Kamis, 10 Maret 2016

Nanny Lubis Sebagai Ibu Pelopor Senam Indonesia


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Nanny Lubis sebagai Ibu Pelopor Senam Indonesia)
__________________________________________________________________________














____________________

Kata Pengantar
____________________

Lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2016/03/balet-dunia-dan-indonesia-dalam-sejarah.html
penulis mengurai mengenai "Balet Dunia dan "Balet Indonesia". Dan
pada salah satu uraiannya dikatakan :

Di awal abad ke-20, balet di Indonesia kebanyakan diajarkan dan dirintis
oleh orang Belanda yang bermukim di Indonesia, yang mengajarkan balet
kepada para perintis balet Indonesia. Puck Meijer yang berada di Jakarta
mengajarkan ballet kepada Farida Oetoyo, Nanny Lubis, James Danandjaja,
Elsie Tjiok, dan Julianti Parani.

Sementara di Surabaya, Marlupi Sijangga belajar kepada Mevrouw Zaller.
Ludwig Werner dan Willy Roemers juga menjalankan sekolah balet di Jakarta
yang bertahan hingga pertengahan abad ke-20 di mana Farida Oetoyo juga
belajar dan mengajar di sana.

Sepeninggal para guru balet Belanda tersebut, di awal tahun 50-an mulai
berdiri sekolah balet oleh perintis balet Indonesia. Pada tahun 1956 dua
sekolah balet berdiri, yaitu Namarina oleh Nanny Lubis di Jakarta dan Marlupi
Dance Academy oleh Marlupi Sijangga di Surabaya.

Para kawan dimanapun berada...!

Berikut info kelengkapan dari pemilik nama, "Nanny Lubis" di atas.

Selamat menyimak...!

_____________________________________

Sekilas Ifo tentang Nanny Lubis
_____________________________________






























* Pemahaman Awal

Nanny Lubis (Lahir di Tegal 24 November 1926, wafat di Jakarta,
Agustus 1993) adalah salah satu perintis tari balet di Indonesia.

Nanny Anistasia Lubis lahir dari pasangan Ir. Abdul Hadi Lubis
dan Siti Nurida Siregar di Tegal. Pendidikan formal Nanny dimulai
dengan ELS (setara dengan Sekolah Dasar sekarang), kemudian ke MULO
(Sekolah Menengah Pertama), dan berlanjut ke SMT (sekarang dikenal
sebagai SMA Kanisius).

Selanjutnya ia juga memperoleh kesempatan mengecap pendidikan di
Universitas Indonesia pada Fakultas Hukum dan Sastra. Sewaktu masa
sekolahnya, ia dikenal sebagai seorang gadis yang super aktif dan
banyak terlibat dalam berbagai kegiatan olah raga. Lempar cakram
merupakan cabang olah raga yang sangat digemarinya.

Dunia ballet mulai digelutinya sejak ia berumur 12 tahun. Saat itu
ia berlatih di bawah bimbingan Puck Meijer yang menyarankan Nanny
untuk mendirikan sekolah balet sendiri.

* Hal Sekolah Balet (Namarina)























Pada tahun 1956 Nanny dengan mendirikan Namarina di Jakarta yang
berfokus di bidang senam dan balet. Ia juga menjalani berbagai
pelatihan dan sertifikasi di Belanda, Inggris, Singapura, Jepang,
Jerman dan Amerika Serikat.

Di samping aktivitasnya dalam dunia ballet dan senam, Nanny juga
sempat berkarir sebagai penyiar di Radio Republik Indonesia untuk
beberapa tahun.

https://www.youtube.com/watch?v=2M4s1kyoP2I








Bersama beberapa sekolah balet lain, pada tahun 1980 dibentuklah
Ikatan Pengajar dan Pelatih Balet (IPPB) oleh Dinas Kebudayaan DKI
Jakarta. Awalnya, institusi ini diketuai oleh Nanny Lubis.

Pada 1998, IPPB dikukuhkan oleh Gubernur DKI di Gedung Kesenian Jakarta
sebagai wadah kesenian tari balet di bawah naungan Dinas Kebudayaan
DKI Jakarta.

Di tahun 1993, Nanny wafat karena kanker. Putrinya Maya Tamara
meneruskan perjuangan Nanny.

* Hal Karir




























Namanya tidak bisa dipisahkan dari Namarina Dancing, karena ia
memang pendiri Yayasan Namarina, 31 Desember 1956. Namun, yayasan
itu kemudian diubahnya menjadi usaha perorangan. "Suatu sekolah
yang dikelola yayasan ternyata sulit, karena pengurusnya lebih
dari seorang," katanya. Nama Namarina itu sendiri, menurut Nanny,
diambil dari bahasa Tapanuli.

Nanny kecil, pada usia 12 tahun, selalu mengunci diri setiap pulang
sekolah. Ia latihan tari secara diam-diam di depan cermin untuk
pesta kenaikan kelas di sekolahnya, sekitar 1938. Dan ketika pesta
kenaikan kelas di Eerste Europese Lagere School, Jakarta, itu
penontonnya kebanyakan orang Belanda, seorang di antaranya mengumpat,
"Lho, ada orang hitam turut menari? Tapi, kok paling bagus?"

Tentu saja Nanny dongkol meski ada rasa senang mendapat pujian.
Sejak itu, Nanny semakin giat berlatih.Tahun 1954, anak kedua
dari tiga bersaudara ini belajar di Teachers Training Courses Ballet
& Gymnastics, Hamburg, Jerman Barat.









Kemudian ke Singapura, Jepang, dan Inggris. Pulang dari negara-negara
itulah ia mendirikan Namarina, di Jalan Cimahi 18, Jakarta. Sekarang,
punya beberapa cabang di Jakarta dan Bandung.

Sejak berdirinya, Namarina hampir setiap tahun mementaskan karya-
karyanya di Jakarta dan Bandung. Sejak 1981, semua ciptaannya di
bawah pengawasan pimpinan artistik, Maya Tamara Lubis, putri
bungsunya, lulusan London, 1980.

Ia juga mengajar aerobik disko, dengan gerak-gerak yang diciptakan
sendiri. "Bukan seperti disko anak-anak di klub," ujarnya. Tujuannya,
konon, melatih ketajaman daya tangkap agar tidak mudah pikun. Itu
sebabnya hampir separuh dari 400 orang siswanya yang berlatih di
Jalan Cimahi 18 itu terdiri dari para ibu.

Selama 25 tahun mengajar balet, ia mengatakan, "Menampilkan sesuatu
yang Indonesia dalam balet, hanya bisa dilakukan dalam kondisi
kontemporer, bukan klasik," ujarnya. Nanny menikah dengan R.B. Sugiri,
1951, dikaruniai tiga anak.


* Hal Penghargaan yang Diperoleh

https://www.youtube.com/watch?v=2M4s1kyoP2I



















1982 Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia
1982 Salah satu Wanita Indonesia yang masuk dalam buku
     “The World Who’s Who Women”
1985 Ibu Pelopor Senam Indonesia


* Hal Balerina Muda Indonesia (Namarina)

https://www.youtube.com/watch?v=d4Dol_s7x3w




























Athaya Puri Syahrial, ARAD diapit oleh Felicia Harenya Suniastari, ARAD
dan Irina Putri Sudarsono, ARAD menampilkan kepiawaiannya dalam
pertunjukan balet bertema Existence oleh Namarina Youth Dance di
Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (20/11).

Penggunaan kata Ballo yang kemudian menjadi balet pertama kali
diperkenalkan oleh Domenico da Piacenza, seorang penari dari Italia.
Pada awal abad ke-20, tari balet mulai diajarkan kepada rakyat Hindia
Belanda lewat Puck Meijer dan Mevrouw Zaller.
(Yunaidi/National Geographic Indones


______________________________________________________________

Sekilas Pendapat penulis Pada Istilah "Namarina Dancing"
______________________________________________________________

https://www.youtube.com/watch?v=2M4s1kyoP2I





























Pada salah satu situs dikatakan :

Namanya tidak bisa dipisahkan dari Namarina Dancing, karena ia
memang pendiri Yayasan Namarina, 31 Desember 1956. Namun, yayasan
itu kemudian diubahnya menjadi usaha perorangan. "Suatu sekolah
yang dikelola yayasan ternyata sulit, karena pengurusnya lebih
dari seorang," katanya. Nama Namarina itu sendiri, menurut Nanny,
diambil dari bahasa Tapanuli. artinya dipersembahkan untuk ibu.

Pendapat penulis :

- Istilah Namarina dalam Bahasa Batak Angkola punya tafsir denotatif
  (Tafsir Kamus)  dan konotatif (Tafsir Ganda / banyak)

- Jika tafsir Denotatif maka artinya "Tidak Punya Ibu" Istilah
  "Na = Tidak". Contoh lain, Namangan = Tidak Makan, Namaila=Tidak Malu
   Naraiya = Tidak mau dia, Natudia = tidak kemana-mana. Terus ada
   lagi istilah yaitu Namarama = Tidak punya ayah


























Dalam tafsir konotatif, maka "Namarina", bisa jadi

- Artinya dipersembahkan untuk ibu jika, istilah "Nama" dipisahkan.
  Contoh : Nama Anggia = ini untukmu kawan, Nama Oppung = Ini untukmu
  Kakek, Nama Anggi = ini untukmu adek.

Karena itu...!

Istilah "nama" cenderung terpisah dengan objeknya / keterangannya agar
artinya : "Ini Untukmu".


Dipikiran Penulis :

"Namarina" itu bisa artinya "Dipersembahkan untuk ibu, jika di tulis
"Nama Rina". Dan nama "Rina" ini bukanlah istilah tutur, tapi istilah
lain dari nama ibu si Nanny Lubis yaitu Siti Nurida Siregar = Nama
panggilan ibu si Nanny Lubis yaitu si "Rina".

atau

"Namaina" huruf "r" hilang karena ina = Inang = Ibu

atau

Nama Ri=Rina (panggilan ibu) N = Nanny, A=Anastasia

atau

Nanny = Na; kemudian + Marina. Jadi Namarina = Nanny punya ibu


Cat:
Hanya pendapat Pribadi yang masih perlu di koreksi oleh ahli
Bahasa Batak, khususnya Bhs. Batak Angkola / Mandailing.
Dan terlepas dari artinya, penulis senang atas keberadaan
"Namarina Dancing"



______________

Penutup
______________

https://www.youtube.com/watch?v=d4Dol_s7x3w



















Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika uraian diatas mau disimpulkan, maka berikut yang dapat
penulis sampaikan :

1. Nanny Lubis adalah salah satu pelopor senam Balet di Indonesia
2. Selain senam balet, belia juga mengajarkan macam gerak disco
   dan aerobic.

Karena itu...!

Menuruthemat penulis, Nany Lubis memang pantas untuk dikatakan
sebagai "salah satu Pelopor Senam di Indonesia" sebagaimana
penghargaan yang telah dia terima.

Karena itu pula...!

Atas rasa senang pada prestasi boru batak, balet dalam iringan
instrument "Alusi Au" untuk anda.

...dan...

Selamat malam...!






video














______________________________________________________________________
Cat. Sumber :
Wikipedia
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1901-pendiri-sekolah-tari-namarina Copyright © tokohindonesia.com

Video tayang youtube :
LARINA by Namarina performs EARTHBEAT - Indonesia Fashion Week 2014 Opening Ceremony, Feb 20 2014
https://www.youtube.com/watch?v=d4Dol_s7x3w
Namarina on NET TV's INDONESIA MORNING SHOW, Friday 21 March 2014
https://www.youtube.com/watch?v=2M4s1kyoP2I

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar