Selasa, 13 September 2016

Sejarah Lampu Lalu Lintas Dunia


#SELAMAT  MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Lampu lalu lintas)
_____________________________________________________________








_________________

Kata Pengantar
_________________

Para kawan dimana-pun berada...!

Berikut info kesimpulannya, jika anda memang ingin membaca
postingan ini dari kesimpulan dulu :

-  Digunakannya warna merah karena, karena kesan umum
   masyarakat dunia pada Merah adalah tanda bahaya

- Awal mula Lampu Lalintas berwarna Merah, Kuning, Hijau
  seperti sekarang ini, bermula dari Lampu lalu Lintas
  Kereta Api yang berwarna Merah, Hijau dan Putih

- Digantinya warna putih pada Lululintas Kereta Api ini
  karena warna ini tidak terlalu jelas terlihat pada
  siang hari

- Pada saat lampu lalu lintas Kereta Api ini digunakan
  untuk jalan raya hanyalah menggunakan warna Merah dan
  Hijau / tidak pakai kuning

- Masuknya warna kuning untuk menghindari banyaknnya
  kecelakaan, karena kuning memberi kesan hati-hati

Berikut info lengkapnya.

Selamat menyimak...!
____________________________________________

Sekilas info tentang Lampu Lalu Lintas
____________________________________________








* Pemahaman Awal

Lampu lalu lintas (menurut UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas
dan Angkutan Jalan: alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL)
adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang
di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki
(zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.

Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan
berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan
lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur
pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan
kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak
saling mengganggu antar-arus yang ada.

Lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia
ini. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal;
untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang
ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat
berjalan.

* Sejarah lampu lalu lintas








Penemu lampu lalu lintas adalah Lester Farnsworth Wire. Awal
penemuan ini diawali ketika suatu hari ia melihat tabrakan
antara mobil dan kereta kuda. Kemudian ia berpikir bagaimana
cara menemukan suatu pengatur lalu lintas yang lebih aman dan
efektif.

Sebenarnya ketika itu telah ada sistem perngaturan lalu lintas
dengan sinyal stop dan go. Sinyal lampu ini pernah digunakan
di London pada tahun 1863. Namun, pada penggunaannya sinyal
lampu ini tiba-tiba meledak, sehingga tidak dipergunakan lagi.

Morgan juga merasa sinyal stop dan go memiliki kelemahan,
yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga
masih banyak terjadi kecelakaan. Penemuan Morgan ini memiliki
kontribusi yang cukup besar bagi pengaturan lalu lintas,
ia menciptakan lampu lalu lintas berbentuk huruf T.

Lampu ini terdiri dari tiga lampu, yaitu sinyal stop (ditandai
dengan lampu merah), go (lampu hijau), posisi stop (lampu kuning).

Lampu kuning inilah yang memberikan interval waktu untuk mulai
berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga memberi
kesempatan untuk berhenti dan berjalan secara perlahan.

Jenis lampu lalu lintas

Berdasarkan cakupannya

Lampu lalu lintas terpisah — pengoperasian lampu lalu lintas
yang pemasangannya didasarkan pada suatu tempat persimpangan
saja tanpa mempertimbangkan persimpangan lain.

Lampu lalu lintas terkoordinasi — pengoperasian lampu lalu lintas
yang pemasangannya mempertimbangakan beberapa persimpangan
yang terdapat pada arah tertentu.

Lampu lalu lintas jaringan — pengoperasian lampu lalu lintas
yang pemasangannya mempertimbangkan beberapa persimpangan
yang terdapat dalam suatu jaringan yang masih dalam satu
kawasan.

* Berdasarkan cara pengoperasiannya







Fixed time traffic signal — lampu lalu lintas yang pengoperasiaannya
menggunakan waktu yang tepat dan tidak mengalami perubahan.
Actuated traffic signal — lampu lalu lintas yang pengoperasiaannya
dengan pengaturan waktu tertentu dan mengalami perubahan dari
waktu ke waktu sesuai dengan kedatangan kendaraan dari berbagai
persimpangan.

* Tujuan adanya lampu lalu lintas

Menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi
pergerakan kendaraan.

Memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan
dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran
arus lalu lintas dapat terjamin.

Mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan
karena perbedaan arus jalan.

* Variasi lampu lalu lintas

Lampu lalu lintas memiliki banyak variasi, tergantung dari budaya
negara yang menggunakannya dan kebutuhan khusus di perempatan
tertentu. Contoh variasinya adalah lampu lalu lintas khusus
pejalan kaki, lampu lalu lintas untuk pengguna sepeda, bus,
kereta, dan lain-lain. Urutan lampu yang terpasang juga dapat
berbeda-beda.

Selain itu, ada banyak aturan dalam pengaturan lampu lalu lintas.
Semua variasi lampu lalu lintas ini bisa saja dioperasikan
bersamaan pada perempatan yang kompleks. Misalnya saja pada
perempatan yang kompleks yang ramai dilewati para pejalan kaki
dan kendaraan roda empat. Di sisi lain, jika lampu pejalan kaki
berwarna hijau menyala, maka mobil harus berhenti, karena
secara otomatis lampu lalu lintas untuk kendaraan akan berwarna
merah jika lampu pejalan kaki berwarna hijau.

* Perkembangan lampu lalu lintas

Pada 10 Desember 1868, lampu lalu lintas pertama dipasang di
bagian luar Gedung Parlemen di Inggris oleh sarjana lalu lintas,
J.P Knight.

Lampu ini menyerupai penunjuk waktu (jam) dengan bentuk seperti
semapur dan lampu merah dan hijau untuk malam hari. Lampu-lampu
tersebut berasal dari tenaga gas.

Pada 2 Januari 1869, tiba-tiba lampu tersebut meledak dan melukai
seorang polisi sehingga harus dioperasi.

Pada awal 1912 Lampu lalu lintas modern ditemukan di Amerika Serikat.
Di Salt Lake City, seorang polisi, Utah, menemukan lampu lintas
pertama yang dijalankan dengan tenaga listrik.

Pada 5 Agustus 1914, American Traffic Signal Company memasang sistem
lampu sinyal di dua sudut jalan di Ohio. Lampu sinyal ini terdiri dari
dua warna, merah dan hijau, dan sebuah bel listrik. Lampu ini di
desain oleh James Hoge.

Keberadaan bel di sini untuk memberi peringatan jika adanya perubahan
nyala lampu. Lampu rancangan Hoge ini dapat dikontrol oleh polisi
dan pemadam kebakaran jika ada dalam keadaan darurat.

Pada awal tahun 1920, lampu lalu lintas dengan tiga warna pertama
dibuat oleh seorang petugas polisi, William Potts, di Detroit, Michigan.

Pada tahun 1923, Garrett Morgan mematenkan alat sinyal lampu lalu lintas.
Tahun 1917, lampu lalu lintas pertama dijalankan saling berhubungan
satu dengan yang lain. Interkoneksi antarlampu ini dijalankan pada
enam persimpangan yang dikontrol secara bersamaan dengan tombol manual.

Lampu lalu lintas pertama yang dioperasikan secara otomatis
diperkenalkan pada Maret 1922 di Houston, Texas.

Di Inggris, lampu lalu litas pertama dioperasikan di Wolverhampton
pada tahun 1927.

* Warna lampu lalu lintas





Warna yang paling umum digunakan untuk lampu lalu lintas adalah merah,
kuning, dan hijau. Merah menandakan berhenti atau sebuah tanda bahaya,
kuning menandakan hati-hati, dan hijau menandakan boleh memulai berjalan
dengan hati-hati.

Biasanya, lampu warna merah mengandung beberapa corak berwarna jingga,
dan lampu hijau mengandung beberapa warna biru. Ini dimaksudkan agar
orang-orang yang buta warna merah dan hijau dapat mengerti sinyal
lampu yang menyala. Di Amerika Serikat, lampu lalu lintas memiliki
pinggiran berwarna putih yang dapat menyala dalam kegelapan.

Ini bertujuan agar orang yang mengidap buta warna dapat membedakan
mana lampu kendaraan dan yang mana lampu lalu lintas dengan posisinya
yang vertikal.

* Sistem lampu lalu lintas








Sistem pengendalian lampu lalu lintas dikatakan baik jika lampu-lampu
lalu lintas yang terpasang dapat berjalan baik secara otomatis dan
dapat menyesuaikan diri dengan kepadatan lalu lintas pada tiap-tiap
jalur. Sistem ini disebut sebagai actuated controller. Namun, para
akademisi Indonesia telah menemukan sistem baru untuk menjalankan
lampu lalu lintas. Sistem ini dikenal sebagai Logika fuzzy. 








Metode logika fuzzy digunakan untuk menentukan lamanya waktu lampu
lalu lintas menyala sesuai dengan volume kendaraan yang sedang
mengantre pada sebuah persimpangan. Hasil pengujian sistem logika
fuzzy ini menunjukkan bahwa sistem lampu dengan logika ini
dapat menurunkan keterlambatan kendaraan sebesar 48,44% dan panjang
antrean kendaraan sebesar 56,24%; jika dibandingkan dengan sistem
lampu konvensional. Lampu lalu lintas pada umumnya dioperasikan
dengan menggunakan tenaga listrik. Namun, saat ini sudah perkembangan
teknologi lampu lalu lintas dengan tenaga matahari.


____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!








__________________________________________________________________
Cat :
Kenapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Hijau, Kuning dan Merah?
https://www.youtube.com/watch?v=hqUXtTdIfLo
 SEJARAH LAMPU LALU LINTAS DENGAN WARNA MERAH KUNING HIJAUNYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar