Jumat, 21 Agustus 2015

Tembakau dan Seluk Beluknya

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar tembakau dalam pemahaman umum ; Pengerttian,
Jenis, Manfaat, lokasi tanam, kandungan nikotin dan Dampaknya bagi
Kesehatan manusia)
_____________________________________________________________________













__________________

Kata Pengantar
__________________

Malam ini penulis tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai Tembakau
Deli. Tapi ada tanya-tanya dalam hati, "Selauk beluk tembakau saja
belum penulis pahami, bagimana pula saya paham tentang tembakau Deli"
begitu pikir penulis.

Nah...!

Sebelum mengurai mengenai "Tembakau Deli ini" ada baiknya penulis
yang mungkin juga anda para pembaca angkolafacebookblogspot.com
belajar dikit dulula tentang tembakau ini secara umum.

"Selamat menyimak...!"

Oya...!

Jangan takut...!
"Postinga ini tidak menyarankan anda untuk berhenti merokok, tapi
juga tidak menganjurkannya. Pokoknya atur ajalah bagaimana baiknya".

Selamat menyimak kembali...!

_______________________________________

Sekilas mengenai Tembakau
_______________________________________


























Ket :
Perkebunan Tembakau

* Pemahaman Umum

Tembakau adalah hasil bumi yang diproses dari daun tanaman yang juga
dinamai sama. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum dan
Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga
dipakai dalam tingkat sangat terbatas.

Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas
pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan
untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu
sebagai bahan baku rokok dan cerutu.

Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya
juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat[1].

Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika. Kedatangan
bangsa Eropa ke Amerika Utara memopulerkan perdagangan tembakau
terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat bagian
selatan.

Setelah Perang Saudara Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan
tenaga kerja menyebabkan perkembangan industri rokok. Produk baru ini
dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau hingga
terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan abad ke-20.

Dalam Bahasa Indonesia tembakau merupakan serapan dari bahasa asing.
Bahasa Spanyol "tabaco" dianggap sebagai asal kata dalam bahasa Arawakan,
khususnya, dalam bahasa Taino di Karibia, disebutkan mengacu pada
gulungan daun-daun pada tumbuhan ini (menurut Bartolome de Las
 Casas, 1552) atau bisa juga dari kata "tabago", sejenis pipa
berbentuk y untuk menghirup asap tembakau (menurut Oviedo, daun-daun
tembakau dirujuk sebagai Cohiba, tetapi Sp. tabaco (juga It. tobacco)
umumnya digunakan untuk mendefinisikan tumbuhan obat-obatan sejak 1410,
yang berasal dari Bahasa Arab "tabbaq", yang dikabarkan ada sejak abad
ke-9, sebagai nama dari berbagai jenis tumbuhan. Kata tobacco (bahasa
Inggris) bisa jadi berasal dari Eropa, dan pada akhirnya diterapkan
untuk tumbuhan sejenis yang berasal dari Amerika.

* Jenis dan daerah penghasil tembakau



























Ket :
Dua orang pegawai perusahaan perkebunan tembakau "Deli-Maatschappij"
di awal abad ke-20 di Deli.

Tembakau adalah produk yang sangat sensitif terhadap cara budidaya,
lokasi tanam, musim/cuaca, dan cara pengolahan. Karena itu, suatu kultivar
tembakau tidak akan menghasilkan kualitas yang sama apabila ditanam
di tempat yang berbeda agroekosistemnya.

Produk tembakau sangat khas untuk suatu daerah tertentu dan kultivar
tertentu. Akibatnya, macam-macam produk tembakau biasanya dinamai
sesuai lokasi tanam.

* Tembakau di Indonesia

Di Indonesia, macam-macam tembakau komersial yang baik hanya dihasilkan
di daerah-daerah tertentu. Kualitas tembakau sangat ditentukan oleh
kultivar, lokasi penanaman, waktu tanam, dan pengolahan pascapanen.
Akibatnya, hanya beberapa tempat yang memiliki kesesuaian dengan
kualitas tembakau terbaik, tergantung produk sasarannya.

Berdasarkan cara pengolahan pascapanen, dikenal tembakau kering-angin
(air-cured), kering-asap (fire-cured), kering-panas (flue-cured),
dan kering-jemur (sun-cured).

* Macam-macam tembakau kualitas tinggi di Indonesia

Macam/tipe Daerah Kegunaan
Deli Deli wrapper cerutu
Srintil Temanggung Temanggung, Parakan, Ngadirejo rokok (rajangan), kunyah
Virginia-Vorstenlanden Klaten, Sleman, Boyolali, Sukoharjo sigaret
Vorstenlanden Klaten, Sleman filler, binder, dan wrapper cerutu
Madura Madura rajangan rokok
Besuki Voor-Oogst
(VO, "sebelum panen padi") Jember, ditanam musim hujan,
panen awal kemarau rajangan rokok
Besuki Na-Oogst
(NO, "setelah panen padi") Jember, ditanam akhir musim hujan,
panen akhir kemarau filler, binder, dan wrapper cerutu
Virginia-Lombok Timur rajangan sigaret

Selain itu, terdapat beberapa daerah penghasil tembakau kualitas
menengah ke bawah, biasanya ditanam untuk pasar domestik atau rokok
kualitas rendah, tingwe ("linting dhewe"), atau tembakau kunyah,
seperti tembakau Kaponan dari Ponorogo.

* Biologi

Nikotin adalah senyawa candu yang ada pada tembakau

Terdapat beberapa spesies dalam genus Nicotiana yang bisa disebut
tembakau. Genus ini merupakan bagian dari famili Solanaceae.

Berbagai tumbuhan mengandung nikotin, senyawa neurotoksin yang mampu
mematikan serangga. Tembakau adalah tumbuhan yang mengandung jumlah
nikotin tertinggi dibandingkan tumbuhan lainnya.

Namun tidak seperti tumbuhan dari famili Solanaceae lainnya, tembakau
tidak mengandung senyawa tropan alkaloida yang beracun bagi manusia.

Meski mengandung cukup nikotin dan senyawa psikoaktif lainnya
(germakren, anabasin, dan alkaloida piperidin lainnya) untuk mengusir
herbivora, namun sejumlah hewan telah berevolusi dan mampu memakan
spesies daru genus Nicotiana tanpa mengalami gangguan.

Tembakau masih tidak mampu dimakan oleh banyak spesies. Karena minimnya
predator, tembakau liar seperti Nicotiana glauca telah menjadi
spesies invasif.

* Dampak tembakau

Sosial[sunting | sunting sumber]
Merokok di tempat umum telah sejak lama hanya dilakukan oleh pria.
Wanita yang merokok dianggap telah merusak kesuciannya. Di Jepang
pada jaman Edo, pelacur dan kliennya saling mendekati dengan berpura-
pura menawarkan rokok.

Hal yang sama juga dilakukan di Eropa pada abad ke-19.[2] Sejak
Perang Sipil Amerika, penggunaan tembakau dikaitkan dengan
maskulinitas dan kekuasaan, dan menjadi ikon pencitraan
penguasa kapitalis.

Saat ini tembakau banyak ditentang karena mengakibatkan banyak
masalah kesehatan sehingga muncul kampanye anti rokok di beragai
tempat di seluruh dunia. Bhutan adalah satu-satunya negara yang
melarang penjualan tembakau.

* Demografi

Tembakau hampir seluruhnya dijadikan rokok, dan pemanfaatan tembakau
hampir seratus persen berupa rokok. Pada tahun 2000, merokok dilakukan
oleh setidaknya 1.22 miliar orang dan sebagian besar merupakan laki-laki.
Namun selisih antar gender berkurang dengan meningkatnya usia.

Orang miskin memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk merokok,
demikian pula masyarakat di negara miskin dan berkembang jika
dibandingkan dengan masyarakat di negara maju. Hingga tahun 2004,
WHO melaporkan jumlah kematian sebesar 5.4 juta jiwa akibat rokok.

* Kesehatan

Berdasarkan WHO, tembakau merupakan penyebab terbesar kematian oleh
penyakit-yang-dapat-dicegah. Bahaya penggunaan tembakau mencakup
penyakit yang terkait dengan jantung dan paru-paru seperti serangan
jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema, dan kanker
(terutama kanker paru-paru, kanker laring, dan kanker pankreas).

WHO memperkirakan bahwa tembakau menyebabkan kematian bagi 5.4 juta
jiwa pada tahun 2004.[11] 100 juta kematian akibat tembakau telah
terjadi akibat tembakau sepanjang abad ke 20.[12] Tembakau juga
penyebab kematian bayi dan janin di seluruh dunia karena orang
tua perokok.

Perokok pasif meski tidak merokok, dapat mengalami kanker paru-paru.
Di Amerika Serikat 3000 orang dewasa meninggal akibat paparan asap
rokok sebagai perokok pasif. Setidaknya 46000 orang perkok pasif
mengalami penyakit jantung dan meninggal.

Jumlah perokok secara umum berkurang dengan meningkatnya kesejahteraan
dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara. Dengan kata lain,
jumlah perokok berkurang seiring dengan bergeraknya suatu negara menjadi
negara maju. Di Amerika Serikat, jumlah perokok telah berkurang
setengahnya secara persentase sejak tahun 1965, dari 42% menjadi 20.8%.

Sedangkan di negara miskin dan negara berkembang, jumlah perokok
justru meningkat secara persentase per tahunnya. India dan China,
dengan penduduk yang sangat berlimpah dan IPM yang tidak terlalu
tinggi menjadikan keduanya pasar bagi rokok dari seluruh dunia.

China sendiri teah menjadi produsen rokok terbesar di dunia dengan
memproduksi 2.4 triliun batang rokok per tahun atau setara dengan
40% produksi total dunia.

_______________

Penutup
_______________

Demikian infonya para kawan sekalian....!

Dan jika anda ingin tahu bagimana pula gambaran "Tembakau Deli",
maka ini linknya :

Selamat malam...!

Musik....!
____________________________________________________________________
Cat :
- Postingan ini berlanjut ke :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/08/tengok-tembakau-deli-sejarah.html







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar