Saturday, December 27, 2014

Museum Tsunami Aceh dan Do'a Bersama dalam Peringatan 10 Tahun-nya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar museum Tsunami Aceh untuk kemudian
memanjatkan Do'a bersama dalam peringatan 10 tahun
Tsunaminya - Aceh)
____________________________________________________________












_________________

Kata Pengantar
_________________

















BANDA ACEH, Indonesia – Untuk mengenang 10 tahun bencana gempa
dan tsunami yang menewaskan lebih dari 170.000 warga Aceh, ribuan
penduduk provinsi paling ujung di barat Indonesia itu, Kamis
(25/12) malam, larut dalam doa bersama.

Meski hujan lebat mengguyur, tapi tak menyurutkan warga Aceh
mendatangi Masjid Raya Baiturrahman di pusat Kota Banda Aceh,
tempat zikir dan tausiyah (renungan agama) digelar. Doa ini
digelar sebagai tanda dimulainya peringatan satu dekade tsunami
menyusul gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter yang berpusat di
Samudera Hindia 10 tahun silam itu.

Demkian tulis situs dengan alamat :
http://www.rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/78995-warga-aceh-larut-dalam-doa

Sedangkan wikipedia dengan alamat :
http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Tsunami_Aceh

Mengatakan :
Museum Tsunami Aceh, di Banda Aceh, Indonesia, adalah sebuah museum
yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi
dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan
tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.



































Para kawan...!

Sehubungan dengan  isi situs tersebut, berikut info pada hubungan
keduanya, "Tentang Museum Tsunami Aceh dan Tentang Ajakan
untuk ikut berdo'a sehubungan dengan peringatan 10 Tahun Tsunami
Aceh tersebut.

Selamat menyimak...!
________________________

Museum Tsunami Aceh
________________________

*  Pengertian Umum

Museum Tsunami Aceh, di Banda Aceh, Indonesia, adalah sebuah museum
yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan
tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat
perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

* Nama umumnya

1. Museum Tsunami Aceh
2. Rumoh Aceh as Escape Hill.

Lokasi :

Jalan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh

(Temukan lokasi Museum Tsunami Aceh di Jalan Sultan Iskandar Muda
dekat Simpang Jam. Patokan lain untuk memudahkan Anda adalah lokasinya
di seberang Lapangan Blang Padang, persis dekat pemakaman kuburan
Belanda (Kerkhoff Peutjut).

Peta Lokasi :
























* Tahun mulai di bangun dan Selesai :

Tahun 2007 dan selesai 2009

* Alasan Ridwan Kamil yang jadi Arsiteknya :

Tiga tahun setelah tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004,
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, yang dikomandani
Kuntoro Mangkusubroto menggelar lomba merancang museum tsunami.
Rancangan Ridwan Kamil, yang kini Wali Kota Bandung, Jawa Barat,
menjadi pemenangnya.

* Peresmian




















Diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Februari 2009.
untuk kemudian dibuka untuk umum oleh Gubernur Aceh.

* Tujuan Pembangunan

1. Sebagai museum simbol Tsunami Aceh
2. Sebagai tempar berlindung jika terjadi Tsunami lagi
3. Sebagai pengganti bukit yang tinggi di dalam kota
4. Sebagai Tugu Peringatan
5. Sebagai pusat pendidikan
6. Sebagai tempat Evakuasi
7. Sebagai Museum Kesadaran untuk lebih dekat pada Allah Swt-pen

* Arsiteks

Ridwan Kamil seorang arsiteks handal Indonesia

* Luas Bangunan

2.500 m²

* Di buka untuk umum :

8 Mei 2009.

* Hari dan waktu buka / operasional



__________________________________________________

Sekilas Tampilan Arsitektur Museum Tsunami Aceh
__________________________________________________

* Perasaan Ridwan Kamil saat Merancang Bangunan



















"Emosi saya ikut teraduk-aduk, acapkali air mata saya tertumpah
saat mengerjakan rancangan museum tsunami. Buat saya Aceh sangat
istimewa," kata Kang Emil, sapaan karib Ridwan, dalam sebuah diskusi
di Jakarta, tahun lalu. Ridwan menganggap Aceh sebagai rumah keduanya.


~ Eksterior ~

1. Halaman Depan
















2. Pintu Depan 





















3. Dingding secara umum

Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah
makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan
religius suku Aceh.

4. Atap Bangunan

Dibentuk menyerupai gelombang laut.
dan Ini Gambarnya :






~ Interior ~

1. Lantai Dasar

Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang
selamat dari terjangan tsunami. Ini Gambarnya :

2. Dingding Bagian dalam


















Di dingding salah satu bangunanya dicantumkan nama-nama yang
yang jadi korban Tsunami Aceh. Ini Gmbarnya :

3. Lorong Pintu Masuk

Lorong ini sengaja dibuat agak sempit diantara dua dinding
untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami.
Ini gambarnya :




__________________________________

Gambaran suasana Saat Berkunjung
__________________________________

Gambaran 1 :

Tsunami, oleh para saksi korban atau penyintas digambarkan sebagai
gulungan air laut yang menjulang tinggi dan gelap. Pengalaman inilah
yang bisa dirasakan saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Kala
menjejakkan kaki  menyusuri lorong sempit dan gelap dengan dinding
air yang sesekali memercikkan air ke kepala dan tubuh, pengunjung
diajak merasakan tsunami. Lorong tersebut adalah pintu utama menuju
ke dalam museum.







































Ket :
Lorong Museum

Jalan landai di lorong itu berakhir pada ruang yang luas dengan atap
tinggi. Di sana ada  jajaran sejumlah podium yang menampilkan rangkaian
foto Banda Aceh sesaat setelah dihempas air laut. Foto-foto Banda Aceh
yang luluh lantak, para penyintas yang tengah menyelamatkan diri,
kapal-kapal menyangkut di atap rumah, bisa menggambarkan betapa
perihnya kejadian itu.



















Ket :
Ruang Memorial

Dari ruang besar itu, kembali terdapat jalan sempit menanjak yang di
bagian kirinya terdapat pintu masuk ke ruang berbentuk kerucut, yang
dinamai Sumur Doa. Pada dinding ruangan tertera ribuan nama korban
jiwa. Di puncak kerucut terdapat penutup tembus cahaya dengan tulisan
Allah dalam aksara Arab. Ini melambangkan bahwa para korban yang
meninggal dunia itu sudah kembali kepada Sang Khalik.
Di ruangan inilah, pengunjung akan berdoa.
































Ket :
Sumur do'a dan Nama-nama Korban Tsunami Aceh

Keluar dari ruang kerucut, jalan menanjak mengitari kerucut. Ini adalah
lambang bahwa para penyintas, korban yang selamat, masih harus berjuang
untuk menyelamatkan diri, keluar dari pusaran air.

Di ujungnya terpampang ruang yang terang dan luas, atap gantung di
langit-langit tembus pandang, berbentuk menyerupai kapal. Di lokasi
itulah, bendera dari sejumlah negara tergantung dengan tulisan
"damai" dalam berbagai bahasa.


















Ket :
Bendera

Di bagian bawahnya terdapat Jembatan Harapan yang melambangkan harapan
hidup bagi warga Aceh. Ruang berikutnya adalah ruang pamer berisi
gambar dan diorama.

Masih di ruang yang sama, ada wahana simulasi gempa dan tempat
pengunjung mempelajari sains terkait gempa dan tsunami.

































Ket :
Ruang Pendidikan dan Geologi

Perjalanan berakhir pada ruang teater semi terbuka dengan tribun
dan panggung tanpa dinding dan di seberangnya dikelilingi kolam ikan.
Di sinilah pengunjung biasanya merenungi kembali, membayangkan betapa
dahsyatnya dampak bencana alam yang menimpa Aceh, sekaligus mengubah
wajah politik, sosial dan ekonomi Aceh.















Ket :
Ruang Tether

Di lihat dari bawah, bangunan museum ini terlihat menyerupai kapal.
dan kitapun kadang merasa seperti ada di dalamnya.


















Ket :
Photo dari bawah

Namun, atapnya sendiri dibuat bergelombang mirip ombak laut. Bangunan
tinggi, empat lantai ini, oleh sang arsiteknya tidak hanya dirancang
sebagai museum semata. "Ini juga sebagai tempat evakuasi, jika tsunami
datang," papar Kang Emil.

































Ket :
Atap Bagunan

Gambaran 2 :

Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh
Tidak lengkap rasanya, kalau berkunjung ke Aceh tanpa mengunjungi Museum
Tsunami Aceh, begitu masuk ke dalam Museum Tsunami Aceh, anda serasa
memasuki lorong gelap gelombang tsunami dengan ketinggian 40 meter
dengan efek air jatuh. Setelah melewati tempat ini, puluhan standing
screen menyajikan foto-foto pasca tsunami berupa kerusakan dan kehancuran
serta kematian, yang penuh dengan gambar korban dan gambar pertolongan
terhadap mereka.

Di Museum Tsunami Aceh anda juga akan memasuki “Ruang Penentuan Nasib”
atau “Fighting Room”, sering disebut juga The Light of God. Ruangan
ini berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dibagian
puncaknya. Hal ini direfleksikan dengan perjalanan memutar keluar dari
cerobong tersebut menuju Jembatan Harapan (Hope Bridge). Ketika mencapai
jembatan ini, para survivor melihat bendera 52 negara, seakan mereka
mengulurkan bantuan untuk mereka.

Melalui jembatan ini, seperti melewati air tsunami menuju ke tempat
yang lebih tinggi. Museum Tsunami Aceh anda juga akan di sambut dengan
pemutaran film tsunami selama 15 menit dari gempa terjadi, saat tsunami
terjadi hingga saat pertolongan datang.

Naik ke lantai tiga dari Museum Tsunami Aceh, disana terdapat bermacam-
macam sarana pengetahuan gempa dan tsunami berbasis iptek. Diantaranya
sejarah dan potensi tsunami di seluruh titik bumi, simulasi meletusnya
gunung api di seluruh Indonesia, simulasi gempa yang bisa disetel
seberapa skala richtel yang kita mau dan kalau beruntung anda juga bisa
“ikut menikmati” simulasi 4D (empat dimensi) kejadian gempa dan tsunami.

Selain itu juga di Museum Tsunami Aceh juga terdapat desain ideal
rancangan tata ruang bagi wilayah yang punya potensi tsunami.
_______________________________________________

Macam Pengalaman suasana hati saat berkunjung
_______________________________________________

* Dari seorang Ibu

Seorang ibu yang pekan lalu datang seorang diri ke museum tak mampu
membendung air matanya, di akhir kunjungannya. Ia kehilangan dua
anaknya, saat tsunami datang.

"Ini untuk pertama kalinya saya berani datang ke sini," ujar sang ibu.
Ternyata tidak banyak korban selamat dari tsunami yang berani
mengenang kembali kegetiran di masa itu. (HP/Ant/N-3)

___________________________________________________________________

Do'a Bersama untuk para korban Tsunami Aceh dalam peringatan 
10 Tahun-nya (26 Des 2004 - 26 Des 2014) ~ Uraian Islami
___________________________________________________________________


Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!

- Tak pala banyak yang saya ketahui para kaum muslimin muslimat mengenai
  kematian, meninggal atau berpulang kerahmatullah.

- Namun saya tahu...! Cara kematian ummat ini bermacam-macam sesuai
  dengan kehendak pencipta-Nya yang dalam istilah agamanya kita sebut
  Taqdir.

- Dan jika Taqdir kematian itu datang / tiba saatnya maka sedetikpun
  tidak dapat di percepat dan tidak dapat di perlambat (firman-pen)

- Dalam proses kematiannya atau dalam proses penerimaan taqdirnya,
  maka manusiapun tidak bisa menentukan taqdirnya, apakah untuk mati
  disana atau mati di sini. Termasuk untuk mati seorang diri saja
  atau untuk mati bersama makhluk Allah Swt lainnya (firman-pen)

- Maka mati bersama-samapun sering terjadi dengan tanpa ada rumus,
  tanpa ada ketentuan berapa banyak orang sebaiknya mati bersama.

- Begitupun bersedekah atau beramal jariah, menuntut ilmu atau
  memberi ilmu pada manusia lainnya, tak ada ketentuan dalam ukuran
  matematika atau kwantitatif. Termasuk do'a tak ada ketentuan
  dalam penilaian matematikanya.

Tetapi...!

- Dalam ajaran agama Islam, perbuatan manusia semasa hidupnya apakah
  yang namanya beramal jariah atau memberikan ilmu pada manusia lainnya
  akan dapat menjadi penolong-nya untuk terhindar dari api neraka atau
  untuk ditempatkan Allah Swt di tempat yang di Ridhoi-Nya.

- Begitupun yang namanya do'a khsusnya dari anak yang telah menjadi
  almarhum atau almarhumah, akan sangat dapat membantu keringanan
  siksa bagi orang yang telah berpulang kepada-Nya.

Tak terkecuali...!

Do'a dari para kaum muslimin muslimat, "Dimanapun berada, apakah di
dekat kuburannya atau jauh dari kuburannya. Begitupun waktunya, apakah
sekarang atau masa yang akan datang. Allah Swt akan sangat memperhatikan
do'a-do'a dari para ummatnya.

Termasuk...!

Stimuli atau penyebab mengapa do'a itu harus kita ungkapkan, apakah
karena lagi teringat, lagi ada yang menyuruh atau lagi membaca buku
atau lagi membaca isi situs, seperti situs "angkolafaceboo.blogspot.
com ini.

Semua itu tak luput dari perhatian Allah Swt, karena Allah Swt adalah
yang maha besar, maha tahu, dan maha pengasih penyayang.

Karena itu...!

- Sehubungan dengan pengasih penyayangNya Allah Swt ini
- Sehubungan dengan lagi teringatnya kita, dan
- Sehubungan dengan adanya para saudara saudari kita yang telah
  terlebih dahulu berpulang kehadapan-Nya

Penulis angkolafacebook.blogspot.com, mengajak para pembacanya juga
untuk sudi kiranya memanjatkan do'a pada para saudara-saudari kita
di peringatan 10 Tahun Tsunami aceh ini, agar Allah Swt menempatkan
mereka-mereka ini di tempat yang di Ridhoi-Nya.

Kita mulai...!

Bismillahirrahmanirrahim...!

-  Ya Allah ya Tuhan kami...! 10 tahun yang lalu, kau berikan cobaan
   keimanan dan ketakwaan pada kami hamba-hambamu ini, untuk dapat
   penerima para saudara-saudari kami berpulang terlebih dahulu padaMu
   lewat yang kami sebut Tsunami Aceh.

   Karena itu ya Allah...!

   Tempatkanlah mereka-mereka ini para almarhum almarhumah ini di
   tempat yang di ridhoiMu. Masukkan mereka ke dalam surga-surgamu
   ya Allah...! Amin ya robbal alamin.

- Ya Allah ya Tuhan kami...! Alam dan segala isinya ini semua dalam
  kuasaMu ya Allah, maka jauhlah kami, jauhkanlah negara kami dari
  bencana-benaca alamMu ya Allah untuk sekarang dan untuk masa yang
  akan datang. Amin ya Allah...!

- Ya Allah ya Tuhan kami...! Berikan juga ketabahan keimanan dan
  ketaqwaan pada para sanak saudara yang ditinggalkan para alamarhum
  dan almarhumah ini ya Allah...! Berikan juga semagat hidup dan
  hindari mereka dari keputus asaan hingga hidup merekapun stabil,
  normal dan bahagia, seperti bahagianya masyarakat-masyarakat lainnya
  yang ada di Nusantara kami ini ya Alah. Amin...!

- Ya Allah ya Tuhan Kami...! 

  Kau berikan ijin bagi kami untuk membangun Museum Tsunami Aceh, maka
  jadikanlah ya Allah museum ini sebagai "Museum Kesadaran" bagi para
  ummat Nusantara untuk lebih dekat pada-Mu, untuk lebih menjaga alam
  hasil ciptaanMu ini dan untuk mengingatkan semua ummat bahwa 
  "Merekapun selalu punya peluang untuk kena Tsunami, jika engkau
  berkehendak. Amin ya Allah...!

- Ya Allah ya Tuhan kami...!
  Berikan kami kebahagian pada kehidupan dunia fana ini dan berikan
  juga kebahagian pada kehidupan kami kelak setelah berpulang pada-Mu.

  Amin...amin...amin...amin ya rabbal alamin...!

  Wassalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!
__________

Penutup
__________

Demikian infonya para kawan atau
Para kaum muslimin muslimat sekalian...!

"Terimakasih atas kunjungannya pada postingan ini. Tetaplah sehat,
semangat dan banyak hepeng hingga wawasan ke-Pengetahunan, ke-Ilmuwanan,
ke-Nusantaraan, ke-Imanan dan Ketaqwaan dapat lebih ditingkatkan".

Selamat malam dan Horas....!

...pun...!

Selamat menyambut Tahun Baru 2015 M.
_________________________________________________________________________
Cat :
http://www.esdm.go.id/berita/geologi/42-geologi/4480-pembukaan-museum-tsunami-aceh.html
http://news.metrotvnews.com/read/2014/12/25/336631/air-mata-di-museum-tsunami-aceh-bikinan-kang-emil
* Postingan dikompilasi dari macam sumber (Trims atas photo2-nya)
* Salam dari angkolafacebook untuk semua warga Aceh...!


No comments:

Post a Comment