Jumat, 18 Desember 2015

Naga : Pemahaman Umum, Pandangan, Naga Tanah Batak, Naga Simangombus dan Naga Bonar


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Naga dalam hubungannya dengan
_______________________________________________________________












___________________

Kata Pengantar
___________________

Para kawan diman-pun berada...!

Yang menginspirasi saya memposting "Naga" ini adalah keinginan saya
untuk tahu "Kira-kira seperti apa ramalan pemilik Shio Naga di Tahun
2016 ini, itu-nya...!)

Tapi, setelah saya pikir-pikir "Bagus melihat "naga" dari macam versi
termasuk versi Batak, maka postingan mengenai shio Naga-pun penulis
tunda".

Dan berikut info tentang Naga tersebut.

Selamat menyimak...!
_____________________________

Sekilas infotentang Naga
______________________________

* Pemahaman Umum


Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil
berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan.
Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang
menggambarkannya sebagai kadal bersayap.

* Pandangan Terhadap Naga

Naga, dalam berbagai peradaban dikenal dengan nama dragon (Inggris),
draken (Skandinavia), Liong (Tiongkok), dikenal sebagai makhluk
superior yang berwujud menyerupai ular, kadang bisa menyemburkan
api, habitatnya di seluruh ruang (air, darat, udara).

Meskipun penggambaran wujudnya berbeda-beda, namun secara umum
spesifikasi makhluk tersebut digambarkan sebagai makhluk sakti.

Sosok naga di dunia barat digambarkan sebagai monster, cenderung
merusak dan bersekutu dengan kekuatan gelap. Dicitrakan sebagai
tokoh antagonis yang seharusnya dihancurkan.

Seseorang bisa mendapat gelar pahlawan atau ksatria dengan membunuh
naga. Pendek kata, naga adalah ancaman bagi manusia.

Tidak demikian halnya dengan citra naga di peradaban timur. Di
Tiongkok, naga dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan agung
layaknya dewa.

Naga adalah satu-satunya hewan mitos yang menjadi simbol Shio.
Budaya Minangkabau mengenal dongeng Ngarai Sianok yang diciptakan
oleh Sang Naga.

Hiasan berbentuk naga juga sangat lekat dengan budaya Jawa, umumnya
terdapat di gamelan, pintu candi dan gapura, sebagai lambang penjaga.
Masyarakat Dayak juga menggambarkan Naga sebagai penguasa dunia bawah,
dan Burung Enggang sebagai penguasa dunia atas.

Naga di peradaban timur mendapat tempat terhormat, karena meskipun
mempunyai kekuatan dahsyat yang bisa menghancurkan, namun tidak
semena-mena dan bahkan bisa mengayomi.

Naga atau Ular menurut pandangan kebanyakan Orang Indonesia, dianggap
sebagai lambang dunia bawah. Sebelum Zaman Hindu (Neolithicum), di
Indonesia terdapat anggapan bahwa dunia ini terbagi menjadi dua bagian,
yaitu dunia bawah dan dunia atas, dan masing-masing mempunyai sifat
yang bertentangan. Dunia bawah antara lain dilambangkan dengan bumi,
bulan, gelap, air, ular, kura-kura, buaya. Sedangkan dunia atas
dilambangkan dengan matahari, terang, atas, kuda, rajawali.

Pandangan semacam itu juga hampir merata di seluruh bangsa Asia.
Dalam cerita Mahabarata maupun pandangan kebanyakan Orang Indonesia
sendiri sebelum Zaman Hindu, naga atau ular selalu berhubungan
dengan air, sedangkan air mutlak diperlukan sebagai sarana pertanian.

* India

Istilah naga merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta atau India
kuno yang bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa
para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya
dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa,
Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra. Bangsa Naga
yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan
disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda,
yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi
Kasyapa.

Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai
sepupu juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka
kurang baik dan sering terlibat perselisihan. Di antara para Naga
ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra
Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa
menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular,
bergelar Ananta.

* Tiongkok

Dalam tradisi Tionghoa juga terdapat makhluk bernama Liong atau
Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan
istilah naga. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran
raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga
berbeda dengan gambaran naga versi India.

Naga versi Tionghoa dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya
angin topan. Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang
baik selama ia selalu dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan
roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci
menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk
menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya membesar,
ia bangun dan terbang menuju surga.

Sebagian ilmuwan berpendapat, naga dalam kebudayaan Tionghoa
merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman
dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal
dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryuu.

Naga dalam shio memiliki arti kebenaran. Arti lain adalah perlindungan
dan keperkasaan. Shio naga terdapat pada tahun 2012, 2000, 1988, 1876,
1964, 1952, 1940. Shio naga memiliki kemampuan mulut yang baik dan
sayangnya sering membuatnya celaka.

* Kalimantan

Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar
dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam
air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan
perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.

Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan
"Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala
atau Pohotara, yang disimbolkan enggang gading (burung), sedangkan
alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai
naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam
bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup di antara keduanya.

Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih
sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata, pasangan suami isteri
yang mendirikan dinasti kerajaan Banjar. Setelah berkembangnya
agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai
oleh Nabi Daud,

sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur
rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang gading diwujudkan
dalam bentuk tatah ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di
bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran
makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut
disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuh-tumbuhan.

* Eropa

Mitos dan dongeng rakyat tentang naga juga telah tumbuh di dunia
Barat sejak berabad-abad silam. Naga dalam dunia Barat digambarkan
sebagai kadal raksasa dengan 2 tangan dan 2 kaki serta memiliki
sayap besar pula, ia juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan
lidah-lidah api dan hidup di gua.

Naga seperti ini adalah naga yang terlihat dalam film Harry Potter
and the Goblet of Fire & Harry Potter and the Deathly Hallows
part 2 Naga ini selalu digambarkan suka memangsa manusia.

* Galeri 























____________________________________________

Sekilas info tentang Naga Tanah Batak
____________________________________________

Tak pala banyak yang penulis ketahui mengenai Naga Tanah batak ini.
Begitu-pun dipikiran penulis ada yangdimaksud secara umum mengenai
naga ini yaitu naga sebagai mitos yang dalam bahasa Batak disebut
si Mangombus, Naga Sebagai Marga dan Naga sebagai kebenaran.

1. Naga sebagai mitos / cerita

Salah satu cerita yang penulis ketahui mengenai Naga tanah batak
sebagai mitos / cerita adalah naga dalam cerita "Putri Hijau".
Lebih jelas-nya dapat anda ketahui lewat link :

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/01/legenda-putri-hijau-simbolisme-perlunya.html



















2. Naga Sebagai marga





















Ket :
Si Naga

Jelas...! Salah satu marga batak dari sekian banyak marga yang ada
adalah Marga Naga atau Si Naga. Tentang bagaimana sejarahnya
Marga Si Naga ini dapat anda ketahui lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/12/marga-si-naga-dan-asal-usulnya.html

3. Naga Sebagai pembela kebenaran

Jika di dunia Barat masih banyak yang menganggap Naga adalah
penguasa dunia kegelapan, maka di Tanah Batak Naga adalah
pembela kebenaran.

Naga sebagai nama orang ini namanya Naga Bonar si naga dan ini
dia orangnnya :

Karena benar-nya beliau ini, maka naga Bonar ini-pun telah terbelah
menjadi 3 yaitu :

- Naga Bonar Sebagai Pejuang
- Naga Bonar ada dua
- Naga Bonar jadi Naga Bonar Pakpahan

Semua ini dapat anda perjelas lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/08/naga-bonar-terbelah-menunggu-belahan-ke.html
























_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Clean seleksilah, bagaimana bagusnya info ini dapat di seleksi.
Soalnya penulis juga bingung apakah benar atau tidak Naga sebagai
mitos ini ada.

Selamat malam...!

_________________________________________________________________________
Cat :


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar