Saturday, December 19, 2015

Kelinci dan Hurnap

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info umum sekitar Kelinci dan melihat hubungannya dengan
Kelinci Asli Indonesia dari Pulau Sumatra dan Gang Kelinci Jakarta)
________________________________________________________________











__________________

Kata Pengantar
__________________

"Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang
asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera.
Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan".

Demikian wikipedia Ind menggambarkan keberadaan Kelinci ini di Pulau
Sumatra sebagai satu-satunya ras kelinci di Nusantara.

Para kawan diman-pun berada...!

Berikut info sekitar Kelinci

...dan....

Selamat menyimak...!
__________________________________

Sekilas info tentang Kelinci
__________________________________

* Pemahaman Umum

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan
di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup
di Afrika hingga ke daratan Eropa.

Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo
Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae
(jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya
jenis kelinci dan terwelu).

Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang
berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara
mulai mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera
ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang
baru ditemukan pada tahun 1972.

Saat ini sejumlah jenis kelinci menjadi hewan peliharaan dan hewan
pedaging. Beberapa jenis kelinci sebagai hewan pedaging juga ada yang
dijadikan hewan peliharaan.

Jenis kelinci terbesar di dunia, yaitu Continental Giant biasanya
dijadikan hewan pedaging, tetapi ada juga yang memeliharanya dan secara
resmi telah menjadi kelinci terbesar di dunia dengan tingi/panjang 4
feet + 4 inci (132 sentimeter) dan berat 3,5 stones (22,2 kilogram).

* Jenis

Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas.
Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas
adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).

Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek
dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna
kekuningan berubah menjadi kelabu.

Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora,
Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain.

Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora
dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil
persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.

Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis kelinci jawa
(Lepus negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel).

Kelinci jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa
Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga
dengan ujungnya yang hitam. Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg.

Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang
asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera.
Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan.

* Data biologis

Bayi kelinci di dalam kandang.
Masa hidup: 5 - 10 tahun
Masa produksi: 1 - 3 tahun
Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)
Masa penyapihan : 6-8 minggu
Umur dewasa: 4-10 bulan
Umur dikawinkan: 6-12 bulan
Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu
setelah anak disapih.

Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
Periode estrus : 11 - 15 hari
Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)
Volume darah: 40 ml/kg berat badan
Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin,
dan faktor pemeliharaan.

* Kelinci di Indonesia

Dari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh
orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah
jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu
peternakan daging dan hias.

___________________________________________

Sekilas Kelinci atau Hurnap Tanah Batak
___________________________________________

Sepengetahuan penulis...!

Benar ada-nya apa yang dikatakan wikipedia Ind sebagimana penulis
kemukakan di kata pengantar di atas. bahwa Kelinci ini memang
banyak yang hidup di Gunung-Gunung Pulau Sumatra.

Hurnap ini cukup sering ditemukan oleh para pemburu Rusa di
Tanah Batak. Dan jika tertangkap tak jarang menjadi tontonan
masyarakat sekitar karena Hurnap atau Kelinci ini di Tahun
70'an masih jarang dan bahkan tak ada yang memelihara kelinci
ini.

Dan adanya kata "Hurnap" di tnah Batak sesungguhnya suatu
pertanda juga bagi orang Batak, bahwa Kelinci sudah dari dulu
ada di Tanah Batak.

Berikut Galeri Animasi-nya :



















_________________________________________________

Penutup dan Gang Kelinci Jakarta berikut solusinya
_________________________________________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya cukup jelas bukan...???
bagaimana Kelinci ini digambarkan dalam keadaan yang sebenarnya.

Dan jika anda ingin tahu gambaran konotatifnya, maka ini dia.

Musik...!

dan

Selamat malam....!






























__________________________________________________________________________
Cat :

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment