Friday, October 12, 2012

"LUAT PAHAE"

#SELAMAT POTANG PARA DONGAN PUN BAYO DAN BORU REGAR SEDUNIA#
(Menikmati lagu Luat Pahae sebagai pelampiasan rindu pada
tano hatubuan) Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar
____________________________________________________

Salam hormat para dongan...!
Khususon tu ito si boru regar si boru
enggan ito M. Siregar asal Pahae yang
konon sedang menikmati binsar ni
mata niari dan rondang ni bulan di
alam Bintaro.

Para kahanggi...!


Malam ini (12/10) saya berkomunikasi (media FB) dengan
ito kita ini. Sodap nian...! Macam hal kami bicarakan,
hingga sampai pada topik, "Pilihan Lagu Batak Kesukaan"

"Ito...M. Siregar...! Lagu apa yang disukai dari sekian
banyak lagu batak yang ada" tanya saya para kahanggi.
Dan beliau menjawab, "Luat Pahae Ito" Hehehehehe....
sahut ito ini dengan kalimat penutup, "Sianido asal
niba". Ninna attong.

Para ale-ale, appara ataupun lae...!

Bagaimana ito nauli lagu ini sampai meyukai lagu
"Luat Pahae dan pesan moril apa yang ada dalam lagu
ini adalah hal yang menjadi isi dari tulisan ini".
Semoga dapat menambah wawasan kita semua dan dapat
pula lebih menambah kecintaan kita pada tano
hatubuan masing-masing.

Para ito pun para dongan...! Mohon ijinnya kasih
pendapat :
_____________________________________

Lirik Lagu "Luat Pahae" Cipt. S.Dis
Voc. Eddy Silitonga dan comentar penulis
_____________________________________

Musikkkkk....kkkkk...pargotci....!

Luat pahae...huta hatubuanku...
laos disido...huta hagodangganku...
nungga tung.... leleng nang hutinggalkon...
hutakki.... sai huengot doi tontong...

Comment :
Luat pahae yang merupakan bagian dari Tapanuli
Utara memanglah tak dapat dipungkiri adalah
bagian dari tanah batak itu sendiri.

Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua dan Simangumban
adalah nama-nama daerah yang semua kita orang
batak pernah mendengarnya. Dan beberapa keluarga
dari daerah lainpun banyak yang punya hubungan
darah kesana. Termasuk hubungan kekerabatan yang
lebih kita kenal dengan "Dalihan Natolu".

Penerapan adat dalihan notolu memang bisa salah satu
penyebab mengapa huta ini ditinggalkan oleh para
pencintanya (Marbagas). Begitu juga karena cita-cita,
karena pekerjaan/tugas, karena ingin merobah hidup
ke hal yang lebih baik adalah alasan-alasan lainnya
hingga sebagian dari penduk huta ini memilih jalan
merantau, marjalang tu huta sihadaoan.

Ah...hhhh...marjalang memang kadang terasa bukanlah
pilihan yang baik, tapi terkadang harus tetap
dilaksanakan guna mendapatkan kehidupan yang lebih
baik.

Semoga para perantau dari Luat Pahae ini, menemukan
hamoraon, hagabeon hasangaponna hingga kebahagiaan
dunia ini lebih ternikmati. Dan "Hutakki sai huengot
doi tontong" semoga pula menjadi pengingat bagi
para orang phae, khusuon ito M. Siregar.
__________________________________________________

Tung godangpe luat nahu dalani
sian Asia sahatro di Yunani...
Austra...lia pe nunga hudege....
tu pahae sai marsihol do au tahe....

Comment :

Tuhan maha kuasa, kuasa pada mahluknya kuasa pada
alam, kuasa pada segala-galanya, hingga kita para
makhluknya terkadang heran, "Mengapa saya ada di
tano parjalangan ini (di Bintaro, di surabaya, di
bogor di USA, di Yunani sagape Australia). Dan
keheranan ini selalu ingin kita jawab, "Tu hutakki
sai marsihol do au tahe..." Ah....hangoluanon tahe.
_____________________________________________

O...luat pahae....
sai tuhodo lao pikiran...ku...
ro.... di nalao mate...
tung so boi tarhalupahon au...

Comment :

Sebagai tempat  hatubuan, tempat dibesarkan, tempat
kepribadian di bentuk oleh para orang tua maupun
para guru, juga sebagai tempat dimana holong mau
dilabuhkan adalah sebagaian dari alasan-alasan
"Tung so boi tarahalupahon". itu.
____________________________________________

Tung leleng pe au diparjalangan
tung dao pe au di pangarattoan
hutakki sai tong huhalungunkon
tu pahae sai marsihol do au tontong

Leleng diparjalangan...bisa jadi berbeda bagi setiap
orang. Ada yang hanya satu tahun, untuk kemudian pulang
lagi ke kampug halamannya. Ada yang dua puluh tahun
dan pulang hanya 2 kali. Tapi mungkin ada juga yang
dari sejak berangkat sampai detik ini belum pernah
pulang.

Ah... hangoluan anak parjalang, sungguh tak ada
ketentuan berapa lama seharusnya tinggal di tano
hatubuan dan berapa lama pula tinggal di tano
parjalangan.

Leleng adalah pilihan...! Dan para pemilih itu
adalah kita. Berapa lelengpun pilihannya semoga para
perantau Luat Pahae tetaplah sehat.
______________________________________________

Materi, Etika dan Estetika pada lagu Luat Pahae
______________________________________________

Materi pesan sepertinya sudah cukup jelas, memberitahu
kerinduaan seseorang pada kampung halamannya. Adapun
gaya nyanyi Eddy Silitonga memang sudah dari dulu
sangat menjaga etika. Suara indahnya, voice-ya dengan
paduan musik yang mendayu-dayu membuat lagu terasa
enak di dengar. Efek afektif sebagai pendamai hati
benar-benar sangat terasa. Maka pantas pulalah lagu
ini sungguh punya nilai estetis yang tinggi.

Lagu ini seolah mewakili jiwa, mewakili pelampiasan
rindu hingga kadang terasa "Hanya dengan mendengarkan
nya rindupun telah terobati".
_____________

Kesimpulan
_____________

Para dongan...Khususon Ito Minta Siregar...! Demikian
yang dapat saya sampaikan mengenai lagu "Luat Pahae"
ini.

Dan Semoga :

* Para saudara kita yang sekarang masih di Luat Pahae
sana berada dalam kesehatan.

* Para saudara yang ada di tanah perantaun tetaplah
semangat dan kejar terus cita-cita.

* Semoga pula, tano luat pahae tetap dalam lindungan
Allah Swt. Terhindar dari segala bencana alam....

Amin...amin...amin ya robbal alamin.

Selamat menyambut malam minggu.... dan... horas...!
___________________________________________
Cat :
Gambar/Image dari Luat Pahae oleh elismen.blogspot.com
 Lagu juga telah disiapkan pada sudut kanan blog ini kawan

Atau, bagi para kawan yang ingin langsung menikmati lagu
"luat Pahae lewat suaranya Eddy Silitonga maka play-lah
"Malungun au baya tu Luat Pahae"
Sedangkan lewat suaranya  Trio CDM,  play pulalah
"hutakki sai huingot doi tontong"
"Selamat minikmati".
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment