Selasa, 29 Maret 2016

Keong ; Pemahaman Umum, Penyebaran, Ciri-Ciri, Kandungan Gizi dan Budi Daya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Keong)
__________________________________________________________________

















_______________________

Kata Pengantar
_______________________

"Keong sawah atau Tutut ternyata menyimpan kandungan gizi tinggi,
menurut Positive Deviance Resource Centre khasiatnya ini karena
keong sawah mengandung kandungan protein 12% , kalsium 217 mg,
rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan
sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat,
dan phosfor".

Demikian wikipedia menjelaskan mengenai keong ini dari segi
manfaatnya untuk kesehatan.

Selanjutnya dikatakan juga :

"Meskipun demikian, kewaspadaan perlu diberikan karena keong sawah adalah
inang dari beberapa penyakit parasit. Selain itu, hewan yang diambil
dari dekat persawahan dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya".

Para kawan sekalian...!

Berikut info kelengkapannya.

...da...

Selamat menyimak...!

_______________________________

Sekilas info tentang Keong
_______________________________











* Pemahaman Umum

Keong sawah (Pila ampullacea) adalah sejenis siput air yang mudah
dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran
parit, serta danau.

Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai Keong gondang, siput sawah,
siput air, atau tutut. Bentuk keong sawah agak menyerupai siput murbai,
masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat
sampai hitam.


* Penyebaran








Keong sawah atau sering disebut Tutut termasuk dalam kelompok Operculata
yang hidup di perairan dangkal yang berdasar lumpur serta ditumbuhi
rerumputan air, dengan aliran air yang lamban, misalnya sawah, rawa-rawa,
pinggir danau dan pinggir sungai kecil.

Binatang ini lebih menyukai perairan yang airnya jernih dan bersih. Ada
dua jenis dari marga Bellamya yang hidup di sawah, yaitu Tutut jawa
(Bellamya javanica) dengan sebaran di Thailand, Kamboja, Malaysia,
Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan Filipina, dan Tutut sumatera
(Bellamya sumatrensis) yang sebarannya mencakup Thailand, Kamboja, Malaysia,
Indonesia (Sumatera dan Jawa).

* Ciri-ciri










Keong sawah ini bisa memiliki tinggi cangkang sampai 40 mm dengan
diameter 15-25 mm; bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna
hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan.

Puncak cangkang agak runcing, tepi cangkang menyiku tumpul pada yang
muda, jumlah seluk 6-7, agak cembung, seluk akhir besar.

Mulut membundar, tepinya bersambung, tidak melebar, umumnya hitam.
Operculum agak bundar telur, tipis, agak cekung, coklat kehitaman.
Sebagaimana anggota Ampullariidae lainnya, ia memiliki operculum,
semacam penutup/pelindung tubuhnya yang lunak ketika menyembunyikan
diri di dalam cangkangnya.

* Kandungan gizi

Keong sawah atau Tutut ternyata menyimpan kandungan gizi tinggi,
menurut Positive Deviance Resource Centre khasiatnya ini karena keong
sawah mengandung kandungan protein 12% , kalsium 217 mg, rendah
kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya
mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosfor.

Kandungan vitamin pada keong sawah cukup tinggi, dengan dominasi
vitamin A, E, niacin dan folat. Keong sawah juga mengandung zat gizi
makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya.
Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram.

Selain makronutrien, tubuh keong sawah juga mengandung mikronutrien
berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
Dengan pengelolaan yang tepat, tutut dapat dijadikan sumber protein
hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada
daging sapi, kambing atau ayam.

Keong sawah banyak dikonsumsi secara luas di berbagai wilayah Asia
Tenggara dan memiliki nilai gizi yang baik karena mengandung protein
yang cukup tinggi.

Meskipun demikian, kewaspadaan perlu diberikan karena keong sawah adalah
inang dari beberapa penyakit parasit. Selain itu, hewan yang diambil
dari dekat persawahan dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya.

* Budi daya



Pertumbuhan keong sawah ini dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya
bahan organik yang terkandung di dalam perairan karena bahan organik
yang ada di dalam perairan akan menumbuhkan plankton yang akan menjadi
makanan untuk keong sawah. Dengan pemberian pupuk pada tanah sawah
maupun pada kolam ikan akan meningkatkan pertumbuhan keong sawah.

_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Bagi penulis pribadi, meski keong ini dapat dimakan, tapi lebih
pantas tak usah dimakan.

Selamat malam...!











___________________________________________________________________
Cat :


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar