Saturday, October 24, 2015

Terjun Payung dan Seluk Beluknya

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Terjun Payung)
________________________________________________________________
















____________________

Kata Pengantar
____________________


















Tentunya kita semua pernah memenggal payung, apakah payung-nya di tangan
kanan atau tangan kiri. Oya...! maksud saya memegang dan bukan memenggal.

Lanjut...!

Kita juga pernah mendengar "Sediakan payung sebelum hujan" dan kita
sering tidak menyediakannya sehingga kita kena hujan dalam arti
sesungguhnya.

Para kawan sekalian...!

Tahukah anda :
- Apa yang harus disediakan sebelum terjun payung...?
- Ada berapa jenis kegiatan terjun payung...?
- Bagimana sejarah-nya...?
- Dan lain-lain...

Jika tidak tahu, maka mari mencari tahu lewat postingan ini

....dan...

Selamat menyimak...!

__________________________________________

Sekilas info tentang Terjun Payung
__________________________________________












* Pemahaman Umum


Terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah
pesawat terbang menggunakan parasut yang dapat dibentangkan.

Sejarah awal terjun payung tidak jelas. Diketahui Andre-Jacques Garnerin
membuat lompatan parasut dari balon udara panas pada tahun 1797.
Pertandingan awal dapat dilacak pada tahun 1930-an, dan menjadi
olahraga internasional pada tahun 1951.

Sekarang terjun payung dilakukan sebagai aktivitas rekreasional
dan olahraga kompetitif.

* Jenis

Terdapat sejumlah jenis olahraga terjun payung

Salto
Skysurfing
Formasi kanopi
Salto tandem
Gaya terjun bebas
Terbang bebas


* Parasut
















Parasut adalah suatu perangkat dari tekstil lembut yang digunakan
untuk memperlambat gerakan suatu objek di atmosfer dengan menciptakan
seretan (drag). Parasut umumnya digunakan untuk memperlambat gerak
turun seseorang atau suatu objek ke bumi.

Parasut drogue juga kadang digunakan untuk membantu penurunan
percepatan horizontal suatu kendaraan (pesawat terbang atau pesawat
ulang alik sewaktu mendarat atau suatu drag racer).

Kebanyakan parasut modern berbentuk sayap semi kaku, mudah bermanuver,
dan dapat diterbangkan sebagai glider.

Parasut dulu terbuat dari sutra, tapi kini hampir selalu dibuat dari
tekstil nilon, kadang dilapisi dengan silikon untuk meningkatkan
kinerja dan konsistensi. Awalnya, sutra digunakan untuk tali parasut,
tapi kemudian digantikan oleh nilon pada Perang Dunia II.

Sewaktu parasut model persegi diperkenalkan, para produsen berganti
ke bahan beregangan rendah seperti Dacron atau bahan tanpa regangan
seperti Spectra, Kevlar, dan Vectran.

Kata parasut berasal dari kata bahasa Perancis "para" (melindungi)
dan "chute" (jatuh). Karenanya, parasut sebenarnya berarti
"perlindungan waktu jatuh". Orang yang melakukan penerjunan dengan
parasut sering diistilahkan dengan "penerjun".


* Merdeka.com dan Sejarah Terjun Payung



















Merdeka.com - Kemarin ada cerita menarik soal para penerjun payung yang
nyasar pada upacara penutupan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia
Indonesia (Malindo) Darat Samudera Angkasa 2013 yang digelar di Lapangan
Benteng, Medan. Gara-gara angin kencang, para penerjun melenceng jauh
dari target mendarat di Lapangan Benteng.

Ada penerjun yang diketahui mendarat di lapangan perumahan Jalan Gaharu.
Kemudian ada yang mendarat di jalan antara Mal Palladium dan kantor Wali
Kota Medan, di rel kereta api Stasiun Besar Kereta Api, di Jalan Pulau
Pinang. Bahkan empat penerjun mendarat di lokasi proyek konstruksi di
Jalan Jawa.

Bicara terjun payung, tau kah anda bagaimana asal usul dan sejak kapan
aktivitas udara ini pertama kali muncul? Mungkin sebagian dari anda
sudah tahu. Tapi tak ada salahnya bila kita kembali membuka sejarah
terjun payung ini.

Pada abad ke-15, Leonardo da Vinci dalam bukunya Codex Atlanticus (1484)
pernah membuat sketsa yang menggambarkan perlengkapan terjun payung.
Namun Leonardo, pembuat lukisan Mona Lisa yang legendaris itu, belum
pernah merealisasikan sketsa gambar menjadi kenyataan.

Diduga parasut ini dirancang sebagai alat keselamatan saat terjadi musibah,
misalnya kebakaran, pada bangunan tinggi. Parasut yang dirancang Leonardo
berbentuk segitiga. Namun parasut semacam itu belum pernah ditemukan,
dan digunakan pada masanya, hingga sekarang.

Seabad kemudian, seorang pria berkebangsaan Italia, Fausto Veranzio
kembali merancang parasut yang berbeda dari konsep bikinan Leonardo.
Meskipun idenya masih bermula dari impian seniman besar tersebut.

Konsep Fausto itu dituangkan dalam buku berjudul: "Machinae Nova",
yang diterbitkan pada tahun 1595 di Venesia.

Buku itu memuat 40 sketsa, beberapa rancangan mesin dan peralatan.
Beberapa sketsa ada yang menggambarkan aksi manusia terjun payung
menggunakan parasut berbentuk segi empat. Baru pada 1617, Fausto
mewujudkan parasut rancangannya itu, kemudian menguji coba terjun
payung dari sebuah menara di Venesia. Tapi ada juga yang bilang,
konsep Fausto tidak pernah direalisasikan.

Usaha terjun payung berikutnya dilakukan oleh Andre Jacques Garnerin
dari Perancis. Pria yang lahir pada tanggal 31 Januari 1769 ini banyak
mempelajari bidang fisika sebelum bergabung dalam dinas milter Perancis.

Selama menjadi tawanan perang di Hungaria, Garnerin mulai melakukan
beberapa percobaan untuk mengembangkan parasut.

Dia berhasil menyelesaikan rancangannya itu pada tahun 1797. Sebuah
parasut berbentuk bundar dengan diameter 23 kaki. Seperti konsep dari
Leonardo dan Fausto, parasut buatan Garnerin ini juga masih dilengkapi
dengan kerangka sehingga bentuknya masih mirip payung, seperti yang
kita gunakan untuk melindungi diri dari hujan.

Pada 22 Oktober 1797 Garnerin menguji coba parasut buatannya itu
dengan melompat dari balon udara yang melayang pada ketinggian 975
meter di atas kota Paris. Tapi parasut itu gagal karena Garnerin sulit
mengendalikan hempasan udara, hingga membuat peluncuran Garnerin tidak
terkendali. Namun demikian dia berhasil mendarat dengan selamat.

Keberhasilan itu membuat Garnerin menjadi manusia pertama berhasil
menggunakan parasut dengan melakukan lompatan dari sebuah benda terbang
melayang di angkasa.

Dan pada tahun 1799, istri Garnerin (Jeanne-Genevieve Garnerin) menjadi
wanita pertama yang berhasil melakukan terjun payung.

Terjun payung yang dilakukan oleh Garnerin masih menggunakan keranjang
sebagai tempat duduk pengendara parasut. Parasutnya pun masih menggunakan
kerangka sehingga disebut dengan istilah parasut kaku (Vented Parachute).

Sementara orang yang pertama kali berhasil membuat parasut tanpa kerangka,
atau parasut lemas (Limp Parachute) adalah Tom Baldwin dari Amerika pada
tahun 1897. Pada 1919, Leslie Irvin, juga berasal dari Amerika menjadi
orang pertama kali berhasil membuat parasut yang dapat dikendalikan.

Selanjutnya terjun payung menggunakan parasut banyak dilakukan dalam
operasi militer. Setelah mengalami banyak hambatan, akhirnya pada tahun
1950 terjun payung diakui dunia sebagai salah satu cabang olah-raga yang
juga menjadi sarana rekreasi.

Sedangkan kejuaraan dunia olah-raga terjun payung yang pertama kali
diadakan di Yugoslavia pada 1951. Cabang olah-raga ini terus menyebar
ke seluruh dunia dan menjadi hobi bagi para penggila olahraga ekstrem.
Parasut pun dikembangkan dengan spesifikasi dan fungsi semakin canggih.

http://www.merdeka.com/peristiwa/asal-usul-terjun-payung.html
__________________

Penutup
__________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!


Kiranya kita semua lebih memperoleh gambaran tentang terjun payung
ini dan tidak terlalu kaget jik suatu saat ada pernerjung payung
yang mendarat di rumah anda, seperti pendaratan berikut ini :

Selamat malam...!

....dan.....

Terimakasih...selamat tinggal !

Sayo nara....sayonara...! 




































_______________________________________________________________________
Cat :

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment