Senin, 28 November 2016

Nipah (Metroxylon spp.) sebagai Pembungkus Rokok Pucuk


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menyimak info sekitar Nipah sebagai bahan pembungkus
Rokok PucuK)
________________________________________________________













____________________

Kata Pengantar
____________________

Postingan ini bagian dari link :

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/03/bandar-udara-kuala-namo-dan-hukum.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/08/dari-rokok-elektroniik-sampai-ke-bakso.html

Bagaimana dengan Rokok Pucuk...?

Para kawan sekalian...!

Sepengetahuan penulis, sekitar tahun 70-80'an, rokok
pucuk sangat populer di Sumatra Utara. Para perokok
umumnya para orang tua yang sudah punya cucu, sehingga
rokok inipun disebut Rokok Oppung-Oppung (Kakek-Kakaek).

...dan...

Berikut info lengkapnya.

Selamat menyimak...!
___________________________________

Sekilas info tentang Nipah
___________________________________





* Pengertian

Nipah adalah sejenis palem (palma) yang tumbuh di
lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat
tepi laut.

Tumbuhan ini juga dikenal dengan banyak nama lain seperti
daon, daonan (Sd., Bms.), buyuk (Jw., Bali), bhunyok (Md.),
bobo (Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera),
palean, palenei, pelene, pulene, puleanu, pulenu,
puleno, pureno, parinan, parenga (Seram, Ambon dan
sekitarnya).

Di beberapa negara lain, tumbuhan ini dikenal dengan
nama (dalam bahasa Inggris) Attap Palm (Singapura),
Nipa Palm atau losa (Filipina), atau umumnya disebut
Nypa palm. Nama ilmiahnya adalah Nypa fruticans Wurmb,
dan diketahui sebagai satu-satunya anggota marga Nypa.

Tumbuhan ini merupakan satu-satunya jenis palma dari
wilayah mangrove. Fosil serbuk sari palma ini diketahui
berasal dari sekitar 70 juta tahun yang silam.


* Pemerian









Sebagaimana rumbia (Metroxylon spp.), batang pohon
nipah menjalar di tanah, membentuk rimpang yang
terendam oleh lumpur. Hanya roset daunnya yang muncul
di atas tanah, sehingga nipah nampak seolah-olah tak
berbatang.

Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Karena
perakaran nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang
sifatnya labil maka rumpun-rumpun nipah dapat
dihanyutkan oleh air sampai ke laut.

Dari rimpangnya muncul daun-daun majemuk menyirip khas
palma, tegak atau hampir tegak, menjulang hingga 9 m di
atas tanah. Panjang tangkainya 1-1,5 m; dengan kulit
yang mengkilap dan keras, berwarna hijau pada yang muda
dan berangsur menjadi cokelat sampai cokelat tua sesuai
perkembangan umurnya; bagian dalamnya lunak seperti gabus.
Anak daun berbentuk pita memanjang dan meruncing di bagian
ujung, memiliki tulang daun yang di sebut lidi (seperti
pada daun kelapa).

Panjang anak daun dapat mencapai 100 cm dan lebar daun
4–7 cm. Daun nipah yang sudah tua berwarna hijau,
sedangkan daunnya yang masih muda berwarna kuning,
menyerupai janur kelapa. Banyaknya anak daun dalam
tiap ental mencapai 25-100 helai.

Karangan bunga majemuk muncul di ketiak daun, berumah satu,
dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola dan
bunga jantan tersusun dalam malai serupa untai, merah,
jingga atau kuning pada cabang di bawahnya. Setiap untai
mempunyai 4-5 bulir bunga jantan yang panjangnya mencapai
5 cm.

Bunga nipah jantan dilindungi oleh seludang bunga, namun
bagian yang terisi serbuk sari tetap tersembul keluar.

Bunga nipah betina berbentuk bulat peluru dan bengkok
mengarah ke samping. Panjang tangkai badan bunga mencapai
100–170 cm. Tandan bunga inilah yang dapat disadap untuk
diambil niranya. Empat hingga lima bulan sejak keluarnya
bunga nipah, tandan bunga tersebut dapat disadap.

Pada saat ini pengisian biji sedang aktif, maka bila
dilakukan penyadapan pasti akan dapat memperoleh jumlah
nira yang maksimal.

Buah tipe buah batu dengan mesokarp bersabut, bulat telur
terbalik dan gepeng dengan 2-3 rusuk, coklat kemerahan,
11 x 13 cm, terkumpul dalam kelompok rapat menyerupai
bola berdiameter sekitar 30 cm.[2] Struktur buah mirip
buah kelapa, dengan eksokarp halus, mesokarp berupa sabut,
dan endokarp keras yang disebut tempurung. Biji
terlindung oleh tempurung dengan panjangnya antara 8–13 cm
dan berbentuk kerucut. Dalam satu tandan, buahnya dapat
mencapai antara 30-50 butir, berdempetan satu dengan yang
lainnya membentuk kumpulan buah bundar. Buah yang
masak gugur ke air dan mengapung mengikuti arus pasang
surut atau aliran air hingga tersangkut di tempat tumbuhnya.
Kerap kali buah telah berkecambah senyampang
dihanyutkaarus ke tempat yang baru.

* Tempat tumbuh dan penyebaran










Nipah tumbuh di bagian belakang hutan bakau, terutama
di dekat aliran sungai yang memasok lumpur ke pesisir.
Palma ini dapat tumbuh di wilayah yang berair agak tawar,
sepanjang masih terpengaruh pasang-surut air laut yang
mengantarkan buah-buahnya yang mengapung. Di tempat-tempat
yang sesuai, tegakan nipah membentuk jalur lebar tak
terputus di belakang lapisan hutan bakau, kurang lebih
sejajar dengan garis pantai. Nipah mampu bertahan hidup
di atas lahan yang agak kering atau yang kering
sementara air surut.

Palma ini umum ditemukan di sepanjang garis pesisir
Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya di
antara Bangladesh hingga pulau-pulau di Pasifik.
Nipah termasuk jenis tumbuhan yang terancam punah
di Singapura.

* Pemanfaatan


Daun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara
tradisional untuk membuat atap rumah yang daya tahannya
mencapai 3-5 tahun.

Daun nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat
dianyam untuk membuat dinding rumah yang disebut kajang.

Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas,
topi dan aneka keranjang anyaman. Di Sumatra, pada masa
silam daun nipah yang muda (dinamai pucuk) dijadikan
daun rokok—yaitu lembaran pembungkus untuk melinting
tembakau—setelah dikelupas kulit arinya yang tipis,
dijemur kering, dikelantang untuk memutihkannya dan
kemudian dipotong-potong sesuai ukuran rokok.

Beberapa naskah lama Nusantara juga menggunakan daun
nipah sebagai alas tulis, bukannya daun lontar.

Tangkai daun dan pelepah nipah dapat digunakan sebagai
bahan kayu bakar yang baik. Pelepah daun nipah juga
mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan
baku pembuatan pulp (bubur kertas). Lidinya dapat
digunakan untuk sapu, bahan anyam-anyaman dan tali.


* Buah nipah\








Nipah dapat pula disadap niranya, yakni cairan manis yang
diperoleh dari tandan bunga yang belum mekar. Nira yang
dikeringkan dengan dimasak dipasarkan sebagai gula nipah
(palm sugar). Dari hasil oksidasi gula nipah dapat
dihasilkan cuka.

Di Pulau Rote dan Sawu, Nusa Tenggara Timur, nira nipah
diberikan ke ternak babi di musim kemarau. Konon, hal
ini bisa memberikan rasa manis pada daging babi.

Di Filipina dan juga di Papua, nira ini diperam untuk
menghasilkan semacam tuak yang dinamakan tuba (dalam
bahasa Filipina).

Fermentasi lebih lanjut dari tuba akan menghasilkan cuka.
Di Malaysia, nira nipah dibuat sebagai bahan baku etanol
yang dapat dijadikan bahan bakar nabati pengganti
bahan bakar minyak bumi. Etanol yang dapat dihasilkan
adalah sekitar 11.000 liter/ha/tahun, jauh lebih unggul
dibandingkan kelapa sawit (5.000 liter/ha/tahun).

Umbut nipah dan buah yang muda dapat dimakan. Biji buah
nipah yang muda, yang disebut tembatuk, mirip dengan
kolang-kaling (buah atep), dan juga diberi nama attap
chee ("chee" berarti "biji" menurut dialek China tertentu).
Sedangkan buah yang sudah tua bisa ditumbuk untuk
dijadikan tepung.

Di Kalimantan arang dari akar nipah digunakan untuk
obat sakit gigi dan sakit kepala.

* Pengganggu









Gangguan alam yang sering menimpa tanaman nipah
adalah angin dan banjir.

Hewan yang sering mengganggu tanaman nipah adalah babi
hutan, monyet, tikus, larva kumbang artona, dan udang tanah.

Penyakit yang biasa menyerang tanaman nipah adalah jamur.
Tanaman nipah yang terserang penyakit jamur pertumbuhannya
akan terganggu. Bila yang terserang jamur adalah tangkai
buahnya, bidang sadapan akan cepat rusak dan membusuk,
sehingga tidak dapat disadap lagi. Kontaminasi jamur
penyakit menyebabkan penurunan kualitas nira.

____________

Penutup
____________









Demikian infonya para kawan sekalian....!

...dan...

postingan ini terinspirasi dari status FB para
Bung regar atau Siregar Marsada.

Selamat malam...!







_________________________________________________________
Cat :
Bertahan dengan Rokok Pucuk - YouTube
Proses membuat rokok daun nipah™MOV_0020.mp4 - YouTube
tutorial linting rokok daun (pucuk) - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=Gx6KsIaH1hg&t=1s


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar