Showing posts with label Hal Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Hal Peternakan. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

"MARBURU HIJE DI GUNUNG SIBUALBUALI - SIPIROK ANGKOLA"

< #SELAMAT MALAM SIPIROK ANGKOLA#
(Melihat cara berburu hije di  gunung Sibualbuali Sipirok Angkola)
__________________________________________________________

"Kung...kung...kung...kung" ninna. "Kung...kung" ninna muse.
Dan tiba-tiba, "Kaing...ggg". Asi songoni sora ni anjingi
narohakku, hape nai toko ni kapalai do kapala nai,
"Nagoar maho..." nina anggia.
Lalu sip attong anjingi. Hahahaha...


Para kawan...!

Rupanya pada saat itu, para pemburu hije dari Desa
Padang Bulan sedang berdiskusi, mangatur strategi tentang
kearah mana memburu hije, berapa orang yang harus ikut, siapa
yang menjaga sebelah utara dan barat, anjing yang mana harus
di ikutkan, dll yang berhubungan dengan pemburuan hije tersebut.

Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 80'an, dimana penulis
pada saat itu terlibat langsung dalam perburuan hije on.
Yang lainnya terlibat adalah Falles Harianja dan Virgong Hts
keduanya adalah teman-teman para ayahanda selama
berkebun dulu di wilayah sekitar Aek Latong (Desa Huraba).
Naposo bulung dari Purbatua, dan desa Anturmangan juga
tidak ketinggaln.

Para kawan sebelum perburuan hije ini dimulai ada baiknya
kita mengenal dulu yang namanya Falles Harianja dan Virgong
Hst. Hal ini penulis rasa perlu diketahui mengingat pekerjaan
marburu bukanlah pekerjaan gampang, perlu keahlian khusus
apa lagi perburuan ini hanya mengandalkan anjing dan gupak.
Hahahaha...ya hanya anjing dan gupak senjata utamanya.
Serta beberapa ayat hapalan aso ulang lilu di harangani.
_________________________________

Virgong Hst dan Falles Harianja
_________________________________

Para dongan...!

Nama Virgong dan Falles tersebut sesungguhnya bukanlah nama
sebenarnya, nama itulah adalah nama panggilan dalam pertemanan
orang tua penulis. Dan ini tentunya tidak aneh karena halak hita
memang paling suka manggoari.


Keduanya adalah paragat di
wilayah Gn. Sibualbuali dan
nyaris semua orang yang
suka nongkrong di "pamasuanan"
mengenalnya.Tak terkecuali desa-
desa disekitar Aek Latong.

Nilai lebih si Bapak Virgong
ini yang dalam panggilan tutur
saya sebut "Tulang" adalah
kesabaran menjalani
hidupnya yang cukup tinggi,
disamping keahliannya
bersenandung ketika beliau
"Manggual bargot".

Ya...! manggual bargot, suatu pekerjaan yang terkesan mudah,
tapi tanpadiiringi hati yang tulus, maka pekerjaan tersebut bisa menjadi
sia-sia. (air niranya tidak mau keluar-pen). Dan sesunguhnya ini ada
benarnya jika kita melihat  cerita "asal muasal bargot". itu.

(Baca molo porlu anggia).

Mengenai senandung / lagu / pangidoan pada saat manggual tersebut.
saya tidak mengerti artinya dan lupa kata-katanya, tapi kesan
yang timbul pada saat manggual tersebut benar-benar menyentuh kalbu,
"bikin pilu hati ini" ima hata lainna. Maroros ate-ate hata parsuadaanna.

Tanah batak yang katanya tano sere itu, menjadi diragukan. Gambaran
yang timbul adalah kegersangan hidup dan kesedihan betapa
susahnya hidup di tanah batak. Ah...hangoluan. sudahlah marosros
ate-ate dibagasan, akka na hona begu dope.

Tak jauh beda dengan Falles ini, yang dalam panggilan tutur saya
sebut "Uwa" Beliau juga paragat yang punya ketangkasan khusus
dan mampu memainkan nada-nada dalam seruling.

Jika di dunia maya ini, kita sering mendengar "Seruling Batak,
seruling onang-onang dan ungut-ungut maka Uwa saya ini juga
mampu memainkannya. Pilu dan menyayat kalbu ketika suling ini
dimainkannya dulu pada saat "Manepek" di Gn. Sibualbuali.
Sekali lagi kawan...! Pilu dan menyayat kalbu ketika suling ini
dimainkannya dulu pada saat "Manepek" di Gn. Sibualbuali.

Dan hal yang tak saya lupakan sampai sekarang adalah ketika
keduanya dipadukan, si Tulang Virgong sedang manggual dan
bersenandung, sementara si Uwa ini mengikutinya dengan suara
seruling. Ah...rasa-rasanya kita seperti ingin menangis dan badan
terasa manyikur. Apalagi pada saat itu matahari sudah mulai
tenggelam dan suara daun bambu (bulu golap) berdesis seolah
memberi tanda hari telah petang di Gn. Sibualbuali.

Ilustrasi ijuk di
Pamasuanan (Purbatua)
Begitu juga suara pitcala
marsibalos-balosan
marsisahutsahutan
sementara dari kejauhan
terdengar suara sipatu
ceko sedang
manyeret didalan tanpa
kita ketahui siapa oranya,
karena ijuk
yang dipundaknya telah
menutupi seluruh bagian
kepalanya karena
beratnya beban yang harus dibawa.

Para kawan...! Keduanya memang telah tiada tapi kebaikan hatinya
masih tetap saya ingat. Nira yang terkadang saya minum di tanah
perantauan ini, cukup sering mengingatkan saya pada kedua
alamarhum. Semoga Tuhan tai, menempatkannya di tempat yang di
ridhoiNya. Amin ya robbal alamin.
__________________________________________________

Perburu Hije di Gn. Sibualbuali (Aek Latong dan sekitarnya)
__________________________________________________

Denah Marburu Hije
Para dongan...! Mengingat
peristiwa lampau, sungguh
sangat logis bagi saya jika di
Desa Padang Bulan memang
sering didapatkan
hije (Lebih dari 5 X seingat
penulis). Letaknya ternyata
cukup strategis bagi pemburu
hije untuk menggiring hije
buruan ini
masuk kedesa Padang bulan
(lihat denah).

Desa ini ternyata, berada diantara sungai/Aek Sagala dan Aek
godang Anturmangan dan pertemuan airnyapun berada dibelakang
desa Padang Bulan tersebut.

Ini artinya, jika kita berburu kegunung Sibualbuali (Aek Latong-
Pengkolan / natambang), hasil buruan tersebut dapat kita giring
untuk memasuki Desa Padang  Bulan dan kecil kemungkinan hije ini
melewati desa tersebut karena adanya kedua aek godang sebagai
penghalang.

Adapun sebelah selatannya dengan sendirinya dihindari hije ter
sebut karena ada jalan raya (suara motor akan memberitanda bagi
hije untuk tidak menyeberang).

Ditengah hutan kami hanya mengikuti jejak-jejak anjing buruan
kearah mana kami di bawa. Dan jika buruan sudah ditemukan maka
dengan sendirinya anjing tersebut akan memberikan kode gonggongan.

Dan jika sudah diberikan kode, maka kita tingal mengatur strategi
penghambatan jalannya hije. Begitupun...! Keseriusan penghambatan
ini akan kita lakukan jika sudah ada diantara pemburu yang memas
tikan bahwa yang dikejar anjing adalah hije.

Para dongan...! Tentunya kita
sepakat, "Bahwa anjing tak
dapat membedakan/bemberitahu
bahwa yang dikejarnya adalah
hije atau babi. Tapi terkadang,
anjing akan lebih garang karena
yang di kejarnya adalah hije
dan bukan babi (Babi dihitaan
kadang di
takuti anjing/babi rombongan -pen).

Setelah dipastikan, bahwa yang diburu memang benar-benar hije
maka para pemburupun akan berusaha sebisa mungkin menangkapnya
baik dengan senjata yang telah disiapkan. Dan jika penangkapan
gagal selama berburu, maka mereka berharap agar buruan ini
terus berlari ke arah desanya. Hingga penduduk desapun dapat
membantunya.

Dan hal ini, nyaris penduduk sudah mengetahuinya. Karena itu
jika petang telah tiba dan para pemburu belum pulang sementara
mereka mendengar suara gonggongan anjing yang terus menerus,
maka para pendudk desapun akan mulai menyiapkan peralatan
bantu/berburunya masing-masing dengan maksud dialah yang akan
mendapatkannya.

Para dongan...! Jika hije memang sudah masuk Desa Padang Bulan,
maka hije tersebutpun dapat dipastikan akan tertangkap. Karena
hijenya sudah kelelahan dan pendudukpun semakin banyak yang
mengkepungnya.

Dan singkat cerita, "Hije tersebutpun tertangkap" setelah si
boru tulang melemparkan gupaknya pada kepala hije tersebut
di pamasuan ni pinggan niai. Hahahaha....hijenya masuk dapur
kawan, dan dihabisi sama siborutulang lewat jurus, "Guha /
gupak habang". Dan...dan...dan...bagaimana aturan mainnya jika
hal seperti ini terjadi adalah sub judu berikutnya kawan.
____________________________

Ise nadapotan isia ulunai
____________________________

Si borutulang sedang berphoto
bersama hije tangkapannya
Sudah bukan rahasia lagi, isepe
nadapotan buruan hije ditanah
Batak maka sama beliaulah
kepala/ulu dari hije tersebut. Begitu
lah aturan main berburu ditetapkan
opputta najumumolo suhuti.

Karena itu kawan...! Maka buruan
hije tersebutpun dengan
sendirinya milik si borutulang,
meskipin beliau tidak ikut
dalam perburuan. Dan tak seorangpun dapat membantah.
Hahaha..."Selamat makan hije borutulang...".
____________________________________

Tanduk ni Hije di Desa Padang Bulan
____________________________________

Para dongan...! Karena memang demikian aturan mainnya, maka
desa Padang Bulan ini yang penduduknya kurang lebih 25 rumah
tangga pada masa itu cukup banyak yang punya hiasan ruang
tengah dengan tanduk ni hije. Dan tanduk ni hije ini tak
jarang pula mereka gunakan sebagai sangkotan ni kupia lobe
dan talokung. Hahahahahaha....hebat halak hita.

Jika tulisan ini kebetulan dibaca sama
halak Padang Bulan, maka saya
sebagai penulis angkolafacebook
blogspot.com menyampaikan
terimakasih atas adanya pengalam
hidup dari sana hingga tulisan ini
terlaksana.

Dan sebagai penutup pantun ini
untuk kita bersama :

Hipas ninna muda mardalan
tu namardalan palan-palan
Hije pe bisa do dapot di dalan
muda dapot paulak tu kehutanan

Mengapa rusa itu dipaulak ke kehutanan anak namboru....?
karena bisa jadi rusa itu sedang dilanda asmara boru tulang...!

Oh....begitunya...!

ya ...begitulah kira-kira.... musik...!





Sepasang rusa dilanda asmara
Mereka pergi berdua-dua
Menikmati udara berkasi-kasihan
Berbahagia lah mereka

Akan tetapi datang lah tiba-tiba
Seorang pemburu yang mengintai
Dia lalu menenbak rusa itu
Matilah si rusa betina, haa-haa...

Rusa jantan berlari masuk hutan
Kasihan kekeasih nya telah hilang
Akhirnya tak tertahan dia masuk jurang
Tamat lah owh, riwayatnya...

Horas...horas...horas...!
__________________________________________________
Cat :
* Info sekitar hije nusantara, hije sumatra utara, hije sibualbuali, dll
ada pada link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/03/hije-gunung-sibualbuali.html

http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/149-Si-Baroar#

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

"HIJE GUNUNG SIBUALBUALI"

"SELAMAT PAGI IKAPSI"
(Menyimak info sekitar hije/rusa dan melihat cara berburu
hije di Sipirok Angkola taon 80-an)
Oleh : Team Diskusi IKAPSI & angkolafacebook.com
___________________________________________________

Rambu 13B (banyak satwa
liar dan sering menyeberangi
jalan)
"Terlihatnya image rambu lalu lintas yang
dipasang di Jalan aek Latong pada group
FB IKAPSI" adalah stimuli
mengapa tulisan ini di buat.


Bagi penulis, dengan melihat rambu
lalu lintas tersebut menimbulkan
beberapa pertanyaan :

1. Apa itu Hije dan bagaimana
perkembangannya di Indonesia

2. Mengapa rambu tersebut dipasang
di Aek Latong

3. Mengapa salah satu tem diskusi IKAPSI ini ingin
memakannya. Dan bagaimana rasanya.

4. Bolehkah hije ini di buru di Sipirok

4. Bagaimana pula dengan hije yang di Bogor

Adalah hal-hal yang mau dijawab lewat tulisan ini
para kawan...! Ehem...titik dua (:)
______________________

Pengertian Hije / rusa
______________________

Rusa, sambar, atau menjangan (Bahasa Inggris: deer) adalah
hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia
Cervidae.

Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi
menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang
termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta
kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.

Secara umum di Indonesia ada 3 jenis rusa :
1. Rusa Sambar - Cervus unicolor
2. Rusa timor - Cervus timorensis
3. rusa bawean - Axis kuhlii
__________________________________________________

Hije di Indonesia - Sumatra
__________________________________________________

Hije Sambar
"Rusa sambar merupakan
rusa terbesar di Indonesia.
Rusa sambar atau dalam
bahasa ilmiah (latin)
disebut Cervus
unicolor menjadi rusa
paling besar diantara
3 rusa asli
Indonesia" ungkap situs http://alamendah.wordpress.com/ 2010/09/30/rusa-sambar-rusa-terbesar-indonesia/

Ciri dan Perilaku. Ciri khas rusa sambar adalah tubuh yang
besar dengan warna bulu kecoklatan dan cenderung berwarna
coklat ke abu-abuan atau ke merah-merahan, warna gelap
sepanjang bagian atas.

Di Indonesia, rusa sambar hidup secara alami di pulau
Sumatera dan Kalimantan. Rusa sambar yang mendiami
Indonesia merupakan anak jenis (subspesies) Cervus
unicolor equinus yang dapat dijumpai pula di semenanjung
Malaysia dan Thailand.

Rusa yang hidup di Sumatera Indonesia ini dapat tumbuh
setinggi 102 cm – 160 cm dengan panjang tubuh sekitar
150 cm. Berat rusa dewasa sekitar 80-90 kg (betina) dan
90-125 kg (jantan). Tanduk rusa sambar juga tergolong
panjang dan bisa mencapai hingga tinggi 1 meter.
_________________________________

Hije Gunung Sibualbuali - Sipirok Angkola
__________________________________

Dapat penulis pastikan, bahwa di gunung Sibualbuali memang
ada hije. Dan penulis sendiri pernah ikut memburunya dan
kalau kurang lebih ada sekitar 10 kali penulis makan hije
selama tinggal di Sipirok.

Gunung Sibual-buali memang cukup luas, tapi dari hasil
pengamatan hije ini memang banyak di Gn. Sibualbuali
sekitar aek latong. (Sangat jarang kedengaran Gn. Sibualbuali
di sekitar "Saba Julu sampe ke Simago-mago ketemu atau
dapat buruan hije-pen).

Dan keberadaan hije ini semakin logis ada di Gn. Sibualbuali
mengingat ketinggannya memang sangat sesuai dengan habitat
hije tersebut.

"Rusa sambar merupakan binatang diurnal yang beraktifitas pada
siang hari. Mereka hidup secara berkelompok dan mendiami
daerah hutan tropis maupun subtropis hingga ketinggian mencapai
2000 meter dpl. (Gn. Sibualbuali berada pada ketinggian 1200
m dari permukaanair laut)
_____________________

Tanduk ni Hije di Sipirok
_____________________

Tanduk rusa hanya dimiliki oleh rusa jantan yang tumbuh
pada umur sekitar 14 bulan. Tanduk pertama hanya berbentuk
lurus dan baru bercabang pada masa pertumbuhan tanduk
berikutnya. Tanduk akan lepas pada umur 10-12 bulan setelah
tumbuh, selanjutnya akan tumbuh kembali.

Jika dihubungkan dengan wilayah Sipirok, dari sekian banyak desa
yang ada, menurut hemas penulis Tanduk Hije ini paling banyak
di desa PadangBulan (Desa sekitar Aek Latong).

Dan umumnya penduduksetempat hanya menggunakannya
sebagai hiasan rumah. Tidak untuk keperluan lain, meskipun
tanduk inimemberi guna juga untuk accecores lainnya.
_____________________________________________

Perbedaan Rasa hije peliharaan dan hije liar
_____________________________________________

Para kawan...! Dipenangkaran rusa Sumatra Utara pernah
diadakan penelitian mengenai hal ini,  katanya lewat
alamat situs : http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/34278/6/Cover.pdf

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas daging
secara fisik dan kualitas secara kimia menunjukkan
perbedaan antara rusa buruan dan rusa yang dipelihara
secara intensif pada nilai pH, susut masak, kadar abu
dan lemak daging

Pemahaman saya mengenai hal ini, memang ada perbedaannya
dari segi rasanya. Dengan kata lain memang terasa lebih
manis (istilah umum) daging hije liar. Dan bukan tidak
mungkin ini pula yang menyebabkan si boru ritonga
mengingin kannya, "pola dapt hije i gadis hamu da tu
hami, maleleng namangan gule hije" katanya untuk
menanggapi status hije tersebut.
______________________________

Hije dan PP No. 7 Tahun 1999
______________________________

Di Indonesia, rusa sambar, sebagaimana 3 jenis rusa lainnya
yang dimiliki Indonesia termasuk dalam daftar satwa yang
dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

Meskipun rusa sambar yang juga menjadi rusa terbesar di
Indonesia ini masih berstatus “Resiko Rendah” (Vulnerable),
namun kita tidak boleh lengah untuk senantiasa menjaga
kelestarian rusa terbesar ini agar tidak punah dan tetap
menjadi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan demikian, jelas...! Hije adalah salah satu satwa
yang perlu dilindungi. Adapun mengapa rambu lalintas
tersebut mengapa dipasang di aek latong, "mago asar ni
hije i, nadong be harangan.... pola ma na ro hijei-i.
Sak ni roha ro  modom tu kantor ni kehutanan an i....."
kata R. Pakpahan.

Dan hal ini pun didukung B. Hst, "arokku songoni do ate.
Mago harangan ni, marmuldopan hije i tu dalan ni".
_____________________

Sekilas Hije di Bogor
_____________________

Namun satu fakta yang kadang terlupa adalah rusa totol
sebenarnya bukan fauna asli Indonesia. Berbeda dengan rusa
bawean (Axis kuhli), rusa timor (Cervus timorensis), sambar
(Cervus unicolor), dan menjangan yang asli Indonesia.

Rusa totol yang mempunyai nama latin Axis axis bukanlah
fauna asli Indonesia melainkan berasal dari India dan Sri
Lanka. Binatang yang lucu dan cantik ini didatangkan oleh
Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris, pada
tahun 1814 untuk menempati halaman Istana Bogor.
____________

Kesimpulan
____________

Para kawan...! E. Sormin menutup diskusi ini dengan
mengatakan, " mari kita jaga.... hewan yg telah menjaga
siklus kehidupan.... mereka ada untuk kita....demikian
Sang Pencipta mewasiatkan kepada kita".

Dengan dikeluarkannya wasiat tersebut dan terjawabnya
soal sebagai tujuan penulisan, maka tulisan inipun
dinyatakan selesai.

Para anggota IKAPSI...! Ahadope anggia, tandatangani hamubo
wasiat on...? dan para kawan lainnya  yang terlibat dalam
diskusi, penulis blog mengucapkan terimakasih. Semoga info
ini memberiguna untuk kita dan generasi Sipirok mendatang.

Selamat pagi dan horas...!

Bagi anda yang tertarik mengenai mengetahui cara berburu
hije di aeklatong/padang bulan/aek sagala Sipirok tempoe
doloe dapat mengikuti lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/03/marburu-hije-di-gunung-sibualbuali_9.html
____________________________________________
Cat :
http://alamendah.wordpress.com/2010/06/12/rusa-totol- bukan-asli-indonesia/
http://alamendah.wordpress.com/2010/06/12/rusa-totol- bukan-asli-indonesia/
http://www.anehdidunia.com/2012/05/arti-rambu-lalu-lintas-terlengkap.html

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Thursday, February 14, 2013

"HORBO LOKO-LOKKO DAN SELUK BELUKNYA" Hal babulus bubalis 2

"SELAMAT MALAM PARA DONGAN"
(Melihat lebih dekat ' menyimak lebih dalam tentang babulus
carabanesis / kerbau lumpur, sangape horbo lokko-lokko)
______________________________________________________

Jelas...eme salah satu bagian daripertanian Angkola itu, ikan mas...! mas
saba jae atau mas saba julu adalah bagian dariperikanan itu. Bagaimana
dengan horbo...tanda tanya. Horbo...! jelas...merupakan bagian pula dari
apa yang kita sebut parhorboan itu ataupun peternakan itu. Agh...hhhh...
imajo sapukul anggia sebagai pembuka tulisanon.

Taringot mengenai horbo, berikut beberapa info yang berhubungan
dengan horbo, khususnya mengenai horbo Padang Bolak :

Tapi sebelumnya, mari kita dengar dulu sora ni horbo on
betak aha do nai dokkon nia on :

_____________________

Horbo dohot Asal Muasal
_____________________

Kerbau atau domestik Asian kerbau (Bubalus bubalis) adalah
besar kerbau ditemukan di benua India ke Vietnam dan
Semenanjung Malaysia , di Sri Lanka dan di Kalimantan .

Hasil dari filogenetik studi menunjukkan bahwa kerbau rawa
mungkin berasal dari China, sedangkan kerbau air sungai
berasal dari India.
Kerbau Rawa Asia (Padang Bolak)
Pada Wikipedia Indonesia disebutkan :

 "Asal kerbau. 95% dari populasi kerbau
di dunia terdapat di Asia. Banyak negara-
negara Asia yang tergantung pada spesies ini,
baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya".

Salah satu ciri yang membedakan kerbau
liar dari kerbau peliharaan adalah bahwa
kerbau peliharaan memiliki perut yang bulat. Dengan adanya percampuran
keturunan antara kerbau-kerbau antara populasi yang berbeda, berat badan
kerbau dapat bervariasi.

Adapun mengenai pengelompokan kerbau dikatakan :

Klasifikasi kerbau masih belum pasti, beberapa autoritas mengelompokkan kerbau sebagai suatu spesies Bubalus bubalis dengan tiga subspesies yaitu :
Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) yang berasal dari Asia Selatan.
Kerbau rawa (B. bubalis carabanesis) atau kerbau rawa yang berasal dari Asia Tenggara.
Kerbau liar (B. bubalis arnee).

Jika uraian diatas dihubungkan dengan Kerbau Padang Bolak, maka dapat
dikatakan bahwa horbo Padang bolak itu termasuk "Horbo Rawa". sangape
"bubalis carabanesis".

_______________________________________________________

Horbo dohot Data (Dinas Peternakan Sumut - Padang Bolak)
_______________________________________________________

http://akhirmh.blogspot.com/2011/03/daerah-padang-
lawas-jelang-sensus.html menyajikan data mengenai horbo untuk kita
sebagai berikut :

Jika kita menyimak data diatas,
ada kesan data tersebut kurang
valid, bagaimana tidak, masa
jumlah horbo di Paluta cuma 240,
sedangkan di Palas cuma 165.

Hahaha...terhadap hal ini, Akhir Matua Hrp mengkrtik :

"Tampaknya data populasi ternak di wilayah Padang Lawas versi Dinas
Peternakan Provinsi Sumatra Utara sangat pesimistik, sementara data
versi BPS Kabupaten Padang Lawas sangat optimistik.

Ini jelas sangat membingungkan. Jika kita cermati lagi misalnya data
populasi ternak versi (Koordinator) Statistik Kecamatan Padang
Bolak Tapanuli Selatan sendiri tercatat populasi ternak sapi sebanyak
2.200 ekor, kerbau 1.200 ekor, kambing 2.400 ekor, dan domba
sebanyak 2.300 ekor (Kecamatan Padang Bolak Dalam Angka 2008).

Bukti ini menunjukkan data ternak di kawasan Padang Lawas selain
tidak sinkron satu sama lain juga data masing-masing versi ditengarai
kurang memiliki akurasi yang baik". Katanya anggia.

Dan terhadap hal ini pula, "Macam Status Angkola Blog" ingin rasanya
berkata pada pihak pendata, apakah Dinasnya, BPSnya, atau masyarakat
pengembala untuk saling mensingkronkan. (Sinkron data itu sangat
penting, siapa tahu suatu ada bantuan dari pihak tertentu pada peternak,
menjadi tidak jadi gara-gara data yang tidak benar-pen).
____________________

Horbo dohot Adat
____________________

Kerbau/horbo di Batak Toba
Masyarakat kota Kudus di Jawa Tengah
memiliki larangan adat untuk mengonsumsi
sapi dan menggantikannya dengan kerbau.

Pada situs http://www.tobatabo.com/
shownews.php?cat=9&news_id=120
dikatakan :

Di zaman dulu, saat pesta bius, selalu
didirikan sebatang tonggak kayu (borotan)
berhiaskan daun beringin sebagai simbol
Pohon Hidup. Pada borotan ditambatkan
seekor kerbau sebagai persembahan bagi Mula Jadi Nabolon.

Kerbau dipersembahkan sebagai kurban dengan tiga alasan:

1. Dianggap sebagai hewan paling kaya dari semua binatang piaraan;
mempunyai dua tanduk, empat pusat, dan sangat perkasa.

2. Sepasang tanduk kerbau merupakan lambang keturunan dua
nenek moyang orang Batak, yakni Lontung dan Sumba.

3. Kerbau selalu setia membantu manusia, misalnya membajak
sawah, agar hasil pertanian melimpah-rua
_______________________________

Horbo dohot Arga (Horbo Bongga)
_______________________________

Horbo si godang arga (Sulawesi)
Sudah pada tahu bahwa di Indonesia
ada kerbau termahal didunia? Tepatnya
kerbau termahal di dunia ini berasal dari
Toraja, Tana Toraja di Sulawesi Selatan .....
.........................................................
"Yang ini harganya Rp 670 juta," kata dia menunjukkan kerbau
belang yang paling besar.

"Sama dengan mobil Alphard ini
harganya," cetus Julius.
Sementara tiga kerbau lainnya, lanjut Julius, berharga,
Rp 400 jutaan hingga Rp 200 jutaan. "Yang paling mahal ini
karena warna dasarnya putih dan dia belang hitam.
Sedangkan yang lain itu, warna dasarnya hitam dan belangnya
putih,"

Adalah kutipan berita dongan dari :
http://unikbaca.blogspot.com/2013/01/kerbau-
termahal- di-dunia-ada-di.html
___________________

Horbo dohot Babiat
___________________

Horbo dohot babiat marsiogaran
Harimau adalah salah satu hewan
pemakan daging yang dapat membunuh
kerbau yang beratnya mencapai 1000
hingga 1200 kg. Dan hanya harimau yang berpengalaman akan menyerang kerbau
di bagian kaki terlebih dahulu.

Jika diserang kerbau akan menghadang
harimau dengan tanduk dan hidungnya
serta membentuk barisan. Kerbau
juga dikenal sebagai hewan yang sering menyerang walau
tanpa diprovokasi. Ini menyebabkan kerbau masih menjadi
hewan yang bisa berbahaya bagi manusia.
____________________________

Horbo dohot Borat/Ginjang
____________________________

Kerbau dewasa dapat memiliki berat sekitar 300 kg hingga
600 kg. Kerbau liar dapat memiliki berat yang lebih,
kerbau liar betina dapat mencapai berat hingga 800 kg dan
kerbau liar jantan dapat mencapai berat hingga 1200 kg.

Berat rata-rata kerbau jantan adalah 900 kg dan
tinggi rata-rata di bagian pundak kerbau adalah 1,7 m.
___________________

Horbo dohot Shio
___________________

Shio Kerbau/Horbo
Shio kerbau adalah salah
satu dari ke-12 shio yang ada
dalam penanggalan Tionghoa.
Orang yang bershio kerbau
cenderung keras kepala,
pekerja keras, jujur, dan
agak
pemarah.

Kebanyakan orang bershio
Kerbau selalu mengutamakan
kesempurnaan dalam bekerja,
dan mengharapkan orang lain
juga berbuat hal yang sama. Hal ini yang menyebabkan orang
lain sering berselisih paham dan tidak suka dengannya.
___________________________

Horbo dohot Karya Seni
___________________________

Pature Macam Karya Seni Sian Tanduk ni horbo
Tanduk kerbau digunakan
sebagai hiasan rumah di
beberapa suku bangsa
Nusantara. Selain itu,
tanduk kerbau dapat
menjadi bahan baku
kerajinan, seperti pipa
rokok (congklang),
penggaruk, penjepit
wayang kulit, serta hulu keris.

Kulit kerbau sering digunakan juga sebagai bahan
sepatu, wayang kulit dan jol sepeda motor.Di Amerika
Serikat, kulit kerbau dijadikan alat musik.

__________________

Horbo dohot Pupuk
__________________

Kotoran kerbau dapat digunakan sebagai pupuk serta bahan
bakar jika dikeringkan.

_______________________________

Horbo dohot Kengunaana di Jolma
_______________________________

Padati di Padang Bolak

Kerbau adalah hewan pekerja
yang tangguh, dan sampai
sekarang masih dipakai sebagai
hewan penarik pedati
maupun bajak di beberapa
tempat di Asia.

Mengenai kerbau kerbau lumpur
ini http://books.google.co.id/books?id=cPRpIjJi8MkC&pg=PA16&lpg=PA16&dq=Berat+kerbau&
source=bl&ots=AQiwF3aZe&sig=dG9T7rKgYd5z6kPSGIWS90
HuUrk&hl=id&sa=X&ei=V18cUa6EMorakgXz2oHQCA&redir_
esc=y#v=onepage&q=Berat%20kerbau&f=false mengatakan :

Kerbau lumpun ditandai dengan sifatnya yang senang berkubang
dalamlumpur. Jenis kerbau lumpur banyak terdapat di Indonesia.

Pada umumnya kerbau lumpur merupakan pekerja yang ulet,
naik sebagai pembajak sawah maupun penarik pedati.
____________

Kesimpulan
____________

Horbo di Sipirok
Demikian yang dapat disampaikan
lewat blog ini, semoga info
memberi manfaat, khususon
pada masyarakat Padang Bolak
yang sudah terkenal sebagai
masyarakat "Parmahan horbo itu"
Botima.

Majulah peternakan horbo Sumut / Sipirok, Padang Bolak, Angkola
dan Horas...!
_____________________________________________________
Cat :
* Image/gambar dari macam situs
* http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/02/kerbau-mandi-
di-sungai-bogor-jawa-barat.html adalah link yang berhubungan
dengan persefsi maridi borutulang dan humor maridi horbo.
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Wednesday, February 13, 2013

"MANGALIGI NAMARIDI" Hal babulus bubalis 1

#SELAMAT  MALAM TAPANULI"
(Menyimak hubungan maridi tu persefsi / pengetahuan psikologi
dohot hubungan ni persefsi tu  horbo lagi maridi / hanya humor)
________________________________________________________

Para dongan...! Hahahaha....., hehe masongoni...!
Kakakakaka....kkk...kkk....

Begininya...!

Jika dongan datang ketulisan ini setelah terlebih dahulu melihat
image/gambar seorang wanita (si borutulang) sedang berjalan di
pematang sawah maroban ember dengan handuk di pundak, dan pada
gambar tersebut di tuliskan "Mangaligi namaridi di  batang aek",
maka bukan tidak mungkin dongan jadi berpikir jika membuka link
gambar tersebut akan melihat si borutulang sedang maridi di
batang aek. Herhehehe...

Jika demikian isi pikirannya, maka penulis blog menyatakan
dongan telah melakukan "persefsi yang benar (akan melihat si
borutulang maridi di batang aek)". Maksudna benar secara
psikologis, tapi salah secara adat dan agama. (Idia he anggia
siliginon borutulang niba lagi maridi. Biade...!-pen).

Terhadap hal ini, pakar komunikasi psikologi Jalaluluddin Rakhmat
mengatakan :

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan,
yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat
reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara
individu dengan dunia luarnya.

Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu,
diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu
menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.

Jika uraian di atas dihubungkan dengan persefsi "akan melihat
siborutulang maridi di batang aek" maka proses berpikir ini
terjadi disebabkan dongan adalah seorang halak hita yang
memang pada masa-masa lalu sering melihat seorang borutulang
maranduk-anduk sekaligus maroban ember untuk mandi di
batang aek (Jika dongan halak arab/erofa belum tentu punya
persefsi yang sama).

Hebatnya...persefsi ini "akan semakin kuat" jika dongan memang
pernah mengalami/melihat siborutulang memang sedang mandi di
batang aek, baik secara sengaja mapun tidak (mangintip najolo/
natola sipaboa da anggia-pen).
Hahahaha...hehehehe....

Para dongan...!

Demikian sekilas persefsi dalam hubungannya dengan  mangaligi
borutulang yang sedang maridi dan taroban-oban tu internet on
caritona. Botima. (Cat : Cara persefsi seperti di atas berlaku
juga untuk banyak persoalan hidup-pen)

Begitupun...!

Yang mau saya sampaikan lewat tulisan ini adalah "Suatu ilustrasi
cerita humor ala Angkola" yang mana seorang boru tulang sedang
menuju batang aek got maridi (Bukan beliau yang maridi/aso jelas
mada-pen) dan selama di perjalannya ada sapa-sapa/tanya-tanya
dalam hatinya "Siapakah sebenarnya yang mandi di batang aek
tersebut.

Berikut gambarnya anggia, aso jelas mada :


Ternyata yang maridi di batang aeki napo binoto, begitupun
di lambung batang aeki/ saba adong juo namaridi.

_________________________

Indonma halakna anggia...!


_________________________

Indon lagi manyiram :


__________________________

Indon lagi mangalap-alapi :


_____________________

Adapun yang maridi dibatang aeiki :


_____________

Kesimpulan
_____________

Demikian sajian tulisan di malam ini para dongan, semoga dapat
menambah satetek pengetahuan + humor pelipur lara. Botima.

Begitupun, jika ingin tahu lebih banyak mengenai horbo, khususon
horbo Padang Bolak dapat mangambur anggia tu Padati Padang
Bolak. Pangamburanna margoar Texas Angkola

Selamat mangambur dan selamat borngin...!
______________________________________________________________
Cat :
* Image gambar diambil dari macam situs peternakan (JPEG) untuk
di olah menjadi (GIF) agar lebih seru/menarik isi tulisan.
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork