Selasa, 28 Mei 2013

PILIHAN SIKAP SETELAH LULUS SMA / SEDERAJAT

#SELAMAT MALAM PARA ANGGI#
(Menentukan sikap dalam pilihan setelah lulus SMA / sederajat
dalam hubungannya dengan masa depan cerah / Sukses)
_______________________________________________________









Horas Tapanuli Selatan dan sekitarnya...!

Tentunya kita semua tahu, bahwa pengumuman UN SMA / Sederajat
tahun 2013 ini telah keluar. Dan pengumuman ini mengingatkan penulis
pada masa lampau ketika lulus SMA.

Dari sisi kelulusan sesungguhnya menggembirakan, tapi dari sisi penentuan
langkah masa depan bukan tidak mungkin akan menjadi sangat membingungkan
karena keterbatasan informasi hal  yang harus dihadapi setelah lulus SMA.

Mengacu pada pengalaman penulis tempoe doloe, penulis terinspirasi untuk
berbagi khususnya pada para anggi-angi yang ada di Tapsel sana tentang,
"Cara penentuan sikap setelah lulus SMA / sederajat"

Penentuan sikap ini menurut hemat penulis sangat penting karena besarnya
pengaruh sikap dengan masa depan cerah atau sukses.

Selamat menyimak para anggi...!
__________________

Pengertian Sikap
__________________

Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup
terhadap suatu stimulus atau obyek (Soekidjo N, 2003).

Newcomb dalam Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa sikap merupakan
kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanan
motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas,
akan tetapi adalah merupakan “pre-disposisi” tindakan atau perilaku.
Sikap masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka.

Demikian tersaji pada situs "Sarjanaku.com" dengan alamat
http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-sikap-defini-tingkatan.html

Dengan demikian sikap adalah suatu arah untuk melakukan suatu tindakan /
belum merupakan tindakan.

Hubungannya dengan tulisan, "Sikap yang bagaimana yang seharusnya dilakukan
para anggi yang dari Tapsel sana setelah lulus SMA / sederajat".
_______________________________________

Pengertian Masa depan Cerah / Sukses
_______________________________________

Sukses adalah suatu impian atau tujuan
yang kita inginkan telah tercapai
dengan usaha dan kerja keras yang
dijalani dalam hidupnya dalam mencapai
kesuksesan dan keinginan tersebut berupa
hal yang positif baik untuk diri sendiri dan
orang lain, dan disebut sukses apabila
kesuksesan itu bermanfaat bagi orang lain
disekitar kita, kesuksesan itu tidak hanya
berupa materi, tapi kesuksesan itu bisa
berupa non materi.

Demikian tersaji lewat link
http://tioalvin.blogspot.com/2011/03/ 
pengertian-sukses.html  mengenai pengertian sukses.

Hubungannya dengan tulisan, "Bergunanya atau bermanfaatnya kehidupan para
lulusan SMA / sederajat di Tapsel sana pada masa-masa mendatang baik
bagi dirinya maupun orang lain"
__________________________________________________

Hubungan Sikap dengan Masa depan cerah / sukses
__________________________________________________

Para anggi...!

Dengan demikian jelas, ada hubungannya yang erat antara penentuan sikap
pada masa sekarang dengan sukses tidaknya seseorang pada masa mendatang.
Artinya ada pengaruh yang besar dalam menentuan sikap dengan cerah
tidaknya masa depan seseorang.

Yang perlu dicermati adalah, sesungguhnya sikap seseorang merupakan factor
utama keberhasilan. Sikap lebih penting dari pada IQ, pendidikan, dan factor
lainnya. Orang yang berfikiran positif, hidupnya lebih sehat dan memiliki
hubungan yang lebih baik dengan sesama rekan sekerja, dapat menduduki posisi
yang lebih baik. Orang yang berpikiran positif pintar dalam mencari uang.
Tidak perduli dari mana anda berasal atau seberapa besar bakat yang dimiliki,
sikap dan kelakuan yang baik dan benar dapat mempengaruhi karier anda.

Demikian tulis http://javafardyanz.blogspot.com/2011/09/10-sikap-
menuju-sukses-attitude.html dalam melihat "Hubungan sikap dengan sukses".

Mengacu pada ke tiga sub judul di atas, maka penulis melihat ada dua
pilihan para pelajar Tapsel atau Angkola dalam menetapkan sikap tinggal
setelah lulus SMA / sederajat yaitu :

1. Pilihan tetap tinggal di huta
2. Pilihan pergi merantau
________________________________________________________

Sikap dalam pilihan tetap tinggal di huta dalam hubungannya
dengan kesuksesan hidup
________________________________________________________

Para anggi...!

Berikut alternatif menurut penulis bagi mereka yang memilih tetap
tinggaldi huta setelah lulus SMA :

1. Bekerja di lingkungan Pemerintah Kecamatan / Kabupaten

Adalah satu keuntungan besar jika para anggi dapat kesempatan
untuk bekerja di Instasi pemerintah stelah lulus SMA. Hal ini
mengingat terbatasnya lapangan kerja dan tingginya  minat orang
untuk memasukinya.

Jika ini anggi dapatkan, kiranya sikap siap kerja keras dan serius
dalam pekerjaan akan dapat mengantar anggi kejenjang karir yang
lebih tinggi hingga sukses itu lebih mudah di dapat.

2. Membantu orang tua tanpa kuliah (Marsaba / markobun)

Marsaba  bukan profesi rendah
Tentunya kita sepakat, :"Adanya
perbedaan kehidupan ekonomi dalam
setiap keluarga di Tapsel bukanlah
pertanda bahwa Tuhan tidak adil,
tapi sebaliknya Tuhan maha adil".
Mengapa tidak...! Penulis tak bisa
bayangkan jika semua orang di
Sipirok harus jadi Camat.agar
hidup terasa adil, sementara
ketentuannya hanya 1 camat yang
boleh dalam satu kecamatan.

Begitu juga dengan, parjagal sere.
Penulis tak bisa bayangkan makan
apa parjagal sere di Sipirok, jika semua halak Sipirok jadi parjagal
sere. Mau makan apa...? Apa sere itu yang harus dimakan...!

Pendekkata, memilih hidup untuk marsaba atau markobun apakah karena
pilhan terpaksa atau karena tak ada pilihan lain, penulis berkeyakinan
"Sukses hidup tetap bisa dicapai". Allah Swt maha kuasa. Kuasa atas
segalanya.

Penulis berkeyakinan, dengan penentuan sikap, "Marsaba bukanlah profesi
rendah, marsaba bukanlah profesi hina dan hancur abang Mina" Insya
Allah sude hagiot ni roha pe bisado tercapai.

Penerimaan profesi dengan ikhlas, terus belajar tentang bagaimana cara
bertani yang baik bukan tidak mungkin keberadaan kita suatu saat
akan setingkat dengan kawan yang mungkin menjabat sebagai kepala
bidang atau manajer sangape direktur.
















3. Membantu orang tua dan kuliah di Sidimpuaan dan sekitarnya

Mahasiswa di PSP sedang
baca koran (photo orbit)
Wau...! Termasuk hebat orang tuanya,
jika tetap tinggal di Sipirok Angkola dan
sekitarnya dengan tetap mampu
mengkulliahkan anaknya meskipun hanya
di Padang Sidimpuan. Dan sungguh
pantas di syukuri.

Mengapa tidak...! Selain tenaga kita
dapat membantu orang tua, kita
juga dapat merancang masa depan
yang lebih cerah. Dan jika ini dialami
para anggi kiranya, "Sikap serius dalam belajar, teguh dalam pencapaian
cita-cita sampai lulus kuliah" akan memudahkan jalan untuk mencapai
sukses itu.

Oya mengenai pemilihan perguruan tinggi, mungkin baik menyimak
perkataan berikut ini :










4. Mambuat boru

Mambuat Boru
langsung tamat
SMA
Silakan...silakan...silakan...! Kenapa rupanya
kalau mabuat boru langsung setamat SMA.
Malah bagus itu apalagi yang tujuannya jelas-
jelas "Aso patobang roha".

Dengan sikap tobang ni roha on attong,
apapun profesinya kiranya lebih
memudahkan dalam mencapai sukses itu
harana madung adong attong
motivasina ima adaboru niba i sendiri.

Cuma yang perlu dicatat dalam hal
mambuat boru on anggi-i, anggo bisa
ro na sian diri niba. Ulang haran na lain-lain.
Sebab godang pengaruhna
tu serius tidakna manjalani hangoluan.
______________________________________________________

Sikap dalam pilihan merantau dalam hubungannya dengan
kesuksesan hidup
______________________________________________________



Para anggi...!

Berikut alternatif menurut penulis bagi mereka yang memilih
merantau setelah lulus SMA :

1. Merantau dengan maksud melanjutkan kuliah dengan biaya dari
   orang tua.

Photo bersama ortu dan
anak setelah wisuda
Wau...! Enak kali kedengarannya,
apalagi kuliahnya di Jakarta atau
kota-kota Provinsi lainnya di Indonesia.
Semua  biaya ditanggulangi orang tua dan
kita tinggal kulliahnya aja. Kiranya dengan
sikap rajin belajar, disiplin waktu kuliah
waktu 4 Tahun akan dapat langsung gelar
sarjana itu.

Tapi para anggi...! Sesungguhnya dibalik hal
yang enak itu terkadang
muncul kenakan lainnya yang tanpa
disadari justru menjerumuskan
diri. Kenapa tidak...! Biasanya anak
kuliah seperti ini akan memiliki
kebebasan yang luar biasa. Dan kebebasan ini tidak akan ada yang
melarangnya karena jauhnya keluarga yang memperhatikan.

Photo anak dan pahoppu
yang tertunda wisuda
(Ibaratna)
Akibatnya semakin menjadi-jadi apalagi
memasuki Tahun kedua atau ketiga masa
kuliah. Dan pada masa ini, tak jarang
anak kuliah tidak lagi mengejar Ijazah sebagai
tanda kelulusan tapi justru mengejar
anak boru sebagai parumaen ni dainang. Ah....

Punyalah sikap para anggi yang jelas
dan tegas pun teguh jika memilih
untuk kuliah dengan biaya dari
orang tua hingga orang tua, dapat
berkata, "Anakki di hamoraon diau".
Karena beliau puas setelah photo
bersama habis wisuda. Jika setelah lulus mambuat boru...! Silakan...silakan
tottu ninnai. Idia doi ho amang...borutulangmido sangan boru aha...! Inoma
tusi anggia.

Ai tung soboi pe au lao tuparedang-edangan....
Musik...!



2. Merantau dengan maksud melanjutkan kuliah biaya cari sendiri

Betengla itu, jika ada pula yang merantau tamat SMA untuk mencari biaya
kuliah sendiri. Rasa-rasanya, sudah tak perlu menyarankan sikap lagi untuk
yang seperti ini. Cukup kita berkata, "Selamat berjuang anggi...!".

Begitupun jika sikap mulai goyang, apakah karena goyangan  mabuk
atau goyangan penyayi dangdut, mungkin baik mendengar lagu "Poda" ini
sebagai poda perwakilan dari orang tua.

Anggur do goarmi anakkonku songon bunga-bungai...
molo marparange na denggan doho....

Musik....!





3. Merantau untuk mencari kerja dengan berharap bantuan saudara
   ataupun koum (Menompang hidup)

Menompang sangape manoppang bagi anggi pemula dalam perantauan
sesungguhnya hal yang biasa. Dan banyak orang melakukannya. Secara
umum pada tahun pertama tidaklah ada masalah, tapi memasuki tahun
kedua sering terdengar masalah baik bagi yang menompang maupun
bagi yang memberi tumpangan.

Para anggi...!

Kedewasaan sikap, bijak dalam bertindak, sopan dalam bertutur adalah
hal pokok yang harus kita jaga pada saat manoppang. Dan menceritakan
kejelekan orang yang kita toppang apakah itu Uda kita atau tulang kita
kepada orang tua kita bukanlah hal yang bagus. Tak jarang kejadian
seperti ini merusak hubungan persaudaraan.

Khusus bagi yang manoppang di rumah tulangnya, apalagi yang ada
borutulangnya yang hampir se usia ada baiknya saling menjaga. Jangan
sampai sala-sala niat hingga menimbulkan siksa bathin bagi pihak
boru tulang.

"Ito naung leleng hinaholongan
ala ho manoppang di jabu ni damang...." katanya nanti.

Musik...!



4. Merantau adu nasib / merantau coba- coba

Pilihan umum yang penulis dengar akhir-akhir ini adalah Pulau Batam.
Tapi sesungguhnya pulau apapun, provinsi apapun pada intinya sikap siap
kerja keras, pandai menyisakan hasil pencarian, sabar dan bersyukur atas
setiap rezeki akan memudah dalam pencapaian sukses itu
_________

Penutup
_________

Demikian  yang dapat disampaikan
lewat blog ini para anggi dimanapun
berada, "SEMOGA KALIAN SEMUA
SUKSES". Dan jika sukses telah didapat,
kiranya kalian tidak pula menjadi orang
yang lupa tano hatubuannya, lupa orang
tuanya dan lupa angi-angginya.

Dan jika semua terlupa maka,
"MAKA SUKSES ITU AKAN SAMA
NILAINYA DENGAN UAP".

"Holan uap naso marippolai, namarbagahon hapistaranmi.
Ima upa ni namaranakkoni, dangol nai. Ima upa ni namanubuhoni
o...amongoi...." kata orang tua.



Oke para anggi dimanapun berada...!

"PUNYALAH SIKAP YANG BAIK, SALAMAT MARPORANG DI
HANGOLUAN DAN SEMOGA AHA NASOLOT DIBAGASAN
ROHA TENTANG SUKSES TERCAPAI". Botima.

Horas...horas...horas...!
________________________________________________
Cat : http://my.opera.com/ilham3/blog/?startidx=10


br />
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar