Sabtu, 05 November 2016

Kopi Sidikalang sebagai Kota Parkopian


#SELAMAT MALAM PARAKAWAN#
(Menyimak info sekitar Kopi Sidikalang)
___________________________________________












_________________

Kata Pengantar
_________________

Adongdo sada huta di luat dairi-i
tung mancai uli do hutai
kopi do mamboan goar ni hatai
ima kopi sidikalangi

Kota Sdikalang kota Parkopiani
nunga tarbarita goarni
akka si inum kopi sude umbotoi
taboni kopi sidikalangi

Adalah salah satu syair lagu yang mengambarkan
keberadaan kopi Sidikalang para kawan sekalan.

Nah...!

Berikut kelengkapan infonnya.

Selamat menyimak bersama macam animasi Kopi
Sidikalang dan lagu Kopi Sidikalang.

Musik...!












________________________________________

Sekilas info tentang Kopi Sidikalang
________________________________________

* Pemahaman Awal

Sejarahnya adalah buah ajaib yang konon ceritanya
ditemukan oleh penggembala ternak di Benua Afrika,
Utopia 1000 tahun sebelum Masehi, dan berkembang hingga
ke Indonesia dibawa oleh Belanda pada abad ke – 17 dan
menjadi buah primadona hingga saat ini.

Primadona? Yah primadona karena faktanya hingga sekarang,
Indonesia menjadi negara pengekspor kopi terbesar ketiga
di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

Memang jika kita telisik sejenak, buah kopi ini jika
kita kuliti, kita hisap akan terasa manis bercampur
agak pahit, setelah itu tubuh akan terasa segar.

Fakta yang menjadikan kopi buah ajaib hingga perlu 10001
cara untuk mengolah kopi menjadi minuman yang sangat
digandrungi, disenangi dan menjadi minuman sumber energi
yang pertama dan utama bagi seluruh umat manusia di dunia
ini.











Hampir bisa dipastikan kopi adalah minuman yang disukai
oleh semu orang, karena disamping gampang mendapatkan
warung kopi, penyajiannya yang simpel, juga cara membuat
bubuk kopi yang gampang dan tergantung selera masing-masing.

Memang perfecto, bahwa kopi adalah : Minuman energi dan
juga berjuta manfaat kopi lainnya bagi tubuh kita.

Sejarah Kopi Sidikalang Ntah, darimana awal sejarahnya,
namun yang pasti Sidikalang (Dairi) adalah daerah di
wilayah Sumatera Utara yang juga penghasil kopi yang
sangat mendunia.

Bersaing dengan kopi dari Gayo, Aceh kopi Sidikalang
tidak kalah enaknya dan mampu bersanding dengan kopi
Brazil, yang disebut sebagai salah satu kopi terbaik
di dunia.

* Hal Wilayah Sidikalang









Banyak rekan-rekan Kompasianer mungkin bertanya-tanya
dimana itu Dairi atau Sidikalang? Oke, saya lahir dan
dibesarkan di salah satu Desa di daerah Kabupaten Dairi,
jadi ceritanya Dairi atau Sidikalang ini adalah salah satu
Kabupaten yang cukup luas di Sumut dengan 15 Kecamatan,
161 Desa dan 8 Kelurahan.

Terletak di bagian barat daya Kota Medan, dengan luas
1.927,96 Km (192.796 Hektar), letak topografinya yang
berbukit-bukit, dengan variasi ketinggian berkisar
250 – 1.700 dpl dan kondisi suhu udara yang sejuk, curah
hujan yang cukup menjadikan hasil bumi yang paling terkenal
dari Dairi ini adalah KOPI.









Dari puluhan tahun yang lalu, Kopi adalah ikon komoditi
hasil bumi yang paling mendunia dari daerah ini. Kopi
Sidikalang adalah ikonnya Kopi jika kita bicara kopi
dari Sumatera Utara.

Ini adalah fakta. Jenis Kopi Sidikalang Ada dua jenis
kopi yang dibudidayakan di Sidikalang dari dahulu hingga
sekarang. Menjadi saksi hidup bagaimana membudidayakan
tanaman kopi di daerah tercinta ini membuat saya berniat
untuk menuliskannya kepada teman-teman semua.

* Hal Gambaran Cara Menaam Kopi









Semasa saya kanak-kanak, saya sudah diajari oleh orang
tua bagaimana menanam kopi arabika dan kopi robusta,
bagaimana merawat kopi dengan memberikan kompos, biasanya
kompos yang diberikan adalah kompos kotoran ayam yang
telah dicampur pupuk urea, atau juga boleh dengan ampas
gilingan padi ataupun ampas gilingan biji kopi itu sendiri.

Setelah dicampur maka ditaburi disekeliling batang pohon
Arabika atau Robusta, jarak dari batang ke kompos kira-kira
setengah meter atau sebatas daun pohon yang menutupi
batang pohon kopi.

Sungguh sangat gampang merawat pohon kopi ini, disamping
kondisi dan kesuburan tanah di dairi yang sangat bagus,
juga curah hujan yang teratur dan iklim yang bagus
menjadikan tanaman ini tetap memberikan hasil yang
maksimal dengan produksi sekitar 6.750 ton lebih untuk
kopi Robusta dengan luas perkebunan sekitar 14.117 hektare.

Sedangkan untuk kopi Arabika di kabupaten Dairi ada seluas
5.771,5 hektare dengan produksi sekitar 2.650 ton setiap
tahunnya. Mengenang masa-masa dimana untuk menghasilkan
kopi Robusta maupun kopi Arabika yang nikmat dari ladang
sendiri, anggota keluarga harus gotong royong untuk membuat
bubuk teh kopi nikmat.

* Hal Cara Pengolahan Kopi











Caranya juga sangat sederhana, yaitu : ¯Setelah kopi
Robusta yang sudah matang dipetik dari batangnya, kita
giling untuk memisahkan kulit dengan biji kopinya. ¯

Setelah digiling, maka dicuci dengan bersih, mencucipun
tidak asal dicuci, tetapi dipijak-pijak agar lendir maupun
selaput yang mengelilingi kopi lepas bersama dengan air. ¯

Setelah bersih, dijemur dalam jangka waktu yang lama,
biasanya dijemur di loteng-loteng rumah. Makanya di dairi
atau daerah sidikalang maupun daerah lain rata-rata rumah
punya loteng, tujuannya agar dapat menjemur kopi di dalam
rumah, karena cuaca di Sidikalang tidak menentu, sebentar
hujan, sebentar matahari bersinar. ¯

Setelah benar-benar kering, maka kopi kembali ditumbuk
memisahkan kulit yang sisa dengan biji kopi. ¯Setelah
ditumbuk dan dibersihkan baru biji kopi digongseng,
digoreng sampai gosong, hitam pekat. Terkadang disini
ketawa saat bercermin karena wajah, hidung ikut hitam
gosong..he.he.he. ¯

Setelah hitam gosong digoreng, kembali ditumbuk atau
digiling sampai benar-benar menjadi bubuk. Ingat saat
mengongseng atau menggoreng biji kopi, dicampur dengan
minyak mentega, kulit manis agar kopinya harum, bisa juga
dengan cengkeh, atau daun pandan, biji beras agar kopi
tersebut tidak terlalu tinggi kafeinnya (misalnya 6 muk
kopi yang digoreng, maka 2 muk beras campurnya), sehingga
ini dipercaya turun temurun menjadi obat alami untuk
menetralisir kafein tinggi yang terdapat di dalam kopi
yang dapat mengganggu kesehatan saat diminum.

Setelah ditumbuk hingga halus dan menjadi bubuk kopi, maka
kopi sudah siap untuk dikonsumsi oleh rumah tangga tanpa
harus membeli, juga untuk dijual atau dipasarkan dan menjadi
produk unggulan rumah tangga di kedai-kedai kopi.

Keunikan Kopi Sidikalang Kopi sidikalang, kopi yang berjarak
163 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara dengan jarak
tempuh kurang lebih 3 jam ini memiliki keunikan sehingga menjadi
numero uno di Sumatera Utara hingga dunia.

Baik kopi jenis Robusta maupun Arabika tetap disukai oleh
para penggemar kopi. Banyak pihak berlomba-lomba untuk
berburu kopi dari Sidikalang, ini karena punya keunikan,
yaitu : Kopi “Sigarar – Utang” Inilah julukan kopi Sidikalang
yang tidak bisa dilepaskan dari para petani kopi Dairi.

* Hal Kopi Sigarar Utang

Rata-rata dari semua unsur masyarakat di Dairi maupun yang
merantau ke luar dari Dairi tetap memelihara kopi, karena
kopi ini mempunyai sihir yang mampu membayar utang (sigarar
utang) dan mampu menjadi penyelamat ketika krisis terjadi.

Ini terbukti dialami oleh seluruh masyarakat Dairi. Tahun 1998,
ketika terjadi krisis di tanah air, warga Sidikalang seakan-
akan tidak mengalami hal itu.

Harga kopi yang melambung tinggi, dan buah kopi yang seakan-
akan tidak mau habisnya masa itu, memberikan kemakmuran bagi
masyarakatnya. Anak-anak bisa sekolah dengan baik bagi yang
mau sekolah, bisa membangun rumah, bisa membayar kredit dari
bank, bisa membayar hutang ketika itu, sehingga dari tahun
1998 hingga sekarang, kopi sidikalang dianggap bisa membayar
hutang.

* Hal Kopi Penyelamat Hajat Hidup  

Uang kuliah ketika anak kuliah di ITB, UI maupun universitas
swasta lainnya dapat ditutupi dengan hasil dari kopi ini.

Intinya, hasil kopi ini bisa menyelamatkan hajat hidup orang
banyak, juga memberikan kebahagiaan. Semoga para petani dairi
tetap mampu mempertahankan ladang kopi mereka.

Kopi Ateng dan Waktu Singkat Untuk Bisa Panen Disamping
produksi kopi yang bisa membayar utang, kopi Arabika telah
melanda semua petani Dairi dan ditanam serta mulai meninggalkan
jenis kopi Robusta.

* Kopi Arabika / Kopi Ateng

Kopi Arabika yang telah dimodifikasi yang dulunya kopi Arabika
itu menjulang tinggi, sehingga sangat susah untuk memetiknya –
karena harus pakai tangga, kursi, memanjat dan harus berjibaku
untuk memetik kopi yang tinggi, luas dengan cepat dan tepat –
karena harus fighting melawan luwak yang suka makan biji kopi –
maka dikembangkanlah jenis kopi varietas baru yang dinamakan
dengan Kopi Ateng.

Dikatakan kopi ateng, karena jenis kopi Arabika ini tumbuhnya
sudah cepat dan tidak terlalu panjang tumbuhnya, tetapi pendek
dengan batang yang dipenuhi oleh biji-biji kopi, sehingga proses
memetiknya lebih gampang, lebih cepat dan lebih simpel.

Tidak perlu lagi pakai tangga, pakai bangku dan harus memanjat,
cukup berdiri atau membungkuk. Disamping itu, cukup menunggu
hingga 2,5 tahun setelah ditanam untuk memanen kopi ateng ini.

Cukup simpel kan? Makanya hayo berkebun kopi Ateng. Buahnya
bisa dipetik secara rutin, sekali dalam dua minggu saat panen
kopi. Panen kopi Ateng ini bisa sampai 4 kali dalam setahun,
bulan 2, bulan 5, bulan 7, bulan 10 sampai 11.

* Hal Proses Penjualan

Proses penjualanya juga sangat murah, seperti yang saya
sebutkan diatas, cukup dipetik, digiling, dicuci, dijemur
diterik matahari, mulai pukul 08 s/d 1 siang, sambil kembali
mengambil kulit-kulit dan biji-biji yang tidak bagus, setelah
kering langsung deh dijual ke toke Kopi dan sudah menjadi duit.


Jika saat harga melambung tinggi, maka nasib Anda sebagai petani
Kopi akan sangat mujur. Soal perawatan? Hmm cukup jangan
biarkan rumput-rumput liar ada disekeliling kopi.

* Hal Kelebihan dan Kekurangan Kopi Arabika

Soal pemupukan? Cukup dengan kompos dicampur urea atau garam,
boleh 2 atau 3 kali setahun agar tanaman kopi Anda awet
menghasilkan buah Kopi. Gampang kan? Kopi Robusta “Nyaris
Hilang” Nah, sekarang ada fenomena ditengah-tengah petani
kopi Sidikalang, dimana mereka sekarang lebih memilih menanam
dan menghasilkan kopi Arabika dibanding Robusta, kenapa?
Karena kopi Arabika lebih cepat berbuah, lebih gampang
mengolahnya dan menjadi duit dan harganya lebih mahal dari
kopi Robusta, pun dengan permintaan dari konsumen, lebih
banyak dari kopi Robusta.

Hal inilah yang membuat petani Sidikalang berpindah ke kopi
Arabika. Padahal, dari segi kualitas, citra rasa dan aroma,
kopi Robusta lebih baik dari kopi Arabika, setidaknya itu
diamini oleh semua petani maupun kalangan pengusaha kopi
Sidikalang.


“Saya pernah mengolah kopi jenis Arabika dan mengemasnya
menjadi bubuk “sachet”, tetapi yang terjadi adalah kemasan
itu tidak laku di pasaran karena rasanya memang sangat jauh
berbeda dengan Robusta.

Aromanya nyaris tidak terasa sama sekali, seperti yang
dimiliki kopi Robusta. Pelanggan tetap memilih Robusta,
sedangkan Arabika akhirnya saya hentikan pengolahannya
karena tidak laku,” demikian pernyataan bu Aritonang, pemilik
dan pengusaha “home industri” kopi Sidikalang bermerek dagang
“IDA” yang sudah memulai usaha kopinya sejak puluhan tahun –
tepatnya sejak tahun 70-an.

Banyak pengusaha tetap berharap agar kopi Robusta ini tetap
ditanam di ladang kopi mereka walau tidak banyak. Setidaknya,
menunggu hingga harga kopi jenis Robusta ini stabil dipasaran.

Disamping itu juga, pengetahuan untuk mengolah kopi Arabika
ini menjadi kopi yang mampu setara kualitasnya dengan kopi
Robusta bagi masyarakat petani Sidikalang maupun kalangan
pengusaha menjadikan kopi Robusta ini tetap diharapkan jangan
hilang dan tinggal nama, sebab kebesaran Kopi Sidikalang
terletak dari pengolahan kopi Robusta.

* Hal Kopi Luak Sidikalang

Kopi Luwak Liar Arabika Sidikalang Yang terbaru dari Kopi
Sidikalang adalah adanya kopi luwak, ini karena memang luwak
sangat suka makan biji-bijian kopi Ateng maupun Arabika.

Cara pengolahan kopi luwak ini juga sangat tradisional oleh
para petani. Kotoran-kotoran biji kopi yang telah dikeluarkan
oleh binatang ini, dikumpulkan oleh para petani terpisah dari
biji kopi yang asli dari batangnya.

Setelah dikumpulkan, kopi luwak yang masih basah ini
dibersihkan dengan air bersih, kemudian biji kopi yang sudah
bersih dikeringkan dengan cara dianginkan tanpa terkena
sinar matahari langsung.

Setelah mengalami kekeringan sekitar 18%, kemudian kopi
tersebut dikupas dari kulit tanduknya dengan cara menumbuk
di lesung kayu sehingga menjadi kopi beras (greenbean).

Green bean kopi luwak tersebut kemudian dianginkan lagi
(tanpa sinar matahari) sampai kadar air 12 – 13%. Setelah
itu kopi disortir yang jelek dan yang bagus. Meskipun luwak
adalah pemilih jenis kopi yang paling mantap di dunia dengan
memilih kopi yang paling merah dan paling matang, namun
kopi yang dihasilkan masih ada yang rusak, sehingga masih
perlu disortir.

Sehingga bisa dibedakan mana yang bagus, mana yang jelek
atau tidak berisi. Seperti yang telah kita ketahui, meminum
kopi Luwak Liar rutin dengan ukuran yang tepat akan melindungi
diri kita dari penyakit diabet tipe 2, parkison, kepikunan
dini (Alzaimer), penyakit lever, kanker hati dan jantung
koroner. Selain manfaat tersebut, kopi luwak liar mempunyai
manfaat yang lebih banyak, diantaranya : üKandungan asam
dalam kopi luwak liar sangat rendah sehingga aman untuk
penderita maag.

üKandungan kafein dalam kopi luwak liar 0,5% lebih rendah
dibandingkan kopi biasa (12%) sehingga aman untuk penderita
penyakit jantung. üKandungan protein dalam kopi luwak liar
sangat rendah sehingga aman untuk program diet protein yang
bertujuan mengurangi penderita sakit jantung.

Menurut tradisi turun temurun dari nenek dan kakek jaman dulu,
kopi luwak bermanfaat bagi vitalitas dan asam urat. Kotoran
dari binatang luwak berbentuk gumpalan, gumpalan ini berisi
hormon dalam tubuh luwak yang membentuknya dari fermentasi
selama sekitar 12 jam. Hormon luwak itu masuk dalam kopi
yang dimakannya. üLuwak makan biji kopi pada malam hari dan cuaca
sangat dingin dan saat hujan, masyarakat meyakini bahwa kopi
luwak bisa menjadi obat asam urat.

* Hal Manfaat Minum Kopi










Penutup Alasan lain mengapa kita harus mengkonsumsi kopi,
menurut teman saya yang sudah berumur 50 tahun mengatakan
bahwa mengkonsumsi kopi sangat baik untuk :

(1) mengencangkan kulit,
(2) mengurangi rasa lapar, dan
(3) meningkatkan daya tahan tubuh.

Sedangkan menurut situs berita ternama Amerika, Huffington
Post yang saya akui juga sebagai pecinta kopi, bahwa manfaat
kopi salah satunya adalah membuat orang yang meminumnya
lebih teliti saat bekerja, juga bermanfaat untuk kesehatan.

Dijelaskan kandungan kafein pada kopi mampu membuat mata
“MELEK” sehingga ketika membaca atau mengetik, kita atau
Anda akan semakin teliti dan mampu menemukan kesalahan
ejaan atau yang lainnya – seperti yang Anda lihat di artikel saya
ini maupun artikel-artikel lainnya di Kompasiana.

Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan
oleh Journal of Experimental Psychology. Alasan lain mengapa
Anda kaum Hawa harus mengkonsumsi Kopi, karena mampu mengatasi
depresi. Wanita yang minum kopi setiap harinya punya kesempatan
besar menurunkan kadar depresi yang dialami, menurut sumber
dari Harvard.

Bahkan kopi mampu melindungi otak kita dan mampu menurunkan
resiko serangan Alzheimer. Khusus bagi pria, minum kopi mampu
menurunkan resiko kanker prostat, kanker kulit jenis carcinoma
dan penyakit diabetes tipe 2.

Ini adalah fakta dari penelitian Archives of Internal Medicine.
Minum kopi minimal 1 gelas satu hari dapat meningkatkan
vitalitas hidup kita, juga menunjang agar kondisi tubuh kita fit.

Mau kopi Sidikalang? Silahkan beli di toko-toko terdekat,
atau bagi rekan Kompasiana mau kopi Sidikalang? Sila hubungi
Saya. Semoga bermanfaat....!! Medan, 24 Mei 2015
_______________

Penutup
______________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/02/kopi-tradisional-sipirok-rasa-pahitnya.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/10/kopi-angkola-sipirok-di-hari-kopi-se.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/11/kopi-toraja-dalam-hubungannnya-dengan.html
http://angkolafacebook.blogspot.com/2016/11/kopi-basemah-pagaralam-sumatera-selatan.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/11/kopi-aceh-kopi-gayo-dan-kehebatannya.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/11/kopi-jawa-dan-pondok-kopi-jakarta-timur.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/11/kopi-lampung-yang-membuat-jatuh-cinta.html











_______________________________________________________________
Cat :
http://www.kompasiana.com/itnaibaho.blogspot.com/pesan-kopi-sidikalang-untuk-para-penggemar-kopi_5561f154e5afbdd823d47502
Kopi Sidikalang telah dikenal Dunia
https://www.youtube.com/watch?v=XdH4JMbCsyo
Cara Membuat Kopi Sidikalang di Rumah
https://www.youtube.com/watch?v=JTcM0Rj1evI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar