Minggu, 29 November 2015

Semut : Pemahaman umum, Jenis, Penyebaran, Evolusi, Morpologi dan Anatomi


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Semut dalam hubungannya dengan Pemahaman umum,
Jenis, Penyebaran, Evolusi, Morpologi dan Anatomi)
_________________________________________________________________













________________

Kata Pengantar
________________

"Ada tiga nama Surah Dalam Qur'an yang merupakan nama Hewan" Dimikian
kata khotib memulai khutbahnya di Masjid Nurul Iman Kec. Sukaraja Bogor
pada saat khutbah Jum'at Nopember 2015.
,
Untuk kemudian melanjutkan :

1. Surah An-Naml (Semut)
2. Surah Al-'Ankabut (Laba-laba)
3. Surah An-Nahl (lebah)

Para kawan dimanpun berada...!

Postingan ini tidaklah meninjau "Semut" dari sisi Agama Islam, tapi
meninjau secara umum. Dan jika anda ingin tahu tinjauan-nya secara
Islam dapat melaju lewat link :
http://galeri1msad.blogspot.co.id/2015/11/semut-dalam-tinjauan-islam.html

Selamat menyimak...!
_______________________________

Seklas nfo tentang semut
________________________________









Semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa 
Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies),
sebagian besar hidup di kawasan tropika. Sebagian besar semut
dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya
yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni.

Anggota koloni terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan
ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga.

Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan
mereka. Koloni semut kadangkala disebut "superorganisme" karena koloni-
koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.







Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan
terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat
lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan
dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua
kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh
kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali
berat badannya sendiri.

Asam format disebut juga "asam semut" karena semut menghasilkan
asam ini sebagai alat pertahanan diri.

* Jenis dan penyebaran







Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di
beberapa tempat seperti di Islandia, Greenland, dan Hawaii, mereka tidak
menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat
membentuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar

Beberapa jenis semut sangat dikenal oleh manusia karena hidup bersama-sama
dengan manusia, seperti semut hitam, semut besar, semut merah, semut api,
dan semut rangrang.

Rayap terkadang disebut semut putih namun sama sekali berbeda kelompok dari
semut walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama.

* Evolusi


Keluarga Formicidae adalah bagian dari ordo Hymenoptera, yang mencakup lebah
dan tawon. Semut adalah keturunan dari generasi tawon Vespoidea. Analisis
Filogenetik mengindikasikan bahwa semut telah berevolusi dari capung vespoid
pada periode Kapur sekitar 120 juta sampai 170 juta tahun yang lalu.

Setelah kemunculan tumbuhan Angiosperma sekitar 100 juta tahun yang lalu,
mereka menganekaragamkan pengaruh ekolofi sekitar 60 juta tahun yang lalu.
Beberapa dari periode Kapur adalah bentuk pertengahan dari semut dan tawon,
dan ini menambahkan bukti bagi nenek moyang tawon. Seperti hewan berordo
Hymenoptera lainnya, sistem genetika semut ditemukan di haplodiploidy.

Pada tahun 1966, E. O. Wilson, dkk. menemukan fosil semut dalam getah pohon
(Sphecomyrma freyi) dari periode Kapur. Fosil ini terjebak di sebuah getah
pohon di New Jersey dan telah berumur lebih dari 80 juta tahun.

Fosil ini memberikan bukti terjelas tentang hubungan semut modern dan
tawon non-sosial. Semut periode Kapur berbagi karakteristik semut modern
dan tawon.

Selama periode Kapur, hanya sebagian kecil spesies yang berhasil menguasai
daerah benua besar Laurasia (bagian utara). Mereka pun sangat langka dengan
perbandingan jumlah sekitar 1% dari jenis serangga lainnya.

Semut menjadi dominan setelah radiasi adaptif pada awal Periode Tertiari.
Jumlah spesies yang tersisa pada periode Kapur dan periode Ecocene, hanya
1 dari 10 genera yang punah sampai saat ini. 56% dari genera semut yang
terdapat di fosil getah kayu di daerah Baltik (sejak Oligocene awal), dan
sekitar 96% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di Dominika
(sejak awal Miocene) masih bertahan hingga sekarang.[4]

* Morfologi


Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan
metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga
lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut
kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel)
di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma
(perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole).

Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau
yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).

Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka
luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot,
berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak
memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian
dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka.

Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai
gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang
bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip
dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf
ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion
dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.

* Anatomi semut.







Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga
lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang
lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik.

Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi
perubahan cahaya dan polarisasi.[8] Kebanyakan semut umumnya memiliki
penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta.

Namun, beberapa spesies semut, semisal semut bulldog Australia, memiliki
penglihatan yang baik. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang
membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi.








Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi
feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga
berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di
depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau
mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek,
membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian
dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan
untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.

Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya
terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada
permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap.

Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu
semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.









Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting,
termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang
terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan
melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki
kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk
pertahanan.

* Perkembangan


Ratu semut pemakan daging yang telah dibuahi mulai menggali koloni baru
Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Jika telur telah dibuahi,
semut yang ditetaskan betina (diploid); jika tidak jantan (haploid). Semut
are holometabolism, yaitu tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap, melewati
tahap larva dan pupa (dengan pupa yang exarate) sebelum mereka menjadi dewasa.









Tahap larva adalah tahap yang sangat rentan — lebih jelasnya larva semut
tidak memiliki kaki sama sekali – dan tidak dapat menjaga diri sendiri.

Perbedaan antara ratu dan pekerja (dimana sama-sama betina), dan antara kasta
pekerja jika ada, ditentukan pada saat pemberian makan saat masih menjadi
larva. Makanan diberikan kepada larva dengan proses yang disebut trophallaxis
dimana seekor semut regurgitates makanan yang sebelumnya disimpan dalam
crop for communal storage. Ini juga cara yang digunakan semut dewasa
memdistribusikan makanan pada semut dewasa lainnya. Larva and pupa harus
disimpan pada suhu yang cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh
dengan baik, sehingga sering dipindahkan ke berbagai brood chambers
dalam koloni.

Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa
hari pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat
menjadi menggali dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan
dan mempertahankan sarang.








Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan disebut dengan kasta
sementara. Suatu teory mengapa seperti itu karena mencari makan memiliki
risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi jika
mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian.

Pada beberapa spesies semut terdapat kasta fisik — pekerja bisa memiliki
ukuran tubuh yang berbeda-beda, disebut pekerja minor, median, dan major, .
Biasanya semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional
besarnya, dan correspondingly rahang yang lebih kuat.








Semut seperti ini seringkali disebut semut "tentara" karena rahang mereka
yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika digunakan untuk bertarung
dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap seekor semut perkerja dan
tugas mereka tidak banyak berbeda dengan pekerja minor atau median.

Pada beberapa spesies semut tidak memiliki pekerja median, membuat pemisahan
tegas dan perbedaan fisik yang jelas antara pekerja minor dan major.

______________

Penutup
______________









Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya jelas bagi kita, "Bukan saja dalam dunia manusia, manusia itu
penuh kelebihan dan kekurangan. Begitupun dalam dunia hewan. Rupanya.

Selamat malam...!

Oya kawan ale-ale...!

Dalam Budaya Batak, "Semut atau Porkis ini" sering juga diperumpamakan
dalam Khobar di acara-acara adat.

















Misalnya :

Nang pe diukkup bere lubangi
sai tong doi lubang
manang boru ahape di buat berei
sai tong doi boru ni tulang.

Maksudnya lubang dalam hal ini adalah lubang ni porkis yang memang
sering ditutup berei asa ulang kaluar porkis sian lubangi.

Kalau porkis kaluar dari lobang itu, maka tak jarang porkis ini
jadi menganggu berei. Dan yang paling di takutkan berei, jika
porkis itu kaluar pada saat beliau mangittir atau manair-nair di
tobing atau tebing adalah gigitannya.

Bere yang digigit semut di tebing, bukan tidak mungkin dapat
menyebabkan beliau jadi madabu tukkayap bargulang-gulang tu
ramba-ramba-an.

""Mangittir au di tobing
di doit porkis palapakku
marpikir au sattokkin
dilojongkon halak borutulangku"

Demikian indah satra batak Angkolanya para kawan sekalian

Selamat malam...!

Musik...!



video



_______________________________________________________________________
Cat :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/lebah-pemahaman-umum-koloni-pembagian.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/laba-laba-pemahaman-umum-morfologi.html

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/semut-pemahaman-umum-jenis-penyebaran.html
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar