Minggu, 15 September 2013

Cerita Sipirok dalam JNT (Jurus Na Tolu) Oleh-oleh informasi 11 pulang kampung 1434 H)


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak perjalanan ke tiga arah dari pasar sipirok ke
Simangambat, Sidempuan dan Aek Latong)
___________________________________________________










____________

Pendahuluan
____________




















Kijom ale kijom
kijom ale kijom
kijom ale dongan...
ma...dongan ...do...ngan



Demikian "Haba-Haba Group" memulai sayair lagu yang memberi pesan
dan kesan bahwa seseorang rindu pada orang lainnya.

Leleng mada nada tulilla ale
madudung sabi da tu bonana
leleng maho nada huida ale...
malungun au...di... top...pana

Lanjut group tersebut pula yang tentunya "toppa" dalam hal ini
adalah "Wajah" secara umum. Misalnya attong : Wajah siborutulang
waktu sasikola najolo, kelihatan limus langsing lambok dan lenting.
apakah sekarang attong sudah jadi lomlom, mokmok, kobol dan kohom.
Tentu malungun awa melihat toppanya.

Sedangkan secara khusus, "toppa" bisa saja kita tafsir wajah
fisik dari suatu bangunan, suatu hasil produksi atau sesuatu
yang berhubungan dengan pertanian, perkebunan, permainan atau
permayaman.

Mengacu pada uraian tersebut, maka penulispun menjawab kijom ale
kijom ini dengan melihat toppa dari jalan pasar ke arah SMAN 1
Sipirok, pasar ke arah Paran Padang dan Pasar ke arah Aek latong.

Setelah "Lungun di toppana ini" penulis sembuhkan lewat melihat
macam hal yang berhubungan dengan jalanan tersebut, maka penulispun
punya cerita mengenai toppa tersebut sbb :
_________________________________________________

1. Dari Pasar ke Simangambat (SMA Negeri 1 Sipirok)
_________________________________________________

Berikut video musik pembuka tulisan :

Musik...!

Nung nanaeng bot pe ari i
tokkinnai sudama nang gogokki
honama amang khasianku
nanaeng manjujung ...

video


Masih seperti dulu, songon najoloi dope...! Suasana pagi di Sipirok
masih sangat dingin. Satu dua orang masih masih tetap terlihat
margobak untuk menutupi "sibuk-ya" orang sipirok dari ombun
manyorobnya gunung Sibualbuali yang allohu robbi.

Ehem...!

Secangkir kopi sipirok rupanya disajikan iboto penulis juga untuk
penulis, sementara untuk sang dongan saripe yang dalam istilah
hitana "Eda" disajikan secangkir teh manis plus beberapa gorengan
made in pasar Sipirok.

"Pagi ini jalan-jalan dulu ba oppui ke SMA Negeri 1 Sipirok sekalian
mangaligi-ligi dia do natudia natarjadi di Jl. Simangambatton sejak
terlupakan beberapa tahun silam" begitu kata penulis pada istri yang
saat itu sedang "Manyecep" teh manis buatan eda-nya itu".

"Mau ikut...!" lanjut penulis. Dan beliua menjawab, "Ngak ah...
dingin. Dingin coy..." Jawabnya sambil manggobakkan kembali "Ulos"
buatan perusahaan Pardede TeX najoloi.

Tepat jam 7 pagi, maka penulispun sampailah di depan SMP Negeri 1
Sipirok. Penulis menunggu sekejap disana dengan harapan ketemu
sama seseorang yang lagi mardalan pat menuju SMA Negeri 1 Sipirok.

Sekejap telah berlalu atau seperampat jam madung lewat, tapi para
pelajar SMA yang ditunggu tetap tidak ada yang lewat. "Macam mananya,
ini hari libur atau hari sekolah" pikir penulis. Tapi penulis
yakin ini memang hari sekolah, karena beberapa anak SMP telah
mulai masuk ke halam pagar sekolah.

"Ah... sudahlahlah...! jalan sendiri aja, sekalian mangkodak-kodak
untuk kenang-kenangan sekaligus bukti bahwa saya pada pagi ini
sedang berada di jalan Simangambat dalam proses "7 M" yaitu
Mangaligi, Maronang, Manipani, Mangamati, Mangulang, Mangingot
dan Manyapai.

Berikut hasil 7 M-nya antara Pasar Sipirok dengan SMA Negeri 1
Sipirok dalam Bahasa campur marsamburetan :

*Hal Beca

1. Molo di taon 80-an, 99 porsen anak murid SMA mardalan patdo
kehe tu sikola. Maka anggia, di taon 2013 on sebalikna. Bisa
jadi sada porsen noma namardalan pat Sian Pasar, lainna mudana
marbeca markareta sendiri ia.

Hebatkan...!

Jadi molo sian sisi on nanggo porcaya iba halak di Sipirok tamba
taon tam ba susah. Tapi sebalikna noma, "Hum namar becai noma
halak sannari di Sipirokan" ima hata lainna.

Hata lainna muse molopa tapa lain-lain, "Hum sian dapur noma tu
tonga halak naso marbeca, ipe haran naso masuk do beca tubagasi
harana adong bolat mangkalangina. Sungari nadong, dapat di
pastikan marbeca juo.

*Hal Bioskop Sibualbuali

Jelas untuk sannarion, jangankan pittu nai, loket nai dohot
tangga nai, seng nasojepe sudah tak bisa terlihat. "Inda dongbe
bioskopi harana di bioskopi madung di bangun bagas" ima hata
lainna ito, molo na ito nibama pambaca ni on.

Harusongonipe bangunando bisa mago, tai anggo carito saotik
bahat lek binotoma lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2012/10/bioskop-sibualbuali-
di-sadamasa.html

Tambahanna adong muse indon link di yotube mengenai keadaan ni
namarirayo dibekas bioskop sibualobuali on taon 210 hasil upload
dari Nirwan Harahap :
http://www.youtube.com/watch?v=XkukguDTKAw

*Hal Saba Latcat

Dulunya kawan saba latcati tarida do sian dalan simangambati,
sannari indabe. Madung jonjong bagas disapinggir dalan antara
ni bioskop sibualbuali sampe tu warung kacang arab najoloi.
Botima.

*Hal Pining Nabaris


"Disebut pining nabaris, karena disana berbaris-baris pining"
begitulah kira-kira alasannya mengapa pining nabaris nama
desa dekat SMA Negeri 1 Sipirok.

Tapi kawan...! Seperti halnya barisan, pada akhirnya akan
bubar juga baik karena di bubarkan maupun membubarkan
sendiri. "Istirahat di tempat grak...! Siap grak...! Barisan
bubar...! Begitu kira-kira perintahnya dalam suatu upacara.

Begitupun barisan pining nabaris tersebut, ternyata telah di
bubarkan tanpa ada satupun yang tetap di tempat. Sekarang ini
hanya rumah, masjid dan sejenis puskesmaslah yang ada disana.

Masihkah kita harus menyebut desa tersebut desa pining
nabaris...? tanda tanya.

* Warung Kacang Arab

Dalam bentuk rupa masih tetap ada, tapi sepertinya tidak lagi
digunakan karena telah ada warung di depannya. Di warung ini
penulis ketemu sama Suharman sampil ngopi dan ngobrol-ngobrol.
"Trims atas bayaran kopinya" ima hata tambahanna tu kongsi
Herman Sgn. "Selamat berjuang di hangoluan dan horas...!".

*Hal Pasar Sipirok


*Hal SMA Negeri 1 Sipirok

Fisik luar bagunan tampak dari jalan masih tetap seperti dulu.
Hanya sanya sekarang ini, depannya telah dipenuhi oleh banyak
kereta dari anak sekolah.

Oya...! Disiplin juga masih tetap seperti dulu. kurang lebih
10 orang anak murid sedang berlari-lari dan di duga terlambat.
Sayang penulis tidak sempat masuk kedalam sekolah karena
waktu yang terbatas padahal ingin juga menikmati sajian kantin
SMA Negeri 1 Sipirok yang dulu pemiliknya adalah boru jawa.

Pendek ni hata..."

"Horas SMA Negeri 1 Sipirok, sai tu majuna nian...!
Dan salam hormat dari para alumninya" Botima.
______________________________________________

2. Dari Pasar ke arah Paran-Padang lutcat tu PSP
______________________________________________

Berikut video musik pembuka tulisan :

Musik...!

Moofkan ma au haholongan
lakka ma au lakka marbagas
salamat tinggalma o haholongan
lupahon ma au sian ...


video


"Ada yang menyebutnya huta Padang-padang, ada huta Paran Padang, 
ada huta tape dan ada juga yang menyebutnya huta lasiak". Demikian
sekilas sebutan halak Sipirok pada huta ini.

Disebut padang-padang karena huta ini memang berada pada tanah yang
datar dan rata serta banyak padangnnya. Dan ini jelas berbeda dengan
huta yang namanya Padang Matinggi, Paran Dolok dan Dolok-Dolok.

Huta tape...! Jelas cukup populer, karena dari sekian banyak huta
di Sipirok hanya huta inilah yang memproduksi tape un tuk di jual
di Pasar Sipirok. Dan sepertinya ini berlangsung sampai sekarang.

Adapun huta Lasiak "adalah karena oleh sebab itu disebut" pada
suatu masa huta ini adalah huta paling banyak manaruhon lasiak
tu medanan. Jumlahnya bukan hanya ber goni-goni tapi ber 
truk-truk. 

Entah karena keuntungannya dipakai sebagian orang untuk "Ber
trup-trup" atau "Ber TKW-TKW" produksi lasiak yang bertruk-truk
ini pada akhirnya berakhir. "Siar Tuhan mungkin" begitu kata
ustati dan semoga jadi pembelajaran.

Ehem...!

Dengan maksud, "sattappul dua lancim" maka penulispun memumutuskan
"Mardalan-dalan majo sian Pasar tu Padang-padang sekalian mangkodak-
kodak sekalian pasuojo dohot dongan si Sahlan Matumona".

Al hasil penulispun mardalan-dalan dengan al kisah dalam bentuk
al cerita sebagai berikut :

*Hal sambal taruma 

Sepengetahuan penulis, sambal ini dulunya hanya di jual di
tekongan dekat SD 7. Tapi sekarang penulis lihat penjualnya
ada dekat tipa-tipa dan jalan masuk ke hotel tor sibohi.
Siapa yang punya dan pen jualnya, penulis tidak tahu persis.

*Hal kuburan di papinda

Penulis lihat sepertinya pemakaman umum antara Tipa-Tipa dengan
Simaninggir pinggirannya telah diratakan dengan jalan. Apakah
ada pemakaman yang kena gusur penulis tidak tahu persisis.
Namun, pada saat penulis lalui jalan tersebut yang mungkin 
rencananya akan diperlebar dan di aspal belum terlaksana.

*Hal penambahan bagas

Kurang lebih 7 bagas atau rumah telah bertambah antara Tipa-tipa
dengan Simaninggir. Bahkan penulis lihat dekat Simaninggir
telah berdiri Bank Sumatra Utara. Begitu juga antara Simaninggir
dengan Paran Padang ada penambahan rumah kurang lebih 7 dalam
lima belas tahun terakhir ini.

*Perpustakaan umum Paran Padang

Sepintas penulis lihat memang benar adanya disana. Tapi sayang
pada saat penulis kunjungi penjaganya lagi tidak ada. Buku-buku 
panjangannya benar-benar memberi kesan bahwa desa ini memiliki
putra-putri terpelajar.

*Hal tano sere

Benar kata kawan saya S. Matumona bahwa Sipirok itu adalah
tano sere. Sere dalam bentuk wujud sagodang ulu ni kudo katanya
besar kemungkinan ada di gunung sibualbuali tersebut. Jumlahnya
juga banyak dengan kedalaman yang berbeda-beda.

Adapun mengenai itik dan manuk akhir-akhir ini bertambah pintar,
kata beliau. Cukup sering manuk dan itiknya menghilang pada
saat lebaran telah dekat. Apakah karena manuk tersebut takut
di potong beliau tidak mengetahuinya.

Adapun mengenai penanaman coklat, utte, torung, lasiak, dan
bawang katanya akan berhasil jika kita lebih pintar dari
coklat, utte, torung, lasiak, dan bawang tersebut. "Dan
menjadi lebih pintar itu benar-benar susah" katanya.

"Jadi bianoma...?" tanya penulis di akhir pembicaraan pada
kawan mantan ketua OSIS SMA ini. Dan beliau menjawab, "Bagi 
nabiama...! Yang penting horas be sude" lanjutnya sebagai
akhir dari silaturrahmi penulis pada beliau dan keluarga.

* Hal Aek Milas Sosopan, Baringin, Si mago-mago dan Situmba

Terlihat sekilas situasi dan kondisi cukup terkendali. Warung
warung kopi pinggir jalan juga cukup sepi, sehingga memberi
kesan sebagian masyarakatnya telah bekerja. Apalagi sekarang
ini, cukup banyak orang berusaha untuk dapat panen 2 X dalam
setahun. Meskipun panen baru selesai, tapi dibeberapa tempat
penulis melihat same sudah mulai setinggi 20 Cm.

*Hal Pembangunan Kantor Bupati Tapsel

Tafsir saya sebelumnya mengenai keberadaan kantor bupati ini,
jauh masuk kepedalaman huta Tolang atau Kilang Papan. Rupanya
tidak demkian halnya. kantor yang di bangun ini pas berada
di pinggir jalan raya Sipirok-Padang Sidempuan (Sebelah kanan

kita kalau dari Sipirok). Atau kurang lebih 10 Km dari
Si mago-mago ke arah PSP. 

Dengan demikian jelas, kantor ini lebih dekat ke Sipirok
daripada ke Padang Sidempuan. Hal lainnya, penulis lihat
jalan dari Kantor  Bupati ini ke arah Sipirok telah mulai
dilebarkan dan jauh lebih bagus jalan ke Sipirok dari pada
ke PSP jika kita bertitik tolak dari Tolang ini.

Pembangunanya dari hasil pengamatan penulis sudah mencapai
70 persen. Artinya bagunan tersebut telah berdiri tinggal
menyempurnakan dan membangun jalan antara kantor-kantor
yang dibangun di lingkungan tersebut.

Menurut hemat penulis, jika semua berjalan lancar maka
di akhir tahun ini bukan tidak mungkin perkantoran
tersebut telah dapat di fungsikan.

Oya...! Dari sekitar kantor tersebut ternyata sedang dibuka
jalan tembus menuju Batang Toru. Jadi jika ada diantara
kawan yang masih berharap agar kantor tersebut adanya di
sekitar Pasar Sipirok, sungguh kemungkinan itu kecil.
Begitupun penulis melihat, keberadaan perkantoran ini akan
sangat berpengaruh juga pada perekon omian di Sipirok.
Semoga...!

*Hal Batu Nadua

Dulunya motor Sipirok itu langsungnya ke Padang Sidempuan
mengantar penumpangnnya, tapi sekarang hanya sampai Batu
Na dua kawan. Begitupun, tetap bisa sampai ke PSP langsung
jika kita punya kesepakatan dengan para supir motor tersebut.

*Hal Padang Sidempuan

Sungguh pembangunannya sangat pesat kawan...! Dan jika 
terus berlangsung bukan tidak mungkin kota ini 10 tahun 
kedepan akan sama dengan kota Medan 10 tahun kebelakang
dari saat ini. Botima...!
___________________________________________

Sian arah Pasar ke Tarutung (Sampai Aek Latong)
___________________________________________

Berikut video musik pembuka tulisan :

Musik...!

Sadarkah anda ini kan kemana
dilahirkan ke dunia untuk apa
untuk surga atau untuk neraka
silakan pilih mana anda....


video


*Jalan Pondom

Meski jalan ini cukup pendek hanya sekitar 300 meter tapi para
penghuninya bisa dibilang cukup punya peran dalam memajukan
macam sendi kehidupan di Sipirok.

Sebelum Indonesia merdeka dan setelah merdeka ada yang namanya
"Si Gabdalap/tulang pen) yang punya jasa besar dalam mengusir
penjajah maupun dalam pembangunan. Pembangunan tor sibohi
misalnya tidak lepas dari peran beliau, dll khsusnya dalam
pembangunan jalan beraspal di Sipirok.

Ada juga guru dari jalan ini, bos di Sibualbuali, di Sipirok
Nauli dan juga terdapat beberapa bos dibidang kriya Sipirok.
Juga produksi lomang, kue lapan serta panggelong banyak di
produksi dari tempat ini.

*Hal Aek Lappesong

"Besar kemungkinan ini dilakukan dengan kesadaran penuh" begitu
pikir penulis tentang banyaknya sampah yang dibuang di aek godang
aek lappesong. Dan dugaan penulis, "para koum yang membuang sampah
inipun merasa bersalah". Tapi karena di sipirok ada istilah "Napola
bia dai" maka perasaan bersalah tersebut kalah di buat napola
biadai itu. Dan napolabiadai ini menjadi lebih kuat karena adanya
pula istilah, "Halak nalainpe tai songonido".

Haha...hehe...hihi....huhu...

Anggo tola marsaran khsusnya tu para boru tulang natinggal di desa
Hutasuhut dan sekitarnya sebaiknya janganlah membuang sampah di
aek godang tersebut, karena besar kemungkinan sampah-sampah
tersebut akan mayup ke saba jae juga, yang bukan saja membuat
tanaman padi jadi susah tumbuh juga dapat mempengaruhi kesuburan
tanah.

Solusina, akan sangat baik narohakku dibikin saja  "bak besar"
sebagai tempat pembuang sampah masyarakat desa hutasuhut dan
sekitarnya di pinggir aek godang tersebut. Dan tentunya dengan
cara memisah-misah jenis sampah tersebut. Botima kele sekedar
usul.

*Hal Masjid Sri Alam Dunia Sipirok

"Indah, sejuk, nyaman nian masjid ini" begitu pikir penulis pada
saat melihat bangunan MSAD. Kehadiran pohon palem dan bunga di
halamann masjid benar-benar memberi kesan bahwa masjid ini bukan
saja terlihat antik tapi juga cukup modern. "Salut tuk bagian
maintenance MSAD botima anggia".

Begitupun, andai rezeki penulis terbagi pada masa mendatang
ingin rasanya menyumbangkan bendera "Merah Putih" untuk masjid
ini yang bukan saja dipasang di tiang bendera juga dipagarnya,
hal ini mengingat besarnya peran masjid tersebut sebagai
tempat berkumpulnya para ulama Tapanuli Selatan masa lalu
dalam mengatur strategi mengusir penjajah dari Tapsel najolo.

*Hal Pemakaman Umum Sipirok godang dan sekitarnya

Lewat link :
pennulis memberi pendapat tentang "Toleransi antar ummat beragama
di Angkola". Setelah penulis ketempat, yah...memang demikian
adanya "Toleransi itu tetap terjaga". dengan salah satu bukti
pemakaman umum tersebut disamping bukti lainnya. Semoga hal
ini tetap terjaga seperti terjaganya "Dalihan na tolu" di
Angkola dan sekitarnya.

*Hal Tano ponggol dan Anturmangan 

Setelah sirpang Silangge tentu selanjutnya sirpang Paranjulu
untuk kemudian menyusul yang namanya "Tano Ponggol" setelah
Purbasinomba Tua.

Khsus tuk "Tano Ponggol" sepertinya sekarang ini ponggolan
tanah dari sebelah kanannya ke arah Anturmangan sudah tidak
ada, karena tempat terseb ut telah diratakan untuk bangunan
rumah.

Adapun "Tingkungan patah" desa Anturmangan masih tetap
seperti dulu, tetap mengincar para pengemudi mobil yang
tak hati-hati di tikungan tersebut.

Sungguh penulis sering melihat motor yang saling jungkir
balik di tikungan Anturmangan ini. Begitupun disekitar
tano ponggol.

Berikut video pendukungnnya  hasil upload dari Khairul
Siregar. Dan ketika hal ini saya konfirmasi pada Family
Siregar yang saat ini tinggalnya dekat tempat kejadian
tersebut mengatakan, "Memang benar adanya dan merekapun
cukup kaget ketika mengetahui kejadian tersebut".






*Hal pamasuanan

Beberapa motor Sibualbuali masih penulis lihat ada di
cuci ditempat ini. Para koum yang minum kopipun masih tetap
terlihat dengan santainya. Mereka bilang jalan ke Bulumario
saat ini sudah di aspal, sehingga tidak pelu lagi kesana
harus mardalan pat seperti jaman baholak. "Paling 10 minit
sudah bisa kita sampai ke Bulumario" begitu kata anggi
penulis ketika saya mau di ajak ketempat tersebut untuk
kemudian penulis tolak karena terbatasnya waktu.

Bagi penulis, jika hal ini benar, maka apa yang diharapkan
NNBS lewat keinginan mereka agar huta-huta terpencil (luat
harangan) di bangun jalannya, maka telah tercapai joloi
sebagian. Na botul anggia...!

*Hal penambahan bagas 

Tanah kosong antara Bale dengan Sirpang Silangge dapat
dipastikan telah dipenuhi oleh kurang lebih 10 bagunan bru
dalam seppuluh tahun terakhir ini, begitupun antara Sirpang
tersebut dengan Sirpang Paranjulu.

Jika sebelumnya di lingkungan ini hanya dihuni ummat Muslim,
sepertinya sekarang ini sudah tidak lagi. Ada sekitar 5
keluarga katanya yang beragama Kristen antara Bale dengan
Anturmangan. Dan dari jenis mobil yang digunakan para anak
TK ummat kristiani, sepertinya mereka sekarang ini sudah
punya TK sendiri. Tentunya ummat muslim telah terlebih
dahulu untuk hal ini.

*Hal Aek Latong

Penulis punya link untuk ini yaitu :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/08/jalan-baru-
aek-latong-oleh-oleh.html

Dan sebagai tambahan, jalan setelah Aek Latong tersebut ke
arah Tarutung belumlah begitu bagus, masih banyak yang tidak
beraspal beton (aspalnya hilang).
_________

Penutup
_________

Anggo narohakku ditutupma tulisanon dohot photo ni langit
Sipirokon  ate...!

















Selamat borngin anggia...dan...horas...!
_______________________________________________________
Cat :

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar