Senin, 11 Agustus 2014

Keluarga Tano Batak (Angkola) : Dongani ma Au


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak sajian info wikipedia Ind tentang "Keluarga" dalam
hubungannya dengan "Keluarga Tano Batak/Angkola serta mencari
dukungan syair dari Nainggolan Sisters untuk penciptaan hubungan
harmonisnya hingga kemerdekaan ini lebih berarti)
_______________________________________________________________










________________

Kata Pengantar
________________

Merdeka...merdeka...merdeka...!

"Huhalongi ho tuduskhon dirikkon
dang arta mang rupami nahida sian ho

Atik adong hubaen nahurang nasai lao
anju ma au khasianku oloanku do ho"

Adalah syair lagu dari penyanyi legendaris tano batak yaitu
Nainggolan Sisters. Beliau seolah berpesan sungguh tak ada
hubungan harta dengan wajah pada holong.

Selanjutnya di syairkan :

Ajari ma au pasonangkon ho
paloas ma au tong-tong rapkon ho

Sajakkon ma au...dongani ama au....
rap hita nadua rap hita nadua
saleleng ni golutta.....

Musik...kkkk....kkkkkk.....!

video




Para kawan...!

Jelas materi pesan syair lagu di atas, memberitahu bagaimana
caranya menciptakan hubungan yang harmonis antara suami dan
istri di dalam suatu keluarga, khsusnya tano batak. Dan hal
ini jelas sudah terjawab.

Tetapi...!

Tahukah anda bahwa tidak semua para suami halak hita itu mampu
menciptaka hubungan yang harmonis dengan istrinya, meskipun kita
tahu hubungan yang diciptakan itu adalah hubungan keluarga tano
batak yang telah mengalami kemerdekaan 69 Tahun di tahun ini.

Artinya...!

"Sesungguhnya ada peluang yang besar bagi setiap individu dalam
suatu keluarga untuk menciptakan hubungan harmonis itu, tapi tetap
tak bisa di ciptakan".

Sementara di masa tano batak belum merdeka, masih dalam jajahan
Belanda hubungan harmonis itu mungkin telah tercipta, tapi menjadi
tak dapat pula dipertahankan karena adanya suatu tugas dari sang
suami untuk ikut ke medan perang untuk kemudian mati.

Lewat karya seni musik hal ini telah digambarkan dalam lagu yang
berjudul "Butet" dan "Simali-mali".

Merdeka...merdeka...merdeka...!

Alangkah sayangnya kemerdekaan ini, jika dalam kemerdekaan saja
kita merasa seperti terjajah, apakah suami anda yang menjajah
anda atau istri anda yang menjajah anda.

Padahal...!

"Penjajahan sudah mesti dihapuskan dari muka bumi".

Nah...!

Postingan ini berisi sekitar info hal-hal yang berhubungan dengan
keluarga dari wikipedia untuk kemudian penulis hubungkan dengan
kehidupan berkeluarga halak batak baik yang tiggal di huta hatubuan
maupun di tano parjalangan.

Selamat menyimak...!

...dan jangan lupa gunakan semangat "69" jika anda merasa semangat
"45" itu kurang mempan (anda bukan pejuang bukan...? atau anda
pejuang bukan...? Bukan nimmu mattong...!)

Selamat menyimak muse...!
______________________________________________

Sekilas pemahaman tentang istilah keluarga
______________________________________________

Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang
berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa
orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,
memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban,
tanggung jawab di antara individu tersebut.
_________________________________________________________

Sekilas tentang keluarga secara umum (uraian wikipedia) dalam 
hubungannya dengan keluarga di Tanah Batak (Uraian penulis)
_________________________________________________________

* Hal Pengertian

Keluarga inti, terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua
atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah
tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-
masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

* Hal Jenis-Jenis Keluarga

Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri
dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal
yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak
mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah
satu atau dua pihak orang tua.

Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar
garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi
hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Maka keluarga Inti dan Konjungal ini tak dapat dipisahkan dan
tata cara pelaksanaanya telah terangkum dalam istilah dalihan
natolu atau DNT (Kahanggi - Mora - Anak Boru).


















* Hal Keluarga Inti

Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang
terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagian
dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat. Bagi masyarakat
primitif yang mata pencahariaannya adalah berburu dan bertani,
keluarga sudah merupakan struktur yang cukup memadai untuk
menangani produksi dan konsumsi.

Keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga
lainnya berkembang karena kebudayaan yang makin kompleks menjadikan
lembaga-lembaga itu penting.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Maka macam lembagapun dibentuk untuk mendukung perkembangan dan
pertahanan itu sendiri dan secara umum lembaga-lembaga ini hanya
di hubungkan pada dua hal yaitu dalam urusan siriaon dan siluluton.



















* Hal Peranan

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi,
sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan
situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh
harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:

Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah dari anak-anaknya, berperan
sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman,
sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya
serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota
masyarakat dari lingkungannya.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Maka sebagian besar para suami tersebut melaksanakan peran mencari
nafkah, mendidik, melindungi dan menciptakan rasa aman tersebut.
Begitupun ada juga beberapa suami tidak bisa menciptakan rasa
aman tersebut karena belia suka selingkuh.

Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya,
pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya
serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu
juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Maka peranan ibu ini secara umum telah dilaksanakan dengan baik.
Begitupun ada juga beberapa ibu dalam setiap pelaksanan peranannya
selalu di iringi dengan matubekbek hingga kadang para suami
sering merasa tidak aman dan tidak nayaman.






















* Hal Tugas

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:

Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya
masing-masing.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Secara umum fisik suami, istri dan anak-anak terjaga dengan baik.
Begitupun beberapa suami justru lebih terjaga fisiknya dibandingkan
isrinya, karena istrinya telah dia bikin jadi tukang urutnya
(Maksudnya arutnya bukan urutnya). Bagaimananya ini...! Mana
yang betul arut apa urut...?



















Sosialisasi antar anggota keluarga.

* Hal Pengaturan jumlah anggota keluarga.

* Hal Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.

* Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

* Hal Fungsi

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:

Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Nyaris 100% fungsi mendidik ini dilaksanakan ditano Batak karena
itu para orang tuapun banyak yang rela marhoi-hoi tu dolok tu toruan
demi pasikophaon anakna. Karena anaknya adalah hamoraon baginya.

Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan
anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak
sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif
merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga.
Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan
keharmonisan dalam keluarga.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Dalam hubungannya dengan suami halak batak, maka banyaklah yang
menghendaki agar istrinya menjadi parumaen naburju, parumaen
sitiruon. Sementara dirinya yang jadi bere yang jadi hela cukup
sering juga membuat dirinya seperti buronan.

Parumaen sitiruon memang suatu solusi dalam penciptaan fungsi
sosialisasi itu :

video







Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan
mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga
menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan
lain setelah dunia.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Ketaatan beragama secara umum sepertinya dipegang oleh pihak
istri, karena itu si istrilah yang justru lebih sering mengingatkan
suminya untuk melaksanakan ajaran agama dari pada sebaliknya.

Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari
penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Beberapa suami telah melaksanakan fungsi ekonomi ini dengan baik,
hingga rumah, motor mobil dan devositopun tersedia setiap saat.
Begitupun hepeng ini jam ini detik dapat disediakan jika memang
diperlukan. Beliau si suami sama sekali tidak punya utang, bahkan
mangutangkon noma tu orang lain.

Begitupun...!

Ada juga beberapa suami lombok lute menghadapi fungsi ekonomi
ini. Rumah dia tak punya, motor mobil apalagi, bahkan utang
ada di mana-mana. Katanya sih bukan salahnya, tapi salah ni
pamerenta dohot sala ni nasib.

Solusi :
Mungkin di namarsaripe porlu saling manganju. "Huanju do ho"
untuk anda :

Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang
menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Maka fungsi rekreaktif ini sering menjadi susah dilaksanakan
karena sang suami cukup banyak yang tetutup sama istrinya.
Takut dia ketahuan punya hepeng. Dan akibatnya banyak juga
para istri boru halak hita itu rekreasinya hanya dibagas sajo.
Bahkan banyak para istri itu tidak tahu bahwa Ramayana telah
diskon 70 %.

Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan
keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga,
serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

Beberapa suami merasa fungsi biologis ini adalah hal yang penting
sesuai dengan anjuran adat batak itu sendiri untuk maranak sappulu
pitu dan marboru sappulu onom. Dan akibatnya itu ajala kerjaan
orang itu.

* Hal Bentuk Keluarga

Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil,
yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.

1. Berdasarkan Lokasi

Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang
suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar
kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum
kerabat istri;

Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri
diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;

Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami
istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri;

Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri
dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa
tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada
masa tertentu pula (bergantian);

Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri
dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok
bersama kaum kerabat suami maupun istri;

Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri
untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu
(avunculus) dari pihak suami;

Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri
masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga
tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri.

Dalam hubungannya dengan keluarga di tanah Batak :

- Adat virikallah yang secara umum dipakai, sedangkan adat utrolokal
  hanyalah pilihan lain yang diciptakan sesuai dengan pekerjaan atau
  profesi suami. Utrolokal ini juga banyak diterapkan orang batak
  khsusnya yang tinggal di tano parjalangan.

- Adapun adat uxurilokal, bilokal, avunkulokal dan natalokal di
  tanah batak hanya dilaksanakan dalam kedaan darurat saja. Dan
  di tanah batak keluarga yang kedaannya darurat ada sajanyanya itu.

* Berdasarkan pola otoritas

Patriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki
(laki-laki tertua, umumnya ayah)

Matriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan
(perempuan tertua, umumnya ibu)

Equalitarian, yakni suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang.

Subsistem sosial

Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni subsistem
suami-istri, subsistem orang tua-anak, dan subsitem sibling (kakak-adik).
Subsistem suami-istri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan
yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga.

Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan
membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari
gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti
subsistem-subsistem lain.

Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam
keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan
pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.

_________

Penutup
_________

Berputar-putarpun penulis menyampaikan masalah keluarga ini, pada
intinya penulis hanya ingin menyampaikan :

"Ciptakan kalian hubungan yang harmonis di keluarga masing-masing,
bikin holong mangalap holong, marsidonganan marsianjuan, hingga
kemerdekaan ini lebih berarti bagi kita". Begitu sajanya.



















Selamat borngin...!

...dan...

 Merdeka..merdeka..merdeka...!


video

___________________________________________________________
Cat :



PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

1 komentar:

  1. senang sekali ada blog seperti ini. sai horas be ma nian hita sasudena.

    BalasHapus