Tuesday, March 31, 2015

Melanchton Siregar : Dari Cerita Kepahlawanan sampai Cerita Pasar


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Sepak Terjang Melanchton Siregar dalam
mengusir si Bottar (Belanda) dari Tanah Batak sekaligus menguatkan,
dan meneguhkan usulan yang telah di usulkan agar Melanchton Siregar
dicatat dalam Sejarah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional
pun menyimak info sekitar Pasar  Melanchton Siregar - Sianttar)
_______________________________________________________________







____________________

Kata Pengantar
____________________

Horas para Anak Medan...!
Baik yang tinggal di Medan maupun luar Medan

Horas juga para Anak Siantar...!
baik yang jadi bandit pada masa kini maupun bandit pada masa lampau-nya

dan Horas juga....!

Para Siregar Sedunia khususnya para Siregar yang satu Tarombo, satu
kahanggi dengan Melanchton Siregar.

Para kawan di luat laut dan kepulauan manapun berada...!

Maka mencari-cari beritalah penulis, seputar "Kegiatan Kota Pematang
Siantar dalam hubungannya dengan Medan Per atau PRSU tahun 2015
lewat Mrs. Google.com penulusuran.

Dalam proses penelusuran ini, ternyata Mrs Gogle.com ini belum bersedia
memberikan data pada penulis mengenai Sepak Terjang Kota Pemantang
Siantar di Medan Per 2015 ini.

Beliau justru, memberikan data pada penulis mengenai "Pasar Melanchton
Siregar" dengan gambar esbebe :








Hasil mengamati gambar diatas sekaligus mencerna bait-bait uraiannya
pada alamat situs :
http://www.jelasberita.com/2015/03/24/pemkab-siantar-promosikan-pasar-melanthon-siregar-di-prsu/

Maka pahamlah penulis, bahwa :

Ada Pasar sekarang ini di Kota yang lebih kita kenal sebagai Kota
Bandit (Bandit Siantar-pen) yaitu Pematang Siantar dengan nama
"Melanchton Siregar".

Mengetahuan ini ternyata membawa penulis pula pada keingin
tahuan tentang :

- Siapa Melanchton Siregar
- Mengapa sampai dibikin jadi nama Pasar
- kalau ada Pasar Melanchton Siregar di Siantara, mengapa pula saya
  baru tahu sekarang
- Pasar apa pula Pasar Melanchton Siregar, apakah Pasarnya Parmarga
  Siregar saja. Apakah boleh Marga lain tersebut ke pasar tersebut...?

Demikian kira-kira isi pikiran itu para kawan, yang pada akhirnya
menimbulkan ide pada penulis, untuk memposting hal-hal yang behubungan
dengan tanya-tanya di atas di blog ini.

Apakah para pembaca angkolafacebook.blogspot.com ingin tahu juga...?

Jika ingin tahu, maka tetaplah di postingan ini dan mari sama
menyimak lewat lagu Perjuangan Tanah Batak yang berjudul
"Mulak Maho da Bolanda".

Musik....!

_________________________________________________________

Sekilas Otobiografi Melanchton Siregar dari hasil Menyimak 
isi macam Berita serta sekilas puka comentar penulis blog
_________________________________________________________








* Hal Pemahaman Umum

Melanchton Siregar adalah seorang Putra Batak yang berasal dari
Tapanuli Utara yang punya Sepak Terjang dalam merebut Kemerdekaan
RI dari tangan Bolanda dan Jepang dan juga turut serta merintis
kemerdekaan itu sendiri.

* Hal Ringkasan Otobiografhi

- Lahir

Humbang, 7 Agustus 1912,

- Wafat :

Jakrta, 24 Februari 1975

- Pemakaman

Taman makam Pahlawan Kalibata

* Macam kutipan Berita sebagai gambaran Otobigrafi

Kutipan Berita 1 :

JAKARTA, SATUHARAPAN -
Tokoh pejuang asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Melanchton
Siregar diusulkan menjadi pahlawan nasional Republik Indonesia
(RI). Panitia nasional mengenang 100 tahun Melanchton Siregar Pengusul
Pahlawan Nasional, yang diketuai Supardan mengatakan, jasa-jasa Melanchton
Siregar berkontribusi besar untuk kemerdekaan RI.

“Beliau (Melancthon Siregar) memenuhi syarat menurut undang-undang
karena diusulkan oleh kami masyarakat. Ia dikenal sebagai pendidik,
pejuang kemerdekaan, politisi, dan negarawan, yang konsisten dan
berkesinambungan berjuang merebut kemerdekaan dan kemudian
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata
Supardan saat jumpa pers di kantor Forum Komunikasi Purnawirawan
TNI-POLRI, pada Selasa siang (1/10) di Jakarta.

Menurut Supardan, kiprah Melancthon Siregar sebagai negarawan
sangat konsisten membela Pancasila dan UUD 1945.
“Kami melihat sepak terjang tokoh ini pada masa lalu, di
masa mudanya, hingga puncak karir politiknya sangat memberikan
keteladan yang sangat luar biasa,” kagum ketua panitia nasional
itu terhadap sosok Melancthon.

“Dia ini orang yang sedikit bicara, tetapi dia banyak bekerja.
Ini kami alami sendiri saat dia masa hidup beliau,” ungkap Supardan
sambil merujuk buku Melanchton Siregar Mempertahankan NKRI, yang
sebelumnya telah diserahkan kepada Jenderal TNI (Purn) Try
Sutrisno (mantan wakil Presiden RI ke-6, periode 1993-1998).

* Pendidikan Pijakan Perjuangan

Selanjutnya, Supardan mengatakan bahwa Melanchton Siregar memiliki
karakter lebih mementingkan kepentingan orang banyak daripada memikirkan
dirinya sendiri. “Ini ciri pahlawan, karena dirinya ingin bangsa dan
masyarakatnya maju. Beliau dikaruniai kemampuan mengajar. Dia sekolah
guru, menjadi guru. Tapi beliau juga bergeriliya secara militer saat
memperjuangkan kemerdekaan (1945). Ini contoh untuk diteladani karena
tidak memikirkan diri sendiri,” kata ketua panitia nasional yang
berkopiah hitam itu.








Ket :
Yang berkopiah hitam itu "Ketua Panitia Nasional".

Dalam buku biografi Melanchton Siregar, pria kelahiran Pearung
pada 7 Agustus 1912 ini menyelesaikan studi di Hoofdacte Cursus
(saat ini setingkat D III) di bandung pada 1938. Ia kemudian
pulang ke Tapanuli dan mengajar pada jejang sekolah rakyat (SD)
di Narumonda dan di sejumlah tempat di Medan.

Kemudian Melanchton melanjutkan minat berorganisasinya dalam pergerakan
kemerdekaan, yang dilakukan secara rahasia agar tidak diketahui oleh
pasukan penjajah seperti Belanda dan Jepang pada waktu. Ia memimpin
pasukan rakyat bernama Divisi Panah, yang dibentuk Partai Kristen
Indonesia (Parkindo) untuk berjuang di medan pertempuran di sekitar
area kota Medan dan tapanuli, Sumatera Utara.

Di tengah desingan peluru dan resiko meliter musuh, komitmen Melanchton
pada pendidikan tidak luntur dengan memberikan pengajaran kepada
penduduk setempat. “Ia mendorong warga untuk mendirikan bangunan
sekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidik, ia melatih bekas anak didiknya
menjadi guru. Sebab bangsa yang cerdas akan mampu melawan penjajah
dan meninggalkan keterbelakang,” tulis panitia nasional seperti
disampaikan juga dalam siaran persnya.

* Demokrasi dan Persatuan Bangsa

Sementara itu, karir Melanchton terus meranjak pasca kemerdekaan RI
tahun 1945. Ia menjadi anggota DPR di Jakarta usai memenangkan hasil
pemilihan umum Pertama RI tahun 1955. Usai terpilih sebagai anggota
DPR-GR/MPRS, ia kemudian terpilih menjadi wakil ketua MPRS (1966-1972)
hingga menjadi Ketua Panitia kesatuan Tafsir Pancasila. Ia wafat
pada 24 februari 1975 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta.

“Pak Melanchton ini tokoh yang patut diteladani, semua bekas muridnya,
semua teman-temannya senada mengatakan ‘dia ini tokoh panutan’” kata
Supardan mengingat ringkas testimoni dari berbagai pihak yang mengenal
Melanchton Siregar.

Menurut ketua panitia, sejak 2012 proses pengusulan Melanchton Siregar
sebagai pahlawan nasional telah siap dalam pemberkasan dan telah
diserahkan kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini ditangani oleh
Kementerian Sosial RI.  Mereka berharap upaya pengusulan tersebut
ditetapkan pada 10 November mendatang “Kami berharap semua pihak
turut mendoakan agar tokoh ini (Melanchton Siregar) layak mendapat
penghargaan yang layak oleh negara sebagai pahlawan Nasional,”
kata Supardan menghimbau

Sementara itu di waktu yang terpisah, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno
sangat menyambut baik pengusulan Melanchton Siregar menjadi pahlawan
nasional. “Saya mendukung, tokoh nasional yang patut menjadi pahlawan
nasional, ternyata perjuangannya (Melanchton Siregar) sangat luar
biasa,” kata mantan wakil Presiden RI ke-6, periode 1993-1988 itu
di ruangan rapat.

Editor : yan Chrisna Dwi Atmaja
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/melanchton-siregar- pejuang-nasional-dari-tapanuli

* Comentar Penulis Blog :

Pada para Penyelenggara Negara, khsusnya Pencatat
Nama-nama Pahlawan Nasional, apapun Nama Lembaganya.
(Depsos) Di catat-lah...di sahkan-lah...! Kalau memang sudah
memenuhi standar kepahlawanan-nya.

Biar kami juga para "Para Siregar Sedunia" bisa langsung
mencatat-nya baik dipikiran kami, mapun di buku catatan
tarombo keluarga kami masing-masing.
______________________

Kutipan Berita 2 :










JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kiprah heroik Melanchton Siregar (1912-1975),
yang pada 2013 ini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, tergambar pada
wajah perang mempertahankan kemerdekaan RI, terutama menghadapi agresi
militer Belanda I dan II, yang berupaya menancapkan kembali pengaruhnya.
Dengan memimpin pasukan laskar Divisi Panah, yang dibentuk Partai
Kristen Indonesia (Parkindo), Melanchton menunjukkan sosok pejuang,
yang mempertaruhkan nyawa. Ia dan pasukannya berjuang antara Medan Area dan Tapanuli.

Berdasarkan catatan sejarah, dua kali pasukan Belanda membom markas
pasukan Melanchton. Pertama di Pematang Siantar, yang memaksa pejuang,
yang juga pendidik itu, mengungsi ke Tapanuli Utara. Ia dan pasukannya
mendirikan markas di sekitar Muara. Lalu Belanda pun menjatuhkan bom
di Lintongnihuta, karena mengira Melanchton, dengan nama samaran
Partahuluk Raso, berada di sana. Ternyata, pemimpin pejuang rakyat
itu berada di tempat lain, yang disebut Gua Sitio-tio, tak jauh dari
Lintongnihuta.

Dalam buku Melanchton Siregar Mempertahankan NKRI, yang baru terbit (2013),
digambarkan masa perjuangan fisik Melanchton menghadapi pasukan Belanda,
antara 1945 – 1948. Dari depan kelas, sebagai pendidik, ia maju ke medan
perang, karena keterpanggilan membela Tanah Air. Sebab dengan dijajah
kembali, maka jalan menuju masyarakat yang cerdas dan makmur, tidak
akan tercapai.

Gerakan Divisi Panah yang dipimpin Melanchton, tak hanya mengangkat
dan menembakkan senjata, tapi juga membuka jaringan agar logistik
untuk pasukan rakyat dari laskar lainnya, tersalur dengan lancar.
Logistik sangat diperlukan agar gerakan rakyat bersenjata dapat menembus
pertahanan musuh. Selain itu, Melanchton tetap berupaya menjaga agar
kehidupan masyarakat, yang mengandalkan pertanian sebagai mata
pencaharian, tetap berlangsung seperti biasa. Maka pasar di daerah
perjuangan tetap dibuka untuk menampung pasokan komoditas pertanian rakyat.

Di tengah perjuangan fisik dan di tengah desingan peluru, komitmen
Melanchton pada pendidikan tidak pernah luntur. Dalam serba keterbatasan
dan keamanan yang tidak terjamin, ia tetap menyempatkan diri mengajar
penduduk. Ia juga mendorong warga ikut mendirikan bangunan sekolah,
sekalipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Sedang untuk memenuhi
kebutuhan akan pendidik, ia melatih bekas anak didiknya menjadi guru.
Maka, kala itu masalah pendidikan dapat diatasi.

