Wednesday, February 1, 2017

Suku Dayak (Dayak Kanayatn)



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menyimak info sekitar Suku Dayak dengan fokus pada
Dayak Kanayatn)
_______________________________________________________

















__________________

Kata Pengantar
__________________

"Injeh ayuknga diri' bajalatn
bajalan ngago' si asapmu payak
coba dangaratn kami kanalant
kami pancinto budaya Dayak"

Demikian salah satu syair Lagu dari "Lembaga Seni Budaya
Garantuk'ng" dengan judul "Tanah Binua Garantuk'ng".

Para kawan dimana-pun berada...!

Maka penulis-pun mencoba "Kanalant" lewat postingan ini
yang sengaja penulis sampaikan pula kepada anda yang bukan
suku Dayak.

Selanjutnya di syairkan :

Seoth nyaru nyiup rame padi
bagule-gule leo banari
Idup diri ingelah sakali
buatlah jadi labih bararti


Kawan-kawan sekalian...!

Memang hidup hanya hanya sekali, dan memang sayang
kalau tidak berarti.

Info Suku Dayak untuk anda dalam iringan macam animasi
tari dan musik Suku Dayak dari "Lembaga Binua Garantuk'ng".

Selamat menyimak...!

________________________________________________________

Sekilas info tentang Suku Dayak dengan fokus pada
Dayak Kanayatn
________________________________________________________










* Pengertian

Dayak Kanayatn adalah salah satu dari sekian ratus sub
suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, tepatnya di
daerah kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten
Kubu Raya, Serta Kabupaten Bengkayang.

Dayak Kanayatn dikelompokan ke dalam golongan rumpun Land
Dayak-Klemantan oleh H.J. Mallinckrodt (1928).

Namun Menurut C.H. Duman (1929), Dayak Kanayatn adalah
bagian dari Rumpun Ot Danum-Maanyan-Ngaju. Akan tetapi
penelitian oleh W.Stohr (1959) menyatakan bahwa pendapat
C.H. Duman adalah salah karena jika dilihat dari wilayah,
bahasa, serta hukum adat, suku Dayak Kanayatn tidak menunjukan
adanya hubungan dengan kelompok Rumpun Ot Danum-Maanyan-Ngaju,
akan tetapi lebih mengarah pada kelompok Land Dayak- Klemantan.

Bahkan pemberian nama nama Kabupaten Landak didasarkan pada
masyarakat mayoritasnya yaitu Dayak Kanayatn yang merupakan
bagian dari rumpun Dayak Darat (Land Dayak atau Land Djak
dalam ejaan Belanda).









Pakaian Tradisional suku Dayak Kanayatn terbuat dari kulit
Tarab atau Kapuak/Kapoa'. Bajunya berbentuk Rompi yang
disebut Baju Marote atau baju uncit.

Cawatnya terbuat dari Kain tenun atau kulit Kayu yang disebut
Kapoa'. Serta mahkota atau ikat kepala yang dalam bahasa
ahe disebut Tangkulas.

Tangkulas ini biasanya dihiasi dengan bulu Ruai/Kuau Raja,
serta bulu Enggang. Terkadang, jika bulu burung Ruai tidak
ada, bisa diganti dengan Anjuang Merah (Hanjuang).

Selain itu senjata tradisional Tangkitn/Parang Pandat serta
Perisai (Jabakng/Gunapm) merupakan kelengkapan pakaian
adat pria.

Upacara adat yang biasa diadakan oleh suku ini antara lain
Naik Dango, Muakng Rate, Notokng, Gawai Dayak, dan lain-lain.


* Sistem Religi










Religi asli suku Dayak Kanayatn tidak terlepas dari adat
istiadat mereka. Bahkan dapat dikatakan adat menegaskan
identitas religius mereka. Dalam praktik sehari-hari,
orang dayak kanayatn tidak pernah menyebut agama sebagai
normativitas mereka, melainkan adat. Sistem religi ini
bukanlah sistem hindu Kaharingan seperti yang dikenal
oleh orang-orang pada umumnya.

Orang Kanayatn menyebut Tuhan dengan istilah Jubata. Jubata
inilah yang dikatakan menurunkan adat kepada nenek moyang
Dayak Kanayatn yang berlokasi di Bukit Bawakng ( sekarang
masuk wilayah kabupaten Bengkayang ).

Dalam mengungkapkan kepercayaan kepada Jubata, mereka memiliki
tempat ibadah yang disebut panyugu atau padagi. Selain itu
diperlukan juga seorang imam panyangahatn yang menjadi
seorang penghubung, antara manusia dengan Tuhan ( Jubata ).

Sekarang ini banyak orang Dayak Kanayatn yang menganut agama
Kristen dan segelintir memeluk Islam. Kendati sudah memeluk
agama, tidak bisa dikatakan bahwa orang Dayak Kanayatn
meninggalkan adatnya. Hal menarik ialah jika seorang Dayak
Kanayan memeluk agama Islam, ia tidak lagi disebut Dayak,
melainkan Melayu atau orang Laut

* Bahasa









Dayak Kanayatn memakai bahasa ahe/nana' serta damea/jare
dan yang serumpun. Sebenarnya secara isologis (garis yang
menghubungkan persamaan dan perbedaan kosa kata yang serumpun)
sangat sulit merinci khazanah bahasanya.

Ini dikarenakan bahasa yang dipakai sarat dengan berbagai
dialek dan juga logat pengucapan. Beberapa contohnya ialah :
orang Dayak Kanayatn yang mendiami wilayah Meranti (Landak)
yang memakai bahasa ahe/nana' terbagi lagi ke dalam bahasa behe,
padakng bekambai, dan bahasa moro. Dayak Kanayatn di kawasan
Menyuke (Landak) terbagi dalam bahasa satolo-ngalampa, songga
batukng-ngalampa dan angkabakng-ngabukit. selain itu percampuran
dialek dan logat menyebabkan percampuran bahasa menjadi bahasa baru.










Banyak Generasi Dayak Kanayatn saat ini tidak mengerti akan
bahasa yang dipakai oleh para generasi tua. Dalam komunikasi
saat ini, banyak kosa kata Indonesia yang diadopsi dan kemudian
"di-Dayak-kan". Misalnya ialah :bahasa ahe asli : Lea ,bahasa
indonesia : seperti ,bahasa ahe sekarang : saparati .Bahasa
yang dipakai sekarang oleh generasi muda mudah dimengerti
karena mirip dengan bahasa indonesia atau melayu.

* Lembaga Adat









Suku Dayak merupakan bagian dari masyarakat adat. Masyarakat
adat adalah komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal
usul keturunan diatas suatu wilayah adat, yang memiliki
kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial-
budayanya diatur oleh hukum adat dan lembaga adat yang
mengelola keberlangsungan hidup masyarakatnya.

Hukum adat Dayak Kanayatn mempunyai satuan wilayah teritorial
yang dusebut binua. Binua merupakan wilayah yang terdiri dari
beberapa kampung (dulunya Radakng/Bantang). Masing masing
binua punya otonominya sendiri, sehingga komunitas binua yang
satu tidak dapat mengintervensi hukum adat di binua lain.

Setiap binua dipimpin oleh seorang timanggong(kepala desa).
timanggong memiliki jajaran-bawahan yaitu pasirah (pengurus
adat) dan pangaraga (pengacara adat). Ketiga pilar inilah
yang menjadi lembaga adat Dayak Kanayatn

* Sistem Kekerabatan









Sistem pertalian darah suku Dayak Kanayatn menggunakan sistem
bilineal/parental (ayah dan ibu). Dalam mengurai hubungan
kekerabatan, seorang anak dapat mengikuti jalur ayah maupun
ibu. Hubungan kekerabatan terputus pada sepupu delapan kali.

Hubungan kekerabatan ini penting karena hubungan ini menjadi
tinjauan terutama pada perkara perkawinan. Mungkin hal ini
dimaksudkan agar tidak merusak keturunan.


* Lagu Daerah Dayak Kanayatn










Kao ada ka atiku
Tagila-gila
TARINGAT KA' KAO
CINTAKU KA' IA
PASATN URAKNG TUHA
BATAMU
BABALAS PANTUN
GAWE PANGANTEN
NUNGGU KAO PULAKNG
Bakanalatn
LUPA KA' JANJI
BUAH ATIKU
SAYANG
BAPANTUN
kambang bepanggel
Sayangku Ka Kao
Ka'o Ningalat'n
Malam Batabur Bintakng
Niat Idup Badua
4 Tingkakok Nimang Padi

* Sub-suku Dayak (masih belum lengkap








Abal · Agabag · Ahe · Aoheng/Penihing · Beriam · Badeng · Bahau ·
Bakati · Bakumpai · Banyadu · Basap · Berusu · Bentian · Benuaq ·
Bidayuh · Bukat · Bungan · Desa · Dusun · Dusun Deyah · Dusun
Malang · Dusun Witu · Gun · Huang Tering · Iban · Jalai ·
Jawant · Kadazan · Kebahan · Kanayatn/Kendayan · Kantuk · Kayan ·
Keninjal · Ketungau · Kenyah · Kualant · Krio · Lawangan · Lebang ·
Lebu' Kulit/Umaq Kulit · Limbai · Long Gelat · Long Paka ·
Lundayeh · Ma'anyan · Mali · Mayau · Melanau · Membulu · Merap ·
Merp  
    $       ang · Murut · Ngaju · Orung Daan ·
Ot Danum · Paser · Panyawung · Pesaguan · Paus · Punan Aput ·
Punan Habongkot · Punan Kelay · Punan Merah · Punan Murung ·
Punan Tubu · Samanakng · Samihim · Saq · Sebaruk · Seputan ·
Simpakng · Seberuang · Siang Murung · Suhaid · Suruk · Taba ·
Taman · Tayap · Tingalan · Tunjung · Uheng Kereho · Umaq Alim ·
Umaq Baqa · Umaq Lasan · Undau · Wahau


_________

Penutup
_________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Tanah Pamare' Juba ta
nang patut di diri' jaga
Karamat ai tanah bukit Panumukng
Tanah Binua garantuk'ng.

Selamat malam...!
































___________________________________________________________
Cat :
Wikipedia Ind
Binua Garantung - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=vCKJThuEYdo
Tanah Binua Garantung - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=ECnY20P-Gg4









No comments:

Post a Comment