Selasa, 19 April 2016

Bouraq Indonesia Airlines dalam kenangan 35 Tahun



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Bouraq Indonesia Airlines)
_______________________________________________________________


_________________

Kata Pengantar
_________________

36 Tahun adalah waktu yang telah dihabiskan oleh Bouraq Indonesia Airlines
dalam memajukan Nusantara lewat transportasi barang dan orang di Nusantara.

Dan semua ini tinggal kenangan, karena disahkannya sertifikat pailit oleh
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 25 Juli 2005.

Berikut info lengkapnya, sekligus infokenagannya, khsusnya bagi anda
yang telah pernah menikmati layanan Bouraq Airlines ini.

Selamat menyimak...!
 _______________________________________________________

Sekilas info tentang Bouraq Airlines
________________________________________________________











* Pengertian

Bouraq Indonesia Airlines adalah maskapai penerbangan swasta Indonesia
yang pernah beroperasi. Maskapai yang berdiri dari seorang pengusaha
yang bernama Jerry A Sumendap ini jatuh bangun dalam mendirikan maskapai
ini, putra Manado yang sebelumnya menghabiskan waktu untuk berbisnis kayu
ini adalah pengagas transportasi udara di Kalimantan yang ingin membawa
kekayaan sumber daya minyak dan hasil alam yang nantinya bisa meningkatkan
cadangan devisa negara, di mana saat itu Indonesia berada pada masa
pembangunan di era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.

Nama Buraq sendiri diambil dari nama "kendaraan" Nabi Muhammad SAW saat
peristiwa suci dalam Islam, Isra Mi’raj. Dengan pengambilan nama itu
pula, menjadikan nama tersebut sebagai harapan untuk menjadi maskapai
tercepat baik dari segi perkembangan usaha maupun ketepatan waktu
waktu terbang.

* Sejarah










Pada awalnya, Jerry A Sumendap hanya berniat mendirikan maskapai
penerbangan tak berjadwal untuk memudahkan kunjungannya dan karyawan
senior mereka yang juga dimilikinya lewat PT Pordisa. Pada April 1969,
dimulai proyek besar untuk mendirikan maskapai dengan cita-cita
menghubungkan Kalimantan dengan pulau-pulau lain di tanah air.

Bermodal tiga unit Douglas DC-3, Jerry Sumendap akhirnya memulai
bisnisnya di industri penerbangan. Pada tanggal 1 April 1970 menjadi
tonggak awal bagi nya karena pertama kalinya mendaratkan pesawat di
lapangan rumput di Balikpapan, Kalimantan Timur.









Perusahaan kayu miliknya memang memiliki kebutuhan untuk mengangkut
pekerjanya ke kawasan pedalaman Kalimantan. Seiring berjalannya waktu,
nasib berbeda dialami perusahaan kayu miliknya.

Perusahaan kayu ini terpaksa berhenti beroperasi dan gulung tikar. Di
sisi lain, Bouraq semakin membesar ditandai dengan langkah perusahaan
yang mendirikan anak perusahaan Bali Air tahun 1972.

Perusahaan barunya ini khusus dioperasikan untuk melayani rute perintis
di daerah timur Indonesia. Selain Bali Air, Bouraq juga melahirkan anak
perusahaan Bouraq Natour yang bergerak di bidang konstruksi.

Bouraq Natour juga membantu pembangunan landasan Bandar Udara Internasional
Sam Ratulangi, Makassar pada tahun 1976 dan perusahaan juga ikut
membangun overlay dan paving landasan Bandar Udara Internasional Ngurah
Rai, Bali untuk pesawat berbadan lebar.[2] Selain itu, Bouraq juga sempat
mengikuti tender pengadaan pesawat haji dengan menyewa 2 Boeing 707-100.






Setelah hampir satu dekade berdiri, Bouraq makin menghiasi langit
Indonesia. Maskapai ini makin berkembang dengan pesat di dekade 1980an
dengan ditunjang oleh empat armada pesawat Vickers VC-843 Viscount,
tiga buah CASA NC-212 dan enam belas Hawker Siddley HS 748 seri 2A dan 2B,
membuat armada Bouraq makin gencar untuk menerbangi penrbangan ke seluruh
Indonesia, tidak hanya itu saja, Maskapai Bouraq pun memperkuat keberadaan
Bali Air dengan menambahkan dua armada Britten Norman Islander dan empat
buah Britten Norman Trislander untuk jarak pendek dan penerbangan perintis.

Bouraq pun akhirnya memasuki masa puncaknya pada 1990-an, Bouraq berhasil
mendapat predikat sebagai perusahaan penerbangan swasta dengan on-time
performance terbaik untuk penerbangan domestik.

Tidak hanya kata "selamat" yang datang, tetapi juga kata "kok bisa" pun
juga keluar terkait dengan armada yang digunakan oleh Bouraq, yang
secara samar dilihat sudah tua, membuat maskapai ini mendapat komentar
pedas dari para pesaing yang sudah menguasai pasar domestik terlebih
dahulu.









Tak mau menerima kritikan pedas tersebut, Bouraq langsung menjawab nada
negatif para pesaingnya dengan mendatangkan pesawat Boeing 737-200 untuk
meningkatkan kualitas pelayanan, peremajaan pesawat dan memenuhi pertumbuhan
bisnis yang tumbuh cukup signifikan dengan transaksi sebesar US$ 70 juta
dollar, tujuh unit pesawat bekas berhasil didapat dari Malaysia Airlines
yang rata-rata berusia 10 tahun dan hal ini membuat Bouraq pun makin lebar
dengan dukungan armada yang berjumlah menjadi sebanyak 30 unit, sementara
itu, Bouraq juga mengoptimalkan penggunaan SDM 100 awak pilot/kopilot.

Satu yang unik dari dan jarang terjadi dalam industri penerbangan nasional
adalah Bouraq mempekerjakan penerbang perempuan yaitu Meriam Zanaria,
Lokawati Nakagawa dan Cipluk.

Pada tanggal 6 Juni 1995 menjadi hari duka bagi seluruh Bouraq. Sang pendiri,
Jerry Albert Sumendap, wafat dalam usia 69 tahun. Bouraq pun memasuki
babak baru dengan masuknya Danny Sumendap pada akhir 1995.

Bermodalkan tekad besar untuk mempertahankan eksistensi Bouraq, Danny
melakukan restrukturisasi besar pada perusahaan demi bersaing dengan
perkembangan zaman.










Namun banyaknya loyalis dari Bouraq membuat keputusan drastis tersebut tak
berjalan lancar sepenuhnya. Perlahan-lahan, upaya resrtukturisasi organisasi
akhirnya mampu menyelamatkan Bouraq dari ketatnya persaingan bisnis penerbangan.

Namun rasa nyaman ini hanya bertahan sementara. Bouraq harus berhadapan
dengan persoalan yang jauh lebih besar, Krisis finansial Asia 1997.
Krisis keuangan yang melanda Asia dan berdampak pada Indonesia ini terbukti
telah menghempaskan sejumlah maskapai penerbangan.

Namun, Bouraq tak menyerah begitu saja. Berbagai strategi disusun untuk
tetap mempertahankan keberlangsungan Bouraq. Efisiensi pun terpaksa ditempuh
dengan mengurangi pesawat dan pilot/kopilot.









Dalam kondisi ini, Bouraq ibarat kapal karam yang menunggu waktu untuk
tenggelam. Tekanan yang makin kuat, membuat maskapai Bouraq lama kelamaan
makin menyusut, baik jumlah armada maupun awak kabin. Jelang akhir hayatnya,
Bouraq hanya menyisakan sebuah pesawat Boeing B737-200.

Kejayaan sebagai maskapai yang memiliki puluhan pesawat berakhir dengan
tragis jelang tutupnya Bouraq dengan disahkannya sertifikat pailit oleh
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 25 Juli 2005.

Akhirnya, pada hari penetapan itu, maskapai yang berlogo "B" yang diselimuti
oleh hijau toska yang selama ini menghiasi langit nusantara pun akhirnya
"berpulang" ke "jurang kehancuran bisnis" dan tidak tampak lagi.

* Armada









Per September 2005, armada Bouraq Indonesia terdiri dari :

6 Boeing 737-200 (IATA: 732 ICAO: B732)
1 McDonnell Douglas MD-82 (IATA:M82 ICAO:MD82)

* Mantan armada

Aérospatiale N 262
Boeing 707
Boeing 737-200
BAC One-Eleven
Douglas DC-3
Fokker F28 Fellowship
Hawker Siddeley HS 748
McDonnell Douglas MD-82
NAMC YS-11
Vickers Viscount

______________

Penutup
______________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan berikut link lainnya yang berhungan dengan pesawat di blog ini :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/merpati-nusantara-airlines-pengertian.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/airasia-pengertian-sejarah-insiden.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2013/08/citilink-enaknya-kopi-kapal-api-dalam.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/03/lion-air-dan-anak-medan-dalam-time-is.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/sriwijaya-air-pengertian-sejarah.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/airasia-pengertian-sejarah-insiden.html
Selamat malam...!

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/merpati-nusantara-airlines-pengertian.html



















______________________________________________________________________
Cat :
Bouraq Indonesia Airlines plane taking off (Short Ver.)_?????????? - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=L7pkKupXNig
THE SIGHT & THE SOUND 3/6 : Bouraq Indonesia HS-748 PK-IHV inflight documentary from Bali to Lombok

https://www.youtube.com/watch?v=3iLu5LyctFw

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar