Rabu, 06 April 2016

Las : Pengertian,Sejarah, Jenis, Proses dan Animasi



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Las dalam hubungannya dengan Pengertian,
Sejarah, Jenis, Proses dan Animasi)
____________________________________________________________________

________________

Kata Pengantar
________________

"...maka dapat disimpulkan bahwa kerja las adalah menyambung dua bagian
logam atau lebih dengan menggunakan energi panas".

Demikian wikipedia menyimpulkan tentang Pengertian Las.

Para kawan sekalian...!

Berikut info kelengkapannya

...dan...

Selamat menyimak...!
________________________________

Sekilas info tentang Las
________________________________









* Pengertian

Las menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), " adalah penyambungan
besi dengan cara membakar. Dalam referensi-referensi teknis, terdapat
beberapa definisi dari Las, yakni sebagai berikut :

Berdasarkan defenisi dari Deutsche Industrie Normen (DIN) dalam Harsono
dkk(1991:1), mendefinisikan bahwa " las adalah ikatan metalurgi pada
sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair ".

Sedangkan menurut maman suratman (2001:1) mengatakan tentang pengertian
mengelas yaitu salah satu cara menyambung dua bagian logam secara
permanen dengan menggunakan tenaga panas. Sedangkan Sriwidartho,
Las adalah suatu cara untuk menyambung benda padat dengan dengan
jalan mencairkannya melalui pemanasan.

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kerja las
adalah menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi
panas.

* Proses pengelasan









Proses pengelasan berkaitan dengan lempengan baja yang dibuat dari
kristal besi dan karbon sesuai struktur mikronya, dengan bentuk dan
arah tertentu. Lalu sebagian dari lempengan logam tersebut dipanaskan
hingga meleleh. Kalau tepi lempengan logam itu disatukan, terbentuklah
sambungan. Umumnya, pada proses pengelasan juga ditambahkan dengan
bahan penyambung seperti kawat atau batang las. Kalau campuran tersebut
sudah dingin, molekul kawat las yang semula merupakan bagian lain
kini menyatu.

Proses pengelasan tidak sama dengan menyolder di mana untuk menyolder
bahan dasar tidak meleleh. Sambungan terjadi dengan melelehkan logam
lunak misalnya timah, yang meresap ke pori-pori di permukaan bahan
yang akan disambung.

Setelah timah solder dingin maka terjadilah sambungan. Perbedaan
antara solder keras dan lunak adalah pada suhu kerjanya di mana batas
kedua proses tersebut ialah pada suhu 450 derajat Celcius. Pada
pengelasan, suhu yang digunakan jauh lebih tinggi, antara 1500
hingga 1600 derajat Celcius.

* Sejarah pengelasan

Pengelasan dengan metode yang dikenal sekarang, mulai dikenal pada
awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari
pembakaran gas acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit.
Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih mulai langka.

Pada Perang Dunia II, proses pengelasan untuk pertama kalinya
dilakukan dalam skala besar. Dengan las listrik, dalam waktu singkat,
Amerika Serikat dapat membuat sejumlah kapal sekelas dengan kapal
SS Liberty, yang merupakan kapal pertama yang diluncurkan dengan di
las.

Di mana sebelumnya kapal yang dikeluarkan, proses pengerjaan menggunakan
paku keling (‘’rivets’’). Pada masa itu, muncul pula cara pertama
untuk mengetes hasil pengelasan, seperti uji ‘’kerfslag’’ (lekukan
yang tertutup lapisan).

* Deskripsi

Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam
dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan
atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan
sambungan yang kontinyu.

Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas,
meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat,
pipa saluran dan sebagainya.

Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk
reparasi misalnya untuk mengisi nlubang-lubang pada coran. Membuat
lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus,
dan macam –macam reparasi lainnya.

Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan
sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu
rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan
memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat lasdengan kegunaan kontruksi
serta kegunaan disekitarnya.

Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya
didalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya
memerlukan bermacam-macam penngetahuan.

Karena itu didalam pengelasan, penngetahuan harus turut serta mendampingi
praktik, secara lebih bterperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi
bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang
cara-cara pengelasan.

Cara ini pemeriksaan, bahan las, dan jenis las yang akan digunakan,
berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang.

Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan
metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer
atau cair.

Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah
sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi
panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan
termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang
disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang
disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan
lebih lanjut.

Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan
yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari
pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang
ditemukan. Sehingga boleh dikatakan hampir tidak ada logam yang dapat
dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini.

* Jenis-jenis pengelasan dan pemotongan









Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang
digunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan
dalam hal-hal tersebut.
Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut pada waktu ini
dapat dibagi dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan
klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.

Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las
patri dan lain-lainnya. Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya
kelompok-kelompok seperti las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya.

Bila diadakan pengklasifikasian yang lebih terperinci lagi, maka kedua
klasifikasi tersebut diatas dibaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok
yang banyak sekali.

Di antara kedua cara klasifikasi tersebut diatas kelihatannya klasifikasi
cara kerja lebih banyak digunakan karena itu pengklasifikasian yang
diterangkan dalam bab ini juga berdasarkan cara kerja.

Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas
utama yaitu : pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.

Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan
sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api
gas yang terbakar.

Pengelasan tekan adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan
kemudian ditekan hingga menjadi satu.

Pematrian adalah cara pengelasan dimana sambungan diikat dan disatukan
denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dalam
hal ini logam induk tidak turut mencair.

Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang
didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. Cara yang banyak digunakan
dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan
busur listrik.

Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan
cair dengan busur gas. Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik
dan las gas akan dibahas secara terpisah. Sedangkan cara-cara penngelasan
yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan. Pemotongan, karena
merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah.

Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan :

Pengelasan cair

Las gas
Las listrik terak
Las listrik gas
Las listrik termis
Las listrik elektron
Las busur plasma

Pengelasan tekan

Las resistensi listrik
Las titik
Las penampang
Las busur tekan
Las tekan
Las tumpul tekan
Las tekan gas
Las tempa
Las gesek
Las ledakan
Las induksi
Las ultrasonic
Las busur
Elektroda terumpan
Las busur gas
Las m16
Las busur CO2
Las busur gas dan fluks
Las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks
Las busur fluks
Las elektroda berisi fluks
Las busur fluks
Las elektroda tertutup
Las busur dengan elektroda berisi fluks
Las busur terendam
Las busur tanpa pelindung
Elektroda tanpa terumpan
Las TIG atau las wolfram gas

Terdapat berbagai jenis pengelasan yang digunakan dalam proses penyatuan
logam. Dalam beberapa literatur, terdapat hingga 40 bahkan 200 metoda pengelasan.

Berikut ini dijelaskan beberapa metode pengelasan yang dikenal

* Las karbit

Las Karbit adalah proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan)
yang menggunakan gas karbit (gas aseteline=C2H2) sebagai bahan bakar,
prosesnya adalah membakar bahan bakar yang telah dibakar gas dengan O2
sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam
induk dan logam pengisi.

* Las listrik

Ranger 250 GXT Front.jpg

Pada Las listrik, panas yang diperoleh untuk proses pelelehan diperoleh
dari perbedaan tegangan antara ujung tangkai las dengan benda yang akan
di las. Kalau elektroda las cukup dekat dengan benda yang akan dikerjakan
itu, akan terjadi loncatan bunga api permanen yang berasal dari arus listrik.

Selama melakukan las listrik, tetesan elektroda lempengan logam berdiameter
tertentu, berjatuhan menjadi kumpulan cairan logam.

Salah satu metode modern dari las listrik adalah las plasma . Plasma adalah
gas panas yang suhunya sedemikian tinggi sehingga elektron luar molekul-
molekul gas terpisahkan dan membentuk ion. Elektroda untuk las plasma
dibuat dari bahan yang kuat, misalnya wolfram

Arus listrik mengionisasi gas plasma sehingga terjadi arus tunggal.
Sewaktu terbentuk cairan panas, kawat las bisa ditambahkan.

Las Plasma sangat stabil. Cara ini bisa dijalankan secara automatis, antara
lain karena hasil pengelasan tidak terpengaruh oleh panjang arus. Karena
las plasma sangat cepat, ia bisa digunakan ntuk mamasang lapisan anti
karat dan anti aus pada konstruksi baja.

Las Listrik merupakan dasar dari banyak proses las dengan aplikasi khusus.
Salah satu yang paling terkenal adalah las MIG/MAG ( Metal Inert Gas/
Metal Active Gas).
 Bedanya dengan las listrik biasa ialah, dari ujung tangkai las juga
keluar aliran gas. Dapat berupa gas karbondioksida yang disebut las CO2,
tetapi dapat juga argon atau campuran beberapa gas. Aliran gas itu
melindungi cairan yang meleleh dari udara sekitarnya. Udara mengandung
oksigen yang pada suhi sekitar 1800 derajat Celcius dapat membuat karat.

* Elektroda

Elektroda atau kawat las ialah suatu benda yang dipergunakan untuk
melakukan pengelasan listrik yang berfungsi sebagai pembakar yang akan
menimbulkan busur nyala.

Banyak orang yang berpikir bahwa kawat las hanya memiliki satu jenis saja.
Apapun barang yang dilas, maka jenis las dan bentuk kawatnya pun hanya
itu-itu saja. Padahal sebenarnya, terdapat banyak sekali jenis kawat las
yang biasa dipanggil elektroda di pasaran.

Satu jenis eletroda ini dipakai khusus untuk suatu pekerjaan pengelasan.
Elektroda atau kawat las ini menentukan seberapa besar arus listrik yang
pas untuk suatu pengerjaan pengelasan.

Elektroda sendiri memiliki berbagai kode spesifikasi yang dapat kita
lihat pada kardus pembungkus kawat las. Kebanyakan pengelas biasanya
menggunakan insting, pengalaman, dan kebiasaan dalam menentukan kawat
las dan besarnya arus listrik, namun, kita dapat mengenal beberapa kode
yang tertulis dalam bungkus elektroda atau kawat las, khususnya yang
memiliki tipe SMAW.

Kebanyakan masyarakat awam yang tidak memiliki pengetahuan yang mendalam
mengenai dunia pengelasan berpikir bahwa hanya ada satu kawat las saja.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya ada berbagai jenis kawat
las yang dipergunakan untuk melakukan pengelasan untuk jenis material
yang berbeda.

Perbedaan yang ada di antara berbagai jenis kawat las listrik atau yang
sering juga disebut elektroda ini terletak pada berbagai hal termasuk
juga besaran arus listrik yang akan dipergunakan dalam proses pengelasan.
Material yang berbeda membutuhkan besaran arus listrik yang berbeda pula
untuk memberikan hasil las yang paling pas, sesuai dengan kebutuhan yang ada.

* Standar Kawat Las Listrik












Ada standar tertentu yang dipergunakan oleh para pelaku industri
pengelasan untuk bisa menentukan elektroda yang akan dipakai dan
besaran arus listrik yang diperlukan.
Standar yang umum dipakai adalah standar yang ditentukan oleh AWS
(American Welding Society), yang merupakan badan pengelasan resmi
di Amerika Serikat.

Standar yang ditetapkan oleh badan ini telah diakui secara luas dan
dipergunakan sebagai standar pengelasan di berbagai negara. Badan ini
mengeluarkan standar yang dinyatakan dengan tanda E XXXX yang berarti:

E merujuk pada keterangan kawat las listrik alias elektroda
XX (dua angka pertama) merujuk pada kekuatan tarikan dari kawat las
yang dinyatakan dalam satuan kilo pund square inch atau Ksi. Satuan
ini juga sering dinyatakan dalam lb/in²

X (angka ketiga) merujuk pada posisi pengelasan yang bisa dilakukan
dengan elektroda tersebut. Angka 1 menunjukkan penggunaan pada semua
posisi, angka 2 menunjukkan bahwa kawat las tersebut dapat dipakai pada
posisi datar dan horizontal dan angka 3 menunjukkan bahwa kawat las
tersebut hanya dapat dipakai pada posisi flat saja

X (angka keempat) merujuk pada jenis pelapis dan arus yang dipergunakan
pada elektroda tersebut Spesifikasi tersebut berlaku untuk penggunaan
pengelasan pada Mild Steel sementara untuk spesifikasi atau standar
untuk proses pengelasan yang lain seperti untuk Low Alloy Steel dan
juga untuk Stainless Steel memiliki berbagai kode tambahan lagi di
belakang kode standar yang telah disebutkan diatas. Para pelaku
industri pengelasan wajib mengetahui dengan persis apa yang tercantum
pada kotak kemasan elektroda yang akan mereka beli sehingga mereka bisa
mengetahui kegunaan yang spesifik dari elektroda tersebut.

* Kawat Las Listrik Baja














Untuk elektroda yang akan dipergunakan untuk pengelasan baja lunak
sendiri terdiri atas berbagai jenis tergantung dari material yang
dipergunakan. Beberapa contoh diantaranya adalah:

Elektroda untuk proses pengelasan besi tuang yang terbagi lagi atas
beberapa jenis elektroda yaitu elektroda baja, elektroda nikel, elektroda
perunggu dan elektroda dengan hydrogen rendah

Elektroda untuk aluminium
Elektroda untuk pelapis keras yang bertujuan untuk memberikan lapisan
yang keras pada material yang dilas sehingga material tersebut bisa
lebih tahan terhadap berbagai hal.

Elektroda jenis ini sendiri terbagi atas 3 macam yaitu elektroda tahan
aus, elektroda tahan pukulan dan elektroda tahan kikisan

* Las gesekan

Pada las gesekan, panas timbul sebagai akibat gesekan kedua bagian logam
yang akan disambung dengan berputar dalam kecepatan tinggi . Panas hasil
gesekan tersebut akan melelehkan logam, dan kalau diberikan sedikit tekanan,
maka akan terjadi sambungan. Setelah logam mulai meleleh, koefisien gesekan
akan turun dan pertambahan panas akan berhenti, sehingga bahan tidak
mungkin kepanasan.

Untuk mengelas pipa ledeng besar dengan las gesekan, diperlukan las gesekan
radikal. Kedua bagian pipa harus sedikit terpisah sewaktu cincin logam
yang mengelilinginya diputar. Pada saat tertentu, cincin yang berputar
itu ditekan. Panas hasil gesekan itu akan melelehkan cincin bagian dalam
serta ujung kedua pipa. Proses pengelasan selesai.

Las gesekan umumnya digunakan dalam industri mobil, untuk menyambung as,
komponen bak persneling dan kolom kemudi. Dengan metode las gesek ini
akan lebih mudah untuk menyambung bahan-bahan yang sulit dilas dengan
proses biasa. Misalnya untuk menghubungkan baja dengan tembaga, tembaga
dengan aluminium dan titanium.

* Las termit

Las Termit adalah penyambungan/las antara dua batang rel melalui suatu
reaksi kimia dengan menggunakan termit (besioksida dengan bubuk aluminium).
Metode ini dilaksanakan dengan bahan yang sederhana dan menghasilkan
sambungan yang baik. Reaksinya seperti berikut:

Fe2O3 + 2 Al ? 2 Fe + Al2O3 + 850 kJ

Hasil reaksi tersebut berupa besi ditambah dengan kerak Al2O3 serta panas
yang terjadi cukup untuk mencairkan besi yang berada disekitar rel yang
pada gilirannya akan memadukan besi hasil reaksi dengan rel.

* Las eksplosi

Las eksplosi digunakan untuk memasang lapisan anti karat pada logam biasa.
Metodanya dapat digambarkan sebagai berikut. Apabila dua lempengan A dan B
akan di las. Kedua lempengan ditumpuk, dan di luar A diletakkan selapis
bahan peledak yang disulut. Lempengan A akan ditekan keras pada B dan
keuda lempengan akan meleleh pada tempat kontak. Setelah beberapa
seratus detik gelombang kejut ledakan itu hilang, bahan akan mendingin
dan bagian A dan B sudah melekat.

* Las laser

Dalam proses las laser, digunakan sinar laser dikarenakan laser bersifat
mengumpulkan energy dalam satu titik. Umumnya digunakan untuk mengelas
komponen yang mengandung peralatan-peralatan sensitif terhadap panas.
Seperti kotak pacu jantung yang didalamnya terdapat komponen-komponen
elektronika. Keuntungannya, panas hanya terkumpul pada tempat yang kecil.
Untuk pekerjaan seperti itu dipakai laser bahan padat seperti ‘’neodymuim-
YAG-laser’’. Bahan yang lebih tebal tidak dapat disambung dengan laser
seperti itu .

Namun disebut-sebut laser CO2 memiliki energi yang lebih banyak untuk
setiap milimeter perseginya. Laser ini dapat melelehkan logam sampai
sedalam 15 milimeter.

* Las sinar elektron

Selain sinar laser yang digunakan dalam las laser, sinar elektron juga
bisa dipakai untuk memanaskan logam hingga titik leburnya. Bahan yang
akan dilas dihujani elektron bermuatan negatif dari batang logam untuk
menyambung, yang akan menuju ke muatan positif dari bahan yang akan
dikerjakan. Sinar elektron yang terdiri atas sejumlah elektron, setelah
bertubrukan dengan logam akan memproduksi panas.

Las dengan sinar elektron selain digunakan dalam industri nuklir, juga
digunakan dalam pembuatan mesin jetpesawat terbang. Namun kelemahannya
hanya bisa dipakai di ruangan hampa udara. Molekul udara dapat mencerai
beraikan sinar elektron dan energinya langsung memudar.

* Filler metal

Filler metal adalah bahan penambah yang digunakan dalam pengelasan. Metal
tersebut digunakan manakala kampuh cukup lebar dan diperlukan efisiensi
sambungan yang sekuat bahan dasar yang utuh.

Komposisi kimiawi bahan filler untuk GTAW dalam proses pengelasan didasarkan
pada komposisi kimiawi bahan induk. Jadi makin tepat bahan filler terhadap
bahan induk, makin baik. Pemilihan filler metal dalam teknik pengelasan
ditentukan oleh faktor faktor dibawah ini :

Kuat tarik yang mendekati bahan dasar
Keuletan ( toughness ) yang mendekati bahan dasar
Konduktivitas listrik bahan filler
Konduktivitas termal bahan filler
Ketahanan terhadap serangan karat ( coorosion resistance )
Tampak ujud yang baik.

* Kampuh Las

Kampuh las merupakan bagian dari logam induk yang akan diisi oleh logam
las, kampuh las awalnya adalah berupa kubungan las yang kemudian diisi
dengan logam las.
Sambungan las dengan menggunakan alur kampuh dikategorikan kedalam
sambungan las tumpul. Sambungan las tumpul adalah jenis sambungan paling
efisien. Sambungan ini dibagi menjadi dua yaitu sambungan penetrasi penuh
dan sambungan penetrasi sebagian.

Pada dasarnya dalam memilih bentuk kampuh harus menuju kepada penurunan
masukan panas dan penurunan logam las sampai kepada harga terendah dan
tidak menurunkan mutu sambungan.

Untuk kampuh-kampuh las pada saat pembakarannya dapat mengisi pada
seluruh tebalnya pelat. Sebelum pengelasan dilaksanakan kampuh las
harus melalui proses pengerjaan awal. Karat, minyak, cat harus
dihilangkan. Untuk memperoleh pembakaran yang baik, pada kampuh V
dipakai elektroda dengan diameter yang kecil atau disesuaikan dengan
besar sudut kampuh dan tebal pelat yang akan dilas.

* Keterampilan operator las

Mutu dari hasil pengelasan, bergantung pada keahlian operator atau juru
ataupun tukang las sendiri. Cara mengelas yang buruk dapat mengakibatkan
kerusakan fatal baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, mulai
dari kasus sederhana seperti pipa ledeng yang bocor ataupun ke hal-hal
yang lebih fatal seperti runtuhnya bangunan berkonstruksi baja yang
menggunakan bahan yang di las.

Pada saat pengelasan, kesalahan sering terjadi dan sambungan las jarang
sekali jadi. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari bara api pada
bagian yang di las tanpa mengulangi las di tempat yang sama.

Kalau hal itu terjadi, hubungan akan menjadi rapuh dan terbentuk titik
awal retakan kecil. Selain itu, bagian logam yang bersebelahan dengan
bagian yang di las tidak meleleh tetapi berubah karena panas. Pemanasan
yang diikuti dengan pendinginan yang cepat bisa menghasilkan struktur
logam seperti kaca, sehingga mudah retak.

Untuk las konvensional yang menggunakan tenaga manusia, operator las
dengan tangkai las yang menentukan berhasil tidaknya proses pengelasan.
Karena operatorlah yang menentukan suhu cairan logam, memilih diameter
elektroda las dengan kekuatan arus listrik dan mengatur jumlah gas dan
tekanan kawat las, serta menentukan campuran kawat las dan posisi
tangkai las. Operator las juga menghadapi situasi lingkungannya, baik
musim yang nantinya berpengaruh pada hasil las, cuaca ekstrim, iklim
lokasi yang perlu di las dan tantangan untuk pengelasan bawah laut.

Automatisasi dilakukan dengan bantuan robot las operator terbantu dengan
sistem kontrol las yang diberikan. Robot diprogram sedemikian rupa untuk
dapat memberikan kontrol jalur sambungan yang perlu di las dengan sistem
pengikut sambungan melalui sensor yang diberikan.

* Efek Sinar Las

Beberapa Laporan menyebutkan efek samping dari kontak langsung dengan
Sinar Las, umumnya adalah rasa pedih pada mata dan juga rasa seperti ada
pasir di kelopak mata. Adapun untuk pengobatannya adalah cukup dengan
obat tetes mata ataupun analgesik.

___________

Penutup
___________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!








________________________________________________________________________
Cat :
* Wikipedia
* Video Tayang Youtube :
1. Belajar Mengelas
https://www.youtube.com/watch?v=gMnww9AoM_0&nohtml5=False
2. beginilah teknik untuk pengelasan
https://www.youtube.com/watch?v=6mQFVVieYcc&nohtml5=False
3. Rangkaian Mesin Las Listrik
https://www.youtube.com/watch?v=wRYvWi89xsY&nohtml5=False
http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar