Selasa, 27 Agustus 2013

Jalan Baru Aek Latong (Oleh-oleh informasi pulang kampung 2)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Jalan Baru Aek Latong Sipirok)
____________________________________________________________









_______________

Pengantar Asok
_______________

Lewat link http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/08/
silsilah-tarombo-siregar-bagasnagodang.html
penulis telah menulis oleh-oleh pulang kampung 1 dalam bentuk
penyajian informasi seputar tarombo atau Silsilah parmarga
Siregar di Bagasnagodang Sipirok.

Untuk oleh-oleh keduanya, penulis aka menyajikan informasi
seputar "Aek Latong". Hal ini terasa penting mengingat actualnya
topik ini, yang bukan saja bagi masyarakat Sipirok tapi juga
masyarakat Sumatra Utara dan Nusantara.

_________________

Pendahuluan Asok
_________________

Dalam kunjungan silaturrahmi penulis bersama boru angin dari
Anturmangan Sipirok di arrayo 1434 H, penulis menyempatkan diri
melihat kondisi Aek Latong bersama anggi C. Hst.

Bukan maksudnya meninjau hasil kerja dari PT. Adhi Karya sebagai
pelaksanana  pembangunan tersebut apakah bagus atau atau tidak,
apakah sudah sesuai dengan perencanaan pembangunnannya atau
tidak, apakah pantas pembangunan tersebut menghabiskan biaya
65 milliar atau tidak, emangnya awa ini apa....? Hahahaha...

Tapi sebagai pemenuhan naluri ingn tahu sajanya, "Bagaimana ya
kira-kita jalan Aek Latong tersebut". itu sajanya.





















Berikut infonya dan selamat menyimak...!
_______________________________

Macam info Seputar Aek Latong
_______________________________

* Hal Di sebut Jalan Baru

"Tudia de hamu jo...?" tanya sesseorang pada kawannnya di Poken
Aek Sipirok yang sedang memanaskan keretanya untuk berangkat
ke jalan baru tersebut.

Mendengar hal ini, penulis langsung bertanya pada yang memberikan
jawaban, katanya "Di Aek Latong Abang...!".

Mengetahui hal ini, penulis langsung dapat memahaminya bahwa
yang dimaksud jalan baru tersebut adalah jalan yang baru di
bangun (jalan pengganti atau jalan yang dipindahkan) karena
jalan yang lama sudah tidak dipakai lagi untuk lewat mobil.

Berikut photo pendukungnnya :



























* Hal Di tinggalkan jalan yang lama

Pada situs http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/03/23/19493/
jalan_baru_aek_latong_rampung/#.UhzEB9IeDpw
dikatakan :

Sebagaimana diketahui, jalur baru Aek Latong merupakan pengganti
jalan lama yang terus menerus rusak karena termasuk dalam kawasan
tanah longsor. Ada dua opsi perbaikan jalan Aek Latong, pertama
membangun jembatan layang dan membangun jalan alternatif. "Karena
alasan efisiensi biaya, maka pusat memilih membangun jalan
alternatif," terang Wijaya.

Dia menjelaskan, jalan Aek Latong  lama yang membelah kawasan hutan
dengan tanah bergambut itu, mulai amblas di penghujung dekade 1990-an.

Kondisinya makin parah pasca gempa yang mendera Aceh dan kawasan
Pulau Sumatera bagian Utara beberapa tahun lalu. Para pakar
vulkanologi menilai, jalan Aek Latong berada tepat di atas
jalur vulkanik, yang sambung- menyambung ke urat vulkanik
yang memicu gempa di Aceh.

* Hal Kampung Aek Latong

Disebelah kanan dari arah Siprok ke Tarutung adalah Kampung Aek Latong.
Dari hasil pengamatan penulis kampung ini keberadaannya kurang lebih
100 meter dari jalan baru tersebut. Dan jalan menuju kampung tersebut
telah dibangun satu Mushollah.

Berikut photo pendukung :




























* Hal Cara pembangunan jalan (Tano di ponggol)

Dari hasil pengamatan penulis, jalan baru tersebut berada disebelah kiri kita
jika menuju ke Medan lewat jalan yang lama. Atau di julu-nya jalan lama
tersebut. Karena itu untuk menciptakan jalan tersebut bukanlah hal yang
mudah mengingat sebeleh julunya adalah tor/pinggiran dari gunung
sibualbuali itu sendiri.

Maka untuk mengatasi hal ini, sekaligus untuk menghindari tanjakan yang tajam
maka pihak pelaksana pembangunan jalan tersebut terpaksa harus membelah
tor-nya atau yang dalam hasasa hita di sebut "Tano di ponggol". Dan tano
diponggol tersebut kurang lebih 3 km dari ujung ke ujung dengan 5 tikungan
sedang dan 2 tikungan patah dan 1 tikungan menanjak

Berikut photo pendukungnya :







































* Hal Longsor (Sego rusakna)

Belum sampai satu tahun, anggaran yang katanya menelan biaya 65 milliard on
telah mulai mengalami kerusakan. Tembok penahan tanah mulai mengalami
kerusakan dan jika hal ini tidak segera di perbaiki bukan tidak mungkin akan
nertambah besar dan bisa merembet ke tembok-tembok penahan tanah
lainnya.




















* Hal sebagai tempat wisata

Ninna tu ninna anggia, sejak selesai Jalan Baru Aek Latong
nabhatan do jolma ro tusi marmayam. Namarmayamon ninna tu ninna
muse nanggo homin halak Sipirok sajo naro, bahkan para muda
mudi ni Padang Sidempuanpe bahat naro tu tempat on.

Songoni muse ninna sian Sarulla-an. Betak namahua pe halau
marroan tu tempat on inda binoto dope pastina. Tai ninna tu
ninna muse adong namandokon got manatap natap, adong got
marsipur-pur, tai adong pula ninna untuk mengikrarkan janji
untuk sehidup semati setelah sidung sabion. Ninna tu ninna
doba.

Dari hasil pengamatan penulis, masuk di akal attong. Itu
Aek Latong kalau kita lihat dari atas tor yang terbelah
sungguh sangat indah. Hutannya masih sangat alami dengan
pohon-pohon yang masih hijau.

Bahkan dari tempat teringginya, bias-bias kota Sibolgapun
nampak. Tidak percaya...! Percayalah...! Dan konon menurut
si Pane, Aek Latong ini sudah seperti Simago-mago ke dua

bagi halak Sipirok.


______________________________________________

Video Jalan Baru Aek Latong oleh Khairul Siregar
_____________________________________________

Berikut video pendukungnnya :

____________________________________________________

Macam kesimpulan berita mengenai Jl. Baru Aek Latong
____________________________________________________

1. Dari http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/03/23/19493/
jalan_baru_aek_latong_rampung/#.UhzEB9IeDpw























Tentang biaya yang telah dihabiskan dan pelaksana pembangunan
dikatakan :

Jalan baru Aek Latong, sebut Wihaya Seta, merupakan proyek multiyears
dan dikerjakan salah satu BUMN konstruksi nasional, PT Adhi Karya,
selama dua tahun. Anggarannya mencapai Rp 65 miliar, yakni
Rp 25 miliar tahun 2011 dan Rp 40 miliar tahun 2012.

"Tetapi tahun-tahun sebelumnya, sudah ada pekerjaan awal," sebutnya.
Misalnya pada tahun 2010, jalan ini dikerjakan dengan biaya Rp 10 miliar.
Namun belakangan, kontraktor pelaksana saat itu gagal melakukan
kewajibannya yang membuat pembangunannya gantung.

2. Dari http://www.pa-kotapadangsidempuan.net/index.php?option=com_content&view=article&id=263:akhirnyaaek-latong-rampung
dikatakan :

Ketua PA. Kota Padangsidimpuan bersama Bupati Tapsel, Walikota
Padangsidimpuan yang baru bersama dengan Kapolres Tapsel dan
Kapolres Kota Padangsidimpuan, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan
serta unsur-unsur Muspida lainnya terlihat antusias dalam
mengikuti acara syukuran atas nama Pemerintah Tapsel dan
masyarakat Sipirok  dengan telah selesainya jalan baru Aek
Latong di Kecamatan Sipirok pada acara tersebut dihadiri
selain Bupati Tapsel dan Walikota Padangsidimpuan
serta tokoh masyarakat lainnya hadir juga para Ketua DPD RI.













___________

Penutup
___________

Demikian sajian oleh-oleh informasinya, kiranya jalan baru Aek Latong ini
dapat melaksanakan fungsinya yang bukan saja sebagai pelan car roda
perekonomian di Medan  Sumatra Utara, juga khususnya untuk wilayah
Tapanuli Selatan seperti yang dikatakan Bupati Tapanuli Selatan lewat
situs http://sidimpuantabagselta.blogspot.com/2013/01/jalan-aek-latong-
tapsel-lancar.html :

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu mengatakan, "Syukuran ini
adalah ungkapan kegembiaraan dan harapan masyarakat kendala
lalu lintas yang selama ini dialami telah teratasi, insya
Allah akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat
kita terutama yang berada di Sipirok dan Kabupaten Tapsel,"
ucapnya sambil mengatakan jumlah dana yang dihabiskan
sekitar 65 milyar.

Semoga...semoga...semoga...!

Ooo...Tapanuli Selatan....
tano haholonganki...
tano hasorangan...
malungun do au disi....




___________________________________________________________
Cat :


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar