Senin, 17 Oktober 2016

Asom Siala, Asam Cikala / Asam Siala / Asam Karo dalam masakan Batak


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menyimak info sekitar Asam Cikla / Asam Siala /
Asam Karo dalam masakan Batak)
_______________________________________________








___________________

Kata Pengantar
___________________

Selain memberi rasa asam pada masakan, asam cikala
(dikenal juga dengan nama asam karo) juga dapat
menghilangkan bau amis pada ikan atau daging.

Demikian salah satu situs Batak yang mengambarkan
macam rasa asam yang mendukung macam masakan
Batak.

Sedangkan dalam Bahasa Batak Angkolo Asam ini disebut
"Asom Siala". Dan asam ini cukup banyak tumbuh di
gunung-gunung sekitar Angkola dan tak jarang di pingir
jalan juga sering terlihat, selain di pinggir-pingir
sungai tanah Angkola.

Karena sedimikian banyaknnya, sedimikian mudah
mendapatkannya, maka macam masakan Angkola-pun yang
bukan saja berbentuk sayur, gulai tapi juga sambal
pakai Asom Siala atau asam Cikala ini.

Yang hebatnnya mengenai asama ini...!

Ternyata para oppung atau para nenek moyang Tanah
Batak Angkola, mengangakat Asam Cikala ini sebagai
dasar atau landasan dalam melaksanakan ajaran dasar
budaya batak yaitu "Dalihan Natolu" yang kemudian
menjadi bagian dari dasar ajaran budaya dalam
bermasyarakat secara umum, dalam pembinaan hubungan
masyarakat dengan pemerintah, termasuk dalam pembinaan
hubungan yang harmonis dalam keluarga dan pertemanan
atau persahabatan.

Karena itu pula...!

Tak heran jika dari semua pantun dari semua pribahasa
batak Angkola, pantun yang berhubungan dengan asam
cikala ini-lah yang paling populer.

Begitu juga dalam hal merk, hal slogan atau semboyan
asom siala ini sering dibawa-bawa, tak tekecuali
untuk bus atau group musik, dll.

Para kawan sekalian, khsusnya yang bukan orang batak
Angkola...!

Jika Anda punya kawan yang mengatakan dirinya orang
Angkola atau orang Tapanuli Selatan maka coba-lah
test pernyataan dibawah ini, suruh dia sambung
kalimat berikutnnya, setelah anda mengucapkan satu
kalimat.

Ini kalimatnnya :

Songon siala sampagul...........(titik sambungannya)

Jika dia menjawab, "Rap tu ginjang rap tu toru", maka
benar-lah dia itu orang Angkola atau Tapanuli Selatan.
Jika jawaban tidak demikian, maka ragukan-lah orannya
sebagai orang Angkola atau Tapanuli Selatan / jangan
terlalu percaya. Oke...? Dengan perkecualian tentunya.


Para kawan sekalian...!

Demikian syair lengkapnnya, dalam iringan Musik "Siala
Sampagul = Lagu Asam Cikala = Lagu Asom Siala".

...dan...

Silahkan menikmati musiknnya bersama sajian info sekitar
Asam Cikala dan macam animasinya.

Selamat menyimak...!


Musik...!













Sahata saoloan
nasapangambe sapanaili
satahi dohot dongan
maroban sonang pangarohai

Songon siala sampagul
sai rap tuginjang rap tu toru
muda madabu  saulak lalu
muda magulang sai rap margulu

Muda sabara sabustak
bope salumpat saindege
hasonagan naso unjung mattak
anggo baritana sai tarbege

__________________________________________________

Sekilas info tentang Bunga Kecombrang / Bunga Kincung
Bunga Honje sebagai Cikal bakal adanya Asam Cikala /
Asom Siala / Asom Honje / Asam kantan
__________________________________________________










* Pengertian

Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) adalah
sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan
berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan
sebagai bahan sayuran.

Nama lainnya adalah kincung (Medan), kincuang dan sambuang
(Minangkabau) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya
daalaa. Di Bali disebut kecicang sedangkan batang mudanya
disebut bongkot dan keduanya bisa dipakai sambal (sambel matah).


* Ciri-ciri batang, daun, dan bunga






Honje berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias
pisang-pisangan. Jika batangnya sudah tua, bentuk tanamannya
mirip jahe atau lengkuas, dengan tinggi mencapai 5 m.

Batang-batang semu bulat gilig, membesar di pangkalnya;
tumbuh tegak dan banyak, berdekat-dekatan, membentuk rumpun
jarang, keluar dari rimpang yang menjalar di bawah tanah.

Rimpangnya tebal, berwarna krem, kemerah-jambuan ketika
masih muda. Daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris,
berseling, di batang semu; helaian daun jorong lonjong,
20-90 cm × 10-20 cm, dengan pangkal membulat atau bentuk
jantung, tepi bergelombang, dan ujung meruncing pendek,
gundul namun dengan bintik-bintik halus dan rapat, hijau
mengkilap, sering dengan sisi bawah yang keunguan ketika
muda.

Bunga dalam karangan berbentuk gasing, bertangkai panjang
0,5-2,5 m × 1,5-2,5 cm, dengan daun pelindung bentuk jorong,
7-18 cm × 1-7 cm, merah jambu hingga merah terang, berdaging,
melengkung membalik jika mekar. Kelopak bentuk tabung,
panjang 3-3,5 cm, bertaju 3, terbelah. Mahkota bentuk tabung,
merah jambu, hingga 4 cm. Labellum[3] serupa sudip, sekitar
4 cm panjangnya, merah terang dengan tepian putih atau kuning.

Buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter
10-20 cm; masing-masing butir 2-2,5 cm besarnya, berambut
halus pendek di luarnya, hijau dan menjadi merah ketika masak.
Berbiji banyak, coklat kehitaman, diselubungi salut biji
(arilus) putih bening atau kemerahan yang berasa masam.

* Manfaat









Kecombrang atau bunga honje terutama dijadikan bahan campuran
atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara.
Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu
dimakan bersama sambal di Jawa Barat.

Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari
pecel di daerah Banyumas. Di Pekalongan, kecombrang yang
diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, sejenis
urap berbahan dasar nangka muda. Di Malaysia dan Singapura,
kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.

Di Tanah Karo, buah honje muda disebut asam cekala. Kuncup
bunga serta "polong"nya menjadi bagian pokok dari sayur asam
Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan.

Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan
asam cekala ini. Di Palabuhanratu, buah dan bagian dalam
pucuk honje sering digunakan sebagai campuran sambal untuk
menikmati ikan laut bakar.

Di Sulawesi Selatan, tanaman dan buah honje disebut sebagai
"Patikala" sebagai bumbu masakan untuk ikan kuah kuning
atau Pallu Mara dan juga masakan Kapurung di daerah Luwu
dan bumbu berbagai jenis sayuran semacam urap.

Tunas tanaman ini dipercaya menyembuhkan penyakit panas
dalam dengan cara dipanggang / dibakar lalu dikonsumsi
isinya.









Honje juga dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara:
menggosokkan langsung batang semu honje ke tubuh dan wajah
atau dengan mememarkan pelepah daun honje hingga keluar
busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun.
Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit
yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak.

Kecombrang
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 0 kJ (0 kcal)
Karbohidrat 4.4 g
- Serat pangan 1.2 g
Lemak 1.0 g
Protein 1.3 g
Air 91 g
Kalsium 32 mg (3%)
Besi 4 mg (32%)
Magnesium 27 mg (7%)
Fosfor 30 mg (4%)
Kalium 541 mg (12%)
Zink 0.1 mg (1%)

* Jenis yang serupa








Honje hutan (E. hemisphaerica (Bl.) R.M. Smith) memiliki
rasa dan kegunaan yang serupa. Jenis ini sering tampak
lebih kasar, dapat tumbuh hingga setinggi 7 m, dengan
butir-butir buah yang lebih besar, 5 cm × 2,5 cm.[2]

* Klasifikasi ilmiah







Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Etlingera
Spesies: E. elatior
Nama binomial
Etlingera elatior
(Jacp  
    $       im
Alpinia elatior Jack (1822)
Nicolaia speciosa (Blume) Horan. (1862)
Phaeomeria speciosa (Blume) Merrill (1922)

_______________________________________________

Sekilas info tentang Asam Cikala / Asom Siala
sebagai bagian dari Bunga Kecombrang
_______________________________________________













Salah satu penyumbang rasa asam pada masakan batak.
Bentuknya mirip dengan buah nanas, tapi kulitnya tak
setajam nanas.

Wanginya menyerupai bunga kecombrang. Jangan heran,
p  
    $     a merupakan buah dari tanaman yang
sama sedangkan kecombrang adalah bunganya.

Buah ini berjejalan dalam bongkol hampir bulat.
Masing-masing butir berisi biji-biji kecil (berbiji
banyak) berwarna cokelat kehitaman.











Selain memberi rasa asam pada masakan, asam cikala
(dikenal juga dengan nama asam karo) juga dapat
menghilangkan bau amis pada ikan atau daging.

Memarkan beberapa buah asam cilaka, lalu masukkan ke
dalam masakan. Tidak perlu khawatir jika terlalu banyak
membeli asam cikala. Buah ini dapat dibiarkan hingga
mengering,tanpa mengurangi aroma dan rasa asam yang
____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian....!

...dan...

Selamat malam...!


_____________________________________________________________
Cat :
Torch Ginger Fruit Review (Etlingera elatior) - Weird Fruit Explorer Ep 133 - YouTube


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar