Saturday, April 12, 2014

Belalang (Siapor) Batak : Romantisme dan kelejatan pada siapor Batak


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar belalang atau siapor khsusnya
di tanah batak)
_________________________________________________






























_________________

Kata Pengantar
________________

Horas...horas...horas...!

Siapor saba siapor ratu
muda tusaba buka sipatu

Siapor losok siapor ratu
halak na losok hona batu

Berikut info sekitar belalang atau siapor...!
Selamat menyimak...!
_____________________________

Sekilas mengenai Belalang
_____________________________





















Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam
ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu
lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek.

Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan
dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau
abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu
terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok
untuk melompat.

Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak
dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran 
lebih besar dari belalang jantan.
_____________________

Jenis-Jenis Belalang
_____________________

* Belalang Sawah


















* Belalang Hijau
























* Belalang Kayu
































* Belalang Sembah atau belalang Sentadu






























Belalang sentadu atau belalang sembah adalah serangga yang
termasuk ke dalam ordo Mantodea. Dalam bahasa Inggris,
serangga ini biasa disebut praying mantis karena sikapnya
yang seringkali kelihatan seperti sedang berdoa.

Kata mantis berasal dari bahasa Yunani "Mantes" yang berarti 
"nabi" atau "peramal nasib". Banyak sebutan dalam bahasa lokal,
seperti congcorang (bahasa Sunda/bahasa Betawi), walang
kadung/kèkèk (bahasa Jawa), dan mentadak (bahasa Melayu).

Jenis-jenisnya antara lain :

1.1. Belalang Sembah Angrek

























Bentuknya yang sangat indah, kombinasi warna pink dan putih
menyerupai bunga anggrek, belalang sembah Anggrek ini ternyata
asli dari Sumatra namun juga ditemukan di Malaysia. Belalang
jantan panjangnya hanyalah 3cm, setengah dari belalang betina
yaitu 6cm.

Makanan utama belalang sembah adalah lalat, dan serangga lainnya.
Sayangnya belalang ini sulit ditemukan karena ukurannya yang 
kecil dan keberadaannya yang sudah mulai jarang, selain itu
kolektor juga gemar mengkoleksinya karena bentuknya yang
sangat indah.

http://kabarduniac.blogspot.com/2012/04/keindahan-belalang-sembah-anggrekorchid.html

1.2 Belalang sembah unik

















1.3. Belalang Sembah Logo



















1.4. Belalang sembah warna 





















































































Ket :

Belalang sembah Carolina adalah serangga resmi negara
bagian South Carolina, dan belalang sembah Eropa adalah
serangga resmi negara bagian Connecticut.
http://primbondonit.blogspot.com/2011/11/belalang-sembah-atau-belalang-sentadu.html
______________________________

Belalang Raksasa (Paling besar)
______________________________

* Serius

Belalang raksasa ini ditemukan di Ueta, New Zaeland dan
merupakan hewan endemik disana. Menurut kabar yang saya
ketahui, ada banyak spesies belalang raksasa ini. Ada
sekitar 11 spesies belalang raksasa disana, dan banayak
yang lebih besar dibandingkan gambar-gambar di  bawah ini,
kira kira kalau di goreng enak nggak ya... ahihihihi

























http://belalang-goreng.blogspot.com/2012/10/belalang-tebesar-di-dunia-belalang.html


* Tidak Serius (Kreativitas)















Seorang pekerja membongkar paket berisi 'robot' belalang raksasa
yang baru saja tiba di Kebun Binatang kota Chester di Inggris utara.
http://m.voaindonesia.com/a/1693040/i7.html



















______________________________

Belalang (Siapor) di Tanah Batak
______________________________

* Siapor sebagai nama atau jenis hewan

















Mengacu pada uraian-uraian diatas pun pengetahuan penulis
mengenai belalang ini, maka belalang sawah (Saba), belalang
kayu (Hayu), belalang Hijau (Rata) dan belalang ratu atau
raja adalah belalang yang cukup banyak ditemukan di tanah
batak.

Dan dari semua jenis belalang yang paling umum ditemukan
adalah belalang sawah. Belalang ini juga cukup sering digoreng
oleh putra-putra batak karena rasanya memang enak.

Hal lainnya belalang saba ini juga cukup mudah untuk ditangkap
dan berbeda dengan belalang hayu atau belalang harangan yang
memang susah untuk ditangkap karena loncatannya cukup jauh.

Belalang hijau kalau penulis tidak salah dalam istilah batak
disebut belalang malas atau siapor losok. Sedangkan pada
belalang sembah atau belalang sentanu atau belalang ratu di
tanah batak sebutannya berbeda-beda.

* Siapor sebagai nama band Batak

Ini dia hasil karyanya. Musik...!



_______________

Belalang Tua
_______________

Iwans Fals juga menyairkan lagu tentang belalang ini, dengan judul
"Belalang Tua". Menurut hemat penulis lagu ini sebuah sendirian untuk
menjadi loebih vaik agar tidak seperti belalang.

Berikut musiknya :




Lirik Lagu "Belalang Tua"
Iwan Fals

Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan
Badannya bergoyang ditiup angin
Mulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyang
Sudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakus

Sambil menghisap dalam rokokku
Kutulis syair tentang hati yang khawatir
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
Belalang tua yang tak kenyang-kenyang
Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah

Kepalanya mendongak keatas
Matanya melotot melihatku tak senang
kakinya mencengkeram daun
Empat di depan dua di belakang bergerigi tajam

Sungutnya masih gagah menusuk
langit berfungsi sebagai radar

Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku
Aku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkan

Tiba-tiba angin berhenti mendesir
daunpun berhenti bergoyang

Walau hampir habis daun tak jadi patah
Belalang yang serakah berhenti mengunyah

Kisah belalang tua diujung daun yang hampir
jatuh tetapi tak jatuh

Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah

Oo .. oo .. oo .. oo belalang tua diujung daun

Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman
Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas
Angin yang berhenti mendesir

Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair
Tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir
_________________________

Sihapor dalam tanggapan FB
_________________________
























https://id-id.facebook.com/KumpulanUmpasaBatak/posts/456468164450211

_________________________________

Belalang Dalam Tinjauan Agama Islam
_________________________________




















Dalam Agama Islam, Belalang adalah salah satu dari dua
hewan yang apabila telah terlebih dahulu mati masih
dihalalkan untuk dimakan, bersama Ikan.

Dalam hubungannya dengan masyarakat Batak, maka siapor inipun
cukup sering mereka goreng, khsusnya para naposo-posonya, karena
rasanya memang enak, manis dan lezat, yang tentunya setelah dipadukan
dengan resep khas batak.
__________________________________________________

Siapor Dalam Budaya Batak lewat karya Seni Musik
__________________________________________________

Penulis pikir, Tagor Tampubolon lewat suara merdunya Nainggolan
Sisters memberi pelajaran bagi kita semua halak batak, "Betapa
pentingnya holong yang berpadu dengan penghargaan atau saling
menghargai antara dua orang yang saling menghaholongi".

Mereka ibarat Raja dan Ratu yang masing-masing tahu tugas dan
fungsinya, hak dan kewajipannya termasuk tanggungjawab pada
setiap prolakunya.

Adalah sangat tidak pantas jika anda putra batak berbuat sewenang-
wenang pada boru batak, baik dia sebagai gandak/pacar apalagi
sebagai istri. Dan sungguh tidak pantas untuk membuatnya hamil
kemudian anda tiggalkan.

Jadilah raja dan ratu batak sebagai siadopan naburju dengan tanpa
melihat apakah seseorang sebagai boru napogos atau boru namora.

"Mari sama ambil hikmah dari pelajaran siapor...!"

Musik...!

________________________________________

Romantisme dan kelejatan pada siapor Batak
________________________________________

Tanah batak yang tentunya sudah diketahui orang batak itu sendiri
adalah tanah dimana sawah dan ladang adalah sumber matapen
caharian masyarakatnya.

Sawah-sawah pada umumnya ditemukan di pingiran-pinggiran tor
atau bukit. Sedangkan tor atau bukit itu sendiri cukup sering digunakan
para muda mudinya sebagai tempat bermain, tempat bersenda gurau atau
tempat saling mengenal atau mungkin tempat pacaran atau martandang.

Hubungannya dengan belalang atau siapor, cukup sering terlihatmuda-
mudi atau naposo nauli bulung di tempat seperti ini saling berlombauntuk
menangkap siapor saba atau siapor hayu yang ada di tor tersebut.

Dan tak jarang romantisme muda-mudi tanah batakpun pun terjadi
pada saat ini, "Kemesraan dipandu, holong disampaikan, dan janjipun di
ucapkan yang mungkin saja janji itu disaksikan oleh siapor hasil tangkapan
para naposo nauli bulung ini".

"Anggi haholongan...! Taretong mulai sadarion akkon naho noma tong di
lambungku,  ulang beho da'o. Holong taonpe anggo ijin Tuhantai tapalalu
ma saulakon sampe tu marbagasna". ninna misalna.

Tapi "jodoh memang tetap ditangan Tuhan, "Keinginan untuk melanjutkan
keajang pernikahan tidak tercapai karena banyaknya hal yang jadi
penghalang. Al hasil...! Peristiwa siapor saba, siapor gadu, siapor
dolok siapor hauma yang jadi saksi holong hanya tinggal kenangan,
"Kenangan indah dalam kepanaan hidup yang susah untuk dilupakan".

Di ingot hodope ito
narap dakdanak ujui
marsiarsikan hasian
sonang nai di tikki-i
marsilelean dihaumai
laos mekkel suping kho tu au...

Musik...!

video

___________

Penutup
___________

Wau...!

Tenyata setelah dikupas tuntas, "Pengetahuan mengenai siapor ini cukup
memberi arti. Begitupun, semua tetunya tergantung kita yang memberi
arti. Apakah info ini memberi arti para kawan...?

Selamat borngin...!
______________________________________________________
Cat :

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment