Rabu, 14 Desember 2016

Marga Harahap dan Tunggal Kuayam sangape Oppui Saroedak, Sutan Mujalo, Sutan Sulampe. Songoni Sutan Nasinok, Sutan Mangamar, Sutan Nalumbang, dohot Oppu Raja Sori


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN SEKALIAN" 
(Menyimak info Pangaligian ni Oppui Tunggual Kuayam
sangape Oppui Saroedak, Sutan Mujalo, Sutan Sulampe.
Songoni Sutan Nasinok, Sutan Mangamar, Sutan Nalumbang,
dohot Oppu Raja Sori)
__________________________________________________________












_____________________

Kata Pengantar
_____________________

Para kawan sekalian...!

Dapat dikata, salah satu kejadian besar di Angkola
Mandailing di tahun 19ada80'anlah adanya acara "Halal
Bil Halal", yang sekaligus "Pajaongkon Parsadaan" di
Macam Marga di Angkola dan mandaling Natal

Odang S pada saat mengundang macam marga di Angkola
dan mandaling Tapsel doeloe itu, mengatakan lewat
rekaman CD-nya tentang Marga Harahap, sbb :

"Bayo Angin Bayo Alogo, Harahapmai tutu margana,
padomu tahi na lobi gogo boti nabahat taporanna.
Ima Tunggual Kuayam sangape Oppui Saroedak.

Sutan Mujalo, Sutan Sulampe. Songoni Sutan
Nasinok, Sutan Mangamar, Sutan Nalumbang,
Oppu Raja Sori. Songoni Mangaraja Imbang Desa,
Oppu Tikada Jantan Padang Bolak. Sude-on Raja
Namar Tua.

Lalu tu Oppu Tonga Langit. Oppu Toga langit Simaliot,
Simaliotong. Mulai sian Bona Pasongit Sundut marsundut
Hamora on.

Oppu Raja Tua-Tua, poparanna Patuan ni Kalasan. Raja
nasangap Martua Parroha  na denggan habiaran.

Jabosar Nagaga najungal, Naga Panjang Marga Soalo-on.
Opat marsana ina madung tarbonggal. Onom paropppuan
tolo dohonon".

Kawan kawan seklian...!

Yang mau saya lingin atau lihat lewat postinangan ini
adalah :

1. Penysusunan nama-nama tersebut diatas, apakah
   memang seperti de mikian...?adenggan Habiaran.

2. Apa manfaat susuna Syair ini bagi Marga harahap...?

Selamat menyimak...!

____________________________________________________

Sekilas info silsilah Marga harahap di mulai dari
Guru Tatea Bulan
____________________________________________________




















Menurut Buku "Harahap Pargarutan" sendiri, asal-usul
Marga Harahap disebutkan di buku itu:

Setelah 90 generasi Suku Bangsa Batak mengisolasi
diri di kawasan Danau Toba (?), suku bangsa Batak
menjadi dua (2) golongan, yakni Golongan keturunan
Raja ISUMBAON, dan golongan keturunan GURU TATEA BULAN.

Guru Tatea Bulan, mempunyai lima (5) anak:
1. Raja Biak-biak
2. Tuan Saribu Raja
3. Mangaraja Limbong
4. Mangaraja Salaya
5. Mangaraja Malau

Tuan Saribu Raja yang menurunkan Marga HARAHAP,
mempunyai tiga (3) anak:
1. Mangaraja Lontung
2. Mangaraja Borbor
3. Mangaraja Babiat

Orang Marga HARAHAP adalah keturunan Mangaraja Borbor,
yang punya dua (2) anak:
1. Bala Samahu
2. Datu Altokniaji

Bala Samahu punya satu (1) anak:
1. Datu Tala Dibabana

Datu Tala Dibabana, punya dua (2) anak:
1. Rimbang Saudara
2. Sahang Mataniari









Rimbang Saudara, punya enam (6) anak:
1. Datu Pampangbalasaribu
2. HARAHAP
3. Tanjung
4. Pusuk
5. Datu Pulungan
6. Nahulau




















Penyebutan marga HARAHAP di belakang nama, disebutkan
dimulai sejak cucu Rimbang Saudara dari HARAHAP.
Jadi HARAHAP adalah NAMA, yang kemudian menjadi
marga keturunannya.


HARAHAP, punya satu (1) anak:
1. Ompu ni Marguru HARAHAP

Ompu ni Marguru, punya empat (4) anak:
1. Si Misang Andor HARAHAP
2. Si Andor Misang HARAHAP
3. Ompu Toga Langit HARAHAP
4. Manjungkit Tano HARAHAP

Si Misang Andor, punya dua (2) anak:
1. Tamanalom HARAHAP
2. Ompu Gunung HARAHAP










Disebutkan, keturunan Tamanalom ada yang pindah ke LUAT
(PORTIBI), Padanglawas, kemudian mendirikan kerajaan
disana, dan ada yang menurunkan HARAHAP Mompang.

Ompu Gunung, menurunkan HARAHAP Simasom dan HARAHAP
Joring di Angkola Julu. Keturunan HARAHAP Simasom,
ada yang pergi ke Hanopan Sipirok, Hanopan Padangbolak,
dan Janji Lobi Padangbolak.

Si Andor Misang, punya dua (2) anak:
1. Bangun Dibabuat HARAHAP
2. Bangun Dibatari HARAHAP

Mereka berdua masih bermukim di Toba, anak-anaknya
kemudian migrasi ke Selatan, khususnya ke Angkola
dan Padangbolak.








Bangun Dibabuat, punya dua (2) anak:
1. Ompu Sumur HARAHAP
2. Tunggal Huayan HARAHAP

Ompu Sumur, migrasi ke Angkola dan mendirikan kerajaan
Pijorkoling, Angkola Jae, kemudian diberi gelar
Mangaraja Imbang Desa.

Tunggal Huayan, masih tinggal di Toba (desa Sibatangkayu),
menikah dengan boru Situmorang dan punya satu anak
(Mangaraja Ompun Jurung HARAHAP)































Bangun Dibatari, punya lima (5) anak:
1. Sutan Nabuttu HARAHAP
2. Ompu Bilik HARAHAP
3. Mangaraja Sulappe HARAHAP
4. Sutan Pulungan HARAHAP
5. Si Nasinok HARAHAP

Sutan Nabuttu dan Ompu Bilik disebutkan pindah ke Morang,
Panompuan. Sedangkan Mangaraja Sulappe dan Sutan Pulungan
pindah ke Pangkal Dolok, Padangbolak. Si Nasinok, pindah
ke Batangonang, Padangbolak.

Keturunan Sutan Pulungan, disebut-sebut juga ada yang
pindah ke Sababalik, Padangbolak; Simatonggong,
Padangbolak; dan ke Marancar Godang.

Disebutkan, keturunan Ompu Toga Langit dan Manjungkit Tano
(anak Ompu ni Marguru), ada yang pindah ke Hutaimbaru.

Ompu Toga Langit (Ompu Toga Langit, disebut juga
Manjungkit Langit), punya dua (2) anak:
1. Ompu Sodogoron HARAHAP
2. Si Maujal (?)






























Ompo Sodogoron, menurunkan marga HARAHAP di Sabungan
Julu, Hutaimbaru (Angkola Julu).

Si Maujal (?), menurunkan marga HARAHAP di Sidangkal,
yang keturunannya menyebar ke Huta Losung, Sitombol,
Lasung Batu, Panyanggar, Sabungan Jae, dan Manegen.
HARAHAP Sidangkal, disebutkan banyak menyebar
ke Padangbolak.

Manjungkit Tano, punya dua (2) anak:
1. Si Maliot HARAHAP, di Binubu
2. Si Maliotan HARAHAP, di Simandiangin Binubu




























Si Maliotan, punya dua (2) anak:
1. Sende HARAHAP
2. Bulu HARAHAP

Sende, punya anak:
Ja Bosar HARAHAP, disebut-sebut menurunkan HARAHAP
Simatongtong di Pagarutan, yang kemudian menyebar
ke Halumpang dan Siloting.










___________

Penutup
___________

Para kawan sekalian...!

Dengan demikian jelas, "Syair Odang S yang yang disampaikannnya
pada saat mengundang sebagimana yang dimaksudka diatas
adalah sesuatu yang benar dan disampaikan berdasarkan
urutan paling tua dari nama tersebut.

Artinya apa...!

Artinya dengan mengetahui susunan tersebut maka akan
memudahkan Parmarga harahap dalam memanggil tutur di
parkahanggiannnya.


Selamat malam...!

Oya...!

Tujuan lain dari postingan ini adalah untuk menjawab
pertanyaan istri penulis yaitu Megawati Hutasuhut
kelahiran Batu Bara / Tanah Melayu, tentang "Hubungan
Marga harahap dengan Marga Hutasuhut).

Dan uraiannnya ada pada link :
....................................

Juga untuk memberi saran pada Wikipedia Indonesia agar
Artikel Marga Harahap yang ditulis tanpa sumber di hapus
saja. Ada kesan "Sejarah Marga harahap antara hayal
dan fakta" dan ada pada link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/12/sejarah-marga-harahap-antara-hayal-dan.html

Selamat malam kembali...!









______________________________________________________
Cat :
Adat Istiadat Pertabalan Raja Mandailing Continued of PART 1
https://www.youtube.com/watch?v=XrqByKrCCvo&t=78s
http://rudy-firmansyah-h.blogspot.co.id/2012/06/silsilah-marga-harahap.html






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar