Rabu, 15 Januari 2014

Taringotna taringot ni lasiak


#SALAMAT BORNGIN PARA KAWAN#
(Manaringoti lasiak dohot marcarito lasiak)
____________________________________________________























___________

Pangantar
___________

Bonginon manyajion informasi majo seputar lasiak" Ninna rohai,
siapa tahu adong namambutuhkon, inda tu sannari tu masa nagotro,
ninna muse rohai.

Mengenai carana attong targantung ide nomai pada saat di tulis.
Cuma dipikiranku, goarnama namanaringoti, tottu bahat nabisa
ditaringoti.

Maka indon mattong infona taringot ninamanaringoti-on.
Salamat manyimak...!
______________________________________________

Taringotna taringot ni lasiak godang na rara
______________________________________________

* Istilah sangape bahasa nai dokkon tu lasiak

1. Molo disaro melasyuhonma lasiak on, sarupo maon narohakku dohot
   "cabe sangape "cabai".
 
2. Sedangkan molo dibahasa latinkon idokkonma "Capsicum annuum L"
   molo lasiak narara godang. "Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.)
   merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang
   tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi
   kesehatan manusia". Ima nikkalai sian wikipediaan.

* Taringot ni gunani lasiakon tu badanta
















1. Bisa ninna mancegah sian serangan radikal bebas (Serangan radikal
   bebas penulis inda pahamba-pen)

"[Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung
antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan
radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada
cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin
yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano &
Sivaramakrishnan 1980)" ungkap wikipedia

2. Bisa muse ninna mencegah sian penyakit kanker, harana di
   lasiaki adong nai dokkon "Lasparaginase dan Capsaicin yang
   berperan sebagai zat antikanker"

* Taringot ni Kandungan na adong di lasiak

Vitamin C dohot A, adong muse do dilasiakon :

"Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran
yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki
harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan
yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam
mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang
cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap
orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri
lambung." ninna.

Idokkon muse :

Tanamancabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta
mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan
rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan
untuk rempah-rempah (bumbu dapur).

*Taringot ni Tano nacocok jadi parlasiakan

1. Anggo bisa ninna ph ni tanona 5-6, bisa di tano na datar,
   marlobung-lobung sangape miring. (Sadia de ph ni tano ni
   Gn Sibualbuali, saba jae sangape saba julu...?)

2. Anggo lek adong lahan, lasiaki ditanomma di tano na
   gambur. "Sangat padena marlasiak di harangan namaru dibuka
   jadi kobun" ninna muse.

* Taringot ni bibitna

1. Bahan bibit ninna akkon natobang, porlu muse di jomur
   dopak soi saburkon jadi bibit hurang lobi 5-6 ari di
   ari na mandorngit.

2. Porlu disiapkon bibit 2-3 kilo mologot marlasik iba
   sahektar. Tai molo got sapartataringando attong 3 bijipe
   lasiaki cukup mai.

"Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam
dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit.
Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga
kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering
kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan
sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji)." katanya.

*Taingot ni waktu marlasiak

Untuk lahan kering dalah pada akhir musim hujan (Maret-April).
Untuk memperolehharga cabai yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan
Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko
kegagalan.

*Taringot ni Permasalahan produksi

Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia
adalah adanya serangan lalat buah pada buah cabai. Hama ini sering
menyebabkan gagal panen.

Laporan Departemen Pertanian RI tahun 2006 menunjukkan bahwa
kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat mencapai 35%.
Buah cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari
luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung
larva lalat.

















Penyebabnya terutama adalah lalat buah Bactrocera carambolae.
Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama
ini sebarannya masih terbatas di Indonesia, lalat buah menjadi
hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat
ekspor buah-buahan maupun pada produksi cabai.

Selain lalat buah, Kutudaun Myzus persicae (Hemiptera: Aphididae)
merupakan salah satu hama penting pada budidaya cabai karena dapat
menyebabkan kerusakan hingga 80%. Upaya pengendaliannya dapat
menggunakan insektida nabati ekstrak Tephrosia vogelii dan Alpinia
galanga.

* Taringot ni Upaya penanggulangan

Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan
lalat buah ini, di antaranya adalah pembrongsongan yang dapat
mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi, cara ini tidak
praktis untuk dilakukan pada tanaman cabai dalam areal yang luas.

Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan
juga sangat berbahaya bagi konsumen buah. Oleh karena itu,
diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok
untuk diterapkan di areal luas seperti di lahan sentral produksi
cabai.

Upaya pengendalian lalat buah pada tanaman cabai, khususnya cabai
merah, adalah penggunaan insektisida sintetik karena dianggap
praktis, mudah didapat, dan menunjukkan efek yang cepat.

Selain insektisida sintetik, insektisida nabati seperti kacang
babi Tephrosia vogelii, jeruk purut Citrus hystrix, serai wangi
Cymbopogon citratus efektif sebagai penolak lalat buah.

Adiyoga dan Soetiarso (1999) melaporkan 80% petani sayuran
menggunakan pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman.
Akan tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan
residu yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia
(Duriat 1996).

Di samping harga insektisida sintetik yang mahal, dampak dari
adanya residu insektisida sintetik dalam bidang ekonomi adalah
penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor atas produk-
produk cabai yang mengandung residu fungisida dan pestisida lain
(Caswell & Modjusca 1996).

Di antara insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian
serangan lalat buah pada cabai adalah Diazinon, Dursban, Supracide,
Tamaron dengan konsentrasi 3-5%, dan Agrothion (Pracaya 1991).
____________________________

Taringot ni Lasiak Sipirok
____________________________








Nanggo pala bahat nahubotoba. Tai disekitar taon 80-an sebagian
masyarakat Sipirok dan sekitarnya lagi giat-giatna marlasiak
hingga pada saati yang menjadi topik pembicaaan masyarakat
hanya mengenai lasiak sajo.

Marlasiak on, tarnyata inda hanya disuan di kobun-kobun, tai di
sabape habis manyabi bahat di suan halak. Pada saati sangat taraso
samangat ni patani Sipirok mulai bangkit, setelah kejadian mateni
congke mulai tarlupahon.

Salah satudesa napopuler sebagai masyarakat parlasiak pada masai
ima huta Padang-Padang disamping huta-huta suhut. Argana pejeges
dohot lancar dioban tu Medan sebagai tempat utama pemasaranna.
_________________________________________________

Taringotna taringotni buku-buku informasi lasiak
_________________________________________________

Indon Infona :

^ Sayuti A. 2006. Geografi budaya dalam wilayah pembangunan
daerah Sumatera Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

^ Kardinan. 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi.
Jakarta: Penebar Swadaya.

^ Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops in Indonesia.
Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

^ Toksisitas Ekstrak Tephrosia vogelii dan Alpinia galanga
terhadap Myzus persicae pada Tanaman Cabai

^ Evaluasi Lima Ekstrak Tanaman sebagai Penolak Lalat Buah
Bactrocera sp. (Diptera: Tephritidae) pada Cabai Merah.
______________________________________________

Taringotna taringot ni lasiak pukkor
______________________________________________



















Indon infona :

Cabai rawit atau cabai kathur, adalah buah dan tumbuhan anggota
genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer
sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina
siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India,
terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan
dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan
nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper.

Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat
matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai
lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai
50.000 - 100.000 pada skala Scoville.
______________________________________

Taringotni cokit-cokitan mangan lasiak
_______________________________________



















"Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma
yang mengejang diluar kemauan. Ternyata cegukan cenderung terjadi
ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalum rendah.
Selain itu makanan pedas dan alkohol juga terkadang menjadi pemicu cegukan.

Cegukan juga memberitahukan bahwa kita makan atau minum terlalu banyak.
Para ilmuwan juga menilai bahwa cegukan adalah refleks yang mencegah
kita tersedak. Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf Frenikus
yang merupakan saraf motorik ke diafragma yang membantu mngendalika
proses bernafas". Ninna.

Ninna muse mengenai cara mangatasina :

Hal tersebut dilakukan agar menaikkan kadar karbondioksida atau
menstimulai saraf vagus. Selain itu menahan nafas, menggosok mata,
menelan roti kering, makan es yang diremukan, bernafas kedalam
kantong kertas, serta menghirup bau amonia juga bisa menjadi
alternatif lain untuk atasi cegukan.

Sumber :
http://cindyjose13.blogspot.com/2012/10/makanan-pedas-bisa-bikin-cegukan.html

Sedangkan Bazz Cahyo leweat alamat :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130609054413AAaw7hN
mengatakan :
"tarik nafas panjang... ato minum air yang banyak... " adalah cara
mencegahnya cokit-cokitan gara-gara makan cabe

____________________________________________

Taringot ni molo mabahattu mangan na siak
____________________________________________


















Berikut beberapa penyakit yang diakibatkan terlalu banyak mengonsumsi
makanan berbumbu pedas, sebagaimana dilansir Boldsky.

Nyeri Perut

Karena rempah-rempah kaya akan zat asam, maka mengonsumsi terlalu banyak
rempah-rempah dapat menyebabkan sakit perut yang parah. Hal ini dapat
merusak dinding perut yang sudah kaya asam, sehingga nantinya akan
menyebabkan masalah perut.

Rempah-rempah pedas yang dapat menyebabkan nyeri pada perut jika terlalu
banyak dikonsumsi adalah cabai. Pasalnya, cabai mengandung capsaicin,
zat kimia yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Apalagi
jika dinding perut sudah bermasalah. Itulah alasan asupan makanan
pedas menyebabkan masalah pencernaan.

Capcaisin bersifat cenderung berbahaya mengingat fungsi awalnya menjaga
serangan hama, kutu, dan serangga di kebun. Hal ini juga menyebabkan
masalah asam pada lambung yang kerap membuat nafsu makan menghilang.

Maag

Makanan pedas dapat menyebabkan ulkus lambung atau tukak lambung
pada usus kecil. Hal ini disebut duodenum (ulkus duodenum).

Sejumlah ekstra rempah-rempah dalam makanan Anda juga dapat menyebabkan
suatu borok di kerongkongan. Gejala-gejala ulkus lambung adalah sakit
perut, mual dan muntah. Jadi, jika Anda memiliki salah satu gejala
tersebut lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter.

Bahan kimia dalam makanan pedas mengiritasi ulkus dan dapat menyebabkan
peradangan dan perdarahan. Hindari makanan pedas sama sekali jika Anda
memiliki ulkus lambung dan masalah perut lainnya.

Gastritis

Gastritis terutama disebabkan karena iritasi lambung dan radang selaput
perut. Hal ini terjadi karena perut tidak kuat lagi menerima asupan
makanan pedas.

Gejala-gejala gastritis adalah gangguan pencernaan, sakit perut,
cegukan dan bahkan black-out. Periksakan diri Anda ke dokter bila
memiliki gejala-gejala tersebut.

Hindari makanan pedas jika Anda diketahui memiliki gastritis karena
dapat memperburuk kondisi perut Anda. Asupan berlebihan dari rempah-
rempah juga dapat menyebabkan demam ringan dan kehilangan nafsu makan.

Anda kini sudah tahu apa saja resiko jika terlalu banyak mengonsumsi
makanan berbumbu pedas. Kendati demikian, bukan berarti Anda sama
sekali tak boleh mengonsumsinya, hanya saja batasi asupannya agar
tidak menyebabkan jenis masalah perut.

Singkirkan masalah perut sepenuhnya dengan mengurangi jumlah asupan
makanan pedas. Jika hal ini sulit bagi Anda, lakukanlah perlahan-lahan.
(tty)
Sumber :
http://health.okezone.com/read/2012/07/23/486/667269/ini-penyakit-akibat-terlalu-banyak-makan-pedas
____________________________________________

Taringotna taringot ni pribahasa lasiak
____________________________________________

Terdapat peribahasa Indonesia "kecil-kecil cabai rawit" (Malaysia:
kecil-kecil cili padi), yang artinya kecil-kecil tapi pemberani.
_________________________________

Taringot ni lasiak napaling siak
_________________________________


Cabai gendol atau cabai gendot (Capsicum chinense; dikenal pula dengan
sebutan Habanero) adalah salah satu spesies cabai dari Capsicum. Cabai
ini berasal dari semenanjung Yucatan. Cabai ini sangat pedas bahkan
melebihi pedas cabai rawit. Tingkat kepedasan cabai habareno mencapai
100.000-350.000 skala Scoville. Di Indonesia, cabai jenis ini di Jawa
Barat dinamakan cabai gendot atau cabai bendot, sedangkan di Jawa Tengah
dinamakan cabai gendol. Dinamakan cabai gendol karena bentuk cabai ini
yang bengkak atau mengembung.

Untuk penanaman di Pulau Jawa sendiri persebaran cabai ini sebatas
perkebunan di sekitar bandung dan di sekitar dieng Jawa Tengah.

Penghasil cabai gendol yang terbesar di dunia adalah Meksiko, yang
tumbuh di Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo, meskipun ada perkebunan
komersial di Belize, Kosta Rika, Texas dan California
________

Penutup
________

Mengacu pada info-infodi atas ini yang penulis dapat sampaikan pada
parlasiak khsusnya di tanah batak (Sipirok) :

1. Dapat dipastikan sampai kapanpun "Lasiak" akan tetap dibutuhkan
    oleh manusia, karena kegunaannya bukan saja untuk dapat menciptakan
    selera makan, tapi juga dapat sebagai obat.

2. Karena manfaat dan keguaan tersebut, maka pada masyarakat batak
    penulis berharap "agar tidak perlu ragu manyuan lasiak", yang penting
    hitung waktu kapan masa panennya dengan harga tinggi, hingga
    modal marlasiak itu dapat kembali + keuntungan nai.

3. Majulah tanah batak, khsusnya sipirok dengan kobun lasiaknya dan
    selamat bongin para kawan...!

Oya...Ulang lupa...!

Tu para dongan namamboto info sian interneton, mengenai "Cara Marlasiak
napade", sebaiknya sampaikan juga pada para koum lainnya.

Semoga hasil ni lasiakon jadi berkah, tarpasikola daganak, tartabusi
baju ni adaboru niba, bisa mambantu halak dohot bisa muse nian tu
 moka.  Botima....!




Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit
Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit
Neng, beli batik, beli batik warnanya terang
Neng, tambah cantik, kalo sering bantu orang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Itu semua dari Allah, itu semua karena Allah
Itu semua milik Allah Barokallah

Banyak harta ngapain (ngapain)
Kalo gak berkah pikirin (pikirin)
Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati
Hidup indah bila mencari berkah

Punya rezeki bagiin (bagiin)
Bantu yang susah tolongin (tolongin)
Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin
Hidup indah bila mencari berkah

Ya Allah tuhan kami, berkahi hidup ini
Sampai tua nanti dan sampai dan sampai dan sampai kami mati

Banyak harta ngapain (ngapain)
Kalo gak berkah pikirin (pikirin)
Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati
Hidup indah bila mencari berkah

Punya rezeki bagiin (bagiin)
Bantu yang susah tolongin (tolongin)
Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin
Hidup indah bila mencari berkah

Banyak harta ngapain (ngapain)
Kalo gak berkah pikirin (pikirin)
Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati
Hidup indah bila mencari berkah

Punya rezeki bagiin (bagiin)
Bantu yang susah tolongin (tolongin)
Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin
Hidup indah bila mencari berkah, hidup indah bila mencari berkah
_____________________________________________________
Cat :
* Napalodong beda...!

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar