























Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga
ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang
baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan
berlangsung akrab alias komunikatif.

Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan
permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh
nara sumber maupun wartawan.

* Jenis-Jenis wawancara

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Wawancara bebas













Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada
responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan
dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang
arah pertanyaan tidak terkendali.

2. Wawancara terpimpin

Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar
pertanyaan yang lengkap dan terinci.

3. Wawancara bebas terpimpin

















Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara
bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara
sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.
Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana
agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang
pewawancara adalah sebagai berikut:

Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju
terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya
adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan
atau tidak.

Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik
minat si responden.

Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden
dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua
responden bagaimanapun keberadaannya.

Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari
ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji.
Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut
dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara
harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.

___________

Penutup
___________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan postingan ini dipostingkan guna mendukung situs sekaligus
menciptakan jembatan "Pangiteannya" ke :
Angkola Pers (Publikasi)

Selamat malam...!

...dan....
Lagu Wartawan untuk anda.

 Musik....!

_________________________________________________________________________
Cat :
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar