Rabu, 13 November 2013

Gunung Sibayak dan Sinabung dalam hubungannya dengan kesuburan tanah di Tanah Batak


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak informasi seputar gunung sibayak karo sebagai
kelengkapan informasi dari Gunung Sinabung serta mencari
hubungan dengan kesuburan tanah di tanah batak)
__________________________________________________________








_____________

Pengantar 
_____________


















Medan, - Turis asal Jepang Yamada Kosei (32) yang sempat
hilang di Gunung Sibayak, Kabupaten Sumatera Utara (Sumut),
akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR. Dia mengaku tersesat
karena mencari lokasi air panas.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Medan, Joni Superiadi menyatakan,
proses evakuasi Yamada dinyatakan berakhir pada Minggu (10/3/2013)
pukul 18.00 WIB. Bersamaan dengan itu, tim gabungan yang berasal
dari personel Kantor SAR Medan, Polres Karo, Brimob Daerah Sumut
serta unsur masyarakat juga membubarkan diri.

Berita lebih di :
http://news.detik.com/read/2013/03/10/203759/2190751/10/turis-jepang-
berhasil-dievakuasi-dari-gunung-sibayak

Untuk pendalaman pengetahuan, tentu tak ada salahnya
angkolafacebook.blogspot.com lewat website ini menyajikan
macam informasi yang berhubungan dengan gunung tersebut.
Dan informasi ini adalah kelengkapan dari info sekitar
gunung Sinabung lewat linK :

Pada penutup tulisa, penulis akan mencoba mencari persamaan
dan perbedaan kedua gunung tersebut serta mencari hubungannya
denga kesuburan tanah di Tanah Batak secara umum.

Selamat menyimak...!
_________________________________________________

Gunung Sibayak sebagai sinonim dari Gunung Raja
_________________________________________________



Gunung Sibayak adalah sebuah gunung yang menghadap ke kota
Brastagi di Sumatera Utara. Orang Batak Karo menyebut gunung
Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja".

Demikian wikipedia menyebutkan mengenai gunung ini lewat link :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sibayak
Dan tentang pengetian sibayak dikatakan situs :
http://wisatasumatera.wordpress.com/wisata-sumatera-utara/gunung-sibayak/
dalam sub judul sekilas selayang pandangnya :

Orang Batak Karo sering menyebut Gunung Sibayak dengan sebutan
“Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa  Batak Karo.
_______________________

Status Gunung Sibayak
_______________________

Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir
tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat
daya Kota Medan.

Gunung Sibayak,  merupakan gunung vulkanik yang masih aktif
mengeluarkan gumpalan asap dengan ketinggian hingga 2 km.
Gumpalan asapnya  berasal dari panas bumi dan berguna sebagai
sumber energi listrik.
___________________________

Ketinggian Gunung Sibayak
___________________________

Ketinggian gunung itu  sekitar 2.094 m dari permukaan laut. Dari
Desa Sibayak, terlihat jelas kondisi  kawahnya yang agak landai
(terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga  uap), yang
kelihatannya seperti membelah  gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB,
kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung  hingga ke bagian
bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga
ke Desa Semangat Gunung. Kondisi kabut seperti ini, sama dengan
kondisi kabut  yang ada di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah atau
di Genting Highlands, Malaysia.
_________________________________

Keistimewaan gunung Sibayak
_________________________________


















Gunung itu terlihat begitu  indah dan menjadi daya tarik banyak
pengunjung, terutama para pendaki gunung. Pada  malam Minggu,
biasanya pukul 02:00 WIB merupakan malam favorit bagi para
pendaki untuk mendaki ke puncak gunung, untuk melihat keindahan
panorama matahari  terbit.

Dari puncak gunung terlihat Kota Medan, di mana pada malam harinya,
Kota medan terlihat lebih indah dengan kemilau lampu-lampu kotanya.

Untuk mencapai kaki Gunung  Sibayak, paling dekat ditempuh melalui
Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan
panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran,  tanaman hias
dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang
masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang
multikultural.
___________________________________

Gunung sibayak dan sumber mata air
___________________________________

Banyak terdapat  sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung
dan di Gunung Sibayak. Di kaki Gunung Sibayak terdapat sumber air
panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung
belerang, sehingga tercium agak menyengat.
____________________________________________

Gunung sibayak sebagai tempat parawisata
____________________________________________

Gunung sibayak merupakan salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten
Karo, dengan demikian tidak sulit mencari penginapan kelas melati di
Desa Semangat Gunung atau pun hotel berbintang. Restoran dan kedai
makanan juga ada di sekitar Berastagi.

Tulis situs :
http://www.poskotanews.com/2013/10/26/gunung-sibayak-meletus-
lagi-warga-panik/

"Gunung itu terlihat begitu  indah dan menjadi daya tarik banyak
pengunjung, terutama para pendaki gunung. Pada  malam Minggu,
layaknya seperti pasar malam yang dingin, biasanya pukul 02:00 WIB
merupakan malam favorit bagi para  pendaki untuk mendaki ke puncak
gunung, untuk melihat keindahan panorama matahari  terbit. Dari
puncak gunung terlihat Kota Medan, di mana pada malam harinya,
Kota medan terlihat lebih indah dengan kemilau lampu-lampu kotanya".
Tulis situs lainnya.
__________________________________________

Titik pendakian ke gunung Sibayak
__________________________________________
















1. Kawasan jalur Lima Empat

Kawasan jalur Lima Empat. Disebut jalur Lima Empat karena lokasi
ini berada pada posisi KM 54 dari Kota Medan. Jika perjalanan
diawali dari jalur Lima Empat kita dapat menikmati santapan
jagung bakar atau rebus sebelum melanjutkan perjalanan. Dari
titik ini perjalanan menuju puncak Gunung Sibayak dapat ditempuh
dengan waktu 3-4 jam.

Selain udara sejuk, jagung rebus dapat dinikmati.Tidak jauh dengan
lokasi ini, juga dapat melihat Air Terjun Sikulikap yang memiliki
ketinggian di atas 7 meter.

2. Kawasan  jalur Simpang Doulu 

Kawasan  jalur Simpang Doulu atau jalur tangga yang berada di
Desa Semangat Gunung. Dari jalur ini, perjalanan relatif lebih
pendek sekitar 2 jam dengan menempuh jalur tangga yang selama
ini menjadi jalur yang ramai dilintasi.

Sebelum beranjak menuju puncak Gunung Sibayak, di kawasan Doulu
akan ditemukan lokasi pemandia air panas yang bersumber dari
kawah Gunung Sibayak.

3. Jalur pariwisata

Sedangkan jalur lintasan lainnya adalah
jalur pariwisata dari Kota Wisata Brastagi dengan jarak tempuh 4
jam, dan jalur dari Kecamatan Sibolangit yang membutuhkan waktu
perjalanan tiga jam.

4. Jalur Kota Brastagi

Dan jalur lainnya dari kota Berastagi,  yang berjarak lebih
kurang 77 km dari Medan , dapat ditempuh dengan waktu kurang
lebih dua jam dengan mengendarai kendaraan roda dua atau empat.

Oleh karena lokasi ini merupakan salah satu tujuan wisata utama
di Kabupaten Karo, dengan demikian tidak sulit mencari penginapan
kelas melati di Desa Semangat Gunung atau pun hotel berbintang.
Restoran dan kedai makanan juga ada di sekitar Berastagi

Sumber :
http://galeriwisata.wordpress.com/wisata-sumatera/wisata-sumatera-
utara/gunung-sibayak/
________________________________________________________

Gunung Sibayak dan Misteri Pendakian serta "suara-suara Neraka"
________________________________________________________

Gunung Sibayak di Tanah Karo. Gunung terkenal kerana sudah
banyak pendaki gunung luar dan dalam negeri yang hilang tak
kembali, juga beberapa kecelakaan pesawat dan helikopter disana.

Ceritanya diawali dengan seorang pendaki bule yang hilang
disana dan pencarian sudah dihentikan karena sudah beberapa
hari...namun tiba tiba si bule sampai ke kaki gunung dengan
selamat.

Begitu sampai dia mulai berhalusinasi kalau dia selamat karena
diantar seseorang bule juga yang ternyata adalah orang yang hilang
beberapa waktu lalu di gunung sibayak ini. dan dia juga bilang
dia mendengar suara suara orang berkumpul dan berteriak serta
menangis di atas gunung.

Nah...suara suara itulah yang disebut dengan "Suara Neraka" oleh
penduduk setempat. Lalu naiklah pemandu local dengan seorang
peneliti jepang ke arah sumber suara itu. mulailah dilakukan
tes tes. untuk Halusinasi mungkin gara gara gas sulfur yang
tinggi..lalu dites kadarnya, ternyata hanya 7.4 ppm, considered
,nggak ngefek. Lalu mungkin ada gelombang elektromagnetik, yang
mungkin pernah menyebabkan kecelakaan pesawat, tapi ternyata nol
juga, jadi nggak ngefek. Terakhir direkam lah "Suara Neraka" yang
menurut pendengaran secara seksama tidak lebih dari sekedar suara
angin yang terperangkap di struktur gunung.

Nah..Rekaman suara itu akhirnya di bawa ke Jepang lalu dikasih
ke lab yang biasa meneliti suara. Hasilnya itu memang suara angin,
Namun...didalam suara angin itu banyak sekali suara berfrekuensi
rendah yang tidak bisa kedengeran oleh telinga manusia, hanya 15 Hz.
Ternyata menurut ahli di lab itu, suara berfrekuensi sangat rendah
itu tak kedengeran namun bisa menghasilkan getaran yang lebih besar,
dan satu lagi, bisa menstimulasi pembentukan hormon (steroid) kalo
ga salah, yang efeknya bisa menimbulkan stress dan halusinasi pada
seseorang.

Nah akhirnya disimpulkan kalo suara berfrekuensi rendah itulah yang
bikin banyak orang kesasar dan berhalusinasi di gunung sibayak,
termasuk beberapa kecelakaan pesawat dan helicopter di dareah gunung
sibayak. Tambahan lagi..ketika ditanya penduduk lokal di sekitar
kaki gunung sibayak, darimana asal suara neraka itu?? Mereka menjawab,
dahulu kala ada seorang dukun sakti di gunung ini, namun ketika anak
perempuannya sakit dia tidak bisa mengobati, lalu kemudia anaknya
meninggal.

Dukun itu sedih sekali..dan mengorbankan dirinya kepada penunggu
gunung tersebut. Sejak saat itu sering terdengar suara tangisan
(Suara Neraka) yang diasumsikan sebagai, suara tangisan dari Dukun
tadi dan anak gadisnya...

Sumber :
http://sipesikapkutakemulihenta.blogspot.com/2009/05/menguak-misteri-
gunung-sibayak.html
______________________________________________________________

Penutup (Perbandingan gunung Sinabung dan gunung Sibayak, serta
sedikit analisa pada pertanian Tanah Karo)
______________________________________________________________

Demikian info sekitar gunung  Sibayak, dan jika hal ini dibanding
dengan gunung sibayak untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya,
maka dapat diketahui :

1. Gunung Si nabung adalah gunung tertinggi diseluruh Sumatra
   Utara (2.460 meter dari permukaan air laut), sedangkan gunung
   Sibayak (2.094 m dari permukaan laut). Jadi ada selisih
   ketinggian sekitar 366 meter.

2. Gunung Sibayak meletus terakhir tahun 1881, sedangkan Sinabung
   tahun 2013. Di tahun 2010 gunung ini juga meletus. Kemudian
   tahun 1600

3. Meskipun gunung sinabung lebih tinggi, tapi dalam penyebutan
   justru gunung sibay ak yang disebut gunung Raja

4. Kedua gunung ini juga memiliki misteri dari hasil cerita
   para pendaki dan masyarakat setempat

* Analisa penulis (Hubungan gunung meletus dengan kesuburan
  tanah di tanah batak)

1. Melihat sepintas struktur tanah batak toba, karo, mandailing
dan angkola sesungguhnyalah tidak jauh berbeda, semua wilayahnya
berada dikaki gunung.

2. Karena struktur tanah pada prinsifnya sama, maka seharusnyalah
kesuburan tanah pertanianpun di semua wilayah batak itu sama.

3. Hasil pengamatan memberitahu, diantara semua wilayah Batak,
hanya wilayah Karolah yang paling subur tanahnya, hingga cukup
logis jika pemasok utama kebutuhan sayur mayur di Kota Medan
berasal dari tanah Karo.

Berikut kutipan berita :



















BELAWAN, Inspirasi Bangsa (23/4)— Kegiatan ekspor sayur mayor
dariSumatera Utara dengan sejumlah negara tujuan yang dikapalkan
melalui Belawan Internasional Container Terminal (BICT) masih bertahan.
Pengapalan sayur ekspor sudah menggunakan petikemas (container)
guna menjaga kesegarannya dan keselamatan komoditi hasil pertanian
sampai ke negara tujuan.

Kegiatan ekspor sayur mayoritas dari pertanian di Tanah Karo dan
Simalungun berdasarkan data yang diperoleh dari manajemen BICT dalam
Triwulan I/ 2013 mencapai 10.208 ton.

Kegiatan ekspor Januari sebanyak 30.054 ton, Februari sebanyak 3.386 ton
dan Maret sebanyak 2.768.

Sementara kegiatan ekspor kopi dan coklat merupakan komoditi kebun rakyat
angka ekspornya dalam tiga bulan terakhir (Januari Februari dan Maret )
sebanyak 30.043 ton yang dikapalkan melalui Pelabuhan Internasional Peti
Kemas semenanjung Gabion.

Khusus ekspor kopi sebanyak 20.725 ton dan coklat sebanyak 9318 ton.
Kedua komoditi merupakan hasil perkebunan rakyat disejumlah Kabupaten
di Sumut dengan menggunakan Petikemas, kata Huma BICT Tengku Irwansyah,SH.
(Bar)

Sumber :
http://inspirasibangsa.com/ekspor-sayur-sumut-terbesar-dari-karo-dan-simalungun/


3. Penulis tidak punya pengetahuan luas mengenai faktor atau
hal-hal apa saja yang menyebabkan tanah menjadi subur. Namun
penulis pernah mendengar, "Letusan gunung berapi pada ratusan
tahun yang silam dapat mempengaruhi kesuburan tanah".

4. Ilmu pengetahuan berkata, "Tahun 1600-an gunung Sinabung
tanah karo pernah meletus". Sedangkan Gunung Sibualbuali di
Angkola hanya pernah dikatakan meletus tapi tidak diketahui
kapan kejadiannya. Begitu juga gunung berapi lainnya yang
ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

5. Dengan demikian menjadi logislah bagi penulis, mengapa Tanah
Karo tanahnya lebih subur dari tanah lainnya di tanah batak.


Situs lewat alamat :
http://pertanianunpad.wordpress.com/2012/11/21/hubungan-landscape-vulkan/
mengatakan :

Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi
yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran
bahan-bahan mineral. Lapisan tanah yang dilapisi abu tersebut kemudian 
menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan 
baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis diberi
tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya akan semakin prima.

Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di
sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan
dan membahayakan, manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan
tanah sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya sebagai
lokasi pertanian yang menjanjikan.

Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak
terdapat di Indonesia, yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif,
di antaranya di bagian utara Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera,
Sulawesi, dan lain-lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak
gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan vulkanis yang
paling luas.


Sedangkan situs "Bimb9ingan" lewat alamat :
http://www.bimbingan.org/gunung-api-tanah-subur.htm
mengatakan :











Dan jika bukan ini yang menjadi alasannya,
adakah alasan lainnya...?

Atau alasankah jika kita berkata, tanah karo itu lebih subur
karena orang karo bertani tanpa alasan (mereka rajin). Sementara
orang Toba, Angkola dan Mandailing bertani bayak alasan alias
banyak malasnya...?

Perlukah menurut anda para petani Mandailing, Angkola dan
Toba  mengadakan study Banding ke Tanah Karo...?

Para kawan...!





Meletusnya gunung sinabung tanah karo, bisa jadi pada saat sekarang ini
justru merusak pertanian, tapi untuk masa yang akan datang bukan
tidak mjungkin akan membuat tanah karo itu lebih subur.

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/13/6/194322/1.893-
Hektare-Kebun-Jeruk-Rusak-Akibat-Letusan-Gunung-Sinabung

Dan kejadian ini mengingatkan penulis pada salah satu Firman Allah Swt
yang berbunyi :
















Artinya: Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu,
dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu;
Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS. Al Baqarah: 216)


Selamat malam...!
__________________________________________________________
Cat :
Link tentang gunung Sinabung :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/gunung-sinabung-doa-bersama-untuk-tanah.html

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar