Selasa, 27 September 2016

Ikan Sumatra (sumatra barb / tiger barb) dan Penyeberannya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Ikan Sumatra)
________________________________________________________









___________________

Kata Pengantar
___________________

Ikan sumatra secara alami menyebar di Semenanjung Malaya
(termasuk di wilayah Thailand), Sumatra dan Kalimantan.
Di samping itu, ada pula laporan-laporan temuan dari wilayah
lain di Asia Tenggara yang sukar dikonfirmasi, apakah
ikan-ikan tersebut memang asli setempat atau ikan
lepasan yang telah beradaptasi.

Demikian gambaran penyeberan Ikan Sumatra ini para kawan
sekalian....dan...berikut info lengkapnya.

Selamat menyimak...!

_________________________________________

Sekilas info tentang Ikan sumatera
_________________________________________















* Pengertian

Ikan sumatra (Puntius tetrazona) adalah sejenis ikan kecil
anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Nama tersebut
adalah nama perdagangannya sebagai ikan hias. Dalam bahasa
Inggris, ikan ini dikenal sebagai sumatra barb atau tiger
barb.


* Pemerian










Ikan yang berukuran kecil, dengan panjang total (beserta ekor)
mencapai 70mm. Tubuh berwarna kekuningan dengan empat pita
tegak berwarna gelap; pita yang pertama melewati mata dan
yang terakhir pada pangkal ekor.

Gurat sisi tak sempurna, 22-25 buah dengan hanya 8-9 sisik
terdepan yang berpori. Batang ekor dikelilingi 12 sisik.
Tinggi tubuh sekitar setengah kali panjang standar
(tanpa ekor).

Sekitar mulutnya, sirip perut dan ekor berwarna kemerahan.
Sirip punggung dan sirip dubur berwarna hitam, namun warna
hitam pada sirip punggung dibatasi oleh garis merah.

Jenis yang diperdagangkan, selain yang berwarna kekuningan,
ada pula individu yang kemerahan, kehijauan dan albino.
Jenis yang berwarna kehijauan, yang sebetulnya adalah
gejala melanisme pada ikan sumatra, dan yang berwarna
albino merupakan hasil dari pembiakan selektif dalam
penangkaran untuk meningkatkan nilai jual ikan ini.

* Habitat dan penyebaran









Ikan sumatra secara alami menyebar di Semenanjung Malaya
(termasuk di wilayah Thailand), Sumatra dan Kalimantan.
Di samping itu, ada pula laporan-laporan temuan dari wilayah
lain di Asia Tenggara yang sukar dikonfirmasi, apakah
ikan-ikan tersebut memang asli setempat atau ikan
lepasan yang telah beradaptasi.

Ikan ini sering didapati pada sungai-sungai dangkal berarus
sedang, yang jernih atau keruh. Ikan sumatra menyukai pH
antara 6.0–8.0, kesadahan air antara 5–19 dGH, dan kisaran
temperatur air antara 20–26 °C.

Ikan sumatra juga didapati di rawa-rawa, yang mengindikasikan
bahwa ikan ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap
perubahan kualitas air. Rata-rata lama hidup ikan sumatra
adalah sekitar 6 tahun.

* Manfaat


Ikan sumatra merupakan salah satu ikan akuarium yang memiliki
nilai komersial cukup tinggi. Menurut catatan impor ikan hias
Amerika Serikat pada tahun 1992, ikan ini menduduki peringkat
ke-10 dengan jumlah individu yang diimpor pada tahun itu
sebanyak 2,6 juta ekor.

* Pemeliharaan di akuarium









Ikan sumatra senang berenang bergerombol. Bila dipelihara dalam
jumlah kecil, kurang dari 5 ekor, ikan ini dapat menjadi
agresif dan mengganggu ikan-ikan yang lain.

Ikan-ikan yang lemah dan kurang gesit dapat menjadi sangat
menderita akibat gigitan ikan sumatra yang dominan, yang
terutama akan menyerang sirip-siripnya. Dalam kelompok yang
besar, agresivitas ikan ini dapat terkendalikan.

Tangkas dan berenang cepat, ikan sumatra dapat dipelihara
bercampur dengan ikan-ikan yang sama gesitnya seperti
ikan-ikan platis, kerabat lele, atau kerabat ikan macan
(Chromobotia macracanthus). Sebaiknya akuarium diisi pula
dengan tumbuh-tumbuhan air sebagai tempatnya bermain-main.

Ikan sumatra bersifat omnivora, dapat diberi makanan kering
(buatan) atau mangsa hidup seperti cacing, kutu air atau
jentik-jentik nyamuk.

Ikan ini dapat dibiakkan di dalam akuarium. Ikan sumatra
betina mengeluarkan antara 150–200 butir sekali bertelur,
yang disebarkan di antara tumbuh-tumbuhan air.

Telur akan menetas setelah 24 jam, dan anak-anak ikan mulai
terlihat aktif setelah 3 hari. Sebagai pakan anak ikan
pada minggu-minggu pertama dapat digunakan udang renik.

* Jenis yang berkerabat









Status taksonomi jenis ini belum mantap dan masih panjang
perdebatan mengenainya. Pada 1855 Pieter Bleeker, ahli ikan
bangsa Jerman yang bekerja di Hindia Belanda ketika itu,
pertama kali mendeskripsi jenis ini dengan nama Capoëta
tetrazona. Akan tetapi pada 1857, Bleeker menggunakan lagi
nama-spesifik (specific epithet) yang sama untuk menamai
jenis yang lain, yang berkerabat namun tidak begitu mirip,
yakni dengan Barbus tetrazona (kini ikan ini dikenal sebagai
Puntius rhomboocellatus.

Sementara itu, untuk menambah keruwetan, pada 1860 Bleeker
mengubah nama-spesifik ikan sumatra menjadi Systomus
(Capoëta) sumatranus. Baru pada akhir 1930an kekeliruan
ini diperbaiki dan nama Barbus tetrazona dikembalikan
bagi ikan sumatra.

Jenis lain yang serupa adalah Puntius anchisporus, dengan
pola pewarnaan yang amat mirip dengan ikan sumatra. Perbedaannya,
P. anchisporus memiliki gurat sisi yang sempurna dan batang
ekornya dikelilingi oleh 14 sisik.

_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!









__________________________________________________________
Cat :
Tiger barbs and neons tetra feeding time - YouTube
Tiger barb eggs - YouTube
Tiger Barbs verse Piranha- Do Tiger Barbs EAT MEAT-- - YouTube
Ikan Sumatra tiger barbs Dan johanni - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=9OSmwyHg1po
Ikan sumatra - YouTube
How To Breed Tiger Barbs - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=8JZ8a9dhooQ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar