Senin, 30 September 2013

Dari Istana Siak Indra Pura (Pakan Baru) ke Istana Maimun (Medan)


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak Sejarah Istana Siak Indra Pura (Pakan Baru)
serta mencari hubungannya dengan Istana Maimun (Medan)
____________________________________________________









_______________

Pendahuluan
_______________

"Berkunjung ke Istana Maimun beberapa waktu yang lalu benar-benar
membuat kepuasan tersendiri bagi penulis" Demikian kalimat pembuka
tulisan ini yang mungkin sama maknanya dengan, "Benar-benar memberikan
kepuasan tersendiri bagi penulis ketika berkunjung ke Istana maimun
beberapa waktu yang lalu".

Kepuasan itu ternyata merambat juga pada keinginan kepuasan lainnya
yaitu keingin tahuan tentang :

1. Apa pula itu Istana Siak Indra pura...! Dan apakah istana ini
   sama dengan Istana Matahari Timur...? Bagaimana pula dengan
   sebutan Istana Asserayah Hasyimiah...?

2. Sebagai suatu Istana tentun ya punya Sultan. Siapa sajakah para
   Sultan istana tersebut....?

3. Bagaimana Istana ini berakhir dan masuk dalam kekuasaan RI...?

4. Pertinggal apa saja yang ada di Istana tersebut sebagai bukti
   masa-masa kejayaannya....? dll...

Begitupun...! terhadap semua informasi, penulis mengutamakan
keingin tahuan pada, "Apakah ada hubungan Istana Maimun dengan
Istana Siak Indrapura...?"

Selamat menyimak para kawan...!
Dan ini musik persembahan untuk anda atas kehadirannya pada
postingan ini. Judulnya "Musik dan tari persembahan melayu
daulat negeri". yang merupakan salah satu musik dan tari yang
sering dipersembahkan di Istana Siak Indrapura tempoe doeloe.

Musik...!
video



___________________________________________________


Sekilas tentang Istana Siak Indrapura - Pekan Baru
___________________________________________________






















*Hal Bagunan Bersejarah

Kabupaten Siak, memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang
difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh
penduduk Siak. Salah satunya adalah peninggalan termasyur dengan bagunan
bercirikan arsitektur gabungan antara Melayu, Arab, plus Eropa, yaitu
Istana Siak Sri Indrapura.

Sepanjang perkembangan sejarah bangsa Indonesia, telah banyak meninggalkan
sisa-sisa kehidupan pemberi corak khas pada kebudayaan bangsa di Siak,
salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura menjadi salah obyek
wisata Riau.

* Hal Disebut Istana Matahari Timur

Untuk dapat melihat Bangunan bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki
juga sebagai ‘Istana Matahari Timur’, jarak tempuh dari sebelah timur
Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju
Kabupaten Siak Sri Indrapura.

* Hal disebut Asserayah Hasyimiah






















"Istana Matahari Timur " atau disebut juga Asserayah Hasyimiah atau ini
dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun
1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman.

Arsitektur bangunan merupakan gabungan antara arsitektur Melayu,
Eropa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi
menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu
kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu
ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan
untuk ruang pesta.

Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk
istirahat Sultan serta para tamu Istana.

Banguna Istana Siak bersejarah tersebut selesai pada tahun 1893.
Pada dinding istana dihiasi dengan keramik khusus didatangkan buatan
Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan Museum
Nasional Jakarta, Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi
tersebut.

Diantara koleksi benda antik Istana Siak adalah: Keramik dari Cina,
Eropa, Kursi-kursi kristal dibuat tahun 1896, Patung perunggu Ratu
Wihemina merupakan hadiah Kerajaan Belanda, patung pualam Sultan Syarim
Hasim I bermata berlian dibuat pada tahun 1889, perkakas seperti sendok,
piring, gelas-cangkir berlambangkan Kerajaan Siak masih terdapat dalam
Istana.

Dipuncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang
keberanian Istana. Sekitar istana masih dapat dilihat delapan meriam
menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, disebelah kiri belakang
Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.

* Hal Perjalan dari kota Pekan Baru ke Kab. Siak

Untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3-4 jam dari kota Pekanbaru,
jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam
perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.


*Hal asal muasal di sebut siak























Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik
yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan
Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada
di Buantan.

Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu
siak-siak yang banyak terdapat di situ.


* Kerajaan Bahari dan pengaruhnya

Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah
kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan
di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah
tekanan imperialisme Eropa.

Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan
Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan
Kalimantan.

*Bergabungnya dengan RI





















Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir,
Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan
Republik Indonesia.

*Hal Kabupaten

Siak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang dulunya merupakan
pusat kesultanan Islam terbesar di Riau yaitu Siak Sri Indrapura.
Warisan kebesarannya pun hingga kini masih nampak di berbagai sudut
kota. Sejarahnya yang panjang telah meninggalkan warisan peradaban
Melayu yang mengagumkan dan pantas dibanggakan Indonesia.

*Hal Jembatan Siak

Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks
Istana Siak Sri Indrapura. Jembatan tersebut berangka tahun 1899. Dibawah
jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai
parit pertahanan kompleks istana.

*Hal Balai Kerapatan

Balai Kerapatan Tinggi Siak pada masa pemerintahan Sultan Assyaidisyarif
Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889. Bangunan istana menghadap
kearah sungai (selatan). Tangga masuk bangunan terbuat dari beton. Balai
Kerapatan tinggi Siak dahulu berfungsi sebagai tempat pertemuan (sidang)
Sultan dengan Panglima-panglimanya.

Bangunan bertingkat 2, denah persegi 4, berukuran 30, 8 X 30, 2 m dengan
tiang utama berupa pilar berbentuk silinder. Lantai bawah bangunan terdiri
dari 7 ruang dan lantai atas 3 ruang.

*Hal Masjid Syahabuddin






















Merupakan masjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan
Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21, 6 X 18, 5 m. Bangunan masjid
telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan
bentuk aslinya.

*Hal urutan raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Siak:

1. Sultan Abdul Jalil Rakhmad Syah Almarhum Buantan (1723 - 1744)
2. Sultan Mohamad Abdul Jalil Jalaladdin Syah (1744-1760)
3. Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1760 - 1761)
4. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1761-1766)
5. Sultan Mohamad Ali Abdul Jalil Mu’azam Syah (1766 – 1779)
6. Sultan Ismail Abdul Jalil Rakhmat Syah (1779 - 1781)
7. Sultan Yahya Abdul Jalil Muzafar Syah (1782 - 1784)
8. Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin (1784 - 1811)
9. Sultan Assyaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Kholiluddin (1811-1827)
10. Sultan Assyaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Syaifuddin (1827 - 1864)
11. Sultan Assyaidis Syarif Kasim I Abdul Jalil Syaifuddin (1864 - 1889)
12. Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1889 - 1908)
13. Sultan Assyaidis Syarif Kasim II Abdul Jalil Syaifuddin (1908 - 1946).


*Hal Makam Sultan Kasim II
























Terletak dibelakang masjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II
(Sultan terakhir mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan
berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm. Lebar
153 cm. Dan tinggi 110 m. Nisannya dari kayu berukir motif suluran –
suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan
kelopak bunga teratai.

*Hal Tanggal Lahir dan Meninggal Syarid Kasim II





























Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin[1] atau Sultan Syarif
Kasim II (lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 – meninggal di
Rumbai, Pekanbaru, Riau, 23 April 1968 pada umur 74 tahun) adalah sultan
ke-12 Kesultanan Siak. Ia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun
menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Kasim II merupakan
seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tidak lama setelah
proklamasi dia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia,
dan dia menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah
republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro di tahun 2011).
Bersama Sultan Serdang dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera
Timur lainnya untuk turut memihak republik.
_________________________________________________

Sekilas tentang Istana Siak Indrapura sebagai suatu
Tempat  Wisata
___________________________________________________

Sebelum kita lanjut...! Mari sama nikmati pula lagu Melayu yang
satu ini. Judulnya, "Zapin Pemuncak Payung".

Musik...!

video




* Hal Perjalan dari kota Pekan Baru ke Kab. Siak

Untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3-4 jam dari kota Pekanbaru,
jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam
perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

*Hal yang dapat dilihat di istana Siak Indrapura sebagai
Koleksi Sejarah :

Didalam istana tersimpan barang koleksi sisa peninggalan Sultan
Syarif Hasim dan barang-barang persembahan semasa Sultan Syarif
Kasim II antara lain :

1. Komet

Sejenis gramafon raksasa terbuat dari tembaga dengan piring garis
tengah 1 meter dari bahan kuningan (pelat kuningan) dapat mengeluarkan
bunyi-bunyian musik klasik karya Beethoven dan Mozart, buatan Jerman

2. Singasana

Berupa kursi keemasan yang penuh dengan ukiran yang indah dari bahan
kuningan berbalut dengan emas (yang pernah hilang dan dikonservasi
kembali oleh Museum Nasional Jakarta).

3. Payung kerajaan,

Berlambang naga berjuang dan kalimat Allah serta tulisan Muhammad
bertangkup dari kain sutera kuning keemasan.

4. Senjata Kerajaan Melayu ,

Tombak, keris, meriam, serta alat nobat, cermin mustika, kursi-kursi,
lampu-lampu kristal beratnya 1 ton, barang-barang keramik dari Cina
dan Eropa, diorama, patung perunggu Ratu Belanda Helmina dan patung
pualam Sultan bermata berlian, benda-benda upacara lain, serta piring-
piring, cangkir, gelas, sendok bermerk lambang kerajaan.

5. Bendera Kerajaan Siak

Berwarna kuning keemasan, di tengah terdapat lambang kerajaan bermoptif
kapala naga berjuang dan di atasnya terdapat kalimat Allah serta
kaligrafi Muhammad bertangkup.

6. Replika Mahkota Kerajaan Siak,

Dibuat semasa pemerintahan Sultan Siak X, Assyaidis Syarif Kasim
Syaifuddin (Syarif Kasim I). Replika mahkota ini berbalut emas dan
bertaburkan permata, sedangkan yang asli terdapat di Museum Nasional
Jakarta.
                                                                     
7. Tempat Pembakar (Setanggi),

Merupakan wewangian yang berasal dari ramuan tumbuh-tumbuhan, dengan
membakar setanggi akan keluar aroma yang wangi dan ketika itu berfungsi
sebagai pengharum ruangan istana.

8. Canang,

Berbentuk guci terletak di ujung ruangan jamuan istana, bila dipukul
canang ini mengeluarkan bunyi gaung, digunakan oleh Sultan untuk
memanggil pelayan istana.

9.Gendang nobat

Gendang yang di bunyikan pada penobatan sultan kerajaan sejak tahun
pertama yaitu tahun 1723 baju gendang ini berwarna kuning yang bias
diganti bila sudah di pakai beberapa hari.

10. Lambang Kerajaan Siak

Muhammad bertangkup namanya lambing kerajaan siak sri indrapura,
berwarna emas di sisi kiri serta kana ada lambing naga yang di tengah-
tengah nya merupakan lambing dan kota siak sri indrapura

11.Patung Raja dan prajuritnya

Patung ini di ibarat kan sebagai pada zaman sultan –sultan tersebut
mengadakan musawarah bersama prajurit dan penasehat-penasehat kerajaan

12. Foto Raja Sultan Syarif Hasyim (sultan siak ke XI)

Poto sultan assyaidis syarif hasyim abdul jalil saifudin(Sultan siak
ke II bersama sultan dan daerah langkat ,dimana patung tersebut
berwarna putih cemelang dan dilapisi oleh kaca.

13. Patung Sultan Syarif Hasyim

Patung sultan ini adalah buatan dari Negara jerman yang di buat dari
batu pualam pada tahun 1899, patung ini mirip sekali dengan aslinya

14. Kain sampul Gendang Nobat

Kain ini sebagai ganti kain (baju gendang nobat),yang berwarna kuning
15.Pecah Belah
Barang pecah belah ini terbuat dari kristal, yang dulu belum pecah,
sekarang telah terpecah –pecah , pecah belah ini dulu berupa lampu
hias yang di gantung, atas langit- langit kerajaan.

16. Gelas atau Seloka

Terbuat dari kristal-kristal yang merupakan pesanan dari eropa pada
tahun 1889- gelas ini dulu digunakan untuk minum para raja dan sultan
sultan ,serta semua orang yang berada di istana siak pada zaman dahulu.

17. Al-Quran

Alquran ini berasal dari Negara istambul dari tahun 1730 dari turki
aquran ini bentuknya berbeda dengan alquran yang sering kita pakai
itu atau kita gunakan.

18.Gerampon

Merupakan alat musik yang terbuat dari piring hitam dan bertingkat
ingkat, dan di atasnya terdapat alat mirip terompet. 17. MEJA DAN
KURSI BERSERTA MAHKOTA.

Seperangkat meja dan kursi terbuat dari kristal sebangasa tempat
jamuan dan menerima putrid –putri kerajaan siak sri indrapura,
sedangkan mahkota ini merupakan mahkota raja yang di pakai masa
pemerintahan.

19. Cermin

Cermin ini terbuat dari kristal, merupakan cermin permai suri, dulu
kata orang siapa yang berkaca di cermin ini muka nya akan menjadi
awet muda.

20.Meja dan Kursi beserta Mahkota

Seperangkat meja dan kursi terbuat dari kristal sebangasa tempat
jamuan dan menerima putrid –putri kerajaan siak sri indrapura,
sedangkan mahkota ini merupakan mahkota raja yang di pakai masa
pemerintahan.

21.Teko

Teko alat ceret kristal yang di gunakan untuk tempat air putih,
teko ini di gunakan pada saat acara perjamuan dan makan malam.

22. Kelalang

Tempat air yang terbuat dari bahan- bahan kristal , air yang di
letakkan di dalam kelalang tersebut adalah air bunga mawar.

23. Bintan dan Penghargaan

Merupakan bintang dan penghargaan pahlawan nasional sultan
syrifkasyim dari perisiden republic Indonesia.

24. Bungga

Bunga kerajaan ini merupaka hasil kerajinan tenaga putra putri
yang berada di kerajaan siak pada tahun 1920.Beberapa koleksi
benda antik Istana, kini disimpan di Museum Nasional di Jakarta,
dan di Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut.

25. Foto

Poto ini merupakan poto raja sultan sarif kasim (sultan siak keXII)
dan permai surinya,yaitu tengku agung sultana latifah pada waktu
pernikahan

selain peningalan kerajaan siak ,kami juga mencantumkan peningalan
dan sultan assyidi sarif hasyim abdul jalil saifudin (sultan siak
ke XI) yaitu :

a. bab-alkawa`id

pintu segala pegangan ,yaitu semacam “konsitisi”dari kerajaan siak
sri indrapura.atas dasar ini maka kerajaan siak sri indrapura adalah
kerajaan yang berbentuk monarchi contitumona”

b. istana assyariah al-hasyimiah

sultan sarif kasim membangun istana kerajaan pada tahun 1893 untuk
kepentingan jalan nya pemerintahan kerajaan siak sri indra pura.

c. Balainang sari

Di samping membangun istana ,sultan juga mendirikan balainung sari
di sebut juga “balai kerapatan tinggi” ke tiga karya monumental
ini merupakan bukti tentang kebesaran dan kesejahteraan kerajaan
berserta rakyatnya

Pemerintah sultan ini berlangsung selama sembilan belas bulan dan
hasil yang di capainya untuk kepentingan kerajaan dan kemakmuran
rakyat-rakyat cukup banyak.pada tahun 1808 beliau mangkat di
singapura dan di makam kan di koto tinggi (siak sri indrapura)
di beri gelar mahrum bahginda.

26. Cinderamata

Cinderamata ini merupakan bahan-bahan dari eropa dan merupakan
cinderamata dari Negara eropa.

27. Lampu Hiasan

Lamu ini dari dulu memang sudah di gantung di atas langit-
langit lampu ini sangat terang bila malam hari.

28. Baju

Baju kebesaran raja atau sultan yang menjabat pada waktu itu
mengunakan baju ini berwarna hitam ,kancing nya berwarna
kuning emas.

Diantara koleksi benda antik itu adalah: Keramik dari Cina,
Eropa, Kursi-kursi kristal yang dibuat tahun 1896, Patung
perunggu Ratu Wihemina yang merupakan hadiah dari Kerajaan
Belanda dan patung pualam Sultan Syarim Hasim I bermata
berlian yang dibuat pada tahun 1889, perkakas seperti sendok,
piring, gelas dan cangkir berlambangkan Kerajaan Siak masih
terdapat dalam Istana,  surat-surat ucapan dan selamat beserta
doa restu yang dibuat hamba rakyat dan semua sultan dan lemari
besi berisikan arsip-arsip peninggalan kerajaan ini yang sekarang
hanya tersisa beberapa arsip saja.

Siak Sri Inderapura sampai sekarang tetap diabadikan sebagai
nama ibu kota dari Kabupaten Siak dan Istana Siak Sri Inderapura
dan Balai Kerapatan Tinggi yang dibangun tahun 1886 masih tegak
berdiri sebagai simbol kejayaan masa silam, termasuk Tari Zapin
dan Tari Olang-olang yang pernah mendapat kehormatan menjadi
pertunjukan utama untuk ditampilkan pada setiap perayaan di
Kesultanan Siak Sri Inderapura. Nama Siak masih melekat merujuk
kepada nama sebuah sungai di Provinsi Riau sekarang, yaitu Sungai
Siak yang bermuara pada kawasan timur pulau Sumatera.

Peninggalan kerajaan berupa komplek Istana Kerajaan Siak yang
dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil
Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama Istana Asserayyah Al
Hasyimiah. Istana Asserayyah Al Hasyimiah ini disebut juga
"Istana Matahari Timur" ditukangi oleh arsitek dari Jerman
yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa, India dan Arab dengan
perpaduan tradisional.
_______________________________

Sekilas Istana Maimun - Medan
_______________________________

Dapat anda ketahui lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/09/macam-lagu-dan-info-sekitar-melayu-deli.html

__________________________________________________

Hubungan Istana Maimun dengan Istana 
Kesultanan Siak Indrapura
__________________________________________________
















*Dapat dipastikan disekitar tahun 1700-an dan 1800-an, Kesultanan
Deli dan Kesultanan Siak Indrapura adalah dua kesultanan yang
sangat populer karena kelebihannya masing-masing.

*Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Kesultanan dimanapun di
Nusantara ini tak jarang ingin saling merebut wilayah kekuasannya,
hingga suatu saat Kesultanan Aceh memecah ksultanan deli menjadi
dua bagian. Satu namanya kesultanan Serdang dan satu lagi Kesultanan
Deli.

* Disekitar tahun 1720-an Kesultanan Deli yang terpecah ini pernah
ditaklukkan oleh kesultanan Siak Indrapura, hingga berada dibawah
kekuasannya.

"Sebuah pertentangan dalam pergantian kekuasaan pada tahun 1720
menyebabkan pecahnya Deli dan dibentuknya Kesultanan Serdang.
Setelah itu, Kesultanan Deli sempat direbut Kesultanan Siak Sri
Indrapura dan Aceh". kata situs http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Deli

*Pada tahun 1858, Tanah Deli menjadi milik Belanda setelah Sultan
Siak, Sultan Al-Sayyid Sharif Ismail, menyerahkan tanah kekuasaannya
tersebut kepada mereka.

*Pada tahun 1861, Kesultanan Deli secara resmi diakui merdeka dari
Siak maupun Aceh. Hal ini menyebabkan Sultan Deli bebas untuk
memberikan hak-hak lahan kepada Belanda maupun perusahaan-perusahaan
luar negeri lainnya.

*Pada masa ini Kesultanan Deli berkembang pesat. Perkembangannya
dapat terlihat dari semakin kayanya pihak kesultanan berkat usaha
perkebunan terutamanya tembakau dan lain-lain.

*Selain itu, beberapa bangunan peninggalan Kesultanan Deli juga
menjadi bukti perkembangan daerah ini pada masa itu, misalnya
Istana Maimun.

Kesultanan Deli masih tetap eksis hingga kini meski tidak lagi
mempunyai kekuatan politik setelah berakhirnya Perang Dunia II
dan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia.

Comentar penulis :

* Mengetahui sejarah ini maka masuklah di akal mengapa dalam banyak
  hal budaya dan sastra melayu ini sama di beberapa tempat. Karena
  Kesultanan-kesultanan Melayu jaman dulu saling berhubungan dan
  berusaha saling menguasai pula.

* Lagu "Lancang Kuning" yang sebelumnya penulis kira hanya milik
  dari Melayu Riau ternyata dapat juga dimiliki oleh Melayu Deli,
  karena adanya hubungan antara kesultanan tempoedoloe.

* Istana Siak Idra Pura memang lebih besar dai Istana Maimun.
  Tetapi Istana Maimun adalah salah satu bagian atau pecahan
  dari yang dinamakan Kesultanan Deli (Ada juga kesultanan deli
  yang disebut kesultanan serdang).
__________

Penutup
__________

Demikian info yang dapat disajikan lewat postingan ini. Semoga
infonya memberimanfaat dan "Intrumental Musik Zapin ini sebagai
penutup tulisan.

Musik...!



video










Majulah negeri melayu...Selamat malam dan horas...!
_______________________
Cat :
http://www.pekanbaruriau.com/2009/05/istana-siak-sri-indrapura.html
https://www.facebook.com/notes/pekanbaru/sejarah-kota-pekanbaru/120205755323
http://www.sungaikuantan.com/2009/12/kerajaan-siak-sri-indrapura-warisan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Syarif_Kasim_II_dari_Siak
http://bebasluas.blogspot.com/2013/02/istana-maimun.html


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar