Selasa, 16 Oktober 2012

"BULU DALAM KOSEP BUDAYA DAN PSIKOLOGI"

#SELAMAT MALAM TAPANULI#
(Melihat Istilah bulu dalam tinjauan karya sastra dan psikologi)
Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar ______________________________________________________

Para kawan...! Berikut pendalaman
status Tikwan Raya Siregar
dari postingan sebelumnya :
______________________________

Bulu dalam budaya dan karya sastra
______________________________

* Dalam Budaya

Maka kitapun mengenal, garigit yang memang terbuat dari
bulu sebagai bawaan pihak mempelai wanita. Dan tentunya
ini ada kegunaan dan funsinya. Hal lainnya kita juga
mengenal martaptu atau marmariambambu sebagai bagian
dari kebudayaan abatak itu sendiri

* Dalam karya sastra

Dalam karya sastra, bulu juga sering disebut sebagai
pembanding dalam kehidupan, seperti umpasa dibawah ini :

Ranting ni bulu duri, jait marsijaotan
Siangkup ni hata nauli dia
ma nuaeng ... ?

Sinuan bulu sibahen na las,
Tabahen uhum mambahen na horas.

Dangka ni bulu godang pinangaitaithon
Sai simbur magodang ma ibana mamboan goarna i,
tongka tu panahitnahiton

Ranting ni bulu duri jait masijaotan
Angkup ni hata na uli dia ma sitaringotan

Parik ni Lubutua hatubuan ni bulu duri,
Na burju marnatuatua sai ingkon dapotan rongkap na uli.

Madungdung bulu godang tu dangka ni bulu suraton
marunung namarroha molo adong uli buaton.

Bulu juga sering dipakai sebagai patcut. Dan patcur ini
juga sering di bandingkan pada kehi dupan :

"Muda buruk pancur paridian, diambukkon h alak tu ramba-
rambaan, haran ni nasib naganjil bagian, sude koum inda
dong naporduli" kata sebagian halak hita.
_____________________________________________________

Bulu Sebagai Simbol Sugesti diri dalam Memotivasi Pekerjaan
_____________________________________________________

Alkisah, maka selain bulu sebagai kekayaan alam Tapanuli maka
kita juga mengetahui, macam jenis kayu sebagai kayu bakar.
Soban bahasa hitana halak hita. Hehehehehe...

Soban ini ada yang mudah untuk dibelah ataupun untuk di kampak.
Tapi, ada juga  yang sangat sulit, seperti yang namanya hayu
"Turi-turi".

Terkadang pada saat mengkampaknya sudah dibantu sama yang
namanya tuhil tapi masih tetap susah. Dan tak jarang tuhil
itupun bisa bersusun sampai 3 bahkan 7, tapi tetap susah.
dibelahnya, Hehehehe...

Meski begitu, mengingat hayu ini sangat bagus untuk kayu
bakar maka halak hita itupun tidak mau putus asa, mereka
terus berusaha untuk mebelahnya.

Dan...dan...dan...pada saat membelah ini maka kata atau
isilah "Buluhpun" akan digunakan oleh orang yang mengkampaknya
guna memotivasi dirinya agar berhasil.

"Bismilahirrahmanirrahim.....buluh...!" Kata bung Regar  pada
suatu masa ketika mengkampak turi-turi ini. Dan suara kampak
pun, "..tak...tak...bulu...tak...tak...bulu...tak...tak...
ayo...buluh...tak-..tak...dan...dan...rek...rek...dorekk...
khag..ggg..." dan kayu itupun jadi terbelah dua dan bung
regarpun merasa puas.

"Alhamdulillah...Taldus do palang..." katanya anggia dalam
tetesan hodok pada saat ngosngosan lalu sande untuk kemudian
mangidupjo sabatang :

Tulilla ma tulilla, tulilla ni padang-padang. Tudia pe natudia
jolo mangidup majo sabatang"  katanya anggia.

Para kawan...!

Yang mau saya sampaikan dalam tulisan ini, sesulit apapun
pekerjaan yang kita hadapi jika kita mengetahui cara yang
dapat memotivasi kerja, maka Insya Allah kerjaan itu akan
terselesaikan dengan baik.

Hubungannya dengan kejadian di atas adalah, "Ketika bung
Regar mengkampak dengan membantu ucapan/mengucapkan kata
buluh, maka konsep dipikirannya bukan lagi beliau mengkampak
hayu turi-turi itu tapi beliau sudah seperti mengkampak buluh
dan buluh sangatlah mudah untuk dikampak" Hahahaha....

Pendek kata, "Pekerjaan yang berat itu akan lebih mudah kita
kerjakan jika kita menganggpnya pekerjaan yang mudah".
atau sinonim dengan, "Sugesti diri".

Mengenai sugesti diri ini Azazel dalam situs wgaul.blogspot.
com mengatakan, "gerakan dan postur bisa membantu membangun
rasa percaya diri. apalagi kalau sering dilatih. bagian
bayangan dan pengucapan anggap aja seperti doa".
____________

Kesimpulan
____________

Demikian yang dapat saya uraikan para kawan, mengenai macam
hal yang berhubungan dengan "Bulu". Semoga memberi manfaat
tuk tambahan pengetahuan masyarakat kita.

Dan sebagai penutup, saya ingin berkata :

Disuan bulu pamago na milas
tu sude dongan namarulu....horas...!
____________________________________________________
Cat :
Berikut link untuk tulisan sebelumnya dongan :
bulu-sebagai-kekayaan-alam-tapanuli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar