Kamis, 13 Agustus 2015

ALUTSISTA : Alat Utama Sintem Senjata Indonesia dan Warung Kopi Indonesia

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar "ALUTSISTA" Indonesia dalam hubungannya
dengan Senjata Perang Republik Indonesia yang Terkenal di Dunia)
_________________________________________________________________














_______________

Kata Pengantar
_______________

Merdeka...merdeka....merdeka...!

"Bagimana-la Indonesia tidak dianggap enteng sama negara lain,
jangankan buat senjatanya, buat peluru-nya aja mereka tidak bisa".

Begitulah kadang yang penulis dengar di warung-warung kopi Nusantara
ini pada saat mereka membicarakan Sistem persenjataan Republik
Indonesia yang bagi TNI mereka sebut, "ALUSISTA" atau Alat Utama
Sistem Senjata.

Namnya juga pembicaraan warung Kopi, "Tanpa punya pengetahuan
sedikitpun orang bisa saja ngomong seenak perutnya" makanya
pembicaraan warung kopi jarang dibuat orang sebagai sumber
pengetahuan yang dapat dipercaya.

Para kawan dimanapun berada...!

Dalam rangka memeriahkan "HUT RI Ke-70" ini, angkolafacebook.
blogspot.com bekerja sama dengan
http://andi-techno.blogspot.com/2013/04/6-senjata-perang-indonesia-yang.html
akan menyajikan untuk anda info sekitar "Alusista" Indonesia yang
sesungguhnya "Tidaklah seperti apa yang dikatakan diwarung warung
Kopi Nusantara ini".

Selamat menyimak...!
________________________________________________________________

6 Senjata Perang Republik Indonesia yang Terkenal di Dunia
Oleh : Rizky Andrea Irawan 
________________________________________________________________

 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah giat-giatnya memodernisasi
persenjataan yang dimilikinya atau biasa disebut alat utama sistem
senjata (Alutsista). Diharapkan, beberapa tahun ke depan Alutsista TNI
akan semakin lengkap dan modern.

Militer yang kuat memang menjadi sebuah syarat mutlak sebuah negara.
Sebab, selain berfungsi untuk menjaga wilayah perbatasan dan menangkal
serangan dari luar, militer yang kuat juga dapat menjadi nilai lebih
sebuah negara di mata negara lain.

Namun, hal itu akan semakin lengkap jika Alutsista yang digunakan
berasal dari hasil buatan sendiri, bukan hasil impor. Meski belum
bisa memproduksi seluruh Alutsista yang diperlukan TNI, Indonesia
nyatanya telah mampu menciptakan sejumlah senjata tempur.

Bahkan, Alutsista yang diciptakan putra-putri terbaik Tanah Air itu
telah diminati oleh sejumlah negara di dunia. Berikut enam Alutsista
produksi dalam negeri yang diekspor keluar negeri.

1. 260 Kepala roket 'Smoke Warhead' diekspor ke Cile






















Salah besar jika Anda memandang sebelah mata senjata produksi dalam
negeri. Sebab, senjata yang dihasilkan putra putri terbaik bangsa
nyatanya dilirik oleh negara asing.

Rencananya, akhir Maret ini 260 unit kepala roket jenis smoke warhead
segera diekspor ke Cile. Alutsista itu merupakan buatan PT Sari Bahari
dari Ngalam, Malang, Jawa Timur.

Kualitas Smoke Warhead diakui mengalahkan produk serupa buatan
pabrikan sejumlah negara maju, di antaranya; Amerika Serikat dan
Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan
cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano.

Smoke Warhead akan memberikan informasi kepada pilot soal posisi jatuh
roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh
ke tanah. Smoke Warhead telah diproduksi sejak tahun 2000. Hingga
kini, sudah lebih dari 3.000 Smoke Warhead yang dipesan TNI.

2. Pesawat CN 235-MPA diekspor ke Korsel


















Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) produksi
PT Dirgantara Indonesia menjadi salah satu Alutsista yang diminati
negara lain.

Pada 2011-2012 lalu, PT DI memenuhi permintaan Korea Selatan yang
memesan empat pesawat itu melalui kontrak yang ditandatangani
pada 2008 dengan nilai total USD 94,5 juta. Pesawat yang merupakan
modifikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan
di samping bisa difungsikan untuk angkutan personel.

Di tahun yang sama, PT DI juga mengekspor pesawat CN 235 jenis
pesawat angkut militer VIP, ke Senegal, Afrika.

CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi,
komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam
Singapore Airshow 2008). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL
membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki
6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014.

CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/
EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari
Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-
508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan
mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan
Raytheon Mk 46.

3. Fast Patrol Boat diekspor ke Timor Leste










Putra putri terbaik bangsa di PT PAL telah berhasil membuat kapal
perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya, Alutsista
buatan dalam negeri itu telah membuat negara tetangga, Timor Leste,
kepincut.

Pada 2011 lalu, Pemerintah Timor Leste memutuskan memesan dua kapal
patroli cepat senilai USD 40 juta. Kapal tersebut akan digunakan
untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste.

Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium
mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver.
Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun
saat official trial bisa mencapai 33 Knot.

Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang
mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan
komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta
elektronik dan sistem radar.

4. Peluru buatan PT Pindad diminati Singapura hingga AS

















PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama ini memasok kebutuhan
peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5,56 mm,
7,62 mm dan 9 mm.

Namun, selain untuk TNI-Polri, peluru yang dihasilkan PT Pindad juga
diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Singapura,
Filipinan, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS).

Untuk Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih
itu telah memesan 10 juta peluru. Sementara, pada 2009 lalu, satu
juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai
USD 200.000.

Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab, produk
dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional,
seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian
standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001
dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris
pada tahun 1994.

5. Panser Anoa diekspor ke Oman dan Malaysia



















http://www.indojamtangan.com
Panser Anoa buatan PT Pindad menjadi salah satu Alutsista yang paling
laris dijual. Pada tahun 2008, TNI memesan 154 buah Panser Anoa
berbagai tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe
APC dan tahun 2012 TNI memesan 61 unit.

Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing.
Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia
juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini
memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat di
gunakan oleh pasukan perdamaian PBB.

Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level
yang tingkat ketahananannya terhadap serangan sudah lebih baik dari
level II yang diproduksi di China dan India.

Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa
spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis
IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk
mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis.

Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk
Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon.
Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini
juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan
mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur
dan dua personel pasukan.

6. Senapan Pindad diminati Singapura hingga Afrika








http://www.unikgaul.com
Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak dipesan
oleh negara luar. PT Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata
antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5),
Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1
(tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and
Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur
granat, dan pelindung tubuh (personal body protection).

Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di
luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus
olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas’s, yang
merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad.

Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika
seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan
Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.
______________

Penutup
______________

Demikian infonya para kawan sekalian, semoga dapat menambah pengetahuan
kita dibidang "Alusista"ini. Oya...! Penulis berkeyakinan, "Apa yang
tersaji di Dunia Maya inii mengenai Sistem Persenjataan Indonesia".
Tidaklah menjadi gambaran sesungguhnya keadaaan Persenjataan Indonesia
itu sendiri (Ada istilah Rahasia Negara bukan...?)

Sudah sama kita ketahui, "Sistem Persenjataan Suatu Negara" tidak akan
pernah dikemukakan secara terbuka, baik pada warga negara-nya sendiri
apalagi untuk negara Luar. Karena sistem persenjataan menyangkut keamanan
negara itu sendiri, bahkan sangat erat hubungannya dengan kedaulatan
suatu negara (Yang terlihat bukanlah gambaran sesungguhnya, tapi lebih
hebat dari itu-pen)

Selamat malam...dan Merdeka....!









_______________________________________________________________________
Cat :



PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar