Saturday, October 6, 2012

"DAGO INANG SARGE"

#SELAMAT MALAM PARA DONGAN#
(Menyimak lirik lagu "Dago Inang Sarge") ________________________________________________

Para dongan...! Ketika mendengar lagu ini yang ada dipikiran saya adalah, "Adanya suatu kepasrahan". dalam diri manusia terhadap berlakunya suatu ketentuan yang dalam bahasa agama islam namanya Taqdir. Dan taqdir ini semakin terasa ketika melihat macam tayangan gambar pada video klip lagu tersebut.

Bagi saya, timbulnya tafsir seperti ini membuktikan
bahwa lagu ini, "Merupakan karya seni yang bagus"
padahal liriknya hanya menggambarkan "Keadaan seorang
putri/boru halak hita yang harus rela dengan ikhlas
menerima paribannya/anak namborunya sebagai suaminya,
seperti ikhlasnya ibunya sendiri menerima anak
namborunya yang menjadi suaminya.

Penerimaan ikhlas ini, sangat terasa pada syair
"Dago inang sarge....dago inang sarge....da songoni
doho hape..."

Berikut lirik lengkapnya dengan sedikit tambahan
pedapat penulis :
_____________________________________

Dago Inang Sarge Cipt. NN
_____________________________________

Dago inang sarge...
Dago inang sarge...
Dago inang sarge...
da songoni doho hape...

Comment :

Artinya dalam terjemahan bebas, "Aduh ibu... (bisa
ibu sendiri bisa ibu orang lain, karena sarge artinya
sama dengan bertebaran/dimana saja atau bertumpahan).
"dasongoni doho hape" hampir sama maknanya dengan
begininya rupanya atau beginilah keadaannya).
_______________________________________________

Bidang bulung ni rimbang.
Umbidangan bulung ni dulang
Pandokon ni dainang
Daingkon marboru ni tulang

Comment :

Marborutulang / marpareban bagi halak hita apalagi
yang hidup pada masa-masa lampau  menurut penulis
tak bisa dianggap sepele. Norma adat sangat ketat
untuk melaksanakan pernikahan marborutulang ini
sehingga karya sastra batakpun cukup banyak yang
menyairkannya lewat lagu-lagu batak.

Adapun terjemahan bebas dari lirik di atas, sbb :

ebarnya daun rimbang,
lebih kecil dari daunnya dulang (pohon2an)
omongan/pesan orang tua,
"harus marboru tulang.."
__________________________________________________

Mandurung ho di pahu
Dua dua insor di batu
Pandokon ni bagian
Dua-dua ilu madabu

Comment :

Istilah "bagian" pada lirik lagu ini bagi saya cukup
memberi gambaran bahwa  halak bataki "Percaya betul
sama adanya Tuhan" Dan Tuhan itu ikut campur dalam
menangani perjodohan manusia.

Dan jika jodoh telah ditetapkan (sudah menjadi bagian)
maka tidak seharusnya lagi ditentang, tetapi harus
diterima meskipun harus menangis).

Penerimaan menangis dari seorang putri terhadap
jodohnya (Pariban) tidak saja merupakan "Bagian" tapi
juga sebagai bukti taat pada orang tua.

Hahahahaha...hebat...karya sastra batak itu bah.

Adapun terjemahan bebasanya :

Kita pergi menangkap ikan,
di sungai kita pergi ber-dua2an
Omongan/pesan orang tua
membuat kita berdua menangis...

______________________________________________

Lirik Dago Inang Sarge Cipt. Nahum Situmorang
______________________________________________

Para kawan...! Lirik lagu "Dago inang sarge" di atas,
saya tidak tahu penciptanya. Tapi lirik dibawah ini
adalah ciptaan Nahum Si tumorang

Dago inang sarge 3x
Da songoni do ho hape

Sadia leleng nai
Sianon tu si poholon
Sadia leleng nai
Daboru adi marsidangolong

Dago …….

Ni hutur dakka-dakka
Da angka dek-dek ebeng-ebeng
Mulak-luka di tangga
Do anak ni na so marhepeng

Dago …….

Naung sappulu sada
Da juma di sappulu dua
Ribur pe onang pasar
Da riburan hita na dua

Dago …….

Sapala na mandurung
Durunghon ma tu na umbagas
Sapala na malungun
Ta patibu ma marbagas

Dago …….

Terjemahan bebasnya

Dago inang sarge 3x
Aduh mak jang...
Da songoni do ho hape
ternyata seperti itu dirimu

Sadia leleng nai
Berapa lama lagi
Sianon tu si poholon
Dari sini ke Sipoholon
(sipoholon - nama kampung di tap-ut)
Sadia leleng nai
Berapa lama lagi
Da boruadi marsidangolong
Si pemudi bersedih
(baoadi - pemuda, boru = anak gadis)

Dago …….

Ni hutur dakka-dakka
Digoyang-goyang dahan pohon
Da angka dek-dek ebeng-ebeng
ternyata jatuh mainan anak-anak
Mulak-ulak di tangga
bolak-balik di tangga
(ruma batak tradisional biasanya pakai tangga)
Do anak ni na so marhepeng
anak orang yg tak punya
(maksudnya tdk ada uang untuk jalan2,
hanya dekat2 rumah saja)

Dago …….

Naung sappulu sada
Setelah sebelas
Da jumadi sappulu dua
Lalu duabelas
Ribur pe onan pasar
Ria pun pasar (Ria- maksudnya ramai, semarak)
Da riburan hita na dua
Lebih ria kita berdua


Dago …….

Sapala na mandurung
Terlanjur memasang bubu
(mandurung-memasang bubu mencari ikan)
Durunghon ma tu na umbagas
Pasanglah bubu itu lebih dalam
Sapala na malungun
Terlanjur bersedih hati
Ta patibu ma marbagas
Percepat saja menikah

Para dongan...! Horas lagu-lagu batak.
_________________________________________________
Cat :
-Image photo adalah penulis blog bersama borutulang (Br. Hutasuhut)
-Ini alamat lainnya lagu "Dago Inang Sarge" http://youtu.be/7LMkDZERv9Q
dari group musik lama "Marihot."

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment