Kamis, 10 Desember 2015

Senam Artistic/Gymnastics/Rytmic dan Macam Animasi-nya

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak ifo sekitar Senam Artistik atau Gymastics atau rhytmic
sekaligus menikmati keartistikan senam-nya lewat macam animasi)
____________________________________________________________________












____________________

Kata Pengantar
____________________


"Susah pagi, susah siang, susah petang dan susah malam" adalah jenis-jenis
kesusahn dilihat dari waktu kesusahannya.

Sedangkan lawannya adalah :

"Senang pagi, senang siang senang petang dan senang malam" adalah jenis
jenis senang dilihat dari segi waktunya.

....pun...

Ada pula namanya "Senam Kesegaran Jasmani atau SKJ, Senam Kesegaran
Rohani atau SKR, Senam Ibu Hamil atau SKH, Senam Bapak Hamil atau SBH,
Senam Kecantikan atau SK, Senam Kegantengan atau SG, Senam Tempat Tidur
atau STT dan Senam Mandogo Pintu atau SPM.

Ehem...!

Bagaimana dengan Senam Artistic yang dalam Bahasa sononya disebut
Gymnastics atau Senam Rytmic. Sudahkah anda memahaminya...?

Para kawan dimana-pun berada...!

Berikut info sekitar Senam Artistics atau Gymnastic.

Selamat menyimak lewat lagu penemaninya, "Alusi Au Ito da".

Musik...!

video

____________________________________________________________

Sekilas info tentang Senam Artistic/Gymnastics/Rytmic 
dan Macam Animasi-nya
____________________________________________________________










* Pemahaman Umum

Senam artistik adalah salah satu disiplin olahraga senam, dan merupakan
cabang sangat populer pada Olimpiade. Pada hari pertandingan seorang
pesenam melakukan sebuah rangkaian gerakan singkat (bervariasi mulai
dari 30 sampai dengan 90 detik) untuk setiap alat yang berebda, sementara
untuk meja lompat membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Senam artistik berada di bawah naungan Federation Internationale de
Gymnastique (disingkat FIG) yang menyusun manual penilaian dan regulasi
untuk semua aspek dari kompetisi elite internasional. Sementara dalam
lingkup nasional, senam diatur oleh masing-masing federasi nasional,
British Amateur Gymnastics Association (disingkat BAGA) di Britania
Raya, USA Gymnastics (disingkat USAG) di Amerika Serikat, dan
Persani di Indonesia.


* Sejarah








Senam ritmik pada PON XVII 2008 di Samarinda
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani,
yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan
oleh atlet-atlet yang telanjang".

Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan
membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan.

Baru pada akhir abad ke-19, peraturan-peraturan dalam senam mulai
ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal Olimpiade
modern, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada
sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.

Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport (Bannes and Company,
New York, 1960), senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak
atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk
otot-otot tubuh seperti pergelangan tangan, punggung, lengan, dan
sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga unsur-unsur
jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.








Definisi senam menurut Drs. Imam Hidayat dalam buku Penuntun Pelajaran
Praktek Senam (STO Bandung, Maret 1970), "Senam ialah latihan tubuh
yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan
dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan
pribadi secara harmonis."

Olahraga senam terdiri dari bermacam-macam nomor: senam kuno, senam
sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, dan senam
artistik. Senam dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan
semakin berkembang. Nomor senam yang dulunya tidak untuk
dipertandingkan, sejak akhir abad ke-19 mulai dipertandingkan,
dan dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation
International de Gymnastique (FIG).


* Perkembangan senam artistik di Indonesia









Senam artistik mulai dikenal di Indonesia pada saat menjelang Pesta
Olahraga Negara-Negara Berkembang I (GANEFO) di Jakarta pada tahun
1963. Di GANEFO I, senam artistik merupakan salah satu cabang olahraga
yang dipertandingkan, sehingga perlu dibentuk suatu organisasi untuk
menyiapkan para pesenam.

Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI
(Persatuan Senam Indonesia) atas prakarsa tokoh-tokoh olahraga se-
Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga
senam.

Promotornya berasal dari tokoh-tokoh dari daerah Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Persani kemudian membina
dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam
Ganefo I dan pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia
menghadapi pertandingan internasional.

Kegiatan selanjutnya Persani adalah mengikut sertakan tim senam dalam
rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia. Pelatih-pelatih
senam dari RRC didatangkan untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia,
sehingga Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam.

Perkembangan latihan dengan pelatih dari RRC harus berhenti sementara
karena kepulangan pelatih-pelatih dari RRC setelah meletusnya
 Gerakan 30 September.

Pada tahun 1967, T.J. Purba dikirim ke Jerman Timur untuk mengikuti
sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan sebagai upaya
mengejar ketinggalan Indonesia dalam cabang olah raga senam.

Titik tolak kedua perkembangan olah raga senam di Indonesia adalah
dimasukkannya cabang olahraga senam artistik untuk pertama kalinya
dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan
seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.

* Peralatan














1. Meja lompat

Meja lompat adalah alat yang digunakan untuk pertandingan senam
artistik. Tidak seperti cabang perlombaan lainnya, meja lompat
dipertandingkan baik untuk kompetisi putra maupun putri, dengan
sedikit perbedaan di antara keduanya.

Pesenam akan melakukan lari cepat di jalur yang disediakan, dengan
panjang maksimal 25 meter, sebelum melompat ke spring board. Dengan
memanfaatkan tolakan dari spring board, pesenam mengarahkan tangannya
ke meja lompat.

Posisi tubuh dijaga sementara melakukan tolakan (blok dari meja lompat
hanya memanfaatkan pergerakan bahu) dengan alat meja lompat. Pesenam
kemudian melakukan rotasi tubuhnya sendiri kemudian melakukan
pendaratan dengan posisi tubuh tegap di sisi lain dari meja lompat.

Dalam ajang pertandingan senam tingkat dunia, beberapa elemen putar
(twist) dan gerakan akrobatik lainnya boleh dilakukan sebelum pendaratan.
Kesuksesan dari pertandingan di alat ini bergantung pada kecepatan
sewaktu berlari, jauhnya lompatan yang dihasilkan, dan besarnya tenaga
tolakan yang berhasil dihasilkan dari kekuatan kaki dan tangan,
kesadaran kinastetik di udara, kecepatan dari rotasi dalam hal untuk
membuat sebuah gerakan yang lebih sulit dan rumit

Pada tahun 2001 kuda-kuda lompat digantikan oleh meja lompat, kadang-
kadang dikenal sebagai meja atau lidah, dikarenakan bentuknya yang
seperti lidah. Peralatan baru ini lebih stabil, lebat, dan panjang
dari pada kuda-kuda lompat - diperkirakan 1 m lebih panjang dan 1 m
lebih lebar, memberikan pesenam tempat untuk melakukan tolakan yang
lebih besar, dan demikian pula lebih aman dari pada kuda-kuda lompat.

Pesenam yang lebih muda tidak menggunakan meja lompat. Pesenam muda
melakukan lompatan menggunakan semacam tikar yang terdiri dari sebuah
kota berisi spon dengan pelicin di luarnya.


2. Lantai















Pesenam putra melakukan rangkaian gerakan pada sebuah permukaan dengan
ukuran 12 m x 12 m. Sejumlah rangkaian tumbling passes dipertunjukkan
untuk mendemonstrasikan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan.

Pesenam juga harus mempertontonkan keterampilan dalam hal kekuatan,
termasuk gerakan memutar, keseimbangan, dan gerakan handstand.
Senam lantai umumnya mempunyai 4 rangkain passes dengan total
waktu berkisar antara 60-70 detik dan tanpa musik, tidak seperti
pada senam lantai putri. Peraturan yang berlaku meminta untuk
setiap pesenam menyentuh setiap sudut paling tidak satu kali
selama rangkaian gerakannya.

3. Kuda-kuda pelana









Rangkaian rutin dari pertandingan kuda-kuda pelana pada umumnya
terdiri dari gerakan menggunakan satu kaki maupun dua kaki.
Keterampilan dengan menggunakan satu kaki umumnya ditemukan pada
gerakan gunting, sebuah elemen gerakan yang umum dilakukan di kuda-
kuda pelana. Gerakan dengan dua kaki, merupakan gerakan pokok dari
nomor ini. Pesenam berayun dengan kedua kaki dalam gerakan memutar
(baik searah jarum jam maupun berlawanan jarum jam tergantung
keinginan) dan mempertontonkan sejumlah keterampilan di semua
bagian alat. Untuk membuat rangkaian gerakan lebih menantang,
pesenam biasanya akan memasukkan variasi dari keterampilan memutar
yang biasa dengan memutar (moores dan spindles) atau dengan
membuka kaki mereka (flares). Rangkaian rutin berakhir ketika
pesenam melakukan dismount, baik dengan mengayunkan badannya
melewati kuda-kuda pelana atau mendarat setelah gerakan handstand.

4. Gelang-gelang







Gelang-gelang diperdebatkan sebagai nomor yang paling menuntut
kekuatan fisik. Gelang biasanya tergantung pada kawat kabel
setinggi 5,8 meter dari permukaan lantai dan disesuaikan dengan
ketinggian sehingga pesenam mempunyai ruang untuk bergantung dengan
bebas dan berayun. Pesenam harus mempertontonkan sebuah rutin
yang mempertunjukkan keseimbangan, kekuatan, tenaga, dan gerakan
dinamis dengan menghindari gerakan berayun. Pesenam diwajibkan
untuk melakukan paling tidak sebuah gerakan statis yang membutuhkan
kekuatan, tetapi beberapa pesenam melakukan dua atau tiga. Sebuah
rutin harus diawali dengan mount yang impresif, dan dan ditutup
dengan dismount yang impresif.

5. Palang sejajar

Pesenam putra tampil di dua buah paling yang sedikit lebih lebar
dari lebar bahu dan biasanya mempunyai tinggi 1.75 m sementara
melakukan sejumlah seri ayunan, keseimbangan, gerakan pelepasan
dari alat (release) yang membutuhkan kekuatan dan keseimbangan
 yang baik.

2. Palang tunggal










Sebuah palang baja tebal dengan diameter 2,4 cm dengan tinggi 2,5 m
dari permukaan merupakan alat yang harus digunakan oleh pesenam
melalukan gerakan, keahlian release, gerakan berputar (twist),
dan perubahan arah. Dengan menggunakan semua momentum dari dari
rangkaian gerakan, dan tinggi yang cukup untuk menghasilkan
pendaratan (dismount) yang spektakuler. Grip dari kulit biasanya
digunakan untuk membantu pegangan di palang.

Seperti juga pada pesenam putri, pesenam putra juga dinilai untuk
seluruh nomor mereka, pelaksanaan, tingkat kesulitan, dan
keseluruhan penampilan keterampilan.

_________________

Penutup
_________________







Demikian infonya para kawan sekalian...!

....dan...

 Selamat malam...!



________________________________________________________________________
Cat :




http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar