Rabu, 29 Mei 2013

"MACAM TARI DARI PULAU SUMATRA : Ngak tanggung lenggoknyada...!"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak dan menikmati macam info tari dari pulau Sumatra)
________________________________________________________














Para kawan ... !

Mau ikut kalian...? Nonton tari kita malam ini dari semua penjuru
di Sumatra. Sodap ini kawan...! Disamping dapat menambah ilmu
sitirif parbinotoan dapat cuci mata lagi. Macam mana tak cuci mata,
cantik-cantik kali ito para penari itu. Iya...! Betulnyada. Tengokla
tengok kalau ngak percaya. Ngak tanggung lenggoknya...!

Tapi jangan tau, "Oppuni api da...!". bisa dibolnangnya awa nanti,
"Mata kau itu..." katanya, padahal awa cuma lihat dikitnya. Oke...!
Oke pun jadilah...!

Okelah kalau begitu, kita mulai dari ujung pulau Sumatra :
____________________________________

Tari Saman dan Tari Sedati (Aceh)
____________________________________

Pata kawan...!

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa
ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat.
Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Gayo.

Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan
kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan
tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman,
seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.

Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya
Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah
untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali,
24 November 2011.

Adapun mengenai makna dan fungsi tari saman ini dikatakan :

Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah).
Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun,
kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan,
tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili
masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna
kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya
terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian
adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan,
dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup).

Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam
mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Sedangkan mengenai gerakannya dikatakan :

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik,
akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka
yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka
sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian
ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena
keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam
menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki
konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil
dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.
Pada zaman dahulu,tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu,
diantaranya dalam upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan
pula pada acara-acara yang bersifat resmi,seperti kunjungan tamu-tamu Antar
Kabupaten dan Negara,atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.  

Berikut vedio "Tari Saman" :



______________________

Tari lainnya yang populer dari aceh ada juga namanya, "Tari Seudati".

Mengenai tari ini disebutkan :

Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh.
Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/
pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad
utusan Allah.

Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari
Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda
Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian
ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang
tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional
Indonesia.

Berikut video "Tari Seudati" :


_____________________________________________________

Tari / tortor Mual Pangurason dan Tari/tortor Hatasopisik (Sumatra Utara)
_____________________________________________________

Pada wikipedia desebutkan :






















Perbendaharaan seni tari tradisional meliputi
berbagai jenis. Ada yang bersifat magis, berupa
tarian sakral, dan ada yang bersifat hiburan saja
yang berupa tari profan. Di samping tari adat
yang merupakan bagian dari upacara adat,
tari sakral biasanya ditarikan oleh dayu-datu.
 Termasuk jenis tari ini adalah tari guru dan
tari tungkat. Datu menarikannya sambil
mengayunkan tongkat sakti yang disebut
Tunggal Panaluan.

Tari profan biasanya ialah tari pergaulan
muda-mudi yang ditarikan pada pesta gembira.
Tortor ada yang ditarikan saat acara perkawinan.
Biasanya ditarikan oleh para hadirin termasuk pengantin dan juga para
muda-mudi. Tari muda-mudi ini, misalnya morah-morah, parakut, sipajok,
patam-patam sering dan kebangkiung. Tari magis misalnya tari tortor
nasiaran, tortor tunggal panaluan. Tarian magis ini biasanya dilakukan
dengan penuh kekhusukan. Selain tarian Batak terdapat pula tarian Melayu
seperti Serampang XII.

Mengenai tor-tor sebagai tari disebutkan :

Tortor adalah tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang.
Secara fisik tortor merupakan tarian, namun makna yang lebih dari
gerakan-gerakannya menunjukkan tortor adalah sebuah media komunikasi,
di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara
partisipan upacara.

Tortor dan musik gondang ibarat koin yang tidak bisa dipisahkan.
Sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan)
melakukan acara khusus yang dinamakan Tua ni Gondang, sehingga berkat
dari gondang sabangunan.

Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang
mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan
kata-kata yang sopan dan santun sebagai berikut : "Amang pardoal pargonci" :

"Alualuhon ma jolo tu ompungta Debata Mulajadi Nabolon, na Jumadihon
nasa na adong, na jumadihon manisia dohot sude isi ni portibion."
"Alualuhon ma muse tu sumangot ni ompungta sijolojolo tubu, sumangot
ni ompungta paisada, ompungta paidua, sahat tu papituhon."
'"Alualuhon ma jolo tu sahala ni angka amanta raja na liat nalolo."

Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang
dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. Setelah permintaan/seruan
tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang
telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk
memulai menari.

Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti :
Permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang
mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan, kebahagiaan, dan
rezeki yang berlimpah ruah, dan upacara adat yang akan dilaksanakan
menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga, serta para
undangan.

Setiap penari tortor harus memakai ulos dan mempergunakan alat musik/
gondang (Uninguningan).
Ada banyak pantangan yang tidak diperbolehkan saat manortor, seperti
tangan si penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas,
bila itu dilakukan berarti si penari sudah siap menantang siapa pun
dalam bidang ilmu perdukunan, atau adu pencak silat (moncak), atau
adu tenaga batin dan lain-lain.
Tari tortor digunakan sebagai sarana penyampaian batin baik kepada
roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu)
dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat.

Berikut salah satu video Tari /Tortor dari sumut :



__________________

Tari lainnya yang populer dari Sumatra Utara ada juga namnya, "Hata Sopisik".
atau Hata Markusip.

Berikut  video "Tari Hata Sopisik" :




________________________________

Tari Piring dan Tari Inding (Padang)
________________________________

Para kawan...!

"Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang
adalah salah satu seni tari tradisonal di Minangkabau yang berasal
dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan
menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut
kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa
terlepas dari genggaman tangan" ima ninna di wikipediai.

Selanjutnya ninna muse :

Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat
setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah
ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang
kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan
yang dinamis.

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak
lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan
tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat
banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.

Idokkon muse mengenai gerakanna :

Gerakan tari piring pada umumnya adalah meletakkan dua buah piring di
atas dua telapak tangan yang kemudian diayun dan diikuti oleh gerakan-
gerakan tari yang cepat, dan diselingi dentingan piring atau dentingan
dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya. Pada akhir
tarian, biasanya piring-piring yang dibawakan oleh para penari
dilemparkan ke lantai dan kemudian para penari akan menari di atas
pecahan-pecahan piring tersebut.

Tarian ini diiringi oleh alat musik Talempong dan Saluang. Jumlah penari
biasanya berjumlah ganjil yang terdiri dari tiga sampai tujuh orang.
Kombinasi musik yang cepat dengan gerak penari yang begitu lincah membuat
pesona Tari Piring begitu menakjubkan. Pakaian yang digunakan para
penaripun haruslah pakaian yang cerah, dengan nuansa warna merah dan
kuning keemasan.

Berikut video "Tari Piring" :



________________

Tari lainnya yang populer dari Padang ada juga namanya, "Tari Indang".

Lewat alamat http://plapon.com/asal-usul-tari-indang
dikatakan :

Asal usul tari indang – Tari indang merupakan salah satu kesenian
tari yang berasal dari minangkabau. Etnik minangkabau menyimpan
banyak kekayaan tradisi lisan. Asal usul tari indang adalah dari
kata Indang atau disebut juga badindin, salah satunya.

Tarian ini sesungguhnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan
secara berkelompok sambil berdendang dan memainkan rebana kecil.
Sejarah Asal usul tari indang :

Kesenian tari indang tadinya bertujuan untuk keperluan dakwah islam.
Itu sebabnya, sastra yang dibawakan berasal dari salawat nabi Muhammad
atau hal-hal bertema keagamaan. Indang berkembang dalam masyarakat
traditional Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang
Pariaman.

Nasrul Azwar, aktivis budaya yang tinggal dipadang, menyebutkan
secara historis Indang merupakan hasil perkawinan budaya antara
Minangkabau dan peradaban Islam abad ke – 14. Peradaban tersebut
diperkenalkan pedagang yang masuk ke aceh melalui pesisir barat
Pulau Sumatra dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.

Berikut video "Tari Indang Badinding" :

__________________________________________________________

Tari Serampang 12 dan Tari Zapin (Pakan Baru / Tanjung Pinang / Batam)
__________________________________________________________

Pada situs http://plapon.com/search/tari-serampang-dua-belas-wikipedia
dikatakan :

Asal usul tari Serampang Dua Belas Asal usul tari Serampang Dua Belas –
Tari Serampang Duabelas merupakan kesenian tari tradisional yang berasal
dari Melayu. Waktu itu berkembang di bawah Kesultanan Serdang.

Tarian Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan
digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama
Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari, sesuai dengan
judul lagu yang mengiringi.

Berikut tarinya :


________________

Tari lainnya yang populer dari Tanjung Pinan g, Pakan Baru atau Batam
 ada juga namanya, "Tari Zapin".

Disebutkan :
Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti
pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Zapin merupakan
khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab.

Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur,
digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu
zapin yang didendangkan.

Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat
musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil
yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan
oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari
perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.

Tari Zapin sangat ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak
dasar zapin-nya sama, ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan
barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kepulauan Riau,
pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.

Berikut video "Tari Zapin" :

__________________________________________

Tari Rantak Kudo dan Tari Sekapur Sirih (Jambi)
__________________________________________

Tari Rentak Kudo adalah tarian kesenian khas budaya asli masyarakat
Kerinci yang berasal dari daerah Hamparan Rawang Kabupaten Kerinci,
Jambi yang banyak diminati kalangan masayakat di Kabupaten Kerinci.

Tarian ini dikenal sebagai "Rentak Kudo" karena gerakannya yang
menghentak-hentak seperti kuda. Tarian ini ditarikan di dalam perayaan
yang dianggap sangat sakral oleh masyarakat Kerinci. Tingginya
penghormatan terhadap perayaan seni dan budaya Kerinci ini pada
zaman dahulu sangat kuat sehingga dipercaya bahwa dalam setiap
pementasan seni budaya ini getaran dan hentakan tari Rantak Kudo
bisa terasa hingga jarak yang sangat jauh dari lokasi pementasan.

Tarian ini dipersembahkan untuk merayakan hasil panen pertanian di
daerah Kerinci yang secara umum adalah beras (padi) dan dilangsungkan
berhari-hari tanpa henti. Kadang bila dilanda musim kemarau yang
panjang, masyarakat Kerinci juga akan mementaskan kesenian ini untuk
berdoa kepada Yang Maha Kuasa (menurut kepercayaan mereka masing-
masing).

Tujuan dari pementasan tari ini umumnya adalah untuk melestarikan
pertanian dan kemakmuran masyarakat, untuk menunjukkan rasa syukur
masyarakat Kerinci baik dalam musim subur maupun dalam musim kemarau
untuk memohon berkah hujan.sakral oleh masyarakat Kerinci.

Berikut  video tari "Rantak Kudo" :




Tari lainnya ada juga namanya Tari "Sekapur Sirih", mengenai tari
ini dikatakan :

Tari Sekapur Sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-tamu
besar di Provinsi Jambi dan Riau.dan juga terkenal di malaysia sebagai
tarian wajib kepada tamu besar

Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan
musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu. Menyambut dengan hati
yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu
yang dihormati.

Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam
menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari
perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa
payung dan 2 orang pengawal. Propetri yang digunakan: cerano/wadah yang
berisikan lembaran daun sirih, payung, keris. Pakaian: baju kurung /adat
Jambi, iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari :
biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.

Berikut   video "Tari Sekapur Sirih" :



______________________________

Tari Andun dan Tari Kajei (Bengkulu)
______________________________

Tari Andun adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Bengkulu
dan dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para
bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik
kolintang. Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana
mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk pelestariannya
saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat,
khususnya bujang gadis.

Berikut Video  "Tari Andun" :



_____________________

Tari lainya ada juga namanya "Tari Kajei". Mengenai hal ini dikatakan :

Tari Kejei merupakan kesenian rakyat Rejang yang dilakukan pada setiap
musim panen raya datang. Tarian tersebut dimainkan oleh para muda-mudi di
pusat-pusat desa pada malam hari di tengah-tengah penerangan lampion.
Kekhasan tari ini adalah alat-alat musik pengiringnya terbuat dari bambu,
seperti kulintang, seruling dan gong. Tarian dimainkan sekelompok orang
yang membentuk lingkaran dengan berhadap-hadapan searah menyerupai jarum jam.

Tarian ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pedagang Pasee, bernama
Hassanuddin Al-Pasee yang berniaga ke Bengkulu pada tahun 1468. Tapi,
ada pula keterangan dari Fhathahillah Al Pasee, yang pada tahun 1532
berkunjung ke tanah redjang.

Tari Kejei dipercaya sudah ada sebelum kedatangan para biku dari Majapahit.
Sejak para biku datang, alat musiknya diganti dengan alat dari logam,
seperti yang digunakan sampai saat ini. Acara kejei dilakukan dalam masa
yang panjang, bisa sampai 9 bulan, 3 bulan, 15 hari atau 3 hari
berturut-turut.

Tari ini adalah tarian sakral yang diyakini masyarakat mengandung
nilai-nilai mistik, sehingga hanya dilaksanakan masyarakat Rejang Lebong
dalam acara menyambut para biku, perkawinan dan adat marga. Pelaksanaan
tari ini disertai pemotongan kerbau atau sapi sebagai syaratnya.

Berikut video  "Tari Kajei" :



______________________________________

Tari Gending dan Tari Ya Saman (Palembang)
______________________________________

Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat
Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya
diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya. Baik lagu
maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan
keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan
wilayah Barat Nusantara.

Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung
ke daerah tersebut, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri
kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar
atau yang dianggap setara dengan itu.

Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional
yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari
masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang
mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia,
tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.

Tarian Gending Sriwijaya digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik
yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot
dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari
lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah
penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik
pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape recorder.

Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong.
Sedang peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian
itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup. Penari paling
depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada
tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon
terbuat dari kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya
hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa
pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri.
Demikianlah pula penari-penari lainnya.

Sedangkan mengenai liriknya sbb :

Di kala ku merindukan keluhuran dahulu kala
Kutembangkan nyanyian lagu Gending Sriwijaya
Dalam seni kunikmati lagi zaman bahagia
Kuciptakan kembali dari kandungan Sang Maha Kala
Sriwijaya dengan Asrama Agung Sang Maha Guru
Tutur sabda Dharmapala Sakyakhirti Dharmakhirti
Berkumandang dari puncaknya Seguntang Maha Meru
Menaburkan tuntunan suci Gautama Buddha sakti.
Borobudur candi pusaka zaman Sriwijaya
Saksi luhur berdiri teguh kokoh sepanjang masa
Memahsyurkan Indonesia di tengah Asia
Melambangkan keagungan sejarah Nusa dan Bangsa
Taman Sari beserta emas perak Sri Ksetra
Dengarkanlah bualan bagai di Surga Indralaya
Taman puji turunan Maharaja Syailendra
Mendengarkan irama lagu Gending Sriwijaya.

Berikut video "Tari Gending Sriwijaya" :



__________________

Tari lainnya yang populer dari Palembang ada juga namanya, "Tari Ya Saman".

Berikut videonya "Tari Ya Saman " :

__________________________________

Tari Sembah dan Tari Melinting (Lampung)
__________________________________

Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung.
Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari
Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh
Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat
lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para
tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai
sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan,
tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan
masyarakan Lampung.

Berikut video "Tari Sembah" :



___________________________

Tari lainnya yang populer dari Lampung ada juga namanya, "Tari Melinting".

Berikut video "Tari Melintingnya" :

_______________________________________________________

Penutup (Kesimpulan umum setelah melihat macam tari)
_______________________________________________________

1. Benar semua provinsi di Sumatra punya tari.

2. Persamaan umum dari semua tari dilihat dari tujuan atau
   kegunaannya sangat terasa pada tari sembah. Artinya semua
   provinsi punya tari sembah. Persamaan lainnya, semua provinsi
   punya tari sebagai tanda syukur atas hasil pertanian / panen.
   Begitu juga dengan tari muda-mudinya, semua provinsi memilikinya.

3. Perbedaan dari semua tari sangat terasa pada gerak dan iringan
   musiknya.

4. Tari yang memberi kesan kegembiraan sangat terasa pada tari yang
   bertujuan memberitahu tanda syukur atas hasil panen dan semakin
   gimbira jika tari ini dilakukan oleh muda-mudi.

5. Ada kecenderungan hanya sumatra utara yang punya tari/tor-tor masih
   terasa kesan animismenya. Sedangkan tari palembang lebih menekankan
   pada sejarahnya Sriwijaya.

6. Tari Aceh,  Tari Padang dan Tari Melayu kesan pengaruh  budaya islamnya
   sangat terasa. Begitupun yang paling menonjol adalah Aceh

7. Sedangkan tari atau totor Sumatra Utara lebih terkesan sebagai tari
   yang bediri sendiri. Nyaris tidak terasa pengaruh agama islamnya dan
   hal ini  salah satu penyebab mengapa tortor ini di wilayah batak yang
   berpenduduk islam di seleksi. Tidak semua tortor Batak di tortorkan
   di wilayah Tapanuli Selatan (Adat bersanding agama-pen)

8. Adapun tari-tari dari Palembang, Bengkuku dan Lampung baik dari
   segi gerak, pakaian,  maupun musik pengiring sangat terasa kedekatannya
   pada suku Jawa (Mojopahit).

9. Pada umumnya tari-tari yang mewakili satu budaya atau adat tidak
    diketahui siapa penciptanya, tapi gerakan tari akan tetap sama di
    lingkungan (Wilayah Kabupaten) manapun tari tersebut di tarikan

Para kawan...!

Jika  boleh membanding, tari-tari Melayu itu termasuk Padang umumnya
gerakannya sangat luwes dan dinamis sehingga terkesan seperti mau
terbang. Mereka umumnya memulai gerakan dari bawah terus keatas.

Sedangkan tari-tari Sumatra Utara stirif tortor umumnya memulai gerakan
dari atas dulu baru turun kebawah, sehingga terkesan seperti mau tenggelam.
Ya tenggelam dan bonom. Kakakakakaka...kkk....kkkk....memang hebat
iti tari tor-tor, lain dari pada yang lainba.



Demikian yang dapat disajikan malam ini dan selamat malam...!
________________________________________________________
Cat :
*Sumber utama penulisan adalah info dari wikipdia Indonesia
* Kepada semua pemilik video yang di upload pada youtube,
   penulis angkolafacebook.blogsfot.com minta ijinnya untuk
  di posting di blog ini dan trims.
* Sampai Senin, 9 Feb 2015 dilihat 12.351 kali.
br />
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

2 komentar: