Saturday, September 26, 2015

Propaganda dan Pemilu Serentak 2015 (Ingot-Ingot)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Ilmu Propaganda dalam Hubungannya dengan
Kampanye Pemilu Serentak 2015)
~ Di posting untuk mendukung situs Angkola Pers (Publikasi) ~
_____________________________________________________________________












_______________

Kata Pengantar
_______________


"Pemerintah eksekutif dan legislatif telah menyepakati pilkada serentak
untuk daerah-daerah yang akan habis masa jabatannya pada tahun 2015
dan semuanya diselenggarakan pada Desember 2015".

Demikian wikipedia menyebutkan tentang Pemilu Serentak Indonesia
tahun 2015.

Para kawan dimanapun berada...!

Setiap kali Pemilu, penulis selalu teringat pada yang namanya
Propaganda. Juga selalu teringat pada macam ajaran Agama Islam.

Jika penulis tilik isi dari kedua ajaran ataupun Ilmu ini, penulis
kadang senyum-senyum dikit. Bagaimana tidak...!

- Tuhan menciptakan Ilmu yang sedikit untuk manusia, dan dengan
  Ilmu yang sedikit ini, manusia diharapkan agar mampu melksanakan
  ajaran-ajarannya, hingga manusia itu bisa berbahagia di Dunia
  dan akhirat.

- Manusia menciptakan Ilmu yang cukup banyak, hingga kadang mereka
  tak perduli apakah Ilmu tersebut barokah atau tidak. Bagi mereka
  yang penting itu tercapai suatu tujuan lewat Ilmu tersebut, tentang
  bagaimana pertanggungjawabannya di kemudian hari, urusannya
  belakangan.

Para kawan sekalian...!

Ilmu ciptaan manusia yang penulis maksud adalah "Ilmu Propaganda"
yang menurut hemat penulis sama dengan "Ilmu Tak Takut Dosa". dan
Ilmu ini paling tersa penerapannya di Nusantara ini pada saat-saat
kampanye untuk memperebutkan Kursi yang mungkin dalam ajaran Islam
disebut "Kursi Setan", karena banyak para pempinpin itu (Lebihdari satu)
setelah duduk dikursi ini jadi kesatanan.

Ehem...!

Berikut info sekitar "Ilmu Propaganda" para kawan sekalian dan Ilmu
ini telah penulis pelajari (Tau secara Teori) pada saat kuliah dulu
diFakultas Komunikasi.

Selamat menyimak...!

Oya...!

Untuk lebih memperoleh manfaat penulisan, di penutup tulisan penulis
mengingatkan sesuatu pada para pemilih dan yang dipilih sehubungan
dengan "Ilmu Propaganda" ini.

Sekali lagi,

"Selamat menyimak...!"

______________________

Sekilas Propaganda
______________________
























Ket :
Propaganda kartupos Perancis pada era Perang Dunia I bergambarkan
karikatur dari Kaisar Jerman Wilhelm II sedang menggigit bumi


























Ket :
Poster Perang Dunia II dari Angkatan Bersenjata Amerika tentang Jepang
yang diasosiasikan sebagai tikus (binatang yang merugikan) mendekati
perangkap yang diberi tanda "Angkatan Laut, Angkatan Darat, Sipil",
sebagai latar belakang peta negara bagian Alaska

Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti
mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan
untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang.

Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi
memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang
mendengar atau melihatnya.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali
menyesatkan dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-
fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih
menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional.

Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam
kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk
persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi
langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki
pelaku propaganda.

Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda
memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul,
komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi
yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya.

Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang
yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai
macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi
penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme
alat kontrol sosial.

* Macam-macam definisi propaganda

Definisi propaganda modern

Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk
persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan
reaksi yang diinginkan penyebar propaganda.

Garth S. Jowett and Victoria O'Donnell, Propaganda And Persuasion

- Jacques Ellul mendefinikan propaganda sebagai komunikasi yang
“digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan
partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa
yang terdiri atas individu-individu, diersatukan secara psikologis
dan tergabungkan di dalam suatu kumpulan atau organisasi.”

Bagi Ellul, propaganda erat kaitannya dengan organisasi dan tindakan,
yang tanpa propaganda praktis tidak ada.

Dalam Everyman's encyclopedia, propaganda merupakan suatu seni untuk
menyebarkan dan meyakinkan suatu kepercayaan, khususnya kepercayaan
agama atau politik.

Leonard W. Dobb, sebagai pakar opini publik, menyatakan bahwa propaganda
merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh individu-individu yang
berkepentingan untuk mengontrol sikap kelompok termasuk dengan cara
menggunakan sugesti, sehingga berakibat menjadi kontrol terhadap
kegiatan kelompok tersebut.

Jozef Goebbels, Menteri Propaganda Nazi pada zaman Hitler, mengatakan:
"Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang
diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya."

Tentang kebohongan ini, Goebbels juga mengajarkan bahwa kebohongan
yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja.

* Tipologi propaganda

Propagandis mencoba untuk mengarahkan opini publik untuk mengubah
tindakan dan harapan dari target individu. Yang membedakan propaganda
dari bentuk-bentuk lain dari rekomendasi adalah kemauan dari
propagandis untuk membentuk pengetahuan dari orang-orang dengan
cara apapun yang pengalihan atau kebingungan.

Propaganda adalah senjata yang ampuh untuk merendahkan musuh dan
menghasut kebencian terhadap kelompok tertentu, mengendalikan
representasi bahwa itu adalah pendapat dimanipulasi. Metode
propaganda termasuk kegagalan untuk tuduhan palsu.

* propaganda dapat digolongkan menurut sumbernya:

"propaganda putih" berasal dari sumber yang dapat diidentifikasi
 secara terbuka.
   
"propaganda hitam" berasal dari sumber yang dianggap ramah akan
tetapi sebenar-benarnya bermusuhan.

"propaganda abu-abu" berasal dari sumber yang dianggap netral tapi
sebenarnya bermusuhan.

Propaganda telah berkembang dalam perang psikologis di mana
propaganda menemukan ekstensinya.

propaganda politik yaitu melibatkan usaha pemerintah, partai atau
golongan untuk pencapaian tujuan strategis dan taktis.
   
propaganda sosiologi yaitu melakukan perembesan budaya kemudian
masuk ke dalam lembaga-lembaga ekonomi, sosial dan politik.

* Komponen propaganda

Pihak yang menyebarkan pesan, berupa komunikator, atau orang yang
dilembagakan/lembaga yang menyampaikan pesan dengan isi dan tujuan
tertentu.

Komunikan atau target penerima pesan yang diharapkan menerima
pesan dan kemudian melakukan sesuatu sesuai pola yang ditentukan
oleh komunikator.

Pesan tertentu yang telah dirumuskan sedemikian rupa agar
mencapai tujuannya dengan efektif.

Sarana atau medium yang tepat dan sesuai atau serasi dengan
situasi dari komunikan.

Kebijaksanaan atau politik propaganda yang menentukan isi dan
tujuan yang hendak dicapai.

Dilakukan secara terus menerus.

Terdapat proses penyampaian gagasan, ide/kepercayaan, atau doktrin.

Mempunyai tujuan untuk mengubah opini, sikap, dan perilaku individu/
kelompok, dengan teknik-teknik memengaruhi.

Kondisi dan situasi yang memungkinkan dilakukannya kegiatan propaganda
yang bersangkutan.

Menggunakan cara sistematis prosedural dan perencanaan.
   
Dirancang sebagai sebuah program dengan tujuan yang kongkrit untuk
memengaruhi dan mendorong komunikan melakukan sesuatu yang sesuai
dengan keinginan atau pola yang ditentukan oleh komunikator.

* Sejarah

Propaganda kuno

Propaganda sudah ada sejak awal terdokumentasinya sejarah manusia.
Inskrpsi Behistun (515 SM) yang menggambarkan kenaikan Darius I ke
tahta Persia merupakan contoh propaganda awal. Arthashastra yang
ditulis oleh Chanakya (350 - 283 SM), profesor di Universitas
Takshashila, membahas propaganda secara detail, termasuk cara
menyebarkan propaganda dan pemakaiannya dalam peperangan.

Muridnya, Chandragupta Maurya (340 - 293 SM), menggunakan cara-cara
ini untuk mendirikan dan menjadi pemimpin Kekaisaran Maurya. Tulisan
karya penulis Romawi Kuno seperti Livy (59 SM - 17 M) dianggap
propaganda pro-Romawi yang hebat.

Contoh lain adalah The War of the Irish with the Foreigners abad ke-12,
oleh para Dál gCais yang menggambarkan mereka sebagai penguasa s
ejati Irlandia.
Pergeseran makna

Pada abad ke-17 Gereja Katolik Roma mendirikan the congregation de
propaganda (sebuah usaha untuk mempropagandakan kepercayaan tersebut)
namun kalimat ini menjadi berkonotasi negatif (bermakna negatif) saat
diterapkan pada abad ke-20.

Beberapa hal yang dianggap memiliki kedekatan hubungan dengan propaganda
adalah kesalahan informasi seperti inflasi bahasa dan penggelembungan
bahasa yang disebarluaskan.

contoh:
   
1. Perang antara Amerika Serikat vs Irak
2. Perang dingin antara CIA dan Soviet
3. Orde baru: Dwifungsi ABRI, Mayoritas Tunggal, Asas Tunggal,
   Sakralitas Pancasila dan UUD'45

* Sifat

- Tertutup/terselubung.
- Terbuka.
- Pada awal tertutup akan tetapi lambat laun mulai terbuka.

* Jenis

- propaganda agitasi bertujuan agar komunikan bersedia memberikan
  pengorbanan yang besar bagi tujuan yang langsung, mengorbankan
  jiwa mereka dalam usaha mewujudkan cita-cita.

- propaganda vertikal dengan melalui media massa.
- propaganda horisontal dengan melalui komunikasi interpersonal dan
  komunikasi organisasi dibanding komunikasi massa.
- propaganda integrasi dengan penanaman doktrin.

* Sistem

- Penggunaan simbol-simbol agar komunikan tidak tersadar dengan arah
 dan tujuan dari keinginan komunikator

- Penggunakan fakta sebagai alat pemaksa agar komunikan menerima
  pesan dan melakukan tindakan seperti apa yang diharapkan oleh komunikator

* Metode

- Metode Koersif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa
  ketakutan bagi komunikan agar secara tidak sadar bertindak sesuai
  keinginan komunikator

- Metode Persuasif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa
  kemauan secara sukarela bagi komunikan agar secara tidak sadar
  dengan seketika dapat bertindak sesuai dengan keinginan komunikator
   
- Metode pervasif, sebuah komunikasi dengan cara menyebarluaskan pesan
  serta dilakukan secara terus menerus/berulang-ulang kepada komunikan
  sehingga melakukan imitasi atau menjadi bagian dari yang diinginkan
  oleh komunikator

* Hubungan antara iklan, humas, dan propaganda

Dalam bidang periklanan atau kehumasan untuk tujuan komersial, bisa
jadi sesuatu itu bukan murni propaganda, namun dapat mengandung
elemen propaganda saat pesan bertujuan untuk menyesatkan penerima
pesan dengan menyembunyikan:

- Sumber informasi
- Tujuan informan
- Sisi lain cerita (hanya satu pihak)
- Konsekuensi saat pesan ini diadopsi.

* Etika komunikasi persuasif

Untuk menghindari propaganda, praktisi humas memiliki beberapa etika
komunikasi persuasif yang diperkenalkan oleh Prof. Richard L. Johannesen
dari Northen Illinois University dimana mereka diberikan seperangkat
pemilah untuk membedakan mana yang diperbolehkan dalam pesan membujuk
dan mana yang dilarang dan termasuk propaganda.

* Teknik-teknik propaganda

Pemberian julukan (Name calling) adalah penggunaan julukan untuk
menjatuhkan seseorang, istilah, atau ideologi dengan memberinya
arti negatif.

Cap PKI pada penduduk desa tertentu. (Berakibat penduduk tersebut
ditangkap karena menganut ideologi yang dilarang pada masa
pemerintahan orde baru)

Glittering Generality (Glittering Generality) adalah penyampaian
pesan yang memiliki implikasi bahwa sebuah pernyataan atau produk
diinginkan oleh banyak orang atau mempunyai dukungan luas.

Jutaan orang mendukung aborsi (perhatikan bahwa jumlah orang dan
lokasi tidak dinyatakan secara spesifik).

Semua dokter gigi menggunakan Oral B (perhatikan bahwa jumlah dan
lokasi tidak dinyatakan secara spesifik).

Teknik transfer adalah suatu teknik propaganda dimana orang, produk,
atau organisasi diasosiasikan dengan sesuatu yang mempunyai
kredibilitas baik/ buruk.

Sampoerna Hijau, enaknya rame-rame (baca: rokok diasosiasikan
dengan persahabatan)

Tebang pilih (Card stacking) adalah suatu teknik pemilihan fakta
dan data untuk membangun kasus dimana yang terlihat hanya satu sisi
suatu isu saja, sementara fakta yang lain tidak diperlihatkan.

Penyamarataan yang berkilap (Glittering generalities) adalah teknik
dimana sebuah ide, misi, atau produk diasosiasikan dengan hal baik
seperti kebebasan, keadilan, dan demokrasi.

Marlboro citarasa Amerika sejati

Manusia biasa (Plain folks) adalah salah satu teknik propaganda yang
menggunakan pendekatan yang digunakan oleh seseorang untuk menunjukkan
bahwa dirinya rendah hati dan empati dengan penduduk pada umumnya.

Cara ini banyak digunakan untuk kampanye untuk memperoleh kekuasaan
politik (kursi presiden, bupati, pemerintah daerah). Biasanya acara
telah dirancang sedemikian rupa saat individu yang dicalonkan lewat,
maka ia akan mencium bayi, bersalaman dengan orang biasa, hingga
memeluk orang papa.

Kesaksian (testimonial) adalah salah satu teknik propaganda yang paling
umum digunakan dimana ditampilkan seseorang yang untuk bersaksi dengan
tujuan mempromosikan produk tertentu, kadang-kadang dalam kesaksiannya
orang yang sama menjelek-jelekkan produk yang lain.
___________________________________________

Penutup dan Ingat-Ingat (ingot-Ingot)
___________________________________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya lewat pengetahuan Propaganda ini, anda atau kita sebagai
pemilih lebih selektif nian dalam menilai penyataan-pernyataan para
calon pimpinan di Pemilu Serentak 2015 ini.

Jika menurut penilaian anda seorang calon pimpinan lebih banyak
menggunakan Propaganda dengan "tanpa melihat fakta-fakta yang ada"
maka ragukanlah calon tersebut sebagai pilihan anda.

Dan pada anda, para calon pimpinan yang mungkin akan berkampanya
untuk dapat menang dalam pemilihan, maka berkampanyelah dengan
mengacu pada fakta-fakta yang anda dan jangan mengacu pada Khayalan
anda yang sudah tak punya batas itu.

Dan ingat...!

Ilmu Propaganda adalah salah satu Ilmu yang ada di Dunia ini. Ilmu
lainnya masih banyak. Dan salah satu Ilmu lainnya itu adalah Ilmu
Agama Islam yang sudah sama kita ketahui adalah Ilmu Kebalikan
dari Propaganda.

Selamat malam....!



 ____________________________________________________________________
Cat :

cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment