Saturday, March 2, 2013

"BUPATI TAPSEL MASA DEPAN DAN AMIN YA ROBBAL ALAMIN"

#SELAMAT MALAM TAPSEL#
(Kupas Tuntas  Pidato Bupati Tapsel pada saat
Pengukuhan Pengurus Dewan Kesenian Sipirok 20 - 02 - 2013)
Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar
_______________________________________________

As.Wr. Wb....!

Berikut tanggapan penulis blog Macam Status Angkola pada
Pidato Peresmian Dewan Kesenian Sipirok (Alamat link video :
http://youtu.be/Xq5ill8mwe4 )  :
________

Hal KTP
________

1. KTP Luar Tapsel (Jakarta)

Bapak Bupati mengatakan :

"...masih mau kita diobok-obok oleh orang lain, masih mau kita
juga di profokasi yang bukan KTP  Tapsel, Ktp-nya di luar Tapsel
ini. Setelah terjadi sesuatu mereka 'TENANG-TENANG SAJA DI
JAKARTA"

Tanggapan penulis :

Para kawan pemilik Ktp yang bukan Tapsel :

Apakah anda tenang-tenang saja ketika mengetahui terjadi sesuatu
di Tapsel. Apakah anda juga memprofokasi, seperti yang di
sampaikan Bapak Bupati ini....? Mangaku da hamu anggia anggo
adong na merasa, tai anggonadong fitnah nomai. Pemecah belah
persatuan dan kesatuan.

Penulis adalah salah satu pemilik Ktp yang bukan Tapsel itu.
Dan tentunya punya hak pula untuk  menjawab :

Setiap mengetahui kabar mengenai sesuatu yang tidak baik di
Sipirok, saya selalu merasa gelisah, jika ketemu dengan para
kawan lainnya kami juga selalu berbicara mengenai kabar
sipirok, macam berita mengenai Sipirokpun selalu saya pantau.
Jadi bagaimana mungkin saya "tenang-tenang saja". (Masih
banyak kawan lainnya yang lebih gelisah dengan saya, dan rela
berkorban untuk keluar dari kegelisahan ini-pen).

Tentang profokasi, alangkah bodohnya saya jika saya yang
berasal dari Sipirok memprofokasi orang Sipirok juga. Bukankah
profokasi itu sama dengan menghancurkan/meng obok-obok, haruskah,
adik awa, abang awa, uda awa, iboto awa, kampung awa dll awa
hancurkan juga. Ah...ah..."Yang benar saja Bapak Bupati...!"
Bahkan Bapak Bupatipun bagian dari Sipirok Tapsel itu, jadi
bagaimana mungkin.

Adakah Bapak menafsir, "Jika saya/atau yang lainnya mengajari
adiknya / dongannya, dll, agar lebih paham tentang UU 37 dan 38
itu, tentang bagaimana sistim ekonomi, tentang apa yang dimaksud
dengan PAD, dll disebut memprofokasi...?" bukankah itu seharusnya
disebut "rasa peduli".

Dan tentang rasa perduli, tentu kriterianya tidak bisa disamakan
antara perorangan/masyarakat  dengan pak bupati. Bupati digaji
untuk membangun Sipirok itu (baca UUD tentang Tugas dan kewajiban
seorang Bupati), masyarakat siapa yang menggajinya untuk membangun.
Cukup banyak kasus di negeri ini hak masyarakatnya diselewengkan
oleh Bupatinya (Kebalikan dari menjaganya).

Bagaimana dengan perantau yang mangan sajo pe susa dope. Tidakkah
perkataan bapak "...Kadang-kadang yang memprofokasi ini, kadang-
kadang anggo naributon anggo disapai aha naibaenmu tu Sipirok
sip do ia". dapat menimbulkan sakit hati.

"Alale baya...haran naso adongi di iba, natola be iba makkuling.
Nakejamma pak Bupation" bukan tidak mungkin menjadi isi hati
dari para iboto awa ini yang sudah 7 bulan menunggu Ktp
belum keluar juga.

Andailah iboto awa ini bertanya, "Adakah Bapak memang termasuk
orang yang kejam....?". Apalah jawaban bapak. Bagaimana pula
dengan perasaan perantau yang usianya sekarang ini di atas
usia Bapak...? Adakah mereka dianggap tidak ada...?

2. KTP Sipirok

"...Masih banyak halak Siirok KTP na Sipirok tai inda mamboto
huta-huta di Sipirok.."

Tanggapan Penulis :

Kecamatan Sipirok itu terdiri dari desa dan terhadap hali ini
saya yakin tak satupun orang sipirok yang telah mpernah melalui
semua desa tersebut termasuk camat dan bupatinya yang secara logika
uangnya pribadinya lebih dari cukup untuk biaya mengunjungi semua
desa tersebut. Apalagi masyarakat biasa, yang terkadang harus
terpaksa mardalan pat, karena tak punya uang untuk ongkos.
Sungguh tak pantas bapak Bupati meberi perbandingan keadaan
dirinya dengan keadaan perorangan masyarakatnya.

Andai saya yang jadi Bupati, saya akan berkata :

"...marap tobotobedo anggia istilahi, "maka kenal maka sayang"
harani-i, aso murmartamba sayang niba tu kecamatan nibaon ipa
bahat pengetahuan niba mengenai huta-huta di kecamatan Sipirok
on. Anggo adong waktu sakalian marmayam, ikunjungi sude hutai
baialakna" itulah yang saya sampaikan.

Adapun mengenai KTP dikatakan oleh pemerintah :

Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah identitas resmi Penduduk sebagai
bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku
di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kartu ini
wajib dimiliki bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara
Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah
berumur 17 tahun...

Dengan demikian, KTP Sipirok itu bukanlah halak Sipirok yang
membuatnya, begitupun KTP perantau. Yang membuatnya adalah
Instansi pemerintah. Jadi tidak relevan KTP dihubungkan
dengan pengetahuan wilayah pemilik KTP, dan provokator.

Menurut hemat saya :

Efek penyampaian pesan pak bupati akan menimbilkan efek afektif
pada pendengarnya, perasaan rendah diri/direndahkan dan lebih
berkemungkinan untuk tidak melaksanakan apa yang bapak sampaikan.

Efek penyampaian pesan saya akan menimbulkan efek kognitif, si
pendengar merasa lebih dihargai, timbul inspirasi/ide untuk
melaksanakan isi pesan. (Seharusnya seorang Bupati tidak hanya
tahu cara berpolitik, tapi juga tahu sosiologi kemasyarakatan,
dan psikologi komunikasi-pen).
__________________________

Hal Dewan Kesenian Sipirok
__________________________

Ibarat marcatur, dongani sangape aloi kala bukan do haran naso pistar
ia marcatur, tapi ia salah dilangkah pembukaananna. Seharusna langgkah
ciciliano nagot maikonon, hape dibaen langkah cicilaton. Tottu kala,
harana tarcicilat. Ibaratna doba.

Hubunganna dengan dewan kesenian :

- Porludelakna dewanon, harana sian hasil pengamatan nasoadongdo
jolmai marespon tuhal napositif.(Memberitahu ada rasabangga, senang dan
akanberusaha ikut mengembangkannya).

- Dan jika ada yang merasabangga, saya yakin photo-photo sarana dan
prasarana Dewan Kesenian ini akan menyebar di internet. Nyatanya
tidak.

- Berdasarkan hal tersebut, saya menjadi ragu apakah Dewan ini akan
bertahan atau tidak. (Jangan-jangan 3 tahun ke depan sarana dan
prasarana Dewan Kesenian ini akan menjadi prasaran ni motci bahasa
hitana. (Ada banyak bukti di Sipirok, bagunan Pamerintah menjadi
tidak efektif karena kurangnya sosialisasi).

- Hal ini bisa saja terjadi karena terjadinya kesalahan dalam
pembukaannya (gambaran seperti main catur di atas).

Hal lainnya yang mungkin saja termasuk kesalahan dalam pembukaan
adalah, cara pidato Bapak Bupati. Seharusnya Bapak itu sesuai
dengan tujuannya ke sipirok untuk meresmikan Dewan tersebut.
Maka seharusnya yang dipadatokan adalah masalah Dewan Kesenian
saja, tak perlu marappalan sampe ke cerita :

- KTP Sipirok, KTP Luar Sipirok
- Hal Aek Latong
- Hal Profokasi, dll

Hal ini menjadi penting, mengingat adanya peristiwa antara masyarakat
Sipirok dengan pak Bupati sebelum ada Dewan Kesenian ini. Hal lainnya
untuk "Mengantisivasi" hal-halyang tidak dinginkan.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, meski awa sadar Bupati seharusnya di
hormati, tapi rasa hormat menjadi kurang karena ucapan Bapak yang
tidak memenuhi "unsur Etika dan Perasaan Keadilan" dalam menyampaikan
pesan pidato. Sadarnya awa Bupati itu adalah cerminan kepribadian
masyarakatnya, jadi dengan menjelekkan nama Bupati sama juga dengan
menjelekkan nama awa sendiri, nama huta awa sendiri. Renungkanlah...!
anda pak Bupati atau anda halak sipirok.
_________________

Hal Aek Latong
_________________

"Sudah puluhan tahun, aek latong hanya dibicarakan,
hanya didiskusikan, bukan dicari jalan keluar, biado
aso denggan Aek Latongi" kata pak Buapati.

Tanggapan Penulis :

Ketahuan sekali, bapak ini tidak mengikuti perkembangan
media, perkembangan sepak terjang orang Sipirok dengan
macam organisasi. Memberi saran, memberi pendapat ber-
argumentasi pada macam pejabat, macam anggota Dewan agar
memperhatikan Aek Latong.

Dibaca Bapak ini tidak koran / majalah yang masuk ke
Kantornya...? A...ah...! Nahebat mai.
(Usul pada para kawan Wartawan, agar koran yang masuk ke
Kantor Bupati Tapsel jangan hanya diletakkan, tunggu kalau
bisa sampe di baca pak Bupati...jangan-jangan tulisan saya
ini juga tidak dibaca bapak itu, lojana sajo di iba.
Huattak mannon namanulison-pen).

Tentang diskusi, bagaimana tidak penting. Itu isi Pancasila
(Tentang musyawarah/mupakat) mau dikemanain. Tidakkah menentang
adanya diskusi sama dengan menentang isi pancasila itu sendiri.

Betak naung lupa do hitaon isi ni pancasila. Indonba :

Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil
dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,

Hal lainnya, untuk mendapatkan satahi saoloan, sapangambe
sapanaili, sabara sabustak harus dengan jalan diskusi.
Hata daganakna, "Molo inda diskusi, tarjadi sesuatu, ise
martanggung jawab...? Halak Israel...? Halak Bolanda sajo
jelas ungada marporang di Aek Latongi nara halai
martanggung jawab. Nabiado sabotulna hita namarbupation...?

Selanjutnya dikatakan :

"...melakukan syukuran pada saya, saya tidak mau jadi ria itu.
Betul...siang malam kita mengurus itu. Kadang-kadang saya merasa
sedih...apa iya. Sada au do rupa par Tapselon namangurus di
Jakartaon...tapi tak apalah. Walhamdulillah wasyukurillah
...alhamdulillah aek latong itu sudah selesai sampai
sekarang saudara-saudara sekalian..."

Tanggapan penulis :

Penulis angkolafaceebook.com/pribadi (Atau siapa saja yang mau
diwakili) mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada
Bapak Bupati Tapsel atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan
pembangunan Aek Latong.

Begitupun :

Pernyataan Bapak yang mengatakan "Sada au do rupa namangurus
aek latong" mungkin perlu Bapak renungkan kembali.

Tugas dan fungsi seorang Bupati ada baiknya bapak pelajari
kembali, sehingga jelas bedanya siapa itu bupati, siapa itu
parsaba, paragat atau partonun. (Maukan bapak posisinya
digantikan paragat agar paragat yang mengurus pembangunan
di Sipirok. Pendek hata...! Bapak dipilih untuk tugas itu,
pemerintah menggaji untuk tugas itu. Bapak bupati memang
harus sada di sada kabupaten, tidak ada di negara ini satu
kabupaten bupatinya dua, tiga apalagi tuju. Kalaupun ada
istilah Bupati aek lappesong, camat tor Halihi yang di
bikin-bikinnya itu. Masa na iboto bapak-i...?

Mohon maaf pada pak Bupati, pantas Bapak tidak mau menemui
para demonstran di Tapsel dulu, rupanya Bapak yang tak
pintarnya berdiflomasi, padahal sangat mudah dilakukan
apalagi hita sude namarkoum-koumdo. Homin di homba Bapaki
pe para naposonauli bulung itu, majinak doi. Apalagi
didokkon, amang, inang bere...dongan ni ayamu do au, hu
tanda do umamu...aha dope...! Baruma idokkon pak Bupati
aha nai roni bapaki. Anggo narohakku tinggal mangolohon
noma sudei. Terakhirna ibaenkon Bapaki sajutabe tu
saku ni para demonstarni. Aha dope namasoi. Muda adong
najogal, tambai saotik. Biade...! Ne hepeng do mangatur
negaraon Bapak. Margottijo palang bapak jadi Bupati...?

On attong i alo bapaki ido. Padahal mabinota  Bapakdo
"Pir batu piran nasuada...salimper ibola pitu inda
adong" I ma nagot alo on ni bapaki. Idia taraloi.
"Matipul pe jadi" ningia. Nara ia kala. Buktina sampe
sannari marlanjutkan...? Muse...apa lagi parlopo-lopo.
ulang di alo bapak, hepeng do dihalai hurang. Anggo soal
politik itoru do kaji bapaki. Naso percoya de bapak-i...?
(Sada do koran di lopo tai sude halak mambaca. Bahat
koran di kator Bupati, sada pe naong namambaca. Tottu
pittaran parlopo-pen). Rata-rata halak Sipirok manonton
TV 5 jom sadari da  Bapak, molo Bapak paling narohakku
sajom, harana sibuk tujae tujulu.
________________

Hal Kekompakan
________________

Saya menafsir, kekompakan yang dimaksud pak Bupati  pada
video ini adalah suatu kehendak agar masyarakat menuruti
kehendak pemerintah. Dan bukan sebaliknya.

Yah hanya tafsiran, tapi saya yakin para penonton videopun
akan menafsir hal yang sama. (Mungkin sekarang ini, istilah
dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat telah
berobah menjadi dari pemerintah oleh pemerintah dan untuk
pemerintah). Dan hal ini sangat terasa ketika mendengar
berita korupsi sabakul hepeng orangnya tetap tenang.
Sementara tardege pira ni manuk dipasar, habis dibalbali
Nung dibalbali, ipanjarahon muse dope. Ah.....
__________________

Hal Tepuk Tangan
__________________

Para kawan...!

Mendengar pak Bupati ini berkata , Naong muse attong
natepuk tangan" ninna, membauat saya merasa  heran.

* Tanggapan Penulis :

Mengapa pula nadong...?

- Adakah yang hadir itu adalah orang-orang yang marsatonga
roha "Naro iba napade, ro iba tai na di etong' ninna di bagasan
roha...?

- Adakah karena ketersinggungan para pendengarnya karena disebut
Ktp na Sipirok tai namamboto Sipirok...?

- Atau karena ada peristiwa lama yang masih susah di lupakan...?
(Sabat tu saba gara-gara demo, martakangi namarabang maranggi
gara-gara kantor bupati, atau homin katua sajo ma namandapot,
dll).

Para kawan...! Saya tidak tahu jawabannya, inda huboto dapotna,
namun saya tahu, selalu ada alasan mengapa orang melakukan atau
tidak melakukan sesuatu.

Dan jika diubungkan dengan "Tidak adanya tepuk tangan" maka
penulis berasumsi bapak Bupati ini tidak terlalu disukai
masyarakat Sipirok.
_____________________________________________________

Sipirok Ibu Kota Tapsel (Dalam Hub ngannya Dengan UU 37 & 38).
_____________________________________________________

* Diakui bahwa Sipirok adalah Ibu kota Tapsel secara keseluruhan.
* Sipirok (Lingungan sekitarnya) akan dibuat menjadi pusat kegiatan
kesenian dan perekonomian untuk masa mendatang dan tidak tanggung-
tanggung.
* (Penulis tidak menemukan topik yang berhubungan dengan letak
kantor Bupati, tapi penulis tahu ada cerita yang panjang mengenai
peletakan kantor Bupati ini).

* Tanggapan penulis :

- Melihat perkembangan dimasyarakat, secara umum bisa saya katakan
tidak ada hal yang lebih penting bagi halak Sipirok baik yang di
Huta maupun di luaran sana, kecuali masalah penyelesaian kantor
Bupati ini.

- Bagi penulis UU 37 & 38 ini sudah seperti "Undang-Undang Begu"
Persatuan dan kesatuan yang selama ini dijunjung tingggi oleh
Halak Sipirok seperti sudah tercabik-cabik. Masalahnyapun sudah
seperti "Kanker" menggrogoti dan menyebar kesegala arah. Hingga
terkadang penulis takut, UU ini nantinya bukan saja lagi membikin
"Gap" antara masyarakat dengan pemerintah, bahkan akan membikin
"Gap" antara orang tua dengan anak, antara namariboto, anatara
namaranggi, namarkahangi, namarmarga atau namar huta.

- Padahal...padahal...padahal...telah jatuh korban ratusan
bahkan ribuan jiwa antara halak batak sebelum terjadi persatuan
dan kesatuan yang ada sekarang ini.

- Tidakkah kita semua tahu, antara marga, antara huta dulunya
berperang di Tapsel dan masing-masing merasa yang paling hebat
hingga timbul berbagai macam kerajaan.

- Haruskah itu terulang lagi, diantara kita yang sama-sama taunya
bagaimana rasanya sambal tuk-tuk atau sambal borsang. Bahkan
batang ni botik pun harus dimakan, begitu juga bulu dan  batang
ni bargot. Sude dipangan dan selalu idokkon tabo padahal
nanggo tabo.

- Dan jika itu terjadi, terjadi perpecahan diantara kita, antara
masayarakat dan Pemerintah (Pemerintah itu masyarakat juga-pen)
alangkah tangisnya jiwa-jiwa para leluhur kita, para oppung-oppung
kita di alam baqa sana.

- Renungkanlah para kawan, pikirlah pak Bupati, termasuk para
anggota Dewan. (Gunakan sekali-kali hati dalam hidup ini bapak-
bapak, jangan hanya gunakan politik). "Marap lojabe hitaon pature-
ture hitaon". ning Raja Panusunan Bulung.
______________

Kesimpulan
______________

Para kawan atau koum sasudena...!

Apa yang saya sampaikan diatas adalah bentuk sumbangsih pemikiran
saya pada macam persoalan Tapsel. Mungkin saat ini tidak terlalu
memberi arti, tapi hidup terus belangsung kiranya suatu saat ada
yang mengambil hikmah dari tulisan ini.

Jika ada yang bertanya, "Manakah yang lebih penting persatuan
dan kesatuan dibandingkan dengan keberadaan Kantor
Bupati itu sendiri...?"

"Saya tidak perduli apakah kantor itu ditempatkan di Tolang atau
di Tulang, di Laut Sikutoro atau di selat Sikataro. Di Huta Hadaoan
atau di Huta Habunian" jawabnya pula.

Saya cuma ingin katanya :

* Masyarakat Sipirok itu tetaplah berada dalam kesatuan dan persatuan
(Tidak seimbang harga nyawa para pendahulu kita dengan harga kantor
Bupati itu / Mereka tidak akan setuju jika kita harus menyabung nyawa
untuk masalah ini).

* Masyarakat sipirok itu tetap berada di dalam orang-orang yang
lapang andarona meskipun harus berada dalam macam persoalan kesusahan
hidup. (Tidak akan kiamat dunia andai kantor Bupati Tapsel tidak di
Sipirok. Tapi dunia bisa kiamat bila kantor ini masih harus tetap
dipaksanakan di Sipirok). Mari sama kita ingat, Hancur itu mudah,
membangun itu  yang susah.

* Adakah yang bisa menggambarkan jika terjadi Demo Masyarakat
TAPSEL Part 6,7.8,9 atau 10...? (Istilah KTP Halak Sipirok dan
Luar Sipirok bukanah istilah biasa. Saya tak bisa bayangkan apa
yang terjadi jika didalam KTP itu diselipkan uang ratusan juta oleh
mereka yang punya kepentingan politis-pen)

* Tentang siapa pak Bupati dan bagaimana pribadinya sudah cukup jelas
tergambar lewat macam respon para dongan dan hasil analisa pesannya
pada tulisan ini.

* Karena itu saya sebagai penulis di Angkola Blog ini, ingin memberi
saran :

"DEMI TERCIPTANYA KEAMANAN,TERCIPTANYA PERSATUAN
DAN KESATUAN, TERHORMATINYA PARA LELUHUR DAN TERHINDARINYA RASA GELISAH ORANG TUA PADA ANAKNYA, TERHINDARINYA PERASAAN WAS-WAS ISTRI PADA SUAMINYA,
TERHINDARINYA PENGHABURAN UANG DARI YANG TIDAK PASTI,
DEMI TETAP TEGAKKNYA NILAI-NILAI DAN NORMA-NORMA ADAT DAN AGAMA YANG KITA JUNJUNG TINGGI"

MARI SAMA TETAP TENANG DI TEMPATNYA MASING-MASING
SAMBIL MENUNGGU MASA BERAKHIRNYA MASA JABATAN
BAPAK BUPATI KITA INI. DAN BERDO'A

"YA...ALLAH TUNJUKI HAMION PADA JALAN YANG BENAR DAN BERIKAN KAMI HALAK SIPIROKON PEMIMPIN MASA DEPAN
YANG MENGERTI AKAN KEINGINAN MASYARAKATNYA".

AMIN YA ROBBAL ALAMIN...!

(Setelah margotti, baru dibicarahon muse).

Oya anggia...! Hangoluanon otak ni usaha do sude. Molo adongpe di ginjang ni
usaha dalam hubungannya dengan demo, molo na "panjara kuburan"
Inomadai, Namaborati...! Biade...? Marpikir mada joloda, sanga di
pikirkon mada jolo. Kakakakakaka....kkk...kkk....

Ws. Wr. Wb. ..... Tetaplah sehat semangat dan horas...!


____________________________________________________________
Cat :
* Link Video Musik Sahata aoloan : http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/02/sahata-saoloan-mariati-lubis.html
* Link Macam Respon pada Video :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/02/macam-respon-pada-bupati-tapsel-di.html
* Link Lirik Lagu Sahata Saoloan :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/02/lirik-lagu-sahata-saoloan.html
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment