Kamis, 20 Agustus 2015

Musik Pop/Rock Malaysia - Indonesia Dalam Saling

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Mencari jawaban atas pertanyaan, "Kapan musik Malaysia berpengaruh
besar pada perkembangan musik Indonesia dan sebaliknya pun mana yang
duluan mempengarhui)
______________________________________________________________________













____________________

Kata Pengantar
____________________

Tentunya uraian / penjelasan judul diatas sudah cukup jelas menjelaskan
apa maksud dari postingan ini yaitu mencari jawban.

Dan jawaban ini akan kita ketahui setelah terlebih dahulu memperoleh
gambaran tentang perkembangan musik malaysia dari masa kemasa.

Dengan tanpa banyak comentar lagi, mari kita simak urian-uraian dalam
3 sub judul utama dari postingan ini.

Selamat menyimak...!

__________________________________________________________

Sekilas Perkembangan Musik Melayu Malaysia Secara Umum
__________________________________________________________

* Tahun 1940
.................................................................

Dengan melihat ke belakang, awal Musik Melayu berakar dari Qasidah
yang berasal sebagai kedatangan dan penyebaran Agama Islam di Nusantara
pada tahun 635 - 1600 dari Arab, Gujarat dan Persia, sifatnya pembacaan
syair dan kemudian dinyanyikan.

Oleh sebab itu, awalnya syair yang dipakai adalah semula dari Gurindam
yang dinyanyikan, dan secara berangsur kemudian dipakai juga untuk
mengiringi tarian. Pada waktu sejak dibuka Terusan Suez terjadi arus
migrasi orang Arab dan Mesir masuk Hindia Belanda tahun 1870 hingga
setelah 1888, mereka membawa alat musik Gambus dan bermain Musik Arab.

Pengaruh ini juga bercampur dengan musik tradisional dengan syair
Gurindam dan alat musik tradisional lokal seperti gong, serunai, dlsb.
Kemudian sekitar tahun 1940 lahir Musik Melayu Deli, tentu saja gaya
permainan musik ini sudah jauh berbeda dengan asalnya sebagai Qasidah,
karena perkembangan masa ini tidak hanya menyanyikan syair Gurindam,
tetapi sudah jauh berkembang sebagai musik hiburan nyanyian dan pengiring
tarian khas Orang Melayu pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaysia.

Lebih lanjut si :
http://galeri2msad.blogspot.com/2015/08/sejarah-qasidah-malaysia.html


* Tahun 1950

Dengan perkembangan teknologi elektronik sekitar setelah tahun 1950,
maka mulai diperkenalkan pengeras suara, gitar elektri, bahkan perkembangan
keyboard. Dan tak kalah penting adalah perkembangan industri rekaman
sejak tahun 1950.

* Tahun 1980

'Sejarah musik rock melayu' berawal dari Malaysia dan Singapura bermula
secara meluas pada tahun 1980-an. Hal ini karena adanya pengaruh dari
budaya musik rock barat 70-80an yang bernuansa aliran Glam Rock, Metal
& Heavy Metal seperti Kiss, Iron Maiden, White Snake, Motley Crue,
Deep Purple, Van Halen, Scorpions, Rising Force, Survivor, Quiet Riot,
Rainbow, Bon Jovi, Cinderella, Judas Priest, Helloween, Uriah Heep,
W.A.S.P, TNT, Metallica, Megadeth, White Lion, Poison, Skid Row, AC/DC,
Def Leppard, Led Zeppelin, Twisted Sister, Black Sabbath, dan banyak lagi
selanjutnya juga ada pengaruh dari Jepang (Asia) seperti Loudness,
Earthshaker, dll sehingga mendorong kemunculan band-band rock Malaysia
dan Singapura hadir dan berkembang pada saat itu. Lalu di Malaysia
memunculkan dengan adanya pertandingan rock seperti Juara Rock, Festival
Rock dan Battle Of The Bands. Pertandingan rock atau diistilahkan dalam
bahasa orang melayu yaitu “pertandingan kejuaraan rock kebangsaan” yang
pertama diadakan dengan adanya pertandingan Juara Rock tahun 1983.

Dalam pertandingan ini, telah dimenangkan oleh D’Febians dan The Lefthanded.
Selanjutnya dengan begitu banyaknya sambutan dan antusias oleh kalangan
anak-anak muda disana akhirnya pertandingan Juara Rock muncul kembali
pada tahun 1984 dimana The Bunmark meraih juara pertama, Hurricane
berada pada juara kedua dan juara ketiga oleh band Gersang.

Seiring dengan sambutan dan antusias oleh masyarakat yang semakin tinggi
terhadap pertandingan Juara Rock akhirnya memunculkan pertandingan
kejuaran yang lain seperti adanya Festival Rock pada tahun 1984 di
Johor Bahru. Keberadaan pertandingan juara-juara rock ini secara
langsung telah mencetuskan semakin banyaknya band-band rock baru
bermunculan.

Musik rock di Malaysia begitu luar biasa dan berada pada kondisi
kejayaan dengan adanya Battle Of The Bands 1 dan 2 (1986-1987) dimana
pesertanya yaitu band SYJ, Lefthanded, Ella & The Boys, Boodshed dan
Whitesteel. Salah satu dari keunikan dari mereka adalah gaya
berpakaiannya yang begitu mencolok saat berada di panggung seperti
band SYJ (Syed Yusuf Jamalulail) begitu terang-terangan berpenampilan
seperti apa yang dikenakan oleh band Motley Crue dari rambut gondrong,
busana glamour sampai memakai make up.

Perkembangan rock di Malaysia begitu sangat menggairahkan hingga
memunculkan pertandingan rock yang sejenis seperti Clash Of TheBands,
War Rock dari 1 hingga 4, Gagasan Hikayat Rock, Gagasan Batu-Batu
Perjuangan, Juara Kumpulan Muzik Tenggara 88, Juara Rock Galactica
dan Pesta Hiburan Kingsway.

Bagaimanapun pandangan rock sempat tercoreng dengan adanya kerusuhan
pada 2 September 1986 di halaman area Sungai Nibong, Pulau Pinang
dengan diselenggarakannya konsert Battle Of The Bands. Pada saat itu
diperkirakan ada 5000 penonton yang hadir, kebanyakan adalah  masyarakat
golongan remaja dan anak muda.

Namun pada pertengahan acara penonton yang begitu fanatik seakan terbawa
suasana konsert hingga lepas kendali, dimana band-band tersebut
sebagian besar membawakan lagu-lagu yang beriramakan Heavy Metal.
Suasana konsert menjadi kacau, botol minuman, batu, sampah dan kursi
bertebangan. Orang-orang berlarian dan sampai terjadinya adu pukul
hingga korban luka-luka. Aparat yang ada disana  dengan jumlah terbatas
mengalami kesulitan mengendalikan amuk masa dan hanya bisa mengevakuasi
peserta band Battle Of The Bands (sumber. http://www.muzikrock.com).

Pengaruh musik rock Malaysia ternyata juga sedikit dipengaruhi oleh
musik Indonesia. Keberadaan mereka sempat menjadi idola seperti adanya
penyanyi era 70an dengan permainan nuansa akustik gitarnya yaitu
Ebit G Ade.

Ada beberapa musisi Malaysia yang mencoba menyanyikan lagunya seperti
band Sweet Charity dengan mengaransemennya menjadi musik slow rock
diantaranya lagu Kamelia. Lalu juga ada D’llyod dan The Mercy’s
yang sempat diminati oleh para musisi Malaysia seperti Atan vokalis
dari band Aryan ternyata menyukai dan sempat terpengaruh pada musiknya.
Selanjutnya tidak ketinggalan juga dengan keberadaan band God Bless
yang sudah populer sejak era 70an dan masih ada lagi penyanyi-
penyanyi lainnya.

* Tahun 1988 - 1993

Pada tahun 1988 s/d 1993 adalah masa era keemasan rock Malaysia. Betapa
begitu banyaknya band-band rock baru bermunculan dengan albumnya seperti
Arena, Lestari, Aryan, Melissa, Handy Black, Kejora, Zodiak, Putra, Fotograf,
GAMMA, Teras, Blackrose, CRK, Hidayu, Qiara, Garuda, Olan, Sweat, Ekamatra,
Mercury, Lipan Bara, Iklim, Scarecrow (MASA), Sera, Menara, Evolusi, Erat,
Garuda, Skala, Dinamik, Okid, Analisa, Dayana, Vagrant, Rajawali, G.E.T,
Stra T.G, Illusi, Les Mayor, Loving Born, Strangers, Desire, Cinema,
Sherox, Crossfire, Metafora, Terra Rossa, XPDC, Wild Age, UG14, Teja,
MAY, Viking, Hevea, Belantara, dan banyak lagi. Lalu di Singapura juga
ada band rock seperti Lovethunters, FF (Flaying Funeral), Justice, Aces,
Oblivion, Rockerz/s, Rusty Blade, Helter Skelter dan banyak lagi. Hingga

Dari Brunai Darussalam pun sempat juga meramaikan dengan adanya band Printis.
Lalu banyak juga musisi laki-laki tampil secara solo seperti Rahim Maarof,
Kamal, Ramli Sarif, Azmeer, dll. Penyanyi solo wanita yang distilahkan
dengan Awek Rocker juga ikut ambil bagian seperti Ella, Wohnen, Tila,
Shima, dll.

Sementara itu juga ada bermunculan band-band yang lebih memilih dengan
membawa aliran Underground dari subgenre Trash Metal, Black Metal seperti
Cromok, FTG, Samurai, dll.

Pada masa era keemasan rock Malaysia pada tahun 1988 masa itu ternyata
bukan tanpa masalah. Band-band rock tidak diperkenankan ”diharamkan” berada
di ruang stasiun elektronik milik Kerajaan (pemerintahan di Malaysia)
seperti Radio dan TV RTM.

Hal ini disebabkan oleh penampilan dari kebiasaan mereka berambut gondrong
dan berpakaian glamour seperti menggunakan celana ketat, baju tanpa lengan,
adapun yang lengkap dengan jaket kulit berwarna hitam yang dipandang negatif
oleh masyarakat dan pihak Kerajaan.

Bila ingin tampil mereka harus memotong rambut mereka dan berpakaian lebih
sederhana dan sewajarnya, itu pun lagunya dibatasi dengan irama slow rock
dan Rock Balada. Sedangkan irama Heavy Metal, Rock N Roll, Hard Rock
dibawakan pada saat konsert saja.

Hal ini merugikan industri musik Malaysia dalam perkembangannya. Namun
saluran media swasta yaitu TV3 pada saat itu ternyata tidak menghalangi
menampilkan band-band rock. Sehingga banyak dari mereka berpindah ke
stasiun tersebut dan menjadikan TV3 sebagai tempat saluran utama band-band
rock untuk mengasah bakatnya.

Kepopuleran Rock Malaysia pada masa keemasannya juga sampai ke Indonesia,
ditandai dengan kemunculan Search dengan lagu hits andalannya yaitu Issabella
di tahun 1989 dan sempat dibuat filmnya dari judul lagu tersebut pada
tahun 1990 yang dibintangi oleh pemeran utama Amy Search dan Nia Zulkarnain.

Kemudian banyak band-band rock Malaysia bermunculan membanjiri pasar
Indonesia dari media elektronik seperti Radio dan Televisi serta kaset
albumnya. Diantaranya Iklim, MAY, Ruhil & Metal Child, Dinamik, Arena,
Wings, Ukays (Ukay), Senario, Samudera, Damasutra, S.O.S, Sweat, Mercury,
Mega, Dinamik, Sofea, Ekamatra, XPDC, Kalahari, Classmate, Gersang, GAMMA,
Melissa, Lipan Bara, Cinema, Exists (Exist), Lela, Menara, Febians, Spring,
Okid, Lagenda, Alfa, Roses,  dan banyak lagi.

Salah satu perusahan label kaset album rock Malaysia  di Indonesia adalah
Akurama Records (Indonesia). Pada masa itu Akurama Records tidak pernah
mengedarkannya dalam bentuk keping CD. Selanjutnya bermunculan perusahaan
label rocord lain dari Indonesia yang mengedarkan kaset album Rock Malaysia
seperti BLACKBOARD, Musica Studios, EMI, dll.

Antara edaran album Rock Malaysia di Indonesia dengan di Malaysia berbeda.
Album Rock Malaysia di Indonesia biasanya menggunakan lagu andalan atau hits
sebagai nama albumnya atau diganti dari asal nama albumnya. Uniknya mereka
(musisi/penyanyi band rock dari Malaysia) tidak terlalu mengetahui ternyata
albumnya juga sampai dipasarkan ke Indonesia. Hasil keuntungan dari penjualan
album yang berada di Indonesia hanya diraup oleh pihak pengedar.

* Tahun 1990

Rupanya di awal tahun 1990-an muncul juga band-band rock dari Indonesia sempat
terpengaruh dari rock Malaysia seperti band Caesar, Keyboard Rock Band,
Lochness,dll.

Lalu ada juga penyanyi wanita seperti Cut Irna, Poppy Mercury, Inka Christie,
kemudian ada Nike Ardilla yang merupakan didikan dari Deddy Dores. Deddy
Dores yang sebelumnya pernah bermain band bersama Lipstik dan Caezar cukup
andil besar terhadap perkembangan musik rock melayu di Indonesia dengan
karya-karya nya yang berimakan Slow Rock, sebagian besar bertemakan tentang
cinta. Begitu Banyak sudah Deddy Dores mempopulerkan penyanyi  Lady Rocker
seperti Anie Carera, Tiara, Tresita, Nin Samantha, Mayang Sari, Lady Avisha,
Ikko, dll.

Begitu luar biasanya kepopuleran musik Malaysia sempat menguasai pasar di
Indonesia membuat keberadaan mereka dibatasi. Bila ingin tampil di Televisi
( Stasiun TVRI pada saat itu) dan stasiun radio mereka harus merubah atau
menyesuaikan judul dan lirik lagu ke dalam bahasa Indonesia.

Selain itu ada juga penyanyi solo dari Malaysia mesti berduet dengan penyanyi
Indonesia juga pada albumnya seperti apa yang dilakukan  oleh Amy Search
dengan Inka Christie, Rahim Maarof dengan Conny Dio, dll.

Kembali kepada perkembangan musik Rock Malaysia dan Singapura pada pertengan
tahun 1990-an muncul istilah populer untuk sebutan Rock Melayu yaitu ”Rock
Kapak”. Entah kapan, dari mana dan siapa secara jelas yang memulai istilah
”Rock Kapak” ini.

Ada yang bilang ceritanya dulu ketika ada sekumpulan anak-anak muda di pinggir
jalan sedang menyanyi dengan gitarnya membawakan lagu dari band Search tanpa
diduga ada masyarakat yang sedang membawa kapak mengejar mereka karena menggangu
ketentraman kampung.

Lalu ada juga yang bilang band-band rock tersebut memainkan drumnya seolah-
olah sedang menabuh (benda) kapak. Namun Rock Kapak dapat dipahami sebagai
istilah untuk  penyebutan rock dulu-dulu. Seumpama kapak adalah benda zaman
batu (purbakala) dibandingkan sekarang berada di zaman lebih modern.

Istilah selain Rock Kapak atau Era Rock Kapak juga ada yang cukup populer
seperti Rock Zaman Batu, Rock Dulu-Dulu, Rock Klasik, Rock Otai, Era
(Kegemilangan) Rock, Rock Kangkang. Untuk musisi yang berambut gondrong
dengan segala atribut pakaiannya sudah ada sejak era 80an diistilahkan
”Sempoi” oleh anak-anak muda ataupun mereka yang berpenampilan sama.

Di awal 90an ada juga muncul istilah untuk sebutan lagu slow rock yaitu
”Tangkap Lentuk/Lentok”. Biasanya kebanyakan ”Tangkap Lentuk/Lentok” lagu-
lagunya adalah bertemakan tentang cinta namun ada juga tentang ketuhanan
dan sosial walau tidak terlalu didominasi. Istilah selain ”Tangkap Lentok”
adalah seperti Rock Leleh, Rock Cintan.

Keunikan dari ciri khas musik slow rock mereka adalah kadang biasanya
menambahkan berupa instrumen melayu dengan balutan distorsi gitar elektrik
ataupun akustik. Ada juga dipadukan dengan istrumen keyboard.. Lalu ciri khas
lain permainan dari peran lead guitar biasanya akan menampilkan gitar solo
pada pertengahan dimasa lagu sedangkan peran rythm guitar lebih sebagai
pelengkap lead guitar. Selain itu lirik yang puitis dari estetika bahasa
yang indah juga menjadi kelebihannya

Sekiranya ada 3-5 lagu berirama slow rock dan biasanya salah satu menjadi
lagu hits andalan pada album mereka. Walaupun sejatinya dominasi mereka
adalah lagu-lagu cadas yang beriramakan Hard Rock, Heavy Metal. Musik
cadas mereka seakan sedikit tenggelam lantaran didorong oleh kehendak
dan pertimbangan pasar untuk menyanyikan lagu slow rock.

Hal ini tidak bisa dipungkiri karena salah satu faktor cukup besar dari
kesuksesan penjualan album mereka  adalah musik slow rock ini. Kejadiannya
dimulai sejak akhir 80an dan awal 90an yang menjadi buah bibir perbincangan
oleh masyarakat dan wartawan pada saat itu. Orang yang kurang menyukai lagu-
lagu cadas lebih suka memilih lagu-lagu slow rocknya.

Walaupun begitu gaya dan pengaruh dari Glam Rock, Metal & Heavy Metal
dari Barat dan Asia 70-80an masih kekal adanya.

Semenjak itu dari perkembangannya juga di Indonesia, masyarakat lebih
mengenal musik rock Malaysia  pada awamnya terlanjur disebut sebagai
istilah ”Slow Rock Malaysia/Melayu” selain itu ada juga yang
mengistilahkannya dengan sebutan  Rock Melayu, Malaysian Blues, Rock
Balada Malaysia, Musik Melayu. Musisi band/penyanyinya pun juga ikut
terlanjur disebut ”Band/Penyanyi Slow Rock (Malaysia/Melayu) oleh
masyarakat Indonesia sendiri.

Istilah ”Rock Kapak” tidak begitu populer di Indonesia.  Kalaupun ada
yang pernah dengar istilah ”Rock Kapak” mungkin akan terdengar unik, aneh
dan lucu. Sebenarnya bila mendengar  musik mereka yang berirama cadas
dari segi permainan musikalitasnya tidak perlu diragukan, skill mereka
juga tinggi, ganas, liar dan berani.

* Tahun 1994

Pada perkembanganya pada tahun 1994 s/d 1997 masih banyak kembali band-
band rock pendatang baru bermunculan seperti Stings, EYE, Umbrella, Leon,
To’ki, Screen, Versi, AXL’s, Fair, Arrow, Espiranza, Data, Sejati, Samudera,
dll serta band-band 80-awal 90an ada yang kembali aktif. Dalam masa ini
penampilan cara berpakaian mereka cenderung mulai lebih polos dari
sebelumnya. Mereka tidak lagi berpenampilan glamour. Rambut gondrong masih
ada namun tidak terlalu mendominasi lagi. Musik berirama slow rock masih
menjadi andalan mereka namun masih ada tetap terselip lagunya yang berirama cadas.

Kemudian di tahun 1997 s/d 2001 band-band pendatang baru dengan suasana
lebih segar dan mulai kearah modern memberikan suasana baru dalam
perkembangannya seperti adanya Scoin, Spin, Scorr, Jelmol, Sup, Spoon,
Data, dll.

Ciri khas musik mereka begitu lebih kental nuansa kemelayuannya secara
totalitas. Warna suara sang vokalis terdengar mengalun mendayu-dayu serasa
merintih. Biasanya lirik lagu bertemakan tentang cinta kesedihan yang
mengharu biru. Kemudian muncul lagi istilah populer yaitu ”Rock Jiwang”
untuk sebutan mereka.

Tidak bisa dipungkiri istilah ”Rock Jiwang” menjadi sebuah subgenre baru
untuk Rock Melayu selain ”Rock Kapak”. Istilah sejenis selain  ”Rock Jiwang”
yang juga populer seperti Rock Leleh, Rock Cintan, Rock Lentok Punya.

Pada masa itu juga hadir band-band baru dari sekumpulan anak-anak muda
remaja seperti New Boyz, Boboy, Q-face, dll yang mengusung aliran Slow/Pop
Rock. Istilah ”Rock Jiwang” boleh juga disebut lagu-lagu slow rock yang
berada di era 80an dan awal 90an. Memang agak sedikit membingungkan karena
ada sebagian orang juga menyebut band-band ”Rock Jiwang” adalah bagian dari
Rock Kapak, disisi lain sebagian besar orang lebih suka membedakannya.

Namun boleh dikatakan band ”Rock Jiwang” sebagai bagian dari ”Rock Dulu-Dulu”.
Sementara itu band-band lama era80an dan awal 90an sudah berangsur tidak
aktif lagi atau bubar serta juga banyak memilih bekerja di luar dari
bidang musik.

Kemudian sebagian dari mereka membentuk band baru dan ada juga yang lebih
memilih bersolo karir. Rupanya keberadaan seperti Search, MAY, Wings, Handy
Black, Bloodshed, dan puluhan band lain dari angkatan era lama masih tetap
terdengar gaungnya dan tetap berjaya hingga awal tahun 2000an.

* Tahun 1997

Kembali ke Indonesia pada tahun 1997 s/d 2001 rock melayu masih tetap
ada pengaruhnya. Deddy Dores masih tetap menghadirkan penyanyi-penyanyi
Lady Rockers  dengan karya-karyanya yang sering menjadi hits. Adapun
penyanyi wanita yang dihadirkan dari hasil pencarian (audisi) seperti
Sonia yang berasal dari Bandung, Jawa Barat dimana lagu-lagunya sebagian
besar adalah karya oleh Iwan.

Kemudian juga penyanyi solo laki-laki seperti Rudiath, Iwan, Ferhad Najib,
Darmansyah, Sultan, Adi Sahrul, dll. Lalu ada band Gen Rose kemudian ada
Fenomena dari Jakarta tahun 1998 dan band Asahan dari Kab. Asahan, Sumatera
Utara tahun 1999 meramaikan musik rock melayu.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia sendiri mengira mereka  adalah artis p
enyanyi dari Malaysia lantaran aliran musik yang mereka bawa.

* Tahun 1999

Pada tahun 1999 musik dan edaran album Rock Malaysia berangsur mulai dibatasi di
Indonesia. Hingga tahun 2005 sudah jarang atau tidak terlihat lagi. Kalaupun ada
album baru dari mereka itupun cuma beberapa saja yang beredar ataupun album
kompilasi dari ambilan lagu-lagu lama.

Perkara ini ternyata sedikit terobati dengan hadirnya penyanyi-penyanyi beraliran
slow rock nuansa melayu dari Padang, Sumatera Barat seperti Thomas Arya, Nelson’s,
Yelse kemudian tahun-tahun berikutnya muncul pendatang baru dari daerah tersebut
seperti Febian, Rhiena, Jhon Kinawa, Anton, Delta, Yulis Udo, Vina, JQ, Guslian,
Sania, Boy Sandy, Rhenyma, dll.

* Tahun 2001

Sejak tahun 2001 hingga memasuki lewat 2010 industri musik Malaysia didominasi
oleh musik dari Indonesia. Ada beberapa band lama seperti band Exists yang
sejak 2001 sudah merubah alirannya menjadi Rock Progresif dan unsur
kemelayuannya sudah diminimalisir.

Kemudian banyak band-band baru hadir dengan memilih kejalur indie. Kalau
di dengar sekilas mirip dengan lagu band-band Indonesia. Lirik lagu nya
juga cenderung lebih sederhana dari kosa kata yang awam sering didengar.
Namun dalam keadaan itu ternyata band-band dengan aliran underground dari
subgenre Black Metal, Trash Metal, Nu Metal, dll. muncul memeriahkan
dalam industri musik Malaysia dan juga Singapura seperti hadirnya kembali
band Cromok, lalu ada juga hadir seperti Metalasia, Sil Khannaz, Herriot,
As-Sahar, dll.

Kemudian ada band baru seperti Khalifah yang membawa aliran dari pengaruh
Rock Kapak 80-90an dengan kombinasi yang lebih modern dari aliran Hard Rock
berbalut nuansa ala Timur Tengah, unsur kemelayuan juga masih ada.

Musik Rock Melayu tidak bisa dipungkiri menjadi bagian dari genre atau
aliran musik yang berkembang di negara serumpun (Malaysia, Singapura,
Indonesia dan Brunai Darussalam) dan memiki penikmatnya sendiri yang juga
banyak.

Walaupun kadang dari kalangan masyarakat aliran ini menyebutnya dengan
istilah musik cengeng, kampungan, ketinggalan zaman, kuno, dan sebagainya.

Semoga dengan mengetahui sejarah dan filosofi dari musik Rock Melayu membuat
kita tidak langsung serta merta hanya memproklamirkan sebuah lagu Slow Rock
nya saja dengan ciri khasnya vokalnya yang mendayu-dayu melengking dengan
balutan khas distorsi musik instrumen melayu nya.

Jangan pula dibilang musik yang berirama cadas bukan tidak berarti juga
masuk bagian dari Rock Melayu. Harapan terakhir, semoga musik Rock Melayu
dapat berkembang dan dapat sejajar dengan genre musik lain seiring dengan
perkembangan zaman yang ada dan hadir dengan menciptakan karya-karya
yang baru.

Sumber :
Wikipedia Bahasa Indonesia/Melayu

____________________________________________________________________

Sekilas pengaruh Musik Malysia pada Musik Indonesia dilihat dari
Musik Pop dan Rock
____________________________________________________________________

Mengacu pada uraian diatas, maka ini yang dapat penulis sampaikan :

1. Dari Tahun 1988 - 1990 dapat dikatakan adalah masa kepopuleran musik
Malaysia. Pada saat ini banyak bermunculan group-group musik dari berbagai
aliran, hingga beberapa aliran musik tersebut tidak diperbolehkan di
tampilkan di malaysia.

Situs Musik Melayu mengatakan :

Pada masa era keemasan rock Malaysia pada tahun 1988 masa itu ternyata
bukan tanpa masalah. Band-band rock tidak diperkenankan ”diharamkan” berada
di ruang stasiun elektronik milik Kerajaan (pemerintahan di Malaysia)
seperti Radio dan TV RTM.

2. Dkatakan juga mengenai pengaruh musik Rock Malaysia ini :
Kepopuleran Rock Malaysia pada masa keemasannya juga sampai ke Indonesia,
ditandai dengan kemunculan Search dengan lagu hits andalannya yaitu Issabella
di tahun 1989 dan sempat dibuat filmnya dari judul lagu tersebut pada
tahun 1990 yang dibintangi oleh pemeran utama Amy Search dan Nia Zulkarnain.

Dan untuk mengenang masa kepopuleran ini, musik Isabella untuk anda :

Musik...!



____________________________________________________________________

Sekilas pengaruh Musik Indonesia pada Musik Malaysia dilihat dari
Musik Pop dan Rock
____________________________________________________________________

Mengacu pada uraian diatas, maka ini yang dapat penulis sampaikan :

1. Musik Indonesia sangat perpengaruh pada Malaysia di sekitar tahun
   awal 80'an. Situs Musik Malaysia mengatakan :

Pengaruh musik rock Malaysia ternyata juga sedikit dipengaruhi oleh
musik Indonesia. Keberadaan mereka sempat menjadi idola seperti adanya
penyanyi era 70an dengan permainan nuansa akustik gitarnya yaitu
Ebit G Ade.

Ada beberapa musisi Malaysia yang mencoba menyanyikan lagunya seperti
band Sweet Charity dengan mengaransemennya menjadi musik slow rock
diantaranya lagu Kamelia. Lalu juga ada D’llyod dan The Mercy’s
yang sempat diminati oleh para musisi Malaysia seperti Atan vokalis
dari band Aryan ternyata menyukai dan sempat terpengaruh pada musiknya.
Selanjutnya tidak ketinggalan juga dengan keberadaan band God Bless
yang sudah populer sejak era 70an dan masih ada lagi penyanyi-
penyanyi lainnya.

Dan untuk masa kejayaan musik Indonesia, "Camelia" untuk anda.

Musik....!


Ket :
Camelia 2,3 dan 4 ada di :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/ebiety-g-ade-nyayian-rindu-untukmu.html
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/ebiet-g-ade-otobiografi-karir.html
_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya dapat lebih menerangkan / menjernihkan hal yang mungkin selama
ini samar-samar tentang "Saling pengaruhnya musik Indonesia dan
Malaysia".

"Majulah musik Indonesia dan majupula-lah musik Malaysia".

....dan....jika anda ingin bertanya : "manakah yang duluan mempengarhi,
maka penulis akan menjawab yang duluan mempengaruhi adalah Musik
Indonesia, karena musik Indonesia populernya bagi orang Malaysia dari
Tahun 1980-1987. Sedangkan Musik Malaysia populernya bagi orang
Indonesia dari Rahun 1988 - 1999.

Selamat malam...!

________________________________________________________________________
Cat :









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar