Wednesday, November 13, 2013

Gunung Sinabung : Do'a bersama untuk tanah Batak



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak macam info seputar gunung berapi, khsusnya gunung
sinabung Tanah Karo dan Do'a bersama untuk tanah Batak)
___________________________________________________________




















________________

Kata Pengantar
________________

Seperti kita ke tahui, satu bulan terakhir ini kita dihebohkan
dengan adanya berita baik di media cetak maupun elektronik seputar
meletusnya gunung Sinabung di Tanah Karo.

Berikut sebagaian dari berita tersebut :

indonews.com - Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera
Utara (Sumut) kembali meletus pagi ini. Letusan tersebut disertai dengan
bunyi gemuruh yang kuat.

Gunung tersebut meletus sekira pukul 06.00 Wib dengan ketinggian letusan
sekira 3.000 meter. Hingga pukul 08.05 Wib, asap hitam keabuan keluar dari
kawah Gunung Sibanung dan membawa abu vulkanik menyebar ke arah timur,
tenggara, dan selatan.

"Kemarin pada Rabu (23-10-2013) sekira pukul 16.19 Wib juga terjadi
letusan, tetapi lebih kecil dibandingkan letusan pagi ini. Hujan abu
terjadi lebih tebal pada hari ini," papar Kepala Pusat Data Informasi
dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo
Nugroho, Kamis (24/10/2013).

Sehubungan dengan hal tersebut, atas rasa peduli pada istilah
"Habatakon/habatakhon" maka malam ini penulis menyajikan informasi
seputar gunung Sinabung tersebut dan macam info yang berhubungan
dengan gunung berapi.

Dengan pengetahuan info ini diharapkan, para koum di tanah batak
khsusnya Angkola lebih cepat tanggap pada situasi yang memberi
tanda-tanda akan datangnya bencana alam gunung meletus, hingga
terhindar dari resiko bencana yang lebih besar.






















Sungguh pengetahuan kita dibidang antisivasi gunung meletus terlalu
sedikit, hingga terasa pantas pula kita minta tolong padaNya
lewat "do'a bersama agar tanah batak terhindar dari bencana
alam dalam bentuk apapun".

Berikut urut-urutan sub judulnya, dan selamat menyimak...!

1. Sekilas Gunung Sinabung
2. Letusan Gunung Sinabung 2010
3. Letusan gun ung Sinaung 2013
4. Faktor penyebab terjadinya gunung meletus
5. Berbagai Tipe Gunung Berapi
6. Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
7. Hasil letusan gunung berapi
8. Misteri gunung sinabung
9. Penutup (Do'a bersama untuk Tanah Batak)
__________________________

1. Sekilas Gunung Sinabung
___________________________




















*Letak :

Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung
api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara,
Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah
dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak
tertinggi di provinsi itu.

*Ketinggian Gunung

Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini tidak pernah
tercatat meletus sejak tahun 1600 tetapi mendadak aktif kembali
dengan meletus pada tahun 2010.
_____________________________________

2. Letusan Gunung Sinabung tahun 2010
_____________________________________

*Bulan Agustus 2010

Sejak 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis.
Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB
(28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava.

Status gunung ini dinaikkan menjadi "Awas".Dua belas ribu warga
disekitarnya dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi. Abu Gunung
Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut.

Sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung.
Bandar Udara Polonia di Kota Medan dilaporkan tidak mengalami
gangguan perjalanan udara.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gangguan pernapasan
ketika mengungsi dari rumahnya.

*Bulan September 2010

Pada tanggal 3 September, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi
sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul
18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3
kilometer.

Letuasn kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang
dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini.

Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini
merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada
tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak
8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.
________________________________

3. Letusan Gunung Sinabung 2013
________________________________
















*Bulan September 2013

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung meletus kembali, sampai 18 September 2013,
telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal
15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya.
Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari.

Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-
tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada
peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit
dan Berastagi.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman
sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman.

Berikut video pendukung :



*Bulan Oktober 2013

indonews.com - Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera
Utara (Sumut) kembali meletus pagi ini. Letusan tersebut disertai dengan
bunyi gemuruh yang kuat.

Gunung tersebut meletus sekira pukul 06.00 Wib dengan ketinggian letusan
sekira 3.000 meter. Hingga pukul 08.05 Wib, asap hitam keabuan keluar dari
kawah Gunung Sibanung dan membawa abu vulkanik menyebar ke arah timur,
tenggara, dan selatan.

"Kemarin pada Rabu (23-10-2013) sekira pukul 16.19 Wib juga terjadi
letusan, tetapi lebih kecil dibandingkan letusan pagi ini. Hujan abu
terjadi lebih tebal pada hari ini," papar Kepala Pusat Data Informasi
dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo
Nugroho, Kamis (24/10/2013).

Berita lebih lanjut di :
http://daerah.sindonews.com/read/2013/10/24/24/797626/gunung-sinabung-
meletus-semburan-abu-capai-3-000-meter

*Bulan Nopember 2013

Liputan6.com, Karo : Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus lagi pada
Minggu pagi. Letusannya terjadi pada pukul 05.00 WIB. Warga yang tinggal
di sekiitarnya pun harus lebih waspada, karena gunung itu bergejolak tak
hanya satu kali, namun sudah 6 kali.

"Pukul 05.00 WIB, lontaran lava pijar tingginya sekitar 200-300 meter
dan aliran lava ke lereng tenggara sejauh 200-an meter," ungkap Surono,
petugas SAM ESDM Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dalam keterangan
tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (10/11/2013).

Gunung berapi aktif itu ternyata tak hanya menyemburkan abu vulkaniknya
satu kali. 2 Jam setelah erupsi pertama, Gunung Sinabung kembali meletus.

"Pukul 07.16 WIB terjadi erupsi setinggi hingga ketinggian 4.000 meter,
angin ke arah Barat daya dan Selatan, awan panas ke arah Tenggara sejauh
sekitar 1000 m," jelas Surono.

Berita lebih la njut di :
http://news.liputan6.com/read/742281/gunung-sinabung-batuk-batuk-lagi
____________________________________________

4. Faktor penyebab terjadinya gunung meletus
___________________________________________



Peningkatan kegempaan vulkanik,Peningkatan suhu kawah
Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya
deformasi pada tubuh gunung.

Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun
mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis,
vulkanik, dan tektonik. Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak
keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

Demikian Wikipedia menjelaskan. Adapun mengenai pengertian-pengertian
yang berhubungan dengan uraian diatas dikatakan :

1. Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma
di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

2. Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan
suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C.

3. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang
dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C.

4. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur
sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri
sampai sejauh radius 90 km.

5. Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering
meletus disebut gunung berapi aktif.
 _____________________________

5. Berbagai Tipe Gunung Berapi 
_____________________________

1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
3. Gunung berapi maar
4. Gunung berapi besar atau gunung berapi supervolcano
________________________________________

6. Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
________________________________________

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui
beberapa tanda, antara lain :

1. Suhu di sekitar gunung naik.
2. Mata air menjadi kering
3. Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
4. Tumbuhan di sekitar gunung layu
5. Binatang di sekitar gunung bermigrasi
_________________________________

7. Hasil letusan gunung berapi
______________________________

1. Gas vulkanik 
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada
saat meletus. Gas tersebut antara lain :
Karbon monoksida
(CO), Karbon dioksida
(CO2), Hidrogen Sulfida
(H2S), Sulfur dioksida
(S02), dan Nitrogen
(NO2) yang dapat membahayakan manusia.

2. Lava dan aliran pasir serta batu panas 
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir
dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer
akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava
kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang
membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

3. Lahar 
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air,
dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng
gunung berapi.

4. Hujan Abu 
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara
saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat
terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
Abu letusan ini bisa menganggu pernapasan.

5. Awan panas 
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam
gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik
padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan
luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher
atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
____________________________

8. Misteri Gunung Sinabung
____________________________

Ketika masih menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Medan,
saya dan teman-teman mengadakan pendakian ke Gunung Sinabung.
Berdasarkan http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sinabung, ini adalah
gunung tertinggi di Sumatera Utara dengan ketinggian 2.460m.

Rencana pendakian ini digagasi oleh teman satu angkatan saya Lenny,
bersama seorang adik kelas Nuel. Nuel sudah sering mendaki bersama
teman-temannya. Rencananya kami akan berangkat berenam. Nuel membawa
2 orang temannya dan Lenny akan mengajak satu orang teman satu kostnya.

Dengan persiapan yang minim, karena seharusnya saya masuk Lab, pada
hari Sabtu pagi kami berangkat dari Padang Bulan menuju Simpang Pos.
dari Simpang Pos kami naik bis Sinabung Jaya menuju Kaban Jahe.

Lama perjalanan sekitar 1 jam. Dari Kaban Jahe harus naik angkutan
lagi menuju kaki Gunung Sinabung. Setelah hamper 3 jam perjalanan,
kami sampai di desa terdekat menuju Gunung Sinabung. Di desa tersebut
ada sebuah danau kecil bernama Lau Kawar. Hampir setengah bentangan
danau Lau Kawar dikelilingi hutan rimba.

Setelah beristirahat dan amakn malam, kami berencana untuk mendaki
Sinabung malam itu juga, supaya bisa melihat matahari terbit dari
puncak gunung. Setengah jam perjalanan dari desa di danau Lau Kawar
masih melintasi ladang penduduk, kemudian memasuki area hutan. Kami
mengikuti jalan setapak yang sudah banyak digunakan para pendaki.

Pada awal memasuki daerah hutan, kami seudah sempat nyasar, jalan
setapak yang kami ikuti tiba-tiba berakhir di semak belukar. Setelah
berhasil keluar dari semak belukar, kami melanjutkan perjalan yang
tadinya masih datar dan akhirnya mulai menanjak.

Belum terlalu jauh dari tempat kami nyasar sebelumnya, saya merasa
bahwa kami telah 3 kali melewati tempat yang sama, lalu saya coba
mengatakannya kepada Nuel sebagai kepala rombongan. Karena merasa
sudah sangat mengenal hutan tersebut Nuel sedikit emosi dan
mengatakan “yang tau daerah disini aku pa Kakak?”.

Saya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Lalu seorang teman menyarankan
kami untuk istirahan sejenak, dia juga termasuk yang sudah mengenal
hutan Sinabung juga. Sambil merokok, dia mencoba sedikit mencairkan
suasana, lalu dia menyuruh kami menunggu karena dia akan coba menelusuri
jalan yang kami tempuh.

Tidak lama kemudian dia kembali dan mengatakan bahwa kami memang
benar salah jalan, dari tadi hanya berputar-putar ditempat yang sama,
dan jalan yang kami ikuti mengarah adalah jalan turun menuju ke desa
lain. Bukan meuju ke puncak seperti tujuan kami.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, tetapi karena dingin yang
menyengat dan takut kehabisan air minum ditengah jalan, kami memutuskan
untuk mendirikan tenda di Pandan, di mana di tempat ini ada mata airnya.

Pagi-pagi sekali kami mulai melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya sampai
di puncak tapi tidak sempat melihat matahari terbit di balik gunung
seperti yang kami inginkan. Tetapi pendakian ke Sinabung tidak
mengecewakan, karena kita bisa melihat keindahan alam dari puncak
tertingi di Sumatera Utara, kota Medan juga bisa kelihatan apabila
cuaca cukup cerah.

Setelah puas memandang kebesaran Illahi, kamipun turun . setelah mandi
dan istirahat di rumah penduduk di Lau Kawar kamipun bersiap untuk
kembali ke Kota Medan.

Pada waktu yang berbeda dengan teman yang berbeda juga, kami pernah
juga mendaki Sinabung bersama teman-teman satu kost dan teman Lenny
yang datang dari Bandung. Dalam pendakian kali ini, saya melihat ada
warung yang berjejer tanpa dinding, bangku-bangkunya terbuat dari
bamboo dan atapnya dari rumbia. Saya piker, mungkin banyak yang jualan
pada saat musim pendakian. Tetapi ketika kami turun keesokan harinya,
saya tidak melihat warung itu lagi.

Dan menurut teman-teman seperjalanan, mereka tidak ada melihat warung
seperti yang saya lihat.

Apa itu hanya halusinasi saya semata? Saya juga tidak mengerti.
Pada dasarnya saya tidak percaya dengan hal-hal yang mistis. Karena
dari dulu Abang saya selalu menekankan “ketakutan itu berasal dari
diri kita sendiri, kalau kita bisa mengalahkannya maka akan muncul
keberanian”.

Kisah-kisah seperti ini mungkin pernah kita alami. Percaya tidak
percaya juga. Tetapi tetaplah berdoa meminta penyertaan Tuhan dalam
setiap perjalanan kita.

Sumber :
 http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/09/13/sekelumit-kisah-
mistis-di-kaki-gunung-sinabung-493007.html
____________________________________________

Penutup (Do'a bersama untuk Tanah Batak)
____________________________________________

Para pembaca angkolafacebook.blogspot.com, seperti kita ketahui,
tanah batak itu dihuni oleh dua pemeluk agama mayoritas yaitu
Islam dan Kristen.

Pada setiap do'a bersamanya, kita cukup sering mendengar istilah
"Marilah kita berdo'a atas kepercayaan dan agama masing-masing.

Untuk kedamaian alam dan kesuburan tanah Batak, penulis blog mohon
ijin untuk menyusun do'a dalam susunan agama Islam sebagai
penutup tulisan.

Dan bagi anda ummat Islam tentu do'a ini sifatnya sebagai mengingat
untuk anda ulung dimana anda merasa nyaman melakasanakannya (biasanya
sehabis sholat-pen).

Bismillahirrahmanirrahim...!

Ya Allah yang menguasai seluruh alam, berikan ketabahan pada saudara
kami yang mendapat evakuasi atas terjadinya letusan gunung Sinabung
Tanah Karo.

Lancarkan semua urusan-urusan tim SAR kami ya Allah dalam melaksanakan
segala tugas-tugasnya. Da hindari saudara kami di tanah Karo ya
Allah dari bencana alamMu yang lebih dasyat.

Ya Allah ya Tuhan kami, engkau kuasa atas alam dan segala isinya ini,
maka hindarkanlah ya Allah Tanah batak kami, Tanah Hatubuan kami,
tanah hagodangan kami dari bencana alam.

Berikan kesuburan tanah ya Allah, hingga pertanian kami dapat
menghasilkan sesuatu yang berguna yang memberi manfaat untuk urusan
dunia dan akhirat.

















Amin ya robbal Alamin

Para kawan...!

Selamat malam dan horas...!



Lirik Lagu "Lagit terluka "
Ebiet G Ade

Jala api, lidahnya terjulur menyengat wajah bumi
Awan terbakar, langit berlubang menganga
menyeringai bagaikan terluka
Pohon-pohon terkapar letih tanpa daya
Mata air terengah-engah, dahaga
Burung-burung hanya basa-basi berkicau
Lapisan jagat terkelupas
Semua karena ulah kita
Warisan untuk anak cucu nanti ho ho ho ho

Jala api, lidahnya berkelit saat ingin kutangkap
Terlampau naif angan-angan yang kurajut
untuk menyelamatkan dunia
Setiap detik ingin kutanam pepohonan
Mata air kuluahi embun surgawi
Burung-burung kuajari bernyanyi-nyanyi
Kuhapus semua mimpi buruk
dan mekarlah bunga-bunga
Masa depan buat mereka ho ho

Bila matahari bangkit dari tidur
aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya
bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa

Bila matahari bangkit dari tidur
aku mulai berfikir, bagaimanakah caranya hu hu
bila sinar rembulan mulai merah menyala?
Aku masih berharap kearifan Yang Kuasa
Dari jendela kamarku dapat aku dengar
Gemercik suara air kali yang tak pernah berhenti
Jangan sampai terhenti biarpun langit terluka
_____________________________________________________________________
Cat :
*Banyaknya bencana alam di Nusantara ini dalam 3 Tahun terakhir
 membuat hati ini kadang gelisah.
*Gunung Sinabung dan gunung Sibayak adalah dua Gunung yang
  populer di Tanah Karo. Link tuk Gunung Sibayak :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/gunung-sibayak-dan-sinabung-dalam.html
*Info tentang gunung Sibualbuali, link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/04/gunung-sibualbuali-dan-mahasiswa-imafis.html


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

2 comments:

  1. Di Tanah Batak ?
    kayaknya kata kata ini tidak cocok

    ReplyDelete
  2. Cocokkan aja Musica Studio, karena sebagian penghuni Tanah Karo itu adalah bagian dari sub suku batak secara umum. Trims comentarnya.

    ReplyDelete