* Pindah ke Jakarta

Melanchton, yang lahir di Pearung, Tapanuli Utara (sekarang Kabupaten
Humbang Hasundutan), pada 7 Agustus 1912, memang tak pernah berhenti
berjuang. Di bidang politik, ia memasuki Parkindo dan menjadi salah
seorang pimpinan. Hasil Pemilu 1955 (pemilu pertama RI), mengantarkannya
menjadi anggora DPR di Jakarta. Maka, tempat berkiprah pun berpindah
tempat, dari Sumatera Utara ke Jakarta.

Itulah awal Melanchton melebarkan pengabdiannya untuk nusa dan bangsa.
Setelah dari DPR (1955-1960), ia terpilih sebagai anggota DPR-GR/MPRS,
dan kemudian menjadi Wakil Ketua MPRS (1966-1972). Dengan berakhirnya
pengabdian di MPRS, Melanchton diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan
Agung (1973) sampai wafat pada 24 Februari 1975, dan kesokan harinya
dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta.

Sebagai politikus dan negarawan, Melanchton Siregar mengedepankan
kesabaran, ketenangan, dan ketekunan. Dengan sikap demikian, ia mampu
menyelesaikan  masalah-masalah pelik dan peka, tanpa ada yang merasa
kalah atau kehilangan muka. Pada masa itu, peralihan pemerintahan dari
Soekarno ke Soeharto, situasi politik dan keamanan tidak tergolong kondusif.
Pada masa itu, MPRS yang diketuai oleh Jenderal A.H. Nastution, juga
dihadapkan pada masalah pelik dan teramat peka. Tentu, tak mudah
menyelesaikan masalah demikian.

A.H. Nasution memercayakan penyelesaian masalah pelik dan peka
kepada Melanchton, karena sikap sabar dan tenang. Maka, Melanchton
disebut sebagai "perwira proyek" bagi soal-soal yang peka. Di
antaranya, menjadi Ketua Panitia Kesatuan Tafsir Pancasila.
Kemudian mengurus sengketa dengan Fraksi Karya, yang sesudah 1968
tidak mengakui susunan Badan Pekerja, sehingga tidak bersedia
berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Badan Pekerja MPRS, sehingga
segala sesuatu macet sampai berakhirnya jabatan MPRS tahun 1972.
Nasution pun menyebut Melanchton sebagai trouble shooter dalam
soal-soal yang peka dan pelik, yang memerlukan kesabaran dan ketabahan.

Dalam posisi sebagai anggota DPR, MPRS, dan kemudian DPA, Melanchton
melaksanakan pengabdiannya dalam bidang diplomasi di dalam dan luar
negeri. Pada kunjungannya di berbagai negara dan menghadiri Sidang
PBB di New York, ia menjalin persahabatan dan kerja sama. Ia juga
tak lupa menggali pengetahuan tentang pembangunan, demokrasi,
dan kebangsaan.

Posisi sebagai pendidik, pejuang, politikus, dan negarawan itu dilakoninya
sejak lulus dari Hoofdacte Cursus (setingkat D III Pendidikan) di
Bandung pada 1938, hingga wafat semasih menjadi anggota DPA. Maka,
pengabdiannya kepada bangsa dan negara tidak pernah berhenti.
Ia terus melangkah dan meninggalkan jejak-jejak kepejuangan untuk
generasi kini dan mendatang.

Editor : Sabar Subekti
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/melanchton-siregar-pejuang-nasional-dari-tapanuli

______________________________________________________________

Sekilas Pasar Melanchton Siregar dan Macam Pendapat Penulis
angkolafacebook.blogspot.com
______________________________________________________________

* Ringkasan

- Nama : 
Pasar Melanthon Siregar

- Pemborong :
 PT Pembangunan Perumahan (PP)

- Peletakan Batu Pertama :

- Mulai Pembangunan :
1 April 2015

- Rencana Selesai :
Januari 2016

Pembagian Gedung :
A - B - C

- Jumlah Kios yang akan di Bangun
 995 kios

 - Harga Kios :
80 - 200 Juta-an

- Pendukung Pemasaran :
Para PNS Pematang Siantar

- Pasar yang ada saat ini :
Pasar Horas dan Pasar Dwikora

- Alamat Kantor Pemasaran :
______________

Kutipan 1 :

Medan, Jelasberita.com | Pemerintah Kabupaten Pematangsiantar
mempromosikan Pasar Melanthon Siregar yang rencananya akan
dibangun mulai 1 April 2015 dan rampung pada Januari 2016.
Promosi dilakukan dengan membagikan brosur dan memajang
spanduk di Paviliun Pematangsiantar.
http://www.jelasberita.com/2015/03/24/pemkab-siantar-promosikan-pasar-melanthon-siregar-di-prsu/

* Comentar penulis :
Setuju...!
Dibangun Pasar Melanchton Siregar di Petang Siantar.
____________

Kutipan 2 :










Siantar, hetanews.com- Wali Kota Siantar Hulman Sitorus mengajak
para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Siantar untuk
ikut membeli atau menjual kios-kios Pasar Melanthon Siregar,
Kecamatan Siantar Marihat (di lokasi dekat Rumah Potong Hewan)
yang akan dibangun Maret 2015.

"Saya mau semua PNS ini ikut membangun Kota Siantar. Masa
dari 10 pegawai tidak mampu menjual minimal satu, harus bisalah.
Karena, PNS merupakan bagian dari pembangunan Kota Siantar,"
ujar Hulman, saat menghadiri sosialisasi pembangunan Pasar
Melanthon Siregar oleh PD Pembangunan (Perusda) dan Aneka
Usaha, di Ruang Data Pemko Siantar, Selasa (20/1/2015).

Pada acara itu, Hulman yang datang terlambat, juga beretorika
untuk mengajak PNS ikut menjadi agen penjualan kios Pasar
Melanthon Siregar. "Kita yakin, PNS di Siantar ini harus
menjadi agent of development. Kita lah yang membangun Kota
Siantar ini. Itulah harapan saya," ujarnya, membujuk PNS agar
mau turut menjadi agen pemasaran kios.

Ia pun menjanjikan uang Rp 500 ribu dan sejumlah hadiah bagi
PNS yang berhasil menjualkan kios-kios tersebut.

"Sesuai dengan rapat direksi, memberikan Rp 500 ribu untuk yang
bisa membawa orang membeli. Jadi itulah harapan saya. Masa gak
bisa. Ada pemikiran saya, yang membawa satu, kita akan berikan
hadiah. Itu pasti," katanya.

Hulman kembali mengungkapkan bahwa ia ingin dikenang sebagai
pahlawan kota Siantar. "Itulah pesan saya. Ingat saya. Semua
harus memasukkan ke dalam hatinya, bahwa saya adalah pahlawan.
Kalaupun nanti saya gak terpilih lagi. Itu pun kalau bapak ibu
tega gak milih saya lagi," katanya.

Sejak awal kehadirannya, Hulman terang-terangan ingin bernyanyi.
"Saya tadi ke acara Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah (PPKAD). Di sana ada keyboard, di sini gak ada. Saya mau
ke sana lagi dan mau nyanyi. Makasih semua, jangan lupa beli ya,"
katanya, meninggalkan ruangan.

Sementara itu, dari 995 kios yang ada, sejauh ini telah terjual
200 kios. Harga kios sendiri berkisar antara Rp 80 juta - 200 juta
dengan ukuran 2 x 3 meter persegi. Pembangunan Pasar Melanthon
sendiri akan dimulai pada 1 April 2015.

Penulis: Tom. Editor: Aan.
http://www.hetanews.com/article/12591/hulman-ajak-pns-jadi-agen-penjualan-kios-pasar-melanthon-siregar

* Comentar Penulis Blog :

angkolafacebook.blogspot.com "Turut mendukung pernyataan Pak
Sitorus atau Hulman Sitorus". Dan pada para PNS Kota Pematang
Siantara penulis ingin berkata : Mainkan...!

Dan ini sedikit masukan Ilmu Komunikasi dalam Teori Penjualan,
"Komunikasi akan efektif jika Komunikator berorientasi pada
Komunikan".

Artinya...!

Penjualan kios-kios tersebut akan lebih mudah dilaksanakan jika
terlebih dahulu diketahui seperti apa gambaran bangunan, barang
yang dijual, operasionalisasi-nya, dll dari pasar tersebut.

Dan para PNS sebagai sales-nya bisa membalik peroalannya dengan
cara PNS-lah yang justru membelinya. Artinya, "Jika saya yang
mau membeli kios tersebut hal-hal apa sajakah yang perlu saya
ketahui atau apakah yang menjadi alasan saya jika membeli kios
tersebut...?

Dan jangan lupa....!

Tawarkan terlebih dahulu pada sanak saudara dengan tanpa perlu
terlebih dahulu menilai kemampuannya atau hepeng-nya (Hepeng
adalah alat tukar sekaligus alat putar dan banyak hal yang dapat
ditukar dan diputar seseorang jika belia menginginkan hepeng).

Pun menghindari kesalahan dalam penilaian suatu saat. Jangan
sampai para sanak saudara itu berkata, "Kenapa bukan pada saya
yang kau tawarkan...? dengan perasaan sedikit kecewa dan lebih
mengecewakan ketika disadari kesempatan itu telah terlewat.

Dan...

Ini desain Kartu Nama / Brosur untuk kesuksesan penjualan
kios-kios tersebut :




____________

Kutipan 3 :

Hulman Berharap Meresmikan Pasar Melanthon Siregar

LINTAS PUBLIK - SIANTAR,  Meski dengan nada becanda menyampaikannya,
namun Hulman Sitorus tampak sangat berharap bisa meresmikan gedung
Pasar Melanthon Siregar yang diperkirakan akan rampung pada
Januari 2016 mendatang.

“Jangan hanya meletakkan batu pertama saja saya, kalau bisa saya
jugalah meresmikannya. Perhatian lah kalian sama saya, kan saya
ganteng juga,”ungkap Hulman selaku Wali Kota Siantar sambil
tertawa saat didaulat memberikan kata sambutan pada acara
launching II dan penandatanganan MoU dengan pihak terkait, Kamis
(5/3/2015), di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Melanthon
Siregar Siantar.

Menurut Hulman, peminat kios Pasar Melanthon Siregar ini cukup
tinggi bahkan yang telah mendaftar sampai 3000 pemesan. Dia juga
sempat memesan 4 kios kepada pihak Perusda selaku pengelola,
namun jika masih ada masyarakat yang belum dapat maka dia
(Hulman,red) rela tidak kedapatan.

Wali Kota juga meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada masalah
dalam pembangunan pasar semi modern ini karena semua telah sesuai
aturan maupun peraturan bahkan hingga penyerahan asset. “Pasar
ini nantinya sangat menjanjikan dan kita yakini akan diminati
masyarakat,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Hulman juga menyempatkan menyumbangkan
lagu hitsnya hingga menghibur para undangan. Sebelumnya,
Herowhin Sinaga selaku Dirut Perusda mengatakan, bahwa
pembangunan pasar tersebut akan dimulai pada 1 April mendatang
dan diperkirakan akan rampung pada Januari 2016 mendatang. Katanya,
pembangunan pasar ini adalah impian sejak lama.

Dimana, sejak tahun 1985, kita tidak pernah membangun pasar
lagi. Kita hanya punya Pasar Horas dan Pasar Dwikora, ujar
Herowhin. Dia juga menegaskan, bahwa penandatanganan MoU ini
telah menaati peraturan yang ada. "Kami sudah konsultasi dengan
LKPP dan Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa. Sehingga pembangunan
ini tidak menyalahi aturan," katanya. "Kita lihat RPH ini
tidak akan dirubuhkan sebelum yang baru dibangun. Laporan kami
lokasi sudah ada, dan dibantu oleh Camat Marimbun. Kemudian untuk
kantor Polsek Siantar Selatan, kami juga sudah berkoordinasi
dengan Kapolres.

Kita juga punya uang dan mampu membangun,"kata Herowhin. Dirinya
menjamin bahwa RPH yang baru akan dibangun di Kecamatan Marimbun.
"Pengganti RPH sudah ada, begitu juga Polsek dan tinggal prosesnya
saja. Tahun baru 2016 kita sudah akan punya pasar yang baru.
Jangan lihat orangnya, saya dan wali kotanya. Tapi lihatlah
apa yang mau dibangun ini,"ujarnya.

Walikota Siantar Hulman Sitorus, SE saat membuka selubung tanda
dimulainya pembaungan Pasar Melanthon Siregar disaksikan Direktur
Utama Perusda Herowhin Sinaga, Msi.Photo/Gerson.

Pembangunan Pasar Melanthon Siregar akan dilakukan oleh kontraktor
PT Pembangunan Perumahan (PP). Kepala Perwakilan Sumut-Aceh PT PP,
Nanang Siswanto, menjamin pihaknya akan mampu membangun dalam
waktu singkat sesuai dengan permintaan Perusda.

Seperti diketahui, Perusda menargetkan pembangunan selesai
pada akhir tahun 2015, yang dimulai pada 1 April 2015. "Waktu
yang diberikan ke kami memang singkat. Akan tetapi dengan syarat,
makin cepat pembayaran, makin cepat kami bekerja," kata Nanang.
Soal kualitas bangunan, Nanang menjamin pihaknya tidak akan
asal-asalan. "Tenang saja. Kami juga sudah pernah dipercaya
pada proyek Kualanamu," katanya, serya mengingatkan Perusda
untuk segera membayar jasa pembangunan.

Kantor Polsek Siantar Selatan di Jalan Melanthon Siregar,
direncanakan akan pindah lokasi menyusul adanya pembangunan
Pasar Melanthon Siregar yang akan mulai dibangun 1 April 2015.
Kapolsek Siantar Selatan, AKP Ervin mengatakan, rencananya
kantor baru akan pindah ke Jalan Marimbun Nomor 2, Kelurahan
Martimbang, Siantar Marimbun. Namun, ia mengaku belum tahu
kapan kantornya akan mulai dibangun. "Tanahnya udah ada, tapi
masih transaksi biaya," kata Ervin.LPger/t

* Comentar Penulis Blog :

Biasa-nya itu Pak Polisi di Negara Kita ini
Polsek itu di Pindah-pindahkan. Makanya di
sebut Polisi itu pengayomi, pelindung masyarakat.

Lagi pula...!

Jangankan Polsek-nya, Kepala Polsek-nya aja bisa di
pindah-pindahkan jika di perlukan. Iyakan...?

Kutipan 4






















LINTAS PUBLIK- SIANTAR, Pembangunan Pusat Pasar Melanthon
Siregar Jumat (5/2/2015) segera dibangun, panitia sudah
mempersiapkan alat berat (bulldozer ) dilokasi pembangunan
Pasar Melanthon Siregar untuk membersihkan
bangunan-bangunan lama yang ada dilokasi pembangunan pasar
(eks Polsek Siantar Selatan), kami harapkan masyarakat akan
dapat mengunjunginya, karena tahap pembangunan sudah dimulai,
dan bangunan pasar segera didirikan.

“Besok , akan ada pembanguan Pasar Melanthon Siregar, ini
ditandai dengan di Launchingnya (tahap II) di lokasi pembangunan,
”kata Poltak MG.Tambunan, SPd, MH Kabag Humas
Perusahaan Daerah (Perusda) Pembangunan dan Aneka Usaha Kota
Pematangsiantar  Kamis malam (4/2/2015) di lokasi Pembanguan
pusat Pasar Melanthon Siregar jalan Melanthon Siregar kota
Pematangsiantar.

Lebih lanjut di :
http://www.lintaspublik.com/2015/03/hari-ini-pasar-melanthon-siregar.html
____________________________________________________________

Pasar Malanthon Siregar dalam Hubungannya dengan
masyarakat Angkola
____________________________________________________________

- Penulis tidak tahu seberapa banyak masyarakat Tanah Batak Angkola
  yang punya saudara atau koum sisolkot di Pematang Siantar, namun
  penulis yakin sangat banyak.

  Karena itu...!

- Tentu tak ada salahnya jika anda masyarakat Angkola yang sampai
  pada postingan ini mengingatkannya apakar berminat atau tertarik
  dengan berusaha di Pasar yang akan di buka Tahun 2016 ini.
  Ini penting di ingatkan, agar mereka yang berminat dapat memper
  siapkan segala sesuatunya.

- Bila perlu...! Pembaca sendiri. Kenap rupanya, berminat...?
___________

Penutup
___________

Demikian infonya denotatif-nya para kawan sekalian...!

Semoga dapat memperluas wawsan kita dibidang hal-hal yang berhubungan
dengan Malantho Siregar, baik sebagai orang yang berjasa dalam
merebut kemerdekaan RI maupun sebagai nama pasar sebagai salah
satu bukti penghargaan atas jasa tersebut (Jika Republik RI tak
mau memberikan penghargaan, yah Provinsinya yang memberikan.
Jika Provinsi-nya pula tak mau, yah...! Kota Madya-nya. 
Kenapa rupanya...?

Selamat malam...!

























__________________________________________________________
Cat :



No comments:

Post a Comment