Senin, 29 Juli 2013

Lappet Bulung Tetap Panas dan Ombus-Ombus pun Pesta Ombus-ombus 2013

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak sejarah Lappet Bulung Tetap Panas dan Ombus-ombus dari
Siborong-borong Taput)
_____________________________________________________________










"O...boru Hombing...! Paimama si doli ro..." adalah kalimat pembuka
tulisan untuk masuk pada pendahuluan. Masuk...setelah musik...!

Musik...!

____________

Pendahuluan
____________

Lappet Bulung Tetap Panas / Ombus-ombus





















"Sedangkan pengunjung lainnya, H.Sardian Siregar (44) yang singgah bersama
rombongan keluarga dengan menaiki mobil pribadi di Lapo Ombus-ombus No.1
ini mengatakan, bahwa keluarganya di Medan sering menitipkan agar
dibelikan Ombus-ombus No.1 untuk oleh-oleh. “Kalau kami sudah langganan
lah Ombus-ombus No.1 ini buat oleh-oleh ke Medan , setiap kami mau ke
Medan atau Tebing Tinggi untuk berkunjung ke tempat keluarga selalu
membeli Lappet (Lepat) ini,” tukas Sardian Siregar".

Adalah kutipan yang menginspirasi penulis mengutip kembali tulisan
dari Horden Siahan ini untuk di poting di blog ini.

Mengetahui hal ini, membuat penulis teringat suatu masa dimana pertama
kali penulis mengenal ombus-om bus ini sekitar tahun 75-an. Pada saat
itu penulis bersama orang tua sedang berkunjung ke Medan. Dan tepat
di Si Borong-Borong para penjual di terminal menawarkan pada penulis
dan orang tua untuk membeli ombus-ombus ini.

Karena ingin tahu bagaimana rasanya, maka penulispun meminta pada
orang tua agar dibelikan ombus-ombus tersebut. Dan ternyata ombus-
ombus itu sama juga dengan lappet.

Ya lappet bahasa Angkolanya. Dan kalau saja penulis mengetahui pada
masa lalu ombus-ombus itu adalah lappet, maka besar  kemungkinan
penulis tidaklah tertarik karena pada masa ini juga penulis sudah
sering makan lappet hasil buatan ibu sendiri di Sipirok. Hahahaha...
sekarang saya mengerti ternyata :

Ada sejarah panjang dari parmarga Sihombing dan Siaahaan mengenai
lappet ini, hingga namanya menjadi ombus-ombus.

Bagaimana sejarahnya...? adalah isi dari tulisan ini dan..dan...dan...
selamat menyimak...!
_______________________________________________

Pedangangan di Tapanuli Utara Tahun 1940
_______________________________________________

Situs halaman FB hasil olah Horden Silalahi dengan alamat
https://www.facebook.com/notes/batak/sejarah-lahirnya-lepat-ombus-ombus-dari-siborongborong/73996228367
mengatakan :






















"Sekitar 60 tahun silam zaman kemerdekaan Indonesia, gerak
perekonomian masyarakat di Kecamatan Siborongborong,
Kabupaten Tapanuli Utara mulai Nampak dengan berbagai
kegiatan aktivitas perdagangan, mulai perdagangan hasil pertanian
hingga semilan bahan pokok. Namun disisi lain, kreativitas masyarakat
didaerah ini muncul, salah satunya adalah membuat dan menjual
lepat dengan ciri khas tersendiri".

Penulis setuju dengan pernyataan ini. Apalagi jika yang dimaksud "sekitar"
dalam tulisan diatas adalah tahun '45, '46 atau '47. Karena di tahun ini
Indonsesia baru saja Merdeka. Dan ini sama artinya masyarakat
bukan saja bebas dari penjajajahan tapi juga bebas dari macam pajak
yang ditetapkan "Si Bottar Mata" pada waktu yang telah berlalu.
_______________________________________________

Musik Sihombing dan Lappet Bulung Tetap Panas
_______________________________________________

Salah satu geliat yang mulai menunjukkan di era ini adalah terciptanya
macam ide atau kreasi untuk memajukan macam usaha dagang, khususnya
di Tapanuli Utara.

Dan salah satunya usaha dagang yang menujukkan kreasi ide itu adalah
usaha dagangnya "MUsik Sihombing" di bidang quliner istilah sekarang
ini atau bidang makanan istilah nasionalnya.

Terhadap hal ini, Horden Silalahi mengatakan :

"Awalnya, sekitar tahun 1940-an, almarhum Musik Sihombinglah yang memulai
usaha berjualan lepat ini yakni di rumahnya, di Jalan Balige Pusat Pasar
Kecamatan Siborongborong. Namun kala itu, Almarhum Musik Sihombing memberi
nama lepat tersebut “Lappet Bulung Tetap Panas”. Usaha tersebut dinilai
warga cukup menjanjikan, karena pembelinya cukup lumayan".

Pendapat penulis terhadap hal ini :

"Lapet" atau "Lappet" di era tahun '40-an bisa jadi merupakan makanan
paporit masyarakat Batak. Hal ini bukan saja cara pembuatannya yang
tidak terlalu sulit, juga bahan bakunyapun bisa ditanam sendiri.

Hal lainnya, lappet ini jua sangat pas sebagai "Panginup kopi=makanan
pengganjal" pada saat disawah atau ladang sebelum dapat waktu makan
siang..
______________________________________________________________

Anggiat Siahaan dan Ombus-ombus (Ide timbulnya istilah ombus-ombus)
______________________________________________________________























Tentunya tak ada larangan bagi masyarakat batak untuk menjual lappet
dimanapun dia mau. Penulis berkeyakinan pada saat orang "Siborong-
borong" mengetahui salah satu makanan khas batak adalah "Lappet"
sesungguhnya orang Tarutung, orang Pahae, atau orang Angkola sudah
mengetahui "Lappet". Dan bukan tidak mungkin pada saat yang
sama beberapa daerah di Tanah Batak di tahun '40-an sudah
memperdagangkan lappet ini.

"Ide dan Kreativitas" memang salah satu modal dalam memajukan usaha
dagang dan hal ini tak dapat di pungkiri "...ide-ide yang berasal
dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan
riil di pasar Atau Peluang dapat diciptakan melalui ide-ide kreatif
dan inovatif" kata Zimmer sebagai salah satu tokoh wirausahawan.

Jika hal ini dihubungangkan dengan perdagangan "Lappet" di Tapanuli
Uatara pada masa lampau, bukan tidak mungkin ada seseorang yang
punya pemikiran atau ide untuk memajukan usaha daganag lappet ini.
Dan orang itu adalah Almarhum "Anggiat Siahaan".


Jual Ombus-Ombus Pake Sepeda





































Kembali Horden Silalahi mengatakan :

Dinilai berhasil, (Maksudnya Musik Sihombing) Almarhum Anggiat Siahaan
dating dari Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong mulai ikut
membuat lepat seperti yang dimulai oleh Almarhum Musik Sihombing.

Dibantu sang istri, Almarhum Horlina boru Nababan, akhirnya Almarhum
Anggiat Siahaan pun mulai berjualan lepat dengan cara menganyuh sepeda
dari desanya.

Saat berjualan, Almarhum Anggiat Siahaan mungkin terlalu rancu
menawarkan nama jualannya yang terlalu panjang yakni “lappet Bulung
Tetap Panas” seperti yang dimulai Almarhum Musik Sihombing. Sehingga
muncullah ide kreatif Almarhum Anggiat Siahaan untuk memberinya nama
baru yang lebih simple dan menarik. Nama lepat tersebut dia beri usul
“Ombus-ombus".

Terhadap hal ini penulis berpendapat :

Memang susala pula menawarkan dagangan kalau kita harus selalu
mengatakan, "Lappet Bulung Tertap Panas...Lappet Bulung Tertap Panas...
inang...beli...beli...beli... aha dope inang...Lappet Bulung Tetap
Panas...Lappet Bulung Tertap Panas...".

Begitupun...! Kalau penulis pada saat itu yang menjadi "Anggiat
Siahaan", maka penulis akan menawarkan dengan "LBTP = Lappet Bulung
Tetap Panas". Ahadope inang...LBTP...LBTP...jangan sampai dingin...
LBTP...LBTP..." begitu kira-kira sebaga gambaran humornya. Hahahaha...

Tetapi, sejarah tidak akan pernah berulang. Dan akibatnya banyak
halpun akan menjadi kenangan.

"Anggiat Siahaan adalah salah satu kenangan sejarah itu khsusnya
dari Tapanuli Utara dengan idenya untuk menciptakan nama lain dari
lappet tanah batak yaitu ombus-ombus".

Dan ombus-ombus inipun rupanya mampu juga mangombus pikiran,
ide dan kreativitas sang legendaris pencipta lagu kelahiran Sipirok
itu yaitu Nahum Situmorang.

Katanya :

Beliau terpesona pada gadis boru Sihombing atas keahliannya dalam
membuat ombus-ombus. "Sudahlah enak rasanya, yang membuatnya cantik
lagi" katanya.

Ehem...!

Marobus-ombus do
lappet ni humbang
tonggi tabo
nangali ari-i disi
anggo aloni ombus-ombus do

Ai boru hom bingdo...

Musik...!








_______________________________________

Buka warung / kedai / gubuk ombus-ombus
_______________________________________

Setelah menjajakan dagangannya bertahun-tahun maka Anggiat Siahaan
inipun pada akhirnya membuka warung atau kedai atau gubuk di terminal
Siborong-borong :

"Saban hari hingga bertahun-tahun lamanya, dari subuh hingga magrib,
Almarhum Anggiat yang dikenal pekerja keras ini terus mengembangkan
usahanya. Hingga suatu ketika, ia mendapat kado dari pihak mertuanya
(Marga Nababan) untuk membangun sebuah gubuk dagangannya di depan
Terminal Mini Siborongborong" kata si Horden Silalahi yang munkin
juga katanya ini adalah katanya si "Walben Siahaan" yang dituliskannya
lewat internet ini.
________________________________________

Waben Siahaan se bagai generasi penerus
________________________________________

Walben Siahaan (51) yang saat ini meneruskan usaha orangtuanya mengisahkan,
Jumat (30/1) bahwa gubuk itu sangatlah sederhana atau ala kadarnya.
“Yang penting bisalah untuk tempat berjualan" katanya pada si Horden.

Selanjutnya dikatakan :

Didepan gubuk kecil itu, Almarhum Anggiat Siahaan langsung membuat
plang tanda “Ombus-ombus No.1”. Dan sejak itulah, Almarhum Anggiat
tidak lagi menganyuh sepedanya untuk berjualan, melainkan hanya
menunggu di gubuk yang baru dibangunnya. Pelan tapi pasti, dengan
bantuan anak-anaknya, usaha keluarga itu pun terus berjalan lancar.

Dikatakan juga :

Tahun 1994, Alamrhum Anggiat Siahaan akhirnya dipanggil oleh-Nya,
dan Meninggalkan sang almarhum istri Horlina boru Nababan (Meninggal
tahun 2002) dan kedalapan anaknya. Namun perjuangan keras hidupnya
itu tak berakhir sia-sia, tiga anaknya berhasil masuk menjadi
Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara yang lainnya kebanyak
berwiraswasta.

_______________________________________

Pesta ombus-ombus 2013 di Siborong-borong
_______________________________________

Batak Bona Pasogit lewat diskripsinya pada youtube
mengatakan :

Masyarakat Kecamatan Siborongborong selenggarakan Pesta
Ombus ombus di lapangan mini SBB, dihadiri oleh Bupati
Taput dan Ibu dan Unsur Muspida, Pimpinan SKPD Taput,
Muspika dan Kades/Lurah se-Kec. Siborongborong pada
Minggu 21 Juli 2013

Video pendukung :



______________________

Pesta Ombus-ombus 2013
______________________

* Waktu dan tempat

Minggu, 21 Juli 2013, Pemkab Tapanuli Utara bersama-sama dengan
masyarakat kecamatan siborongborong selenggarakan pesta ombus-
ombus bertempat di lapangan mini Siborongborong.

* Yang diperlombakan

Ketua Panitia Pesta Alboin Siregar dalam Laporan menginformasikan
bahwa kegiatan yang dilakukan atau dilombakan adalah lomba hias
sepeda ombus-ombus, lomba citarasa ombus-ombus dan lomba membuat
ombus-ombus.

* Yang ikut serta

Pesta Ombus-ombus ini turut dimeriahkan SMP Neg. 1 siborongborong
melalui penampilan tortor Ombus-ombus serta devile Drumband dari
beberapa sekolah sambil diikuti prosesi setiap desa membawa
ombus-ombus. Rei Tampubolon CS juga ikut andil dalam kemeriahan
pesta ombus-ombus.



















* Para Pemenang

Dari penilaian Panitia, adapun para pemenang lomba adalah

Lomba Menghias Sepeda Ombus-ombus.

Juara I Desa sitabo-tabo Toruan atas nama Makmur Sianipar
Juara II Desa sitabo tabo atas nama Iwan Sianipar
Juara III Desa Pohan Tonga atas nama Beranti Simanjuntak
Juara Harapan I Desa Lobu Siregar II atas nama Hotma Siahaan
Juara Harapan II Desa Siborongborong II atas nama Karim Lumban Toruan
Juara harapan III Desa Siborongborong I atas nama Sukirman Hutasoit

Sumber :
http://www.taputkab.go.id/page.php?news_id=1347
_________

Penutup
_________

1. Musik Sihombing dan Anggiat Siahaan lewat tulisannya Horden
Silalahi telah memberi bukti pada kita, betapa pentingnya hidup
berkerja keras untuk dapat maju.

2. Juga memberi bukti pada kita, selain kerja keras untuk maju
ternyata ide dan kreativitaspun sangat dibutuhkan.

3. Ide dan kreativitas itu bisa jadi akan sangat memberi arti jika
ide tersebut lain dari pada yang lain, mudah di ingat dan memberi
kesan

4. Ombus-ombus adalah sebuah ide, sebuah kreativitas yang bukan
saja populer di Tapanuli Utara, tapi juga cukup terkenal di
Tapanuli Selatan sebagai oleh-oleh khas dari Siborong-borong.
Dan bisa jadi ombus-ombus ini juga sudah cukup terkenal bukan
saja di Nusantara tapi juga dunia, karena kita semua tahu
Siborong-borong itu juga menjadi tujuan wisata tingkat Internasional
lewat pempopueran nama "Danau Toba".

Hidup Sumatra Utara bersama slogan "
"Bekerja sama dan sama berkerjanya".

Hidup tanah batak bersama slogan :
"Dalihan Natolunya".

Dan...dan...dan...dan...

Hidup siborong-borong bersama slogan :
"Lappet Bulung Tetap panasnya dan Ombus-ombusnya.

Selamat malam...!

Marobus-ombus do
lappet ni humbang
tonggi tabo
nangali ari-i disi
anggo aloni ombus-ombus do

Ai boru hom bingdo...









____________________________________________________________________
Cat Sumber image /  gambar :
http://rindoekampung.blogspot.com/2012/11/mengenang-kampung-
halaman-tak-pernah.html
http://northsumatera.info/ombus-ombus-batak-khas-siborong-borong/
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

1 komentar: