Selasa, 01 Juli 2014

Melahirkan Sumpah Kerukunan Antar Ummat Beragama Tano Batak Lewat Kisah 3 Kali Pembakaran Masjid Fisabilillah Tobasa

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar 3 Kali Dibakar Masjid Fisabilillah
Toba Samosir sekaligus memberitahu isi Perasaan ummat muslim
Tanah Batak khsusnya Tapanuli Selatan atau Batak Angkola dan
Mandailing)
________________________________________________________________










________________

Kata Pengantar
________________






















Berikut kutipan berita :

TOBASA (voa-islam.com) – Setelah tiga kali dibakar kalangan 
nonmuslim pada tahun 1986, 2008, dan Juli 2010, akhirnya Masjid
Fisabilillah berhasil dibangun kembali.

Secara simbolik, masjid yang terletak di Kecamatan Lumban Julu
Kabupaten  Toba Samosir (Tobasa) diresmikan dengan serah terima
kunci masjid dari Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI-SU) kepada
nazir (DKM) masjid tersebut.

Acara serah terima dan peresmian masjid dilakukan pada hari
Sabtu (23/4/2011), dengan disaksikan oleh Kepala Kantor Urusan
Agama (KUA)  Kecamatan Lumban Julu Bapak Hasiholan, dan disaksikan
oleh ratusan warga Muslim sekitar masjid Fisabilillah yang terletak
di Jalan Lintas Parapat-Porsea.

Dalam laporannya, Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Fisabilillah
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur 
yang telah membantu warga dalam penyelesaian pembangunan masjid 
tersebut. 

Menanggapai motif pembakaran yang telah dilakukan OTK terhadap
masjid Fisabilillah, sampai saat ini ia mengaku tidak tahu-menahu
dan bingung mengapa masjid yang merupakan rumah suci umat Islam
itu dibakar dengan biadab.

Kepala KUA Lumban Julu, Bapak Hasiholan dalam sambutannya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Forum 
Ummat Islam Sumatera Utara yang telah membantu penyelesaian
pembangunan Masjid Fisabilillah tersebut. "Semoga dengan indahnya
masjid yang telah dibangun beserta fasilitas yang  cukup lengkap,
maka semangat keagamaan umat Islam pun akan semakin besar untuk
memakmurkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di dalam Masjid
ini," harapnya.

Sementara dalam taushiyahnya, salah satu ketua FUI-SU, Ustadz
Heriansyah Sag meminta kepada  umat Islam yang berada di sekitar
masjid agar senantiasa bersabar dan selalu mendekatkan diri pada 
Allah SWT. 

Sebab pada saat yang sama, kondisi umat Islam di lain tempat
serta di belahan dunia pun sedang dizalimi. Heriansyah mencontohkan
bagaimana kezaliman yang tengah dialami oleh umat Islam yang berada
di sekitar Masjid Al-Ikhlas, Jl Timor Medan. Di sana 2 Masjid yang
di bakar di Asahan.

Heriansyah mengingatkan umat Islam Tobasa, bahwa semua orang mukmin 
adalah bersaudara, jadi jangan merasa sendiri dalam menjalankan
Islam dan mempertahankan Islam. Untuk itu, harus ada usaha untuk
senantiasa menjalin komunikasi yang intensif guna pengembangan
Da’wah Islam di daerah tersebut.

Melengkapi acara peresmian Masjid Fisabilillah, Ketua Umum FUI-SU
Ustadz Timsar Zubil menerangkan kronologis mengapa FUI-SU mendampingi
dan membantu pembangunan kembali Masjid Fisabilillah tersebut.

Ustadz yang dikenal sangat tegas dalam bersikap ini menyayangkan
sikap aparat keamanan yang menganggap sepele persoalan kezaliman
terhadap Masjid di Sumatera Utara. "Sampai saat ini, sudah satu
tahun berlalu, namun kasus pembakaran Masjid Fisabilillah tak
berhasil diungkap, dan pelakunya belum ditangkap,"
ujarnya berapi-api.

Sembari terus berharap agar pengungkapan kasus pembakaran Masjid
Fisabilillah segera diusut tuntas, Timsar mengajak umat Islam di
sekitar masjid agar mengemban amanah kemasjidan. "Memakmurkan masjid
adalah tugas yang lebih berat dari sekedar membangun masjid," tutupnya.
[taz/afrian effendi]

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2011/04/25/14340/ setelah-3-kali-dibakar-otk-masjid-fisabilillah-toba-samosir-dibangun-lagi/#sthash.crzHfxmL.dpuf

Comentar Penulis :

Jika kita melihat tahun pembakarannya dan tahun dipostingnya berita
ini, maka dapat dipastikan peristiwa ini terjadi sekitar 4 tahun
yang lalu dan sesungguhnya tidak lagi termasuk "berita actual atau
hangat" dari segi waktu dan dari segi orang yang sudah mengetahui
berita tersebut.

Tetapi...

Dari hasil belajar penulis tetang jurnalistik, actual tidaknya 
suatu berita juga dapat dilihat dari pembaca yang baru mengetahuinya.

Dan penulis yakin, masih banyak pembaca dari Tapsel yang baru tahu
berita ini pada saat membaca postingan ini. Dan jika demikian halnya
maka berita ini dapat dikatakan masih berita "Actual atau hangat" bagi
orang Tapsel.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka penulis angkolafacebook.blogspot.com
sekaligus penulis di galeri MSAD Sipirok Mashali
akan melengkapi berita ini juga dengan :

1. Tindakan Polres Tobasa dalam mengusut pembakaran masjid
   Fisabilillah

2. Gambaran Perasaan Ummat Muslim Angkola dan Mandailing pada
   berita Pembakaran Masjid Fisabilillah

3. Solusi kedepan dari galeri MSAD Sipirok Mashali tentang hal-hal
   yang berhubungan dengan masjid-masjid di Tapanuli Utara.

4. Kata-kata Renungan khsusnya untuk Ummat Kristiani
    Tano Batak

4. Penutup dan Sumpah

______________________________________________________________

1. Tindakan Polres Tobasa dalam mengusut pembakaran masjid
   Fisabilillah 
______________________________________________________________

Berikut kutipan gambaran tindakannya :

MEDAN (Waspada): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Batak Islam
(PBI) mengutuk keras pembakaran masjid Fiisabilillah di Desa Lumban
Lobu, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) pada Jumat
27 Juli lalu.

“Kami yakin terbakarnya masjid Fiisabilillah tersebut cenderung tindak 
kejahatan, karenanya Poldasu perlu mengusut tuntas dan menangkap 
para pelaku pembakaran rumah ibadah itu”, kata Ketua Umum DPP PBI
Prof DR H Abdul Muin Sibuea, MPd kepada pers di Medan, Rabu (4/8).

Didampingi Ketua DPP Persatuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Batak
Islam (P3MBI), Raidir Sigalingging, SE, unsur pengurus DPP PBI Prof
DR Harun Sitompul, MPd, Drs H Zulfadly Sirait, Mayjen Simanungkalit,
Gusmin Gurning, Jonson Sihaloho dan lainnya, Abdul Muin Sibuea mengaku
pihak PBI merasa kecewa atas sikap Polres Tobasa yang tidak mengusut 
kasus ini secara cepat.

Karenanya, Poldasu didesak agar mengambil alih pengusutan, guna
menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Tobasa. Mencegah agar kasus
serupa tidak terung kembali dan menjaga agar ummat Islam tidak 
terprovokasi.

“PBI sepenuhnya masih berharap kepada Polri untuk dapat menuntaskan
kasus ini, karena dalam konteks negara hukum, atas dasar apapun tidak
ada alasan pihak manapun melakukan pembakaran rumah ibadah,” kata
Sibuea yang juga guru besar Unimed.

Terkait itu, kepada ummat Islam di Tobasa, PBI mengimbau agar dapat
menahan diri dan tidak terprovokasi pihakpihak tertentu yang berpaya
memanfaatkan situasi. “Percayakan sepenuhnya pengusutan kasus ini
kepada aparat Polri, jangan melakukan tindakan anarkis yang dapat
memperkeruh suasana,” ujar Sibuea mengimbau.

Sengaja Dibakar

Disebutkan, Masjid Fiisabilillah di Desa Lumban Huluan Lobu,
Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Jumat 27 Juli
2010 sekitar pukul 05.00 WIB dibakar orang tak dikenal (OTK).

Masjid itu merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Porsea
yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Saat ini kondisi
bangunan masjid tinggal puingpuing dan hanya sebagian kecil bagian
dinding terbuat dari papan itu tersisa.

Dari kondisi lapangan menunjukkan, kasus kebakaran pada masjid
di Porsea itu cenderung karena disengaja dan direncanakan.
PBI yakin pembakaran masjid itu dilakukan oleh pihakpihak
tertentu yang belum diketahui motifnya.

Tragisnya, pasca pembakaran Masjid tersebut belum ada pengusutan 
serius dari Polres Tobasa. Maka PBI berharap agar Poldasu mengambil
alih pengusutan kasus ini. (m08)[/SIZE]

Sumber :
http://archive.kaskus.co.id//thread/5277835/0
___________________________________________________________________

2. Gambaran Perasaan Ummat Muslim Angkola dan Mandailing pada
   berita Pembakaran Masjid Fisabilillah
___________________________________________________________________

Begini...! Khsusnya pada ummat Kristiani Tobasa.

Jika kita menyimak berita diatas, "Sesungguhnyalah tak bisa dikatakan
bahwa yang melakukan pembakaran masjid tersebut adalah ummat kristen,
karena pelakunya memang tidak tertangkap dan peristiwa pembakaranpun
di tahun 1986 dan 2008 sudah susah untuk mengetahui bagaimana
peristiwanya tanpa kita terjun kelapangan untuk kembali menyelidikinya.

Begitupun lewat pikiran rasional, "99% pelakunya adalah ummat kristiani
dengan tidak menutup kemungkinan pelakunya adalah ummat Islam 1%".

Jika saja masalah ini diberitakan pada para alim ulama Tapsel atau para
ustat pun pengurus-pengurus masjid, besar kemungkinan mereka hanya akan
mengusap dada sambil berdo'a, "Semoga tidak terulang lagi". Yah begitu
kira-kira, karena memang begitulah ajaran agama itu jika sudah meresap
dengan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan musyawarah guna
penyelesaian selajutnya dengan tanpa sedikitpun emosi.

Tapi tahukah anda jika masalah ini disampaikan pada sekelompok orang
muslim yang masih berusia muda, katakanlah 20-35 Tahun, maka penulis
yakin habislah kalian ummat kristiani mereka caci maki sebagaimana
kita tahu bagaimana orang batak saling mencaci maki.

Macam kata kotorpun bisa keluar meski mereka tahu kata-kata itu
bukanlah ajaran agama, tapi karena cintanya pada agama maka pikiran
dan hatipun dapat tertutup dibuatnya, hingga kitapun tidak akan heran
jika ada pula yang berkata, "Kalau begitu mari kita bakar juga gereja
yang ada di wilayah kita ini" katanya.

Para ummat kristiani dimanapun berada di tano batak
khusunya wilayah Tobasa...!

Jangan kalian sepele terhadap masalah agama, apalagi tentang keberadaan
ummat muslim di Tapanuli Selatan. Sejarah telah membuktikan demi agama
orang Selatan rela menyerang kewilayah kalian dan memaksakan agama itu
pada kalian. Dan kiranya kalian jangan berpikir, bahwa ummat muslim di
Tapsel berbeda dengan ummat muslim di Tapanuli Utara.

Sesungguhnya dalam ajaran agama Islam itu sama, dan akan semakin
sama jika kita menyimak sejarah ummat muslim di tano batak. Semoga
kalian orang-orang yang mengerti tentang sejarah dan dapat menafsir
pesan-pesan didalamnya.

Kalau boleh saya bertanya pada semua orang batak...!

"Adakah yang dapat memastikan bahwa, pemaksaaan masuknya agama Islam 
ke Tapanuli Utara masa lampau itu adalah akhir. Maksudnya, apakah
peristiwa seperti itu sudah tak mungkin terjadi lagi...?"

Dalam bahasa lopo-lopo tano batak, penulis ingin berkata :

"Potong jari-jarikkon anggo bisa dipastihon kho".

Asumsi penulis...!

"Semakin tidak beres orang Tapanuli Utara dalam melaksanakan ajaran
agama, semakin besar peluang akan terjadinya pemaksaan agama Islam
kepada Tapanuli Utara pada masa-masa yang akan datang".

Anda orang Tapnuli utara...!

Penulis memberitahu, "Bahwa Angkola dan Mandailing dari dulu sampai
sekarang, tetap membina hubungan baik dengan orang-orang Padang atau
dengan macam kesultanan di Sumatra Barat.

Dan perlu kalian ketahui, Tapanuli Selatan dengan macam marganya
sesungguhnya adalah satu Kesultanan, yang sama kauatnya dengan
Kesultanan Aceh, Siak Pekan Baru, dll". Kesultanan ini berlangsung
sampai sekarang dan cukup sering berkunjung antara kesultanan-
kesultanan khsusnya diwilayah pulau Sumatra.

Jika kalian berpikir, "Maka bacalah sesuatu dibelakang itu semua".

"Di hangoluanon inda salalu binoto aha nadipikiran ni halak Lae,
haran ni-i, rap hati-hatibe hita. Ulang sai mamancing haributan
apalagi namarhubungan tu agama". Borat be hita lalu...!

Umpasa batak nai bangga-banggahon munui unang cuma copy paste sajo.
Laksanhon hamu do attong. Iboto hamudo piga umpasai nadung dilanggar
munu dalam hubunganna tu pambakaran masojiton...?

Pendek kata...!

"Masjid adalah segala-galanya bagi ummat Islam. Membakar masjid
sama artinya dengan membakar hati ummat Islam". Kalian pahami itu.
Dan tak ada yang lebih sakit dalam hidup kecuali sakitnya hati
yang terbakar.
____________________________________________________________________

3. Solusi Penulis (Ummat Islam) pada kehidupan beragama di Tapanuli
   Utara, khsusnya wilayah Tobasa dalam hubungannya degan pembakaran
   masjid
____________________________________________________________________

Salah satu yang tidak penulis sukai dari sebagian kalian para
saudara di Tapanuli Utara adalah, "Mabuknya kalian itu". Ngak
di tano parjalangan ngak di Huta. Memang tidaknya semua, tapi
dapat dikatakan sebagian besar.

Hubungannya dengan pembakaran masjid fisabilillah di atas, penulis
yakin orang yang melakukannya sangat besar kemungkinan adalah orang
yang mabuk. Karena sungguh tak masuk di akal orang yang waras
melakukannya sebenci apapun beliau kepada agama Islam. Dalam
hubungannya dengan keberanian, maka beliau ini dapat dikatakan
banci. "Banci doi halak nai" begitu kata orang Angkola. Kalau ada
yang tidak disukai, dari ummat muslim, mengapa bukan ummatnya aja
yang dia pukul.

Masjid itukan benda, benda tak bergerak, "Masa benda yang tak
bergerak dilawan orang yang bisa bergerak". Jelaslah kalah benda
tak bergeraknya. Uda dibakarnya tak mengaku pula dia, itula
bancinya itu. Entah keturunan dari marga apa la itu.

Karena itu...!

Kalian orang Tapanuli Utara, "Kalaupun tak bisa kalian hentikan
minum tuak kalian itu, paling tidak kurangilah. Tak berfungsi
sempurna otak kalian di bikin tuak itu, mudah jadinya terpacing
emosi (Dipropokasi bahasa modernna).

Itula yang pokok bagi penulis, meskipun sebenarnya masih banyak
hal lainnya yang perlu kalian benahi guna lebih mudahnya menjaga
toleransi antar ummat beragama di Tapanuli Utara.

Seperti anjing dan babi kalian yang sedemikian bebasnya berkeliaran
di rumah-rumah kalian, dijalan-jalan, padahal bagi ummat muslim
itu adalah nazis yang dapat membuat tidak sahnya amal ibadah
seorang muslim. Jadi jangan kalian berpikir hanya karena dimakan
saja babi dan anjing itu masalah bagi ummat islam. Bersentuhan,
dijilatnya saja kita sudah tidak sah amal ibadah muslim itu
(Ada firmannya/bukan kata saya).

Yah demikian gambaran solusinya...!

Oya...!

Cobalah paten kalian buat dulu ajaran agama Kristen kalian itu.
Benar-benar kalian laksanakan, "Hingga memberi peluang bagi ummat
muslim untuk ikut kalian". Kenapa rupanya...?

Tapi...!

Kalau yang tak bisanya kalian buat paten ajaran agama kalian itu, 
lebih bagus kalian masuk ajaran agama Islam, biar kami patenkan
kalian lewat Rukun Islam dan Rukun Iman kami.

Mau kalian...????

_______________________________________________

4. Kata-kata Renungan khsusnya untuk Ummat Kristiani
    Tano Batak
_______________________________________________









































































































































































_____________

Penutup
_____________

Begini saja para Lae atau siapapun sesuai dengan tutur penulis
semestinya di Tano Batak pada kalian ummat Kristiani...!

- Menurut hemat penulis, dalam mengubah prilaku yang tidak baik
  menjadi lebih baik, maka tano batak sudah dari sejak jaman dahulu
  mengeluarkan macam sanksi adat.

- Ada namanya di pasung, dikeluarkan dari Huta, di batte,
  dll termasuk di sumpah.

- Tentu sanksi-sanksi tersebut sudah tidak dapakai pada jaman
  sekarang ini, karena telah tergantiakan oleh macam sanksi dari
  Pemerintah Republik Indonesia.

- Kenyataan dilapangan para pemberi sanksi itu tak mampu pula
  menyelesaikannya, hingga tak bisa ditarik kesimpulan apakah 3 
  kali pembakaran diatas para pelakunya tertangkap.

- Secara rasional, "Karena tidak tetangkapnyalah, makanya bisa
  terjadi 3 kali pembakaran.

- Setelah 3 kali pembakaran, "Adakah masyarakat batak khsusnya
  ummat kristiani yang dapat memastikan tidak terjadi pembakaran
  untuk yang ke 4 kalinya, sementara pada pembakaran ke-3-nya
  pelakunya juga tidak tertangkap.

- Dipikiran penulis, "Para ummat muslim di Tapanuli Utara, khsusnya
  Tobasa sekarang ini benar-benar tidak merasa nyaman dalam melaksanakan
  ajaran agama Islam itu. Saya yakin ada perasaan terkucilkan dalam
  diri mereka, padahal mereka adalah bagian dari Tano Batak itu
  yang juga oppung-oppungnya turut serta dalam membangun tano batak
  sejak jaman dahulunya.

- Semoga kalian para ummat Kristiani Tano Batak tidak berkata bahwa,
  "Tano Batak itu adalah milik kalian, karena kami ummat Islam sudah
  mulai merasa bahwa tano batak itu sepertinya milik kalian".

Singkat kata...!

Berhubungan fakta telah membuktikan bahwa kalian para ummat Kristiani
telah mulai bikin rusuh mengenai "Toleransi antar ummat beragama" di
Tano Batak, maka atas nama keinginan pribadi penulis yang berdasar
pada :

Rasulullah SAW telah bersabda :
”Al mu’minu lil mu’mini kal bunyaani yasyuddu ba’dhuhuu ba’dhaa “.
Rawaahu Bukhaarii ‘an Abuu Muusaa . Artinya :” Orang mu’min dengan mu’min 
yang lain bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan antara mukmin 
satu dengan mukmin lainnya”. HR Bukhari dari Abu 

Dalam hadits yang lain Rasulullah  bersabda :
” Matsalul mu’miniina fii tawaaddihim wataraahumhim watha’aathufihim matsalul
jasadi idzasy takaa minhu ‘udwun tadaa’aa lahu saairul jasadi bissahri walhumaa”.
Artinya :”Perumpamaan Kaum mu’minin dalam cinta kasih dan rahmat, hati mereka 
bagaikan satu tubuh, apabila  satu anggota tubuh menderita maka menjalarlah 
penderitaan itu keseluruh tubuh sehingga  tidak bisa tidur dan panas.. HR. 
Bukhari dan Muslim.

Yang juga penulis asumsikan disetujui oleh :

Gubernut Sumatra Utara, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli
Selatan, juga seluruh Camat di Taput dan Tapsel, tak terkecuali
para Raja-Raja Adatnya juga para Pendeta dan kaum Alim Ulama
se Tano Batak.

Maka lewat angkolafacebook.blogspot.com ini, mengajak anda ummat
Kristiani Tano Batak tanpa terkecuali bersumpah atas nama Tuhan
kalian, untuk :

1. Tidak membakar masjid khsusnya di Tano Batak, umumnya di muka
   bumi ini.

2. Ikut menjaga toleransi antara ummat beragama khsusnya di Tano
   Batak umumnya di Nusantara sebagai mana di amanatkan Pancasila
   dan UUD 45.

Ini isi sumpahnya dan sebutkan nama ada dalam hati :

1. Saya atas nama ..... (sebutkan nama anda) ummat Kristiani Tano
   Batak bersumpah tidak akan membakar masjid diwilayah manapun di
   Tano Batak termasuk di muka bumi ini.

2. Saya atas nama...(sebutkan nama anda) ummat kristiani Tano
   Batak bersumpah akan ikut menjaga toleransi antar ummat beragama
   di Tano Batak.

...dan...

Tentunya sumpah diatas tidak terlalu kuat pengaruhnya jika anda
ummat muslim tano batak tidak bersumpah pula seperti halnya
sumpah diatas. Karena itu, saya mengajak anda juga untuk
berkata :

1. Saya atas nama ..... (sebutkan nama anda) ummat Muslim Tano
   Batak bersumpah tidak akan membakar gereja diwilayah manapun di
   Tano Batak termasuk di muka bumi ini.

2. Saya atas nama...(sebutkan nama anda) ummat muslim Tano Batak
   bersumpah akan ikut menjaga toleransi antar ummat beragama
   di Tano Batak.

Terimakasih penulis atas kesediaan anda bersumpah ala dunia maya
pada blog ini. Dan semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat memberi
ketenangan beribadah pada kedua ummat di tano batak dalam kefanaan
hidup yang selalu berkemungkinan untuk bisa terjadi, bahwa "besok 
adalah hari kiamat itu".

Pada ummat Kristiani :

- Terimakasih penulis ucapkan atas datangnnya ke postingan ini
  dan horas...!

Pada ummat Islam :

Wassalamu'alaikumwarahatullahiwabarakatuh...!
_____________________________________________________________
Cat :

* Jika sedikit saja anda tidak suka pada postingan ini, maka anda
  pantas untuk dicurigai, "Jangan-jangan andalah pelaku pembakaran 
  itu"

Tapi...!

* Jika anda justru merasa lebih nyaman dan lebih yakin bahwa
  toleransi antar ummat beragama di Tano Batak akan lebih terjaga,
  maka andalah pemilik Tano Batak itu.

Dan...

Sebagai pemilik, "Jika ada pula yang menciptakan kerusuhan antar
ummat beragama di Tano Batak pada masa yang akan datang, maka
perusuh tersebut pantas untuk di.............).

*Penulis adalah pencinta Kerukunan antar ummat beragama, tapi 
tidak rela agama Islam saya disepelekan dan penulis takut
ummat Kristiani tano Batak menganggap ummat Islam itu adalah 
penakut padahal sannari porangpe au siap.



PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar