Minggu, 21 Agustus 2016

Sapu Tangan Merah dari Madura, Sapu Tangan Namarilu dari Tanah Batak. Mainkan...!



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Saputangan atau Selampai)
_________________________________________________________








____________________

Kata Pengantar
____________________

Aduh alek seratin manis...
bekus angkut tengka kulina...aaaa...
Membuat aku jatuh.... cin....ta....aaaa....aaaa...

Musik...!




Para kawan dimanapun berada...!

Berikut info sekitar Sapu Tangan

Selamat menyimak...!



_____________________________________

Sekilas info tentang Saputangan
_____________________________________

* Pengertian

Saputangan atau selampai adalah selembar kain (cita)
berbentuk persegi yang digunakan untuk kebersihan pribadi,
antara lain mengelap tangan, menutup mulut ketika batuk,
dan bersin, membersihkan bagian luar mulut, dan membuang
ingus.

Saputangan bisa digunakan berkali-kali, bila sudah kotor
bisa dicuci, dikeringkan, disetrika, dan dipakai kembali.

Biasanya saputangan lebih sering dibawa dan digunakan
oleh orang dewasa, anak-anak, dan beberapa orang yang
menderita penyakit sinusitis, rinitis, dan beberapa
penyakit pernapasan lainnya yang memerlukan saputangan
untuk membuang ingusnya. Ingus memang bukan sesuatu yang
mudah di kala pilek, karena ingus dapat menyumbat hidung
dan bahkan keluar dengan sendirinya. Saputangan mudah
dibawa ke mana-mana, dimasukkan saku, dan tas, praktis,
dan cocok untuk segala umur.


* Sejarah











Richard II dari Inggris dikatakan sebagai orang yang pertama
kali menggunakan saputangan. Dalam catatan harian rumah tangga
kerajaaan (household rolls) ditulis tentang "sepotong kecil
kain yang dipakai baginda raja untuk menyapu dan membersihkan
hidungnya." Catatan tersebut merupakan dokumen tertua yang
menjelaskan penggunaan saputangan untuk membuang ingus.

Saputangan sebenarnya sudah disebut-sebut dalam syair karya
Catulus (85-87 SM). Tidak seperti saat ini, alat pengusap
keringat kala itu terbuat dari jalinan rumput.

Memasuki abad pertama sebelum masehi, barulah saputangan
terbuat dari kain linen. Meski sederhana, hanya golongan
masyarakat kelas atas yang sanggup memilikinya. Itu sebabnya
saputangan diperlakukan dengan sangat istimewa dan untuk
pemakaiannya yang eksklusif.

Memasuki abad ke-14, sudah banyak masyarakat di Eropa yang
menyadari saputangan sebagai bagian tak terpisahkan dari
gaya busana. Terutama di Italia, tempat pertama kali ide
saputangan muncul dari seorang wanita Venesia, yang memotong-
motong rami menjadi bentuk bujur sangkar dan menghiasinya
dengan renda.








Kala itu saputangan bertambah fungsinya sebagai sarana
bertutur sapa di antara masyarakat kelas atas dengan cara
melambai-lambaikannya. Sementara di gedung teater ia
dilambai-lambaikan untuk memberi sambutan hangat kepada
para pemainnya.

Dari Italia saputangan menyebar ke seantero Prancis. Para
bangsawan di bawah Raja Henry II memiliki andil besar dalam
penyebarannya. Waktu itu saputangan sudah berbahan dasar
sangat mahal, berhiaskan bordir sedemikian rupa sehingga
sangat menarik dan menjadi barang mewah.

Fungsinya menjadi agak berbeda ketika cerutu diperkenalkan
di Eropa abad ke-17. Mengisap cerutu menjadi kebiasaan
yang sangat elegan. Sayangnya, mengisap cerutu dapat
meninggalkan noda cokelat di hidung yang sangat mengganggu
penampilan. Di sinilah terjadi perkembangan dengan munculnya
saputangan ukuran besar berwarna gelap. Suatu hari pada
abad ke-18 di Versailles, Maria Antoinette menyatakan,
saputangan berbentuk bujur sangkar lebih tepat dan lebih
mudah dibawa ke mana-mana. Bahkan Raja Louis XVI sampai
mengeluarkan peraturan tentang ukuran bujur sangkar untuk
semua saputangan yang dibuat di lingkungan istana.

Baru pada abad ke-19 saputangan sampai di Jerman. Namun
baru beredar di kalangan bangsawan dan keturunan kerajaan.
Saputangan juga menjadi hadiah umum dari pria yang menaruh
hati kepada seorang wanita, atau sebaliknya. Dalam abad
ini pula saputangan menjadi pelengkap wajib dalam
gaya busana.

* Jenis








Harga saputangan berbeda-beda menurut jenis kain yang
dipakai. Kain katun, katun sintetis, sutera, atau linen
termasuk jenis-jenis kain yang biasa dipakai sebagai
saputangan. Saputangan ada beberapa jenis, yaitu saputangan
pria, saputangan wanita yang dihiasi renda, dan ada pula
saputangan handuk, berbentuk persegi, memiliki tekstur
seperti handuk dengan daya serap lebih tinggi, biasanya
saputangan handuk memiliki warna atau gambar yang menarik
dan lebih sering digunakan anak-anak.

____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Selampai sapu tangan
melambai pake tangan

Selamat malam...!
















___________________________________________________________
Cat :
5 Techniques on How to Fold a Pocket Square for your Tuxedo - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=HEChjzP9T6A
7 Cara Melipat Saputangan Saku Jas Tuxedo - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=1U57THEaIV8
SAPU TANGAN MERAH - Yus Yunus - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=zTwlq6_G92E


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar