Kamis, 02 Juni 2016

Kain Tenun Ikat Sintang



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Kain Tenun Ikat Sintang yang
sudah Go Internasional)
________________________________________________________









____________________

Kata Pengantar
____________________

"Oh iya, Tenun  Ikat Sintang ini sudah go Internasional lho..,
diekspor ke beberapa negara terutama ke negara tetangga. Cukup
dihargai juga di mancanegara, salah satu buktinya dengan
dipajangnya beberapa kain tenun ikat Sintang ini di
MuseumTropem Belanda".

Begitu kata seorang teman dalam salah saru situs sebagai
bentuk pemberitahuan pada penduduk Nusantara akan kehebatan
dari Tenun Sintang ini.

Para kawan sekalian...!

Apakah Tenun di daerah Anda, sudah go Internasional...?

a. Sudah
b. Belum

Jika belum, maka "Go-Kan-lah kawan". Jangan kalah sama
Tenun Sintang ini. Oke...!

Berikut gambaran Tenun Sintang Kalimantan Barat para
kawan sekalian.

Selamat menyimak...!
______________________________________________________

Menyimak info Sekitar Tenun Sintang Kalimantan Barat
______________________________________________________















* Pemahaman Awal

Sintang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi
Kalimantan Barat. Penduduknya multietnis, mayoritas suku
Dayak dan Melayu.

Salah satu yang cukup terkenal dari Sintang ini adalah kain
tenun ikatnya.  Salah satu warisan budaya suku Dayak yang
mempunyai nilai seni tinggi.

* Proses produksi
     
Kain tenun ikat Sintang tidak diproduksi dengan mudah. Proses
pembuatannya panjang mulai dari menanam kapas, memintal benang
(ngaos), peminyakan benang, pewarnaan dengan mencelup, mengikat
motif, hingga menenun. Semua dilakukan serba manual.

Untuk menenunnya menggunakan alat tenun yang terbuat dari
kayu dan bambu yang biasa disebut 'gedokan'. Untuk menghasilkan
selembar kain ukuran kebat atau tating (seukuran taplak meja),
umumnya membutuhkan waktu satu bulan. Sedangkan membuat kain
yang ukuran kumbu (seukuran selimut), bisa memakan waktu
hingga enam bulan.

* Pewarnaan








Pewarna kain tenun ikat Sintang pada mulanya hanya berasal
dari alam. Misalnya memanfaatkan daun, akar, batang, kulit,
buah, umbi, maupun biji dari tumbuh-tumbuhan. Yang banyak
dipakai misalnya mengkudu, jerenang, daun kayu leban, bunga
tarum dst. Ada juga warna yang asalnya dari binatang seperti
lemak ular dan labi-labi (bulus).

Namun kini sudah banyak mempergunakan juga pewarna sintetis
yang kalau menurut saya pribadi malah hasilnya lebih bagus,
warnanya jadi lebih segar atau 'jreng'.

Motif dibuat dengan cara mengikat-ikat benang untuk membentuk
gambar tertentu. Motif inilah yang membuat kain tenun Sintang
sangat unik dan menarik.









Corak etnik kedaerahan yang sangat kuat dan khas menggambarkan
kehidupan dan kepercayaan masyarakat Dayak. Sepanjang pengetahuan
saya mencipta motif kain tenun ini juga tidak sembarangan.

Dalam sejarahnya,  sudah merupakan tradisi dari leluhur
masyarakat suku Dayak, dahulu sebelum membuat kain tenun
diadakan ritual-ritual tertentu.

Tujuannya agar hasilnya memuaskan. Puluhan bahkan ratusan
motif-motif pada kain tenun ikat Dayak mengandung makna yang
dalam karena berasal dari inspirasi dan pengetahuan para
leluhur. Di dalam motif-motif itu tersirat petuah, pantangan
dan semangat dalam kehidupan masyarakat Dayak. Ada motif-motif
tertentu yang biasa dipakai untuk acara-acara adat dan
dikenakan para bangsawan.

* Koperasi









Koperasi yang menampung hasil karya para perajin tenun dari
lima kampung penenun di Sintang yaitu Ensaid Panjang,
Baning Panjang, Ransi Panjang, Umin dan Menaung.

* Harga kain









Harga kain tenun ikat Sintang ini bervariasi tergantung
motif dan lebar kecilnya kain. Yang kecil untuk dikalungkan
di bahu harganya hanya kisaran puluhan ribu saja.

Sementara yang seukuran selendang besar atau seukuran taplak
meja harganya sekitar 200ribu sampai 400ribuan. Sedangkan
untuk kain yang ukuran selimut harganya antara 800 sampai
satu juta lebih.


* Go Internasional








Oh iya, Tenun  Ikat Sintang ini sudah go Internasional lho..,
diekspor ke beberapa negara terutama ke negara tetangga. Cukup
dihargai juga di mancanegara, salah satu buktinya dengan
dipajangnya beberapa kain tenun ikat Sintang ini di
MuseumTropem Belanda.

* Harapan








Sudah sepatutnya kita bangga, mencintai dan menjaga kekayaan
budaya bangsa kita ini. Saya sungguh berharap jangan sampai
yang satu ini pun diklaim oleh negara tetangga sebagai
kebudayaan miliknya seperti yang sudah-sudah.

Dan semoga pemerintah senantiasa memperhatikan dan mensupport
pelatihan untuk generasi muda penenun Dayak agar dipastikan
ada regenerasi sehingga keahlian menenun ini dapat terus
dilestarikan dan tidak sampai punah tergerus jaman.

____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Dari hasil pengamatan penulis, yang go Internasional dari
Kalimantan sebenarnya bukan saja Tenun, tapi juga tari dan
musiknya.

Anda dapat ketahui ini lewat link :

http://instrument72.blogspot.co.id/2016/05/instrument-alat-musik-sampe-dan.html
http://tariindonesiadunia.blogspot.co.id/2016/05/tari-giring-giring-kalimatan-tengah-dan.html
http://tariindonesiadunia.blogspot.co.id/2016/05/tari-perang-dayak-dalam-macam-istilah.html

Selamat malam...!
______________________________________________________________
Cat :
Kain Tenun Sintang - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=5dHPsa5aquA
Kerajinan Tenun Ikat Kabupaten Sintang - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=4xZ6mmXQUpo













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar