Selasa, 08 November 2016

Pedang Pora Sebagai Serimonial Kemiliteran dalam Memasuki Kehidupan Baru



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Pedang Pora)
______________________________________








__________________

Kata Pengantar
__________________

"Setau  gw pedang pora adalah sebuah tradisi upacara
hanya pada pernikahan perwira lulusan dari akademi Militer,
Akademi Angkatan Laut, Akademi angkatan Udara dan Akademi
Kepolisian (dulu semuanya bagian dari AKABRI ).

Demikian gambaran jawaban terbaik yahoo.com, tanya jawab para
kawan sekalian pada pertanyaan, "Apakah yang dimaksud dengan
pedang pora".

Nah...!

Untuk melengkapi jawab tersebut berikut info tambahannya.

Selamat menyimak...!

Bersama macam animasi Pedang pora dari video tayang
youtube.

______________________________________

Macam Info sekitar Pedang Pora
______________________________________









* Info Pedang Pora 1
Dari
http://hariyantowijoyo.blogspot.co.id/2012/09/pedang-pora-tradisi-militer-abadi.html#axzz4PIoLcCwM


Assalamualaikum para sahabat-sahibit blogger sedunia.

Apakah ada diantara kalian yang pernah mendengar tentang
Upacara Pedang Pora, yaitu suatu seremonial kemiliteran
yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
dan Kepolisian Republik Indonesia saat melepas dan mengantar
salah seorang anggotanya memasuki kehidupan yang baru.

Bahkan sepertinya semua negara yang memiliki pasukan militer
juga melakukan seremonial pedang pora. Sedangkan Pedang pora
sendiri adalah jajaran pedang kehormatan berbentuk gapura
yang akan di lewati oleh yang bersangkutan.









Nach..kali ini saya akan memposting tentang Upacara Pedang
Pora yang dilaksanakan pada saat pesta pernikahan salah
seorang kerabat., yaitu Santo dan Gills, di Balai Manunggal -
Makassar [05092012].

Pedang Pora yang diadakan adalah ritual yang dilakukan
untuk mengantar anggotanya, yang kebetulan adalah anggota
dari Kesatuan Angkatan Darat, dari seorang bujangan menuju
dunia yang baru, yaitu telah menjadi sepasang suami istri,
dan bagi sang istri inilah awal perkenalan saat memasuki dan
menjadi anggota keluarga besar Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia.









Prosesi Pedang Pora untuk pasangan yang nama lengkapnya adalah
Kapten (inf) Afrianto Dolly dengan Dokter Gavrilla Diva Amelis
berlangsung dengan sangat khidmat. Mulai dari saat kedua mempelai
bersiap berjalan memasuki gerbang yang terdiri dari dua belas
orang pasukan pedang pora yang berdiri berhadap-hadapan dan
satu orang komandan regu, lengkap dengan seragam hijau militernya,
topi baret dan pedang pora atau pedang panjang yang masih berada
di sarungnya dan tergantung di pinggang masing-masing. Adapun
yang bertindak sebagai pasukan adalah adik-adik angkatan
dari mempelai pria.

Dan ketika komandan regu telah melaporkan bahwa Pasukan
Pedang Pora telah siap kepada kedua mempelai, kemudian pasukan
pedang pora-pun disiapkan untuk mulai menghunus pedangnya.







Ternyata Pedang Terhunus itu mengandung makna, bahwa "dengan
jiwa ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan
yang akan mereka hadapi dalam kehidupan". Maka berjalanlah
secara perlahan tapi pasti kedua mempelai di bawah pedang pora
yang perlahan mulai terangkat saat mereka melewatinya, sambil
diringi oleh suara tambur yang ditabuh tak henti memberi
semangat kepada kedua mempelai







Lalu pasukan pedang pora-pun dengan langkah tegap berjalan
mengikuti dibelakang kedua mempelai kemudian pasukan membentuk
formasi lingkaran lalu menghunus pedang keatas berbentuk payung.

Formasi Lingkaran Pedang Berbentuk Payung atau Payung Pora
bermakna "bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi
kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan
dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk
kepada-NYA".








Lalu kedua mempelai menerima Pemasangan Cincin yang melambangkan
"bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi bahtera
kehidupan baru, dan bagi mempelai wanita diberikan pakaian PERSIT
(Persatuan Istri Tentara) , sebagai lambang bahwa mempelai wanita
telah siap mendapingi suami sebagai istri seorang prajurit dan
juga sebagai pertanda bahwa telah diterima sebagai bahagian dari
Persit Kartika Chandra Kirana.

Sungguh keren seremonial Pedang Pora ini, begitu banyak makna
yang terkandung di dalam setiap formasinya. Setelah itu maka
sebagai penutup ,melantunlah dengan lembut untaian Puisi Pedang
Pora yang berbunyi :

PUISI PEDANG PORA










Abang-ku Kapten (inf) Afrianto Dolly dan kakak-ku dokter
Gavrilla Diva Amelis

Hari ini menjadi begitu indah bagi-mu
Kebahagiaan dan kabanggaan mewarnai seluruh detik waktu
Senyum dan tawamu terasa begitu ceria dan merdu
Hari ini pastilah menjadi kenangan indah sepanjang hidup-mu

Namun hari ini hanyalah suatu awal
Awal dari suatu perjuangan yang panjang
Perjuangan seorang Prajurit dan Suami
Serta perjuangan istri Prajurit dan istri sejati

Hari esok tidak akan terlewati hanya dengan tawa dan canda
Hari esok adalah kerja keras, kerahkan segala usaha
Tanggung jawab atas tugas dan keluarga ada di pundak-mu
Tanggung jawab kepada bangsa dan negara menunggu setiap waktu
Kami adik-adik-mu hanya bisa berdoa

Semoga kebahagiaan hari ini akan lestari dan abadi
Dan semoga perjuangan Kakanda berdua selalu mendapat
Rahmat dan petunjuk dari-NYA
Selamat dan bahagia Abang-ku
Selamat dan bahagia Kakak-ku
Selamat menempuh hidup baru

Dan bagi sahabat-sahibit blogger yang berminat menonton video
prosesi Pedang Pora, silahkan menonton video yang saja pajang
khusus untuk memuaskan hasrat dahaga kalian :)

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-NYA ialah DIA menciptakan
untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaj
(pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah kepada-NYA dan
dijadikan-NYA diantara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir.”  [QS. Ar-Ruum : 21]
 
______

* Info Pedang Pora 2
Dari Yahoo.com (tanya Jawab)

Apakah Pedang Pora...?

Jawaban Terbaik:  "Setau gw pedang pora adalah sebuah tradisi
upacara hanya pada pernikahan perwira lulusan dari akademi Militer,
Akademi Angkatan Laut, Akademi angkatan Udara dan Akademi Kepolisian
(dulu semuanya bagian dari AKABRI ).

Pedang pora terdiri dari 2 jenis yang pertama bila personil pedang
pora adalah Taruna maka mereka menggunakan Kadga/ponyet (pedang
kecil) nama upacaranya kadga /ponyet Pora sedang bila personilnya
adalah perwira muda maka mereka menggunakan pedang dengan nama
upacaranya adalah pedang pora.

Pemilihan upacara tersebut tergantung situasi dan keinginan
mempelai yang merupakan alumni akademi dari masing2 angkatan
tersebut.

Musik yang mengiringi untuk masing2 angkatan juga berbeda beda
sesuai kebaggaan dan tradisi akademi masing-masing namun prinsip
dan aturan upacaranya adalah sama."
___________

* Info Pedang Pora 3
Dari
http://www.primerawedding.com/2014/12/upacara-pedang-pora-adalah.html

Pedang Pora berasal yang berasal dari kata PedangPura atau
Gapura Pedang adalah tradisi pernikahan bagi perwira militer
yang dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang dengan
diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk
oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan
dari sang mempelai pria.

Pedang Pora dilaksanakan bukan bukan hanya untuk lulusan Akmil,
AAU, AAL, AKPOL, tetapi oleh seluruh perwira pria (baik Sepawamil,
IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler). dengan catatan hanya
dilaksanakan sekali saja seumur hidup (jika menjadi duda &
menikah lagi, maka tidak dilaksanakan Pedang Pora).

Upacara ini Tidak dilaksanakan bagi pernikahan perwira wanita,
kecuali si perwira wanita menikah dengan perwira pria.

Bagi bintara atau tamtama, tidak ada tata cara tradisi pedang
pora. Hanya kadang diadakan suatu acara yang mirip pedang pora,
dengan maksud untuk menghormati rekan yang melepas masa lajang
dengan acara yang kadang disebut “Hasta Pora” atau gapura yang
dibentuk dari penghormatan tangan, jadi pedang diganti dengan
tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada umumnya.

Namun Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan
bintara Polri. Pedang pora adalah salah satu prosesi khusus
dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang aktif dalam
militer baik dari Kepolisian, Tentara Republik Indonesia (TNI),
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Angkatan Darat
(AD), Angkatan Laut (AL), atau Angkatan Udara (AU).

Selain bertujuan untuk memperkenalkan sang mempelai wanita
kepada dunia angkatan bersenjata. Pedang pora adalah sebuah
tradisi wajib yang telah dilakukan secara turun-menurun di
dunia militer dengan mempunyai makna dibalik simbol dan
ritual pedang pora, antara lain melambangkan solidaritas,
persaudaraan,dan  permohonan perlindungan pada Tuhan YME,
jajaran pedang dalam pedang pora yang membentuk gapura ketika
di lewati kedua mempelai menggambarkan saat di masukinya pintu
gerbang kehidupan rumah tangga yang baru.


Prosesi Pedang Pora berlangsung dengan sangat khidmat. Mulai
dari saat kedua mempelai bersiap berjalan memasuki gerbang
yang terdiri dari dua belas orang pasukan pedang pora yang
berdiri berhadap-hadapan dan satu orang komandan regu, lengkap
dengan seragam hijau militernya, topi baret dan pedang pora
atau pedang panjang yang masih berada di sarungnya dan
tergantung di pinggang masing-masing. Adapun yang bertindak
sebagai pasukan adalah adik-adik angkatan dari mempelai pria.

Dan ketika komandan regu telah melaporkan bahwa Pasukan
Pedang Pora telah siap kepada kedua mempelai, kemudian
pasukan pedang pora-pun disiapkan untuk mulai menghunus
pedangnya.

Pedang Terhunus itu mengandung makna, bahwa "dengan jiwa
ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang
akan mereka hadapi dalam kehidupan".









Maka berjalanlah secara perlahan tapi pasti kedua mempelai
di bawah pedang pora yang perlahan mulai terangkat saat
mereka melewatinya, sambil diringi oleh suara tambur yang
ditabuh tak henti memberi semangat kepada kedua mempelai
Pasukan pedang porapun dengan langkah tegap berjalan
mengikuti dibelakang kedua mempelai kemudian pasukan
membentuk formasi lingkaran lalu menghunus pedang keatas
berbentuk payung.

Formasi Lingkaran Pedang Berbentuk Payung atau Payung
Pora bermakna "bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu
melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala
rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon
lindungan dan petunjuk kepada-NYA".

Kedua mempelai menerima Pemasangan Cincin yang melambangkan
"bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi
bahtera kehidupan baru, dan bagi mempelai wanita diberika
pakaian PERSIT (Persatuan Istri Tentara) , sebagai lambang
bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai
istri seorang prajurit dan juga sebagai pertanda bahwa
telah diterima sebagai bahagian dari Persit Kartika
Chandra Kirana









Hadirin yang kami mulyakan, pada hari yang berbahagia ini,
kami corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER akan
mempersembahkan acara tradisi corps pedang pora.

Acara ini merupakan perlambang kebanggaan dan kebahagiaan
corps perwira Abituren AKADEMI MILITER dalam mengantar
kakak kami untuk menempuh lembarankehidupan yang baru.










Maksud dan tujuan acara yang telah menjadi tradisi
dilingkungan Perwira Abituren AKADEMI MILITER ini adalah
agar tetap terjalin hubungan ikatan bathin yang kuat dan
rasa korsa yang mendalam antara kakak dan adiknya serta
untuk mengantarkan kakak kami ke pintu gerbang kehidupan
barunya sebagai suami istri yang berbahagia.

_____________

Penutup
_____________













Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya dapat memperluas wawasan, dapat lebih memahami
pernikahan seorang militer dengan acara Pedang pora.

Selamat malam...!



_______________________________________________________
Cat :
PROSESI PEDANG PORA PUTRI & EDY
Pedang Pora dalam Pernikahan Shelly & Fabio





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar