Kamis, 12 Februari 2015

Rinto Harahap : Kelahiran, Keluarga, Karir, Berita Duka, Agama dan Sholat Jenazahnya?


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Rinto Harahap dalam hubungannya dengan
otobiografi, berita duka dan sholat jenazahnya istri Rinto
Harahap yang beragama Islam dan suaminya yang beragama
kristen untuk diambil pelajaran agama Islamnya)
_______________________________________________________________












________________

Kata Pengantar
________________

Horas...horas...horas...!

Ketika penulis dalam usia masih SMP, suatu saat terdengarlah kabar
bahwa Rinto Harahap akan berkunjung ke Banjar Toba di Sipirok Angkola.

Atas kedatangannya ini maka para muda mudi para naposo nauli bulungpun
membebicarakannya. Maklum pada masa itu Rinto Harahap sedang dalam
masa akepopulerannya lewat acara TVRI yang bernama "Aneka Ria Safari".

Ada yang berkata senang atas kedatangannya, ada yang berkata ingin
bersalaman dan ada pula yang bertanya, "Mengapa ke Banjar Toba...?"
(Banjar=Gang dan Gang Toba adalah gang di Sipirok yang mana letaknya
di Depan geraja Sipirok dan 90 % penduduknya adalah agama Kristen).

Asumsi penulis, "saat itu beliau datang dan hal dapat penulis ingat
pada saat teman-teman membicarakannya di SMP Negeri Sipirok sekitar
awal tahun 80-an.

Para kawan pembaca angkolafacebook.blogspot.com dimanapun berada
khsusnya orang batak...!

"Kita sepakat bukan bahwa marga juga dapat mencerminkan agama
seorang di tanah Batak...?". memang marga tidaklah mencerminkan
agamanya 100 % tapi penulis yakin, nyaris 90 % di cerminkannya.

Nasution misalnya yang dalam pendapat umum masyarakat batak dan
Nusantara sudah seharusnya agama Islam tapi kenyataannya tidak.
Begitupun Panggabean Nainggolan yang berasal mutlak dari Pulau
Samosir tetap saja ada yang beragama islam, dst...

Khusus untuk Rinto Harahap...!

Masyarakat Sipirok pada masa itu, khsusnya muda-mudinya yang mungkin
wawasan kebudayaannya masih belum luas heran, "Mengapa Rinto Hrp
ke Banjar Toba, apakah beliau agamanya Kristen (HKBP).

Tapi...!

Kok...Kristen. Bukannya Harahap itu seharusnya Islam karena Harahap
di Sipirok atau di Tapsel masa kini atau masa lalu Harahap memang
umumnya Muslim.

Para kawan...!

Waktupun berlalu dan usiapun berlalu, "Tiada yang kekal di dunia
dan dunia adalah kefanaa-an".

Berikut info sekitar Rinto Harahap dalam hubungannya dengan dengan
otobiografi, berita duka dan sholat jenazahnya istri Rinto
Harahap yang beragama Islam dan alamrhum suaminya yang beragama
kristen.

Selamat menyimak...!

Oya...! Penulis memasukkan pendapat pribadi dalam postingan ini
khsusnya yang berhubungan dengan Istri almarhum Rinto Harahap yang
Sholat jenazah di samping suaminya.

Ini menjadi penting mengingat pernikahannya adalah pernikahan beda
agama dan agama Islam sepengetahuan ke-Islaman penulis "Tidak punya
ajaran Islam menyolatkan seseorang yang bukan Islam".

Karena itu...!












Bagi pribadi penulis, "Ini adalah sesuatu yang bekkok dalam ajaran
Agama Islam dan perlu di luruskan". Jangan sampai ummat Kristen
Nusantra menganggap bahwa cara Sholat ini merupakan ajaran
agama Islam.

Selamat menyimak...!
____________________________________________________________

Sekilas Rinto Harahap dalam hubungannya dengan Kelahiran, 
Karir dan keluarga
____________________________________________________________









Ket :
Rinto Harahap dan Istri

Rinto Harahap (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 10 Maret 1949 –
Ia seorang penyanyi, pencipta lagu, dan producer berkebangsaan
Indonesia.

Tahun 1970-an ia mendirikan grup band The Mercy's yang terdiri Charles
Hutagalung, Reynold Panggabean dan Rinto Harahap sendiri. Di samping
seorang komposer ia juga mempunyai perusahaan recording bernama Lolypop
di era 1970-an.

Banyak penyanyi Indonesia yang populer berkat lagu ciptaannya, antara
lain Nia Daniati, Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Iis Sugianto
dan Eddy Silitonga.

Anak ketiga dari enam bersaudara ini pernah bercita-cita menjadi dokter.
Ayahnya, malah menginginkan ia jadi pendeta. Namun Rinto berketetapan
untuk hidup dari musik. Rinto bahkan sempat bekerja pada sebuah perusahaan
besi beton, sedangkan malamnya ngamen di klub malam, sebelum dirinya
terjun ke bisnis rekaman.

Rinto bersama abangnya Erwin Harahap, dan dua temannya yakni Charles
Hutagalung dan Reynold Panggabean mendirikan grup band The Mercy's.

Grup ini meraih kejayaan pada tahun-tahun 1970-an dengan mengeluarkan
banyak lagu yang hits pada masa itu. Beberapa diantaranya menjadi lagu
yang terus melegenda hingga saat ini.

caver themercis.........

Setelah The Mercy's bubar, bersama abangnya, Erwin Harahap, Rinto membentuk
usaha rekaman Lolypop. Beberapa penyanyi Indonesia yang berhasil diorbitkannya
antara lain : Nia Daniati, Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Iis
Sugianto dan Eddy Silitonga.

Rinto pernah membuat album rekaman sebagai penyanyi. Kesuksesannya dalam
mencipta lagu dan menyanyi mendapat Anugerah Seni dari Direktorat Jenderal
Kebudayaan, Departemen P & K, sebagai pencipta lagu, sekaligus penyanyi
yang berprestasi, pada bulan Maret 1982.

Bahkan perusahaan rekaman Filipina, WEA Record, pernah memberikan
kepercayaan padanya untuk mengekspor lagu-lagunya. Sayang, meski
berhasil terkenal, beberapa lagunya sempat dibajak dan dinyanyikan
dalam bahasa Mandarin dan bahasa Tagalok.

Rinto juga pernah diberi kepercayaan menjadi Ketua Umum Yayasan Karya
Cipta Indonesia. Posisinya digantikan oleh musisi Munif Bahasuan.

Rinto menikah dengan Lily Kuslolita, asal Solo, yang berbeda usia
tiga tahun. Mereka menikah pada tanggal 9 November 1973. Dari pernikahan
ini, mereka dikaruniai tiga orang anak. Yang sulung adalah Cindy
Claudia Harahap.







Ket :
Cindy Claudia Harahap.

Rinto harahap pernah menjadi bintang tamu di just alvin di Metro TV
dengan bertema A tribute to rinto harahap.

Rinto meninggal dunia karena kanker tulang dan stroke pada pukul 22.15
waktu setempat tanggal 9 Februari 2015 di RS Mount Elizabeth, Singapura.
Sebelumnya ia sempat dirawat beberapa lama di Jakarta.
_________________________________________________________

Sekilas Lagu-lagu Rinto Harahap, Album dan Filmografi
_________________________________________________________

* Macam Lagu

Kuingin Cinta yang Nyata. Love, Woman, Hari Telah Berganti, Hatiku
Bernyanyi, Ibu, Ayah Keroncong Sayang, Untuk Apa, Seindah Rembulan,
Masih Adakah Rindu, Suara Hati, Aku Tak Pernah Bosan Akupun Ingin
Cinta, Injit-injit semut, dll

* Album studio

Bila Kau Seorang Diri (1982)
Kroncong Abadi (1982)
Rinto Harahap in Latin Love Songs (2013)

* Album Karaoke

50 tahun Rinto Harahap VCD.
Rinto Harahap album sukses VCD.

* Filmografi

Sirkuit kemelut (1980) sebagai komposer
Jangan sakiti hatinya (1980) sebagai komposer
Masih adakah cinta (1980) sebagai komposer
Seindah rembulan (1980) sebagai aktor dan komposer.

___________________________________

Sekilas Berita Duka Rinto Harahap
___________________________________

* Gambaran Suasana Sebelum Meninggal

TEMPO.CO, Jakarta - Kolega musikus Rinto Harahap, Willy Abdullah,
mengatakan Rinto ditemani keluarga besarnya pada detik-detik terakhirnya
sebelum wafat. “Kakak-adik dan keluarga inti Om Rinto datang semua,”
kata Willy saat dihubungi, Selasa, 10 Februari 2015.

Willy mengatakan, istri Rinto, Lily Kuslolita, serta ketiga putri
Rinto selalu menemani pencipta lagu itu selama sakit hingga dirawat
di Singapura sejak dua pekan lalu. Mengetahui kondisi Rinto semakin
parah, kakak dan adik Rinto pun akhirnya terbang ke Singapura.

* Berita Meninggal Rinto Harahap

Rinto Harahap meninggal pada usia 65 tahun di RS Mounth Elisabeth,
Singapura, Senin, 9 Februari 2015, pukul 21.45.
http://www.tempo.co/read/news/2015/02/10/219641283/Rinto-Harahap-Wafat-Dikelilingi-Keluarga-Besar

* Hal Berita Istri

BEDA AGAMA, ISTRI RINTO HARAHAP SALAT DI SAMPING JENAZAH

Sungguh pemandangan yang membuat siapa pun merasa terharu. Istri Rinto
Harahap terlihat Salat di samping jenasah suaminya yang terbaring di
peti mati. Rinto Harahap yang merupakan pemeluk Kristen Protestan
membuktikan jika ia bisa hidup bersama dengan istrinya yang seorang
muslim hingga akhir hidupnya. Seperti apa momen yang menggetarkan hati ini?
Rabu, 11 Februari 2015 12:35









Ket :
Seperti ini lah suasana kontras bagaimana istri Rinto Harahap
Salat tepat di samping jenazah musisi Indonesia itu.
________________________________________________________________________

Sekilas Pendapat Penulis Pada Berita Sholatnya Istri Rinto Harahap
di samping jenajah Suaminya dalam tinjauan Budaya, Kenegaraan dan
khsusnya Agama Islam
________________________________________________________________________

* Tinjauan Budaya batak

Jika anda pembaca bukannya orang Batak atau bukannya orang yang memiliki
Marga Batak atau bukannya orang yang pernah hidup di tanah batak, bisa
jadi anda merasa heran terhadap hal ini.

Tapi...!

Jika anda adalah orang Batak, maka sebenarnya tidak ada masalah dengan
hal ini,  kehidupan beragama ditanah batak masih banyak sampai saat ini
yang bersaudara berbeda agama. Dan mereka tetap melaksanakan ajaran
agama sesuai keyakinan masing-masing.

Dengan kata lain...!

Orang batak tidak mencapuradukkan urusan Budaya dan Agama dalam
kehidupan bermasyarakat-nya dan itu sebabnya kerukunan beragama
lebih terjaga di tanah batak.

Ini link pendukungnya :

* Tinjauan Kenegaraan

Jelas Negara "tidak bisa mengatakan" bahwa hal ini adalah sesuatu yang
kurang tepat karena Negara sifatnya hanya menjamin "Kebebasan beragamanya,
sedangkan pelaksanaannya lebih ditekankan pada individunya masing-
masing, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada dibawah bimbingan
suatu lembaga.

Dan Negara Republik Indonesia tidak punya keyakinan atapun ajaran atapun
UU yang berhubungan dengan yang namanya Sorga atau Neraka Republik
Indonesia meskipun Indonesia ini suatu saat akan diratakan Allah Swt  sesuai
isi firmannya pada surah-surah yang berhubungan dengan Hari kiamat,

* Tinjauan Agama Islam

Jelas pula...! Disebut tinjauan Agama Islam karena memang ajaran agama
Islam itulah yang jadi landasan dalam penilaiannya (Firman dan Hadist)

Penulis adalah muslim tapi bukan seorang Ustat, karena itu kurang pas
rasanya memberi komentar terhadap hal ini.

Begitupun penulis pernah memberi pendapat pada pernikahan beda agama
lewat postingan dengan alamat :...................
sebagai gambaran bahwa ajaran agama itu tak bisa dikarang-karang atau
dibikin-bikin, semua telah ada pedomannya.

Mengacu pada postingan dengan alamat di atas, penulis ingin berkata,
"Bahwa masalah ini sangat rumit tinjauannya dalam agama Islam apalagi
dengan mereka yang bukan orang Batak dan meninjaunya dari sisi macam
firman dan Hadist.

Terlepas dari apa isi firman dan apa isi Hadist dalam agama Islam,
terlepas dari apa syarat yang harus dilakukan seorang istri muslim
pada suaminya yang non muslim.

Tentunya kita semua ummat muslim bersepakat...!

Bahwa anda, kita atau saya sebagai penulis blog ini bukanlah Tuhan.
Karena itu...! anda, saya atau kita bisa jadi bukanlah orang yang maha
tahu, maha pengasih dan maha penyayang dan maha pengampun.

Tapi Allah Swt dalam keyakinan kita ummat muslim adalah Maha
Penyayang maha mengetahui, dan maha pengampun..

Karena itu...!

Masalah ini ada baiknya cukuplah ditinjau dari sisi agama Islam sebatas,
"Allah Swt-lah yang maha mengetahui akan segala tingkah laku hamba-Nya.










Seiring dengan uraian di atas...!

Sebagai seorang putra Batak yang muslim, kalau boleh bersaran pada
semua penduduk Nusantara, khsusnya putra-putri Batak :

"Menikahlah diantara kalian, antara yang seiman dan seagama. Jika
tidak akan kalian temui nantinya kesulitan-kesulitan atau hambatan
pada saat suatu urusan yang tak bisa kalian selesaikan sendiri".

Dalam hubungannya dengan Rinto Harahap, penulis tak bisa bayangkan :

- Bagaimanakah proses pemakaman Rinto Harahap secara Kristen...?
  (Bisa jadi menjadi tak dapat dilaksanakan secara sempurna, karena
  terhambat oleh beberapa keinginan sang istri yang mungkin saja di
  katakannya atau diduga-duga oleh pihak keluarga Rinto Harahap-pen)

- Bagaimana pula dengan Istrinya atau pihak keluarga istrinya dalam
  pelaksanaan ajaran agama Islam-nya...?. Maka jelas menjadi tak
  dapat dilaksanakan.

  Bagi penulis...!

  Istri sang almarhum Rinto Harahap yang Sholat sendiri disamping
  suaminya memberi kesan, "Bahwa agama Islam itu seperti itulah.
  Mereka tidak akan perduli pada ummat Islam lainnya. Padahal
  tidaklah demikian halnya.

  Logika yang berdasarkan pada rasa peduli, rasa kemanusiaan atau
  rasa bertetangga atau rasa pertemanan tidak bisa dipakai untuk
  masalah "Mensholatkan seorang ummat yang non muslim".

  "Ajaran sholat zenajah muslim hanya berlaku bagi seorang muslim".

  Artinya...!

  Jika saja Rinto Harahap itu seorang muslim, penulis yakin, bukan
  hanya puluhan bahkan ratusan atau mungkin ribuan ummat muslim
  akan berbondong-bondong untuk ikut menyolatkannya.

  Para kawan khusunya ummat muslim tanah Batak...!

  Siapa yang tak kenal kita Rinto Harahap, apalagi bagi kita yang
  sekarang ini sudah berusia diatas 30 Tahun., yang sudah hapal benar
  dengan ciri khas suaranya, tahu benar judul-judul lagu ciptaannya
  pun orang-orang yang seangkatan dengannya.

  Ahkg....!

  Penulis jadi berkhayal, "Alangkah bahagianya istri dari alamarhum
  Rinto Harahap ini jika saja beliau menganut agama Islam pada masa
  lampaunya.

  Tak muslim saja suaminya, tapi masih tetap di Sholatkannya. Sungguh
  seorang istri yang patut di contoh dalam urusan duniawi-nya. Meski
  penulis menduga, "bisa jadi ada sedikit keraguan pada sang istri
  apakah keinginannya jika berdo'a untuk melapangkan arwah suaminya
  terkabul atau tidak.










(Kita yang seiman dan seagama saja kadang merasa ragu apakah do'a
  kita terkabul atau tidak, apalagi tidak seiman dan seagama-pen).

Ahgk...!

Penulis menjadi lebih bersyukur pada Allah Swt, menjadi penganut agama
Islam, karena ketika seuatu kejadian tak dapat saya pecahkan secara
logika dan secara agama karena pengetahuan agama penulis yang masih
terlalu dangkal, "Maka penulis memasrahkannya saja pada urusan
Allah Swt".

Dan tentunya....!

Itu lebih baik dari pada  ribut diantara dua agama yang saling
memperjuangkan keyakinan masing-masing dengan cara melanggar
ajaran agama itu sendiri.

___________

Penutup
___________











Para pembaca angkolafacebook.blogspot.com yang terhormat...!

Demikian yang dapat disampaikan lewat blog ini, dan jika penulis
boleh menyimpul, saya ingin berkata :

~ Untuk urusan Diniawi-nya ~

1. Senang punya Ipar seperti Rinto Harahap ini (Penulis menikah sama
   boru Hrahap/Hutasuhut) yang mana semasa hidupnya dapat memberikan
   hiburan yang bukan saja untuk masyarakat Batak tapi juga Nusantara.

2. Semoga keluarga yang ditinggal sabar-sabar sajalah menghadapi hal ini.

3. Semoga karya-karyanya tetap lestari di Nusantara ini dan dapat pula
   menjadi contoh atau acuan untuk para seniman-seniman masa mendatang.

~ Untuk Urusan Akhiratnya ~

1. Inilah susahnya atau inilah ajarannya...! Bagi kami para ummat
   muslim ini jika berbicara urusan akhirat. Tak banyak yang bisa di
   sampaikan bagi kalian ummat kristiani yang telah meninggal.

   Padahal...!

   Sungguh banyak yang bisa disampaikan seorang muslim pada seorang
   muslim lainnya yang telah meninggal.

   Begitupun...!

   Dengan tanpa bermaksud mempengaruhi ummat Kristiani, penulis juga
   ingin berkata :

2. Jika saja Rinto Harahap adalah seorang muslim, maka jelas agama
   Islam itu memberitahu, "Bahwa hasil-hasil karya musik atau ilmu-
   ilmu yang diajarkan oleh Rinto Harahap ini kepada siapapun selagi
   memberimanfaat positif, maka Ilmu itu diyakini akan sangat
   menolongnnya di kehidupan akhirat, kehidupan setelah meninggal.
   (Ada hadist-nya / bukan kata penulis)

3. Dari kabar yang penulis dengar, bahwa Boru Panggoarannya Rinto
   Harahap ini telah masuk Islam, maka penulis ingin berkata,
   "Tetaplah dalam agama Islam Boru Harahap atau Cindy Claudia
   Harahap.

   Dan perlu diketahui...!

   Dari hasil belajar agama Islam penulis, "Masih jauh lebih memungkinkan
   diterimanya do'a Cindy Claudia Harahap yang beragama Islam dari
   pada ibunya yang bergama Islam juga, jika Cindy berkeyakinan
   bahwa do'a adalah salah satu senjata ummat muslim dalam
   melapangkan arwah keluarganya yang telah meninggal.

   Dalam ajaran agama Islam, hanya 3 perkara yang dapat menolong
   orang yang meninggal, 2 perkara datang dari perbuatan invidu
   tersebut (Ilmu dan Shodaqoh) selama hidupnya dan satu perkara
   dari anaknya (Anak yang sholeha).  Sedangkan sang Istri sudah tak
   bisa berbuat banyak yang tentunya dengan perkecualian (silahkan
  ditanya para ustat Nusantara yang berkompeten)

Dan khusus untuk Istri Alamrhum Rinto Harahap yaitu Lily Kuslolita
boru Solo (Ada lagu Bataknnya = Marboru Solo-pen) penulis ingin juga
berkata :

4. Dapat dimaklum perbuatan-nya yang Sholat di samping alamarhum
   suaminya dari sisi budaya, kepercayaan beragama (Bernegara)
  dan dari sisi psikolgis atas sakitnya kehilangan suami (Kasih sayang=
  holong mangalap holong)

Tetapi...!

Mohon maaf pula sebelumnya, Saya harus sampaikan bahwa, "Agama
Islam tidaklah mengajarkan sholat di depan atau samping suaminya
yang agamanya kristen dan telah almarhum".

Dengan kata lain...!

"Sholat itu tak dapat menolong alamarhum = Pernikahan beda agama 
 telah memutuskan ajaran agama itu sendiri =  Agama Islam yang
 menikah dengan orang diluar Islam maka dia menjadi bukan Islam.
 secara agama Islam.


















Ibu istri Almarhum Rinto Harahap, saya senang ibu masih tetap dalam
agama Islam dan mari kedepan lebih kita perdalam lagi pengetahuan
keagamaan kita.

Bagi ummat muslim lain...!

"Bisa jadi cara sholat ibu ini sudah seperti nila yang setitik dan
merusak susu sebelanga". Tapi bagi penulis tidaklah seperti itu,
karena jangankan ibu, atau ummat islam lainnya, bahkan para Ustat
sekalipun bisa saja melakukan kekeliruan dalam pelaksanaan ajaran
agama islam ini, termasuk penulis.

Para pembaca angkolafaceboo.blogspot.com...!

Mohon maaf jika ada yang merasa kurang berkenan dengan tulisan ini

....dan selamat malam...!

Oya...!

Ini video dengan caver simbol Islam dan Kristen sebagai perwakilan
dari  Almarhum Rinto Harahap yang beragama
Kristen dan Istrinya yang beragama Islam.

Penulis bingung apakah harus memasukkan Endebatak (Ende
Kematian) atau  Ende Selimut Putih (Ende Qasidah Islam).

Al hasil, penulis putuskan untuk memasukkan lagu Nusantara, sebagai
gambaran betapa "Bingungnya, betapa kacau balaunya dan betapa
rumitnya pernikahan beda agama itu jika sudah menyangkut urusan
banyak pihak (Kematian), apalagi bagi orang yang kita kagumi
dan ingin kita contoh.

Biasanya saya melihat suami istri orang Batak Kristen mati untuk 
kemudian di nyanyikan dan di tortorkan. 

Biasanya juga-nya saya melihat suami istri orang batak atau bukan
orang batak yang agama Islam mati untuk kemudian di azankan,
di tahmidkan atau di tahlilkan.

Tetapi....! 
Untuk yang satu ini benar-benar susah untuk saya mengerti,
kecuali untuk "Kerasnya orang Batak untuk pindah agama.














Dan semoga dapat menjadi masukan pula untuk "Depatemen Agama
Republik Indonesia" yang punya wewenang penuh mengatur bagaimamana
seharus agama dilaksanakan di Nusantar tercinta ini dengan tanpa :
"Melanggar ajaran agama itu sendiri".

Selamat mendengarkan...!

video


___________________________________________________________________
Cat :
* Bimbing kalian saya para Ustat, tokoh Budaya atau para Negarawan
  jika saya ada salah dalam penulisan ini.

* Kadang merasa menyesalnya awa mengapa menulis-nulis di Internet
   ini, padahal kadang hanya menambah kepusingannya. Tapi dasar awa
   orang batak, kalau tak membahas manala enak hidup ini. Dan penulis
   pikir Rinto Harahap mengerti akan budaya "bahas membahasnya" orang
   Batak.

* Macam link berita yang telah dipelajari sebelum menulis
   postingan ini :
http://www.tempo.co/read/news/2015/02/10/219641283/Rinto-Harahap-Wafat-Dikelilingi-Keluarga-Besar
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/istri-rinto-harahap-salat-di-samping-jenazah-almarhum-d3f5d8.html
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/10/10/06/138516-cindy-claudia-harahap-hidayah-dari-bulan-dan-bintang


























*  Penulis yakini postingan ini didukung oleh Tokoh-tokoh Agama
    Tanah Batak, khsusnya Tanah Angkola dan Mandailing.  Begitupun
    para tokoh tokoh adatnya.

* Juga didukung oleh  Ustat-Ustat Republik Indonesia
   sebagai masukan untuk "Depag RI". Jangan tidur aja para Bapak dan
   Ibu-ibu di Depag sana cuma urusan Haji aja yang di urus karena ada
   hepengnya.

  Urus juga urusan ummat yang tida hepengnya. Berdosa  kalian nanti
  karensa kalian adalah pemimpin ummat di Nusantara ini
  dan setiap kepemimpinan diminta Allah Sw pertanggungjawabannya.
  Iyakan....?????

  Tak kalian sadarinya banyak sudah masyarakat Indonesia ini bingung
  dengan agamanya sendiri. Mana yang agama mana yang politik tak
  dapat lagi dibedakan, Begitu juga dengan budaya-nya sudah tak
  terbedakan dengan agama

  Dan jika ini berlangsung terus...!

 "Bukan tidak mungkin menjadi tak beragama kita ini nanti atau
  mungkin menjadi tetap beragama tapi sekedarnya saja atau mungkin
  kita akan menjadi penganut semua ajaran agama".

  Apa memang ini yang kita inginkan...?????????????







__________________________ 

2 komentar:

  1. Aku Islam, pacarku katolik. 3bln yg lalu dia meninggal. Dan papaku menyarankan agar stop doain dia krn itu hanya akan menambah dosa dalam hidupku. Beliau menyarankan agar aku mendoakan keluarga yg di tinggalkan saja biar mendapat hidayah. Itulah sepengetahuan papa yg memang Islamnya sudah melekat di hati (bisa di bilang papaku itu ustad). Bagaimana baiknya? Krn saya memang belum di tunjukkan dalil atau hadist ttg ini. Mohon bantuannya

    BalasHapus
  2. Ass. Trims comentarnya Unknown...! Untuk memberi lebih memberi guna saya jawab di :
    http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/hukum-islam-muslim-mendoakan-non-muslim.html. Wassalam...!

    BalasHapus