Kamis, 11 Oktober 2012

"ANGKOLA VOICE"

#SELAMAT PAGI PARA DONGAN#
(Meyimak lirik lagu "Paposmaroham" dan video klifnya) ___________________________________________________

Para dongan...! Yang mau saya
sampaikan lewat tulisan ini adalah
pendapat pribadi saya pada
"CD Angkola Voice" yang berjudul "Paposmaroham".

Saya sampaikan pendapat ini,
karena lagu ini saya rasa bermakna
dalam untuk "Dapat membentuk
keluarga yang
bahagia" Dan saya pikir, kita semua ingin bahgia juga
bukan...? Hahahaha...sangat bagus jika lagu ini disimak
naposo nauli bulung ni huta yang memang pada akhirnya
akan jadi marbagas atapun mambuat boru.

Berikut uraiannya dongan-dongan....!
__________________________________

Daftar Lagu pada CD Angkola Voice
__________________________________

1. Parjalang
2. Kijom
3. Marsak
4. Sitogol
5. Batang Galoga
6. Supir Lintas
7. Posmaroham
8. Tolu Ari Nai
9. Rara
10. Kecewa
11. Bollo-bollo
12. Sangolu Sahamatean

Para kawan...!

Saya fokus pada lagu No.7 dengan judul :
_________________________________________

Posmaroham Cipt. Ali Rahmat Siregar
_________________________________________

Musikkkk....kkkk......

"...Dongan...margulu dongan marilu...
sekaligus...ma dongan margutu
homa... anggi... da pasonang roha...
maol do.... dapot... diho nasala..."

Demikian lantunan syair bung regar, tepatnya
Ali Rahmat Siregar pada pasangan duetnya
Nurul Tb pada CD  Musik "Angkola Voice" judul
"Paposmaroham".

Para dongan....!

Dongan margulu, dongan marilu sekaligus dongan
margutu memang bukanlah dongan sembarang dongan
dongan...!

Siapapun orangnya, jika dongan seorang pria dan
telah merasa menemukan parumaen ni dainang dengan
ciri-ciri seperti diatas, maka saya sebagai penulis
di angkola facebook ini menyarankan, "Lojongkonma
gonan anggia...manang tudia pe taho". Saya punya
keyakinan kebahagian keluarga akan menjadi milik
anda. Hahahaha...

Para dongan muse...!

Yang saya rasakan nilai estetisnya pada video klif
ini adalah gaya bung regar ini pada saat melakukan
putaran. Putaran berbalik yang kemudian dibalas
dengan putaran berbalik pula oleh sang pasangan
duet mengingatkan saya pada apa yang namanya
"gaya mengeker" suatu gaya yang memang hanya
digunakan pada lawan jenis. Hahahahaha....
sudahkah para kawan pernah melakukannya...?
___________________________________________

Dan terhadap syair bung regar ini, Nurul Tb pun
memberikan jawaban :

Homa... abang...da dongan ngolukku...
nadenggan roha botina burju....
pangelekmi ma abang parmatekku...
homa tappuk ni ate-atekku....

Para dongan...! Termasuk jago jugalah bung regar
ini memberikan jawaban syair pertama diatas.
Hata-hata "parmatekku" benar-benar mencerminkan
hata-hata  Angkola. Dan konotasi ataupun maknanya
sungguh dalam pula.

Artinya attong, sang gadis sangape sang borutulang
yang kadang digambarhon halak hita sebagai boru
natel-tel nabebek-bek menjadi menyerah. Mate
kamus borui hata lainna. Mago telteli, littop
bekbeki sip kohom songon namangan sasagun. Ninna,
gambaran ni parmate nai.
___________________________________________

Untuk lebih meyakinkan calon parumaen, maka bung
regar ini pun menyampaikan janji :

Posma rohamu di parrohakku
nadong na lain be panggottimu
olat ni homa pangabisanna
hupartaonkon tu salelengna

So adong hulala beda hurangna
hita na dua madung saroha
ulang tinggalhon sasada au
tudia ho anggi tu si do au

Hahahahaha.... macam mana tak takluk itu boru tulang.
Siapapun  tahu, jika sudah "Paposmaroham" maka
hati, pikiran dan jiwapun akan menyatu dalam
segala berbuatan, "Songon siala sampagul rap tuginjang
rap tu toru, muda magulang rap margulu" hata
sastrana.
__________________________________________

Harana attong madung songon siala sampagul, maka
sang borutulangpun yang  diwakili Nurul Tb bersama
anak namboru yang diwakili bung regar pada lagu ini
mengahiri syairnya sebagai tanda siap menyambut
kebahagiaan rumaha tangga :

Sugari bolasma pangidoatta
hita nadua totop saroha
unang marsarak haran i bada
rap sadalanan sampe matetta....

Ah...hhhh....anggia...! Indahnya sastra Ankola jika
sudah di syairkan. Tujuan hidup untuk mendapatkan
keluarga yang bebahagia benar-benar tergambar lewat
lagu ini. Salut...salut....salut...!
____________

Kesimpulan
____________

- Bagi saya, syair lagu di atas benar-benar bagus,
isi pesannya cukup jelas memberikan gambaran bagaimana
seharusnya holong bisa diterapkan dalam hidup ini.

- Unsur etika dan estetika sebagai masyarakat Angkola
cukup terjaga. Meskipun ada unsur dangdutnya tapi
"pangeol" ni si boru/ito tetap terjaga, sehingga
saya juga yakin para ha tobangon ni hutapun tidak
perlu merasa malu melihat video klipnya.

- Bagi saya, syair lagu ini cukup pantas dikatakan
sebagai karya seni yang bagus karena bukan saja
timbul kenyamanan/ketenangan hati pada saat
mendengaran juga  mudah untuk di ikuti pendengar.

- Horas lahu-lagu batak...dan jayalah Angkola Voice.
___________________________________________
Cat :
*Bagi dongan yang ingin menikmati lagunya, pangiteanonma pangiteanna.
* Sampai 1 Januari 2013 dilihat 38 kali

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar