Rabu, 06 April 2016

Bunga dan Taman Bunga Nusantara


#SELAMAT MALAM PARAKAWAN#
(Menyimak info sekitar Bunga dalam iringan Animasi Taman
Bunga Nusantara)
_________________________________________________________________________

________________

Kata Pengantar
________________

Lewat link :
............
penulis berwisata ke Taman Bunga Nusantara.

Nah...!

Untuk melengkapi infonya berikut info sekitar Bunga dalam iringan
Animasi Taman Bunga Nusantara.

Selamat menyimak...!
_________________________________

Sekilas info tentang Bunga
_________________________________

* Pengertian

Bunga atau kembang (bahasa Latin: flos) adalah alat reproduksi seksual
pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae,
"tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi,
yaitu benang sari dan putik.

Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu
rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai
bunga majemuk atau inflorescence.

Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga
(tunggal), misalnya pada Anthurium dan bunga matahari. Satuan bunga
yang menyusun bunga majemuk disebut floret.

Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji.
Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan,
bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan
berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.




























* Fungsi bunga

Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya
gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan
biji. Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru
disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat
hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan
panas atau aroma yang khas, juga bertujuan memikat hewan untuk
membantu penyerbukan.

Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi
kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera
membentuk bunga apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah.

Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas Bougainvillea. Bunga
mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan
telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni
sehingga memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu
nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.


* Morfologi bunga








Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang
sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala
sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga
(corolla), 17. Kelopak bunga (calyx).

Bunga adalah daun dan batang di sekitarnya yang termodifikasi. Modifikasi
ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh
sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat
dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh
perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan,
dan ketersediaan air (lihat bagian Bunga:Pembentukan bunga).








Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan
sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri
bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan
zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.


Tumbuhan Crateva religiosa berbunga sempurna: memiliki stamen dan
pistillum. Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan
(benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu
organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit.

Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian
utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah
sebagai berikut:


* Kelopak bunga atau calyx;







Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni
untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;

Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia:
rumah pria) berupa benang sari;Alat kelamin betina atau gynoecium (dari
bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada
pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah
bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam
kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma
untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus
berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai
struktur [[tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi
yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat
hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh,
dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4
atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.


* Pembentukan bunga







Lihat artikel utama: Teori ABC pembentukan bunga
Terbentuknya bunga sejak lama menjadi perhatian orang, karena banyak
nilai ekonomi tanaman budidaya bergantung pada pembentukan bunga.
Bunga tidak akan terbentuk sebelum jaringan tempat ia akan muncul
telah mencapai tahap kematangan (maturity) tetapi belum terlalu tua
(senile).

Pada tumbuhan berbentuk pohon, jaringan yang baru terbentuk atau masih
berkembang (juvenile) akan sangat sulit membentuk bunga. Jaringan yang
mencapai tahap kematangan sering kali ditandai dengan nisbah karbon-
nitrogen (nisbah C-N) yang tinggi. Kandungan karbon tinggi karena telah
banyak metabolit tertimbun dalam bentuk polisakarida dalam jaringan
tersebut. Pembentukan bunga memerlukan energi yang besar.








Nisbah C-N yang tinggi biasanya cukup sebagai pendorong terbentuknya
bunga. Namun, banyak ditemukan jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan
pemicu agar bunga muncul. Pemicu ini dapat berupa suhu rendah selama
beberapa waktu (vernalisasi), panjang (durasi) penyinaran (fotoperiodisme),
dan kekurangan air (kekeringan). Gandum roti tipe winter (musim dingin,
karena ditanam menjelang musim dingin) tidak akan berbunga jika tidak
mengalami musim dingin dalam tahap pertumbuhan dan perkembangannya.







Anggrek merpati memunculkan bunga apabila mengalami malam yang dingin.
Berbagai kultivar yute bersifat fotoperiodik sehingga waktu tanam sangat
vital dalam menentukan hasil panen. Tanaman kopi dikenal memerlukan periode
kering sekitar dua bulan dan diikuti oleh hujan secukupnya untuk memicu
terbentuknya bunga.

Kajian yang dilakukan pada Arabidopsis thaliana, suatu tumbuhan model,
menunjukkan bekerjanya Teori ABC dalam pembentukan bunga. Substansi A
diperlukan untuk membentuk daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal).

Substansi B diperlukan dalam pembentukan daun mahkota dan benang sari
(stamen). Substansi C diperlukan untuk terbentuknya benang sari dan
daun buah (carpellum, sebagai penyusun putik).

_______________

Penutup
________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!
__________________________________________________________________________
Cat :
* Wikipedia
* Video Tayang Youtube :
Taman Bunga Nusantara (Flower Garden), Cipanas - West Java - Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=3_iVmmTzkkE&nohtml5=False
NET5 - Taman Bunga Nusantara Bogor
https://www.youtube.com/watch?v=jgjETRIQnbE&nohtml5=False

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar