Monday, March 11, 2013

Rusa/Hije Totol di Istana Bogor

#SELAMAT MALAM TAPANULI#
(Menyimak berita sekitar rusa/hije totol di Istana Bogor)
______________________________________________________

Para kawan ...! Berikut berita dari http://www.presidenri.go.id/istana/index.php/pernak-pernik/2011/11/15/133.html . Slakan dibaca, siapa tahu ada diantara
pengu njung angkolafacebook ini yang ingin memeliharanya :
_______________

Kutipan Berita
_______________

Sekumpulan Rusa terlihat
berbaring di tengah hamparan
rumput hijau. Mereka berbaring
sambil menikmati hangatnya
sinar matahari, terlihat seakan
sedang berjemur.

Di bagian lain lapangan tersebut
terlihat rusa-rusa lain
berjalan sambil sesekali menundukkan kepala untuk menikmati
rumput di bawah kakinya. Inilah pemandangan sehari-hari di
halaman Istana Bogor.

Di lapangan seluas 20 hektar ini rusa-rusa di Istana Bogor
menikmati hidup yang nyaman, tanpa kekurangan. Istana Bogor
memang terkenal dengan populasi rusa totolnya yang dibiarkan
hidup bebas seperti di habitat aslinya.

Namun karena tidak terdapat predator alami, populasi rusa-rusa
ini terkadang melonjak.

Awalnya pada tahun 1811, sebanyak 6 pasang rusa dibawa Dan Daels
Gubernur Hindia Belanda pada saat itu. Rusa-rusa ini merupakan
jenis rusa totol yang dibawa dari daerah di sekitar pegunungan
Himalaya. Ketika Indonesia diinvasi oleh Jepang, rusa-rusa
tersebut diburu hingga hampir habis.

Namun beberapa bersembunyi di rumpun-rumpun yang terdapat
halaman Istana dan selamat. “Kalau dulu banyak rumpun-rumpunan,
sekarang hanya rumput yang luas dan bebas,” jelas Kasubag
Bangunan Apandi yang menangani bangunan, utilitas, halaman dan
satwa di Istana Bogor. Saat ini populasi rusa Istana Bogor
adalah keturunan rusa yang selamat tersebut.

Menurut Apandi, satu ekor rusa membutuhkan luas lahan sekitar
500 meter persegi. “Idealnya lapangan rumput seluas 20 hektar
itu bisa untuk hidup 400-500 ekor rusa. Sedangkan saat ini
populasi rusa Istana Bogor mencapai angka di atas 750 ekor.

Memang sekitar bulan September-Oktober adalah musim lahir,
menyusul musim kawin yang terjadi pada sekitar bulan April-Juli,
sehingga wajar bila terjadi lonjakkan populasi.

Untuk mengatasi lonjakan populasi tersebut, Istana Bogor
melalui instruksi dari Menteri Sekertaris Negara sering
kali memindahkan rusa-rusa ini ke tempat-tempat lain.

Hal ini dilakukan melalui dua cara yaitu penghibahan atau
pengalihan status. Alih status dilakukan apabila rusa
dipindah tempatkan ke lahan yang dimiliki oleh kementerian,
atau TNI dan POLRI. Sedangkan penghibahan dilakukan bila
yang menerima adalah pemerintah daerah atau yayasan yang
bergerak dibidang kemanusiaan, sosial, maupun keagamaan.

Diantara tempat yang telah menerima rusa-rusa ini yang
paling terkenal mungkin adalah Taman Monumen Nasional di
Jakarta Pusat dan Taman Makam Pahlawan di Kalibata.

Selain 2 tempat tersebut, banyak institusi atau instansi
lain yang juga telah menerima rusa-rusa dari Istana Bogor
ini, diantaranya adalah Universitas Hasanuddin di Makassar,
Sulawesi Selatan, Walikota Tanggerang Banten, lembaga
Yayasan Keagamaan Banten, Yayasan Pendidikan dan
Kesejahteraan Islam Hadji Kalla, dan Yayasan Pendidikan
Insan Kamil Bogor.

Kalau anda tertarik untuk menampung rusa-rusa tersebut
anda bisa mengajukan permohonan ke Kementerian Sekertaris
Negara. Jika anda memenuhi persyaratan, maka proses
permohonan tersebut akan diteruskan. Selain syarat
institusi yang telah disebutkan sebelumnya, mereka
yang mengajukan permohonan juga harus memenuhi syarat
fasilitas. Fasilitas yang diperlukan adalah lahan seluas
500 meter persegi/ekor, lahan yang telah terpagar, bebas
dari anjing dan hewan pemangsa lain, saluran air untuk
minum rusa, lahan rumput yang subur, dan izin penangkaran
dari Departemen Kehutanan.

“Tahun ini direncanakan sebanyak 142 ekor akan dihibahkan
ke berbagai institusi,” ujar Apandi. Sedangkan tahun
sebelumnya sebanyak 190 ekor sudah dihibahkan ke berbagai
tempat. Karena kapasitas Istana Bogor yang terbatas
penghibahan ini memang harus dilakukan agar kehidupan
para rusa itu sendiri tidak terganggu. (arc)
Foto: Rusa Totol di Istana Bogor.
(foto:haryanto/presidensby.info)
___________________

 Comentar Penulis
___________________


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